
Nando terus berbicara dengan baby elo supaya waktu malam baby elo tidak mengganggu waktu dia dengan aza.
“teddy baju sudah aku siapkan, sekarang kamu ganti biar aku memandikan baby elo” kata aza masuk ke kamar baby elo, nando bergantian dengan aza dia keluar untuk mengganti bajunya sedangkan aza mulai memandikan si kecil.
“bunny dasiku mana?” teriak nando, “ ada di nakas, cari dengan benar teddy” jawab aza yang baru keluar dari kamar mandi dengan membawa baby elo.
“tidak ada bunny aku sudah mencarinya” ucap nando masuk ke kamar baby elo. “aku sudah menyiapkan semua kamu harus mencari dengan benar” ucap aza sambil memakaikan baju baby elo.
“aku sudah mencari bunny tapi tetap tidak ada, dan kenapa kamu lebih memperhatikan baby, aku juga butuh perhatikan kamu” rengek nando
“baby elo masih bayi dan butuh perhatian lebih” ucap aza, “tapi aku iri dengan baby dia selalu kamu nomer satukan kalau aku di nomor duakan” ucap nando dengan nada merajuk.
“kenapa kamu iri? Ini anak kamu teddy jadi harus sabar dan aku tidak pernah menomer duakan kamu, kalian berdua sama saja” ucap aza.
“buktinya kamu sekarang lebih memilih baby elo ketimbang aku, aku juga butuh kamu bunny” ucap nando
Aza hanya bisa menghela nafas panjang dia benar-benar lelah dengan sikap nando yang semakin hari semakin tidak beres di tambah sekarang nando iri dengan baby elo.
“teddy baby elo baru bisa merangkak dan kamu sudah dewasa bahkan kamu ayah baby elo, kamu bisa mengerjakan tugas itu sendiri sedangkan baby masih membutuhkan orang lain untuk membantunya” ucap aza memberikan pengertian pada nando.
“baiklah aku mengalah” ucap nando, “sekarang kamu jaga baby sebentar aku carikan dasimu” ucap aza
“baby, kan papa sudah bilang untuk berbagi kenapa kamu tidak berbagi dengan papa” ucap nando di samping baby elo dan tentu saja hanya di tanggapi ocehan baby elo.
“kamu harus berbagi baby, berikan waktu untuk mama dan papa berdua biar mama jatuh cinta dengan papa biar baby elo bisa dapat adik” ucap nando, baby elo yang tidak mengerti yang nando bicarakan hanya menatapnya dengan mata bulatnya dan mengoceh dengan bahasa bayinya.
“ini teddy, aku sudah bilang untuk mencarinya dengan benar padahal di atas nakas kenapa kamu tidak bisa menemukannya” ucap aza dengan kesal, dia menemukan dasi nando yang telah dia siapkan di tempat sama pertama dia letakkan.
“aku tidak tahu” ucap nando, “kemari aku akan pasangkan kalau tidak kamu akan lupa menaruhnya lagi” ucap aza
Nando dengan senang hati berjalan ke arah aza, dia senang karena ada beberapa perhatian kecil yang mulai aza lakukan.
__ADS_1
“sekarang turun makan sarapan kalian dan jangan lupa bawa baby elo, aku ingin mandi dan ganti baju” ucap aza.
“ayo sayang kita turun” ucap nando membawa baby elo, aza hanya bisa menggelang terