
Nando POV
Sinar matahari pagi masuk menyilaukan membuatku terbangun dari tidurku menandakan sudah pagi hari,
aku bangun dari tempat tidurku langsung menuju box bayi dimana baby elo sudah bangun, “sudah bangun sayang, pinter anak papa tidak nangis” aku menggendong baby elo, dia bertambah aktif setiap hari sekarang dia bertinggakah lucu dengan memperlihatkan tawanya. Aku sangat menikmati momen tumbuh kembang baby elo itu sebuah keajabin bagiku dari bayi merah sekarang sudah bisa merangkak. “sekarang kita mandi sama papa sayang, nanti ikut papa ke kantor lagi” berjalan turun dari ranjangku ke kamar mandi untuk membersihkan kami berdua.
Aku dan baby elo sudah bersih dan rapi memang agak merepotkan tidak ada bibi atau mama yang biasanya
membantuku tapi aku tetap menikmati kebersamaan kami. Aku turun ke bawah dengan baby elo berada digendonganku di meja makan sudah ada sarapan yang di buatkan pelayanku dan juga bubur bayi untuk baby elo.
Setelah semua keperluan baby elo aku pergi kekantor pada waktu pagi, banyak karywan kantor yang menyapaku, aku tidak peduli sekarang yang aku pedulikan cepat sampai diruang kerjaku.
Sesampai di ruangku aku melihat andi sudah ada disana, “pagi pak, pagi jua baby elo” sapa andi padaku, “pagi, sudah kamu siapkan semua” tanyaku, “sudah pak” . aku masuk ke raung kerjaku sudah ada karpet bulu yang baru khusus dan pagar pembatas untuk baby elo di tambah mainan yang bisa dimainan baby elo selama aku kerja.
“apa jadwalku hari ini”, aku menurunkan baby elo ke lantai, karena baby elo sudah bisa berguling dan merangkak tidak baik kalau ada di box terus.
“ada pertemuan dengan klien pukul 10 siang dan ada rapat dengan pemegang saham pada siang pukul 2, dan beberapa berkas yang harus bapak periksa” jelas andi padaku, hari ini jadwalku cukup padat
“sudah kau siapkan semua dokumennya”
“sudah pak, tinggal bapak cek”
“bagus, waktu aku bertemu dengan klien kamu jaga **** elo, sekarang dia sangat aktif dia sudah mulai meranggak dan berguling jadi kamu harus menjaganya dengan baik”
“baik pak saya akan menjaganya dengan baik” jawab andi tegas
“sekarang kembali ke tugasmu” aku langsung kembali berkutat dengan berkas-berkas yang harus aku periksa. Aku melihat baby elo dia masih anteng dan mulai belajar merangkak.
Sekarang pukul 10 aku harus bertemu dengan klien, menghampiri baby elo “papa ada rapat dulu kamu
disini sama andi jangan nakal ya” nasihatku pada baby elo yang hanya di tanggapi dengan senyum manisnya. “di kamu jaga baby aku rapat sekarang” tugasku pada andi “baik pak” andi menghampiri baby elo dan mulai bermain dengannya.
__ADS_1
Author POV
Sekarang sudah siang tapi nando masih ada rapat dengan kliennya belum kembali, baby elo dan andi bermain
bersama “kamu lucu sekali sih” kata andi melihat kelucuan dari baby elo yang bermain sambil merangkak.
Tingtingting (suara telfon andi)
Andi melihat handphone dan tertera nama sang ibu di layar, “sebentar ya baby kamu disini dulu om mau menjawab telfon dulu” andi pergi meninggalkan baby elo sendiri untuk mengangkat telfonnya. Yang tidak andi sadari adalah baby elo sudah bisa merangkak dan keluar dari ruang kerja sang ayah karena kecerobohan andi tidak menutup pintu.
