
Vinsent sudah pulang sekarang nando dan aza ada di kamar baby elo untuk menidurkan baby elo, “kamu menipu saya” kata nando pada aza, “maksud kamu apa nan?” aza bingung dengan perkataan nando yang katanya aza menipu nando padahal aza tidak merasa menipu nando, “kamu bilang akan pergi dengan temanmu tapi kamu malah pergi dengan vinsent, kalau tidak menipu memang apalagi” kata nando,
“vinsent teman saya juga jadi tidak salah kan kalau pergi dengan dia memang apa urusanya dengan mu” kata aza pada nando
“tentu keberatan, kamu karyawan saya dan saya bos kamu jadi kamu harus menuriti semua perintah dari saya dan kamu tidak boleh pergi dengan laki-laki lain selain saya” kata nando marah
“memang kamu bos saya, tapi ini urusan pribadi saya kamu tidak boleh ikut campur itu privasi saya”
“kamu bekerja dengan saya dan tugasmu menjadi sekretaris sekaligus merawat baby elo, dan mulai sekarang kamu harus ijin dengan saya kalau kamu mau pergi”
“kamu tidak berhak mengatur saya, kamu hanya bos bukan kekasih atau suami saya jadi saya tetap tidak akan menuruti semua perintah kamu nan” kata aza pada nando, aza tidak mau menuruti perintah nando karena itu merupakan privasi aza.
__ADS_1
“pokoknya aku tidak mau tahu, mulai sekarang pergi kemanapun harus ijin dengan saya kalau tidak saya akan menghukum kamu” kata nando menegaskan perintahnya dengan egois, lalu nando pergi ke luar meninggalkan aza sendiri yang kebingungan tentang kejadian hari ini.
Nando langsung pergi ke kamarnya untuk menenangkan dirinya, nando sangat marah dengan kedekatan aza dan vinsent, nando tidak suka saat melihat aza berdekatan dengan pria lain rasanya nando akan mengurung aza dalam rumah agar tidak ada laki-laki yang akan mendekati aza, tapi nando juga bingung kenapa dia harus marah aza berdekatan dengan laki-laki lain padahal nando juga tidak suka aza, dan seharusnya nando senang aza bisa pergi dari hidup nando, tapi nando tidak rela aza pergi.
Sedangkan aza sekarang menjaga baby elo yang sedang tidur, aza merasa nando dari hari ke hari sangat aneh di mulai nando suka marah saat berdekatan dengan pria lain padahal aza dan nando hanya sebatas atasan dan bawahan tidak lebih, aza juga bingung dengan perasaanya aza sangat nyaman dengan vinsent tapi hanya menganggap sebagai seorang teman, tapi untuk nando entahlah aza juga bingung kadang nando membuat marah tapi kadang nando akan membuat senang sekarang aza hanya mengikuti arus yang ada.
***
Malam sudah larut aza ingin pulang tapi aza bingung untuk berpamitan dengan nando karena nando sedang marah, dengan membulatkan tekad aza tetap menemui nando yang pasti sekarang di kamarnya, aza pergi ke kamar nando mengetuk pintu nando untuk memastikan nando ada didalam, tok tok tok “nando, ini aza saya mau pamit pulang” kata aza di depan pintu kamar nando, tidak berselang lama nando membuka pintu “saya antar” kata nando berjalan di depan dan aza yang mengikutinya di belakang.
Aza hanya melihat mobil nando yang melaju meninggalkan aza, lalu aza menyentuh bibirnya yang di cium oleh nando tadi, butuh waktu untuk aza sadar dari keterkejutanya setelah sadar aza langsung masuk ke rumahnya dan mengunci pintu dari dalam, jantung aza berdetak sangat cepat tentang kejadian barusan entah aza merasa malu, marah atau senang ada masih bingung ini pertama aza merasakan seperti ini. aza yang masih menenangkan jantungnya dia memutuskan untuk mandi agar untuknya merasa rileks kembali.
Sedangkan nando yang ada di dalam mobil berjalan menuju rumahnya merasa malu dengan apa yang baru dia lakukan untuk aza tadi, tapi nando tidak menyesal karena telah mencuri ciuman bibir aza, nando merasa puas melihat wajah kaget aza tadi, entah besok aza akan marah nando tidak akan memperdulikanya yang penting hari ini nando puas.
***
__ADS_1
Hari ini hari senin aza kembali beraktivitas di kantor seperti biasa, tapi aza selalu menghindari nando dari tadi karena aza masih malu dan marah karena kejadian tadi malam. Nando yang melihat aza menghindarinya menjadi tidak enak, nando tahu aza marah padanya karena kejadian kemarin malam tapi nando juga tidak akan minta maaf pada aza untuk kejadian tersebut.
“kamu kenapa dari tadi menghindari saya terus, ingat saya bos kamu” kata nando pada aza yang mulai jengah karena aza menghindariya, “tidak ada pak saya hanya lelah” kata aza singkat, “apa karena kejadian tadi malam, kenapa ada masalah itu hanya kecupan ringan pasti kamu sudah pernah mengalaminya dengan kekasihmu itu hal yang wajar bukan” kata nando pada aza, “hanya kecupan ringan? Maaf ya pak tapi itu sudah pelecehan namanya dan itu kali pertama saya di lecehkan seperti ini saya bisa menuntut bapak” kata aza tidak terima karena apa yang di anggap nando hanya kecupan riang tapi buat aza itu ciuman pertamanya yang seharusnya untuk suaminya kelak tapi sudah di ambil oleh nando. “jadi itu ciuman pertamamu, baguslah jadi aku yang pertama merasakan bibirmu” kata nando dengan bangga karena sudah merebut ciuman pertama aza, “bapak memang tidak tahu malu seharusnya bapak minta maaf dengan saya kerena bapak telah melecehkan saya bukan merasa bangga” kata aza marah bukanya nando merasa bersalah malah dia bangga telah mencuri ciuman pertamanya. “buat apa aku minta maaf, itu hukuman untuk kamu karena sudah membohongi saya, jadi kalau sampai itu terjadi lagi saya tidak segan melakukan lebih” ancam nando pada aza, tanpa rasa malu sekalipun.
Aza yang mendengar itu hanya diam dan menaham marah, aza tidak ingin dia mengamuk dan memukul bosnya manusia kutub itu, aza langsung menuju baby elo yang tidur di box bayi, satu- satu yang bisa meredam rasa marahnya hanya melihat baby elo.
Jam makan siang berlangsung aza dan nando makan dengan diam hanya celotan baby elo yang terdengar, “sehabis makan siang kita pulang” kata nando pada aza, “ya pak nanti akan beritahu sopir” kata aza singkat, “siapa bilang akan bersama sopir, saya juga akan pulang jadi nanti bareng saya” kata nando pada aza, “bukannya pak nando masih ada perkerjaan kenapa bapak pulang sekarang, itu namanya tidak bertanggung jawab pak” kata aza
“saya bos disini, dan juga perkerjaanku semua sudah selesai, jadi buat apa ke kantor”
“tapi kan bapak bos disini, jadi harus memberi contoh yang baik untuk karyawan lain” bantah aza pada nando, entah karena masih marah aza tidak ingin nando pulang bersama siang ini dan pasti akan seharian dengan nando di rumah.
“saya sudah menggaji mereka sangat tinggi jadi buat apa kalau tidak bekerja”
“terserah bapak deh, capek berdebat dengan bapak” kata aza pasrah.
__ADS_1