
Pagi hari....
Sinar matahari masuk ke suatu kamar di mana sepasang suami istri masih terlelap tidur, sang suami dengan mesra memeluk sang istri, dan sang istri dengan lelap tidur di pelukan suaminya, mereka berdua menikmati kebersamaan pagi mereka. Tapi tangis bayi menggangu tidur mereka, dengan enggan sang istri membuka matanya karena terusik tangisan tersebut, sang istri sangat terkejut karena dia tidur di pelukan suaminya, dia mencoba untuk keluar dari pelukan suaminya tapi bukanya melonggar tapi pelukan suaminya malah semakin erat memeluknya sedangkan tangis bayi yang tak lain anak mereka masih terdengar, “nan lepasin dulu, baby elo menangis” kata aza pada nando agar melepaskan pelukannya, ya suami istri itu adalah nando dan aza.
Aza mencoba melepaskan diri dari nando tapi nando masih tetap memeluknya dengan erat, “nan baby elo menangis aku harus ke sana” kata aza, “ada maid kita tidur dulu” kata nando sambil memasukkan kepalanya di cengkeruk leher aza, “tidak bisa nan, baby elo tidak akan diam kalau aku tidak ada di sampingnya dia akan menangis terus” kata aza berusaha membujuk nando untuk melepaskanya, nando dengan enggan melepaskan pelukanya. Aza yang sudah terbebas dari pelukan nando segera pergi ke kamar baby elo, dimana sudah ada maid yang mencoba menghentikan tangis baby elo tapi baby elo sendiri malah berontak tidak mau dengan sang maid.
“maaf nyonya tuan muda tidak mau diam padahal saya sudah mencoba menghentikannya” kata maid tersebut setelah melihat aza masuk dari pintu penghubung dengan kamar nando, “tidak apa berikan padaku, kamu bisa lanjutkan tugas yang lain” kata aza sambil menerima baby elo dalam gendonganya, “baik nyonya saya permisi” kata maid tersebut berlalu pergi.
Aza menimang baby elo agar berhenti menangis, “sudah sayang mama disini, maaf ya mama terlambat” kata aza meminta maaf karena dia terlambat menemui baby elo. baby elo mulai tenang dalam gendongan aza meski masih sesenggukan dan air mata masih membasahi pipinya tapi dia mulai berhenti menangis, aza yang melihat itu merasa lega. Sekarang tinggal menunggu sebentar dan memandikan baby elo.
__ADS_1
Nando yang masih setengah tidur langsung meraba ranjangnya memastikan aza masih di sampingnya apa tidak, tapi nando merasakan kosong berarti aza sudah bangun dan nando tahu aza dimana, nando beranjak dari kamarnya menuju kamar baby elo yang terhubung dengan kamarnya, disana aza menggendong baby elo yang habis menangis karena saat bangun aza tidak di sampingnya.
Nando menghampiri mereka berdua, “apa baby masih menangis?” tanya nando, “tidak, tapi masih sesenggukan sebentar lagi juga tenang” kata aza, “berikan padaku” kata nando meminta aza memberikan baby elo padanya, aza memberikan baby elo pada nando tapi sebelum nando menerinya baby sedah menangis kembali dia tidak mau nando gendong, aza kembali menimangnya agar baby elo tidak menangis lagi.
“kamu pilih kasih baby, waktu belum ada mama kamu selalu dengan papa dan sekarang kamu hanya mau dengan mama, benar-benar tidak adil” kata nando merajuk karena baby elo tidak mau denganya, baby elo yang tadinya menangis sekarang mulai tertawa lagi setelah melihat wajah nando yang cemberut.
“bagus nan kamu membuat baby elo tertawa, perlihatkan wajah kesalmu lagi mungkin menurut baby elo itu lucu” kata aza yang tersenyum kecil melihat ayah dan anak ini mereka benar-benar bertolak belakang, entah sejak kapan baby elo sangat senang bila ayahnya kesusahan. Nando yang melihat bayinya tertawa karena wajah kesalnya menjadi tambah kesal, aza yang melihat nando bertambah kesal hanya bisa tertawa.
