
Aurhor POV
Di sebuah pusat belanjaan, terdapat sepasang anak manusia dan seorang bayi yang dalam gendongan wanita tersebut, wanita tersebut berjalan dengan gembira sambil bercanda dengan sang bayi mereka menikmati waktu kebersamaan mereka seakan ibu dan anak, berbanding terbalik dengan laki-laki yang berjalan di belakang mereka berdua dengan wajah di kusut, dia harus membawa barang belanjaan wanita tersebut di tambah dengan tas bayi yang terselempang cantik di bahunya. Laki-laki itu adalah nando yang dari tadi memasang wajah yang sebal karena merasa di jadikan budak oleh wanita yang sekarang menggendong baby elo yaitu aza.
“kenapa wajahnya bapak begitu, kayak baju belum disetrika aja pak” kata aza pada nando yang dari tadi mengikuti aza dan baby elo di belakang. Nando yang mendapatkan pertanyaan seperti itu jelas tambah jengkel, “apa wanita ini tidak mengerti, bagaimana perasaan saya yang harus membawa belanjaanya dan waktuku dengan baby elo terganggu, dasar wanita aneh”, batin nando pada aza. “tidak ada” jawab nando singkat. Aza hanya mengangkat bahu acuh aza tidak peduli dengan nando, yang terpenting sekarang bermain dengan baby elo.
“ayo baby kita bersenang-senang sekarang” teriak aza pada baby elo yang di tanggapi dengan
antusiasme oleh sang bayi, banyak orang- orang sekitar yang menoleh ke arah aza karena teriakan az, bisa di bilang cukup keras menarik banyak orang untuk melihatnya di tambah dengan wajah cantik dan bayi tampan yang ada di gendongannya.
Sekarang mereka sedang di salah satu toko mainan dimana mereka akan membeli mainan untuk baby elo, banyak para orang-orang memperhatikan mereka bertiga, seakan mereka melihat satu keluarga yang lengkap dimana ibu yang cantik dan anak ayah yang tampan sungguh keluarga idaman.
Sewaktu aza memilih mainan untuk baby elo dan nando yang di dekat aza juga memilih mainan yang
cocok untuk baby elo, “mbak ini aman kan untuk anak berusia di bawah satu tahun” tanya aza pada salah satu pegawai toko yang ada didekatnya. “aman bu, untuk bayi di bawah satu tahun”, jawab sang pegawai toko dengan tenang, “kalau di gigit-gigit aman gak mbak, nanti plastiknya ikut masuk lagi” tanya aza lagi, aza memang detail dalam memilih barang, meskipun dia tidak tahu tentang bayi tapi tahu tentang keselamatan dan kesehatan untuk bayi, terutama baby elo meskipun aza sebal sama bapaknya tapi dia tidak sekalipun membenci baby elo.
“mainan yang di jual di toko kami memiliki kwalitas yang aman digunakan untuk bayi, dan kami memastikan semua mainan kami aman untuk semua anak-anak termasuk kami juga mengecek kwalitas bahan yang digunakan setiap produk kami, jadi semua di sini aman bu” jelas sang pegawai dengan panjang lebar.
Aza yang mendengar penjelasan sang pegawai hanya mengangguk- anggukan kepalanya, “makasih mbak”, kata aza pada pegawai, “sama-sama, kalau butuh bantuan kami silahkan hubungi kami” kata pegawai toko dengan sopan.
__ADS_1
“pak nando, bagus yang mana ini atau ini” kata aza pada nando yanng dari tadi sibuk memilih mainan untuk baby elo, nando yang melihat mainan yang dipilih aza merasa tidak cocok menurutnya baby elo sudah tidak butuh mainan itu lagi, “tidak , ini yang bagus saya akan memberikan ini pada baby” tunjuk nando pada salah satu mainan yang berbentuk mobil-mobil remot yang biasanya di gunakan anak 2 tahun ke atas, “bapak gila apa bodoh sih” ucap aza pada nando, nando melotot pada aza karena mengatakan dia bodoh , seorang nando pemimpin dari perusahaan Varmond Company dikatakan bodoh, dimana pikiran aza. “kamu mengatai saya bodoh” tanya nando pada aza, “iya pak, pak nando memang bodoh baby elo belum ada satu tahun pak, malah mau di belikan mainan untuk anak yang udah bisa jalan, ingat pak baby elo baru bisa merangkak belum berjalan pak, ini buat anak di atas dua tahun pak” jelas aza pada nando yang ingin membeli mobil remot tersebut.
“suka-suka saya itu anak saya, pokoknya saya akan beli mobil remot ini” ucap nando pada aza, “sayang pak mahal dan juga baby belum butuh, itu namanya pemborosan” jawab aza pada nando yang kekeh ingin beli mobil remot tersebut.
“uang-uang saya kok kamu yang sewot, terserah saya mau apakan”
“iya memang uang bapak, tapi baby elo belum butuh di tambah ya pak mending uangnya di sumbangin ke
panti amal lebih berkah pak” kata aza menasihati nando agar tidak boros
“saya sudah amal banyak gak usah mengatur saya kamu” kata nando
“saya tidak mengatur pak, saya cuman menasihati, udah deh pak pokok nya saya mau beli mainan ini dan
“kamu mengancam saya, itu anak saya, saya yang akan melaporkamu ke kantor polisi dengan tuduhan penculikan” ancam nando balik
“lapor aja pak, nanti saya kasih tahu polisi tentang penelantaran anak, biar bapak yang di penjara” kata aza membalas ucapan nando.
“kamu berani” kata nando dengan nada marah, “berani lah pak siapa yang takut” jawab aza pada nando. “kamu!!!” nando kehilagan kata-kata baru kali ini nando kalah debat dengan wanita. “Terserah kamu” putus nando.
__ADS_1
“gitu dong pak nurut kan enak, ya gak baby” kata aza meminta persetujuan dari baby elo.
Setelah perdebatan selesai yang dimenangkan oleh aza , sekarang mereka bertiga ke kasir untuk membayar semua mainan baby elo tentu saja semua pilihan aza, nando benar-benar kalah telak dengan aza.
Saat mereka mengantri banyak pasang mata yang melihat mereka di tambah bisikan dari beberapa pelanggan lain.
“lihat itu, keluarga yang sangat sempurna ibu dan ayahnya cantik dan bayinya juga tampan sungguh keluarga yang harmonis”
“keluarga yang harmonis, lihat suaminya membawakan semua belanjaanya dan bayi mereka juga tampan”, dan masih banyak lagi yang mengatakan keluarga yang harmonis.
Tentu saja aza dan nando mendengar semau yang mereka katakan, “Suami? Ogah punya suami manusia kutub dan apa tadi keluarga yang harmonis, hei saya masih ting ting, pacaran aja belum apalagi menikah” batin aza tentang semua komentar dari pelanggan lainya.
“keluarga? Mereka semua pada gila, jadi istriku bisa gila aku, bertemu dengan dia sama saja musibah apalagi menikah, itu kiamat untukku”, ucap nando dalam hatinya.
Aza dan nando sama-sama diam tidak menanggapi semua omongan yang ada.
Hari telah sore dan di luar juga sedang hujan baby elo juga sudah kelihatan lelah waktunya untuk pulang ke rumah, sekarang mereka dalam mobil dan baby elo sudah tertidur dalam dekapan aza di tambah aza juga tidur juga.
Nando yang melihat aza tidur jadi bingun karena di tidak tahu alamat rumah aza dan tidak mau membangunkan aza, dengan sangat terpaksa nando membawa pulang aza kerumahnya. “langsung pulang” perintah nando pada sang sopir, “Baik pak” sopir nando mengikuti perintah nando langsung pulang kerumah.
__ADS_1
Sesampai di rumah nando aza tak kunjung bangun, nando berusaha membangunkan aza tetapi itu hanya sia-sia saja aza tetap tidak bangun, dengan terpaksa nando menggendong aza bak putri, sebelum itu nando memperintahkan sang sopir untuk membawa baby elo tidak mungkin membawa aza karena sang sopir sudah cukup tua.
Nando menurunkan aza pada ranjang yang dikamar tamu, untung saja semua ruangan dalam rumah ini selalu di jaga dengan bersih jadi tidak perlu repot-repot untuk membersihkanya. Nando memandang wajah aza sebentar “cantik juga dia meskipun tidur” gunam nando dengan suara kecil, “aku yang aku pikirkan, mana mungkin aku memuji wanita ini, wanita yang membuatku gila akan tingkahnya, pasti aku lelah makanya jadi aku bicara ngelantur” gunam nando meninggalkan aza sendiri.