Nando sudah menyelesaikan pertemuan dengan kliennya, sekarang sudah jam makan siang dia ingin makan siang dan memberi baby elo susu. Sampai di ruang kerja nando tidak mendapati baby elo di karpet dan mengecek ke kamar tidak ada, “baby elo? Mungkin dengan andi” kata nando
“lho andi baby elo kemana?” tanya nando pada andi karena andi masuk ke ruang tanpa bab elo, “bukanya
baby elo di karpet tadi pak” jelas andi sebelum meninggalkan baby elo. “tidak ada di” ucap nando agak khawatir dengan baby elo yang entah dimana berada, “tadi saya tinggalkan sebentar untuk menerima telfon”
“kamu !!!!” tunjuk nando pada andi dia sudah marah kenapa harus ditinggalkan, “cepat bantu aku cara baby sekarang”
“baik pak”
Aza POV
“baby elo” aku kaget ada baby elo sini, “kenapa kamu disini sayang dimana papa kamu” aku mengambil baby elo dari lantai dan menggendongnya.
Aku lihat kak sandra dan kak eva heran denganku karena mengenal baby elo. “za, itu bayi siapa?”
tanya kak eva penarasan, “iyo, kak ada bayi disini, siapa yang bawa bayi” sahut kak sandra.
“anak orang lah kak masak anak tuyul” kataku asal masih terus memandangi baby elo
“ya tau anak orang za, siapa bilang anak tuyul, maksudnku ayah sam ibunya kemana kok disini ?’’ jelas
__ADS_1
kak eva
Aku bingun menjelaskan kalau baby elo adalah anak dari pak nando, bos besar pada perusahaan ini, “emmmm ... mending ke kantin dulu nanti aku jelaskan sambil makan”
Kami langsung pergi ke kantin sambil aku menggendong bay elo, sesampai di kanting kami memesan makanan dan aku memangku baby elo di pangkuanku.
“sekarang coba jelaskan bayi siapa ini dan bagaimana kamu mengenalnya?” tuntun kak sandra akan
penjelasanku
“huh .... bayi ini panggilanya baby elo dia anak pak nando, pak bos besar kita” , “APA!!” teriak kak eva dan kak sandra kaget akan penjelasanku, “jadi dia anak pak nando” kata kak eva sambil menunjuk baby elo “lha terus kenapa kamu kenal dengannya?”
Huh aku menghela nafas panjang pasti akan menjadi seperti ini, “jadi begini ceritanya kak....” aku
menceritakan semua pada kejadian malam itu,
“jadi orang sableng yang kamu ceritakan padaku itu pak nando” tanya kak sandra
Aku hanya bisa mengiyakan apa yang dikatakan kak sandra. HAHAHAHAH
Sekarang mereka berdua menertawakanku, “hebat kamu za, semua orang terpesona dengan ketampanan pak
nando, lha kamu malah membencinya” kata kak eva terus menertawakanku karena aku benci dengan pak nando, siapa yang mau suka sama manusia kutub itu dih mag
ogah.
“sudah lah kak kalian malah menertawakanku padahal aku sebel sama dia” dengan mengembungkan kedua
pipiku, “sudahlah cuman bercanda doang” kata kak eva
“terus kamu mau apakan bayi itu” tunjuk kak sandra pada bayi elo, “ ya aku kembalikan lah sama pak nando” ucapku, “ngomong-ngomong bayi pak nando lucu banget, kayak pak nando versi mini” kata kak eva sambil memperhatikan baby elo. “za boleh gendong apa enggak, pingin gendong bayi pak nando” minta kak sandra padaku, aku langsung menyerahkannya pada kak sandra, tapi baby elo menangis seolah tidak mau di ajak
__ADS_1
orang lain selain aku terpaksa aku yang gendong lagi.
“kak mendingan aku kembalikan sama pak nando takut di cariin” kataku pamit pada kak eva dan kak sandra hanya di angguki mereka berdua. Aku langsung pergi ke ruang pak nando untuk mengembalikan baby elo dan memarahi manusia kutub itu yang sekali lagi meninggalkan baby elo sendirian.