Aza segera mengesampingkan pikirannya sekarang tugasnya memandikan baby elo, “kita mandi baby” kata aza mengajak baby elo untuk mandi. Nando yang sudah selesai mandi dan mengganti bajunya dengan baju kantor tapi nando belum melihat aza kembali, pasti aza masih bersama baby elo, kadang nando merasa iri dengan baby elo karena selalu di perhatikan oleh aza sedangkan dia yang sekarang berstatus sebagai suami dari aza jarang sekali di perhatikan aza.
“aza” teriak nando memanggil aza, “iya nan, ada apa?” tanya aza yang baru selesai memandikan baby elo, sekarang baby elo sudah terlihat tampan dengan bedak yang menempel di mukanya, “pilihkan dasi untukku aku bingung mau pilih yang mana” kata nando menyuruh aza memilih dasi untuk dia, “kamu hanya memanggil aku untuk memilih dasi untuk kamu?” tanya aza heran, karena nando sudah biasa memilih sendiri tanpa bantuan, nando hanya mengangguk, “bukannya kamu sudah terbiasa memilih sendiri dasi kamu nan, kenapa tiba-tiba meminta pertolonganku?” tanya aza, “aku bingung dan kamu istri aku jadi tidak masalah kalau aku meminta bantuan kamu” kata nando dengan nada merajuk, aza yang melihat nando merajuk seperti anak kecil menjadi geli, baru kali ini seorang nando menunjukkan sisi menggemaskanya, “baiklah, kamu pegang baby elo dulu aku akan carikan” kata aza memberikan baby elo pada nando, dengan senang hati nando menerima baby elo, “aku tunggu di bawah, tadi aku menyuruh maid untuk menyiapkan sarapan kamu mandi dan ganti bajumu” kata nando pergi meninggalkan aza di ruang ganti.
Aza hanya terdiam dengan perubahan nando yang biasanya dingin sekarang menjadi hangat, “ada apa dengan nando, kenapa berubah seperti ini” kata aza dalam hati, aza tidak mau terlalu memikirkan perubahan nando, aza kembali mencari dasi yang cocok dengan kemeja nando yang tadi dia pakai, setelah menemukannya aza berjalan ke kamar mandi untuk membersihkan diri.
__ADS_1
Nando yang turun ke bawah menuju meja makan bersama baby elo disana sudah tersaji makanan untuk mereka santap, “selamat pagi tuan” kata bibi yang baru pulang dari kampung, bibi cukup lama di kampung karena anaknya membutuhkanya dan sekarang keadaan sudah membaik dan bibi kembali ke rumah nando untuk bekerja, “bibi kapan sampai kemari?” tanya nando yang melihat bibi yang menyiapkan makanan untuk mereka,memang nando memberi kelonggaran untuk bibi apakah dia kembali atau tidak nando akan tetap menerimanya.
“tadi malam tuan, karena tuan dan nyonya sudah tidur jadi bibi tidak berani menyapa tuan” kata bibi, “jadi bibi juga sudah tahu kalau saya sudah punya istri kembali” kata nando, “sudah tuan nyonya besar yang memberi tahu bibi, dan juga bibi tidak sabar bertemu dengan tuan muda dan nyonya muda” kata bibi dengan senyum di wajahnya, dia sangat bahagia mendengar kabar bahwa nando sudah menikah kembali dan wanita yang dinikahi adalah wanita yang baik dengan tulus menyayangi baby elo.
“nanti bibi akan melihatnya sekarang bibi bantu saya untuk menjaga baby elo, dia mulai tidak mau dengan saya, baby elo terus mencari mama dan sekarang dia baru mandi sebentar lagi juga turun” kata nando menyarahkan baby elo ke bibi, memang dari tadi baby elo terus mencari aza meski tidak sampai menangis tapi baby elo terus memberontak tidak mau di gendong nando.
Mohon dukung author dengan rate, like, comen dan vote
Terimakasih
__ADS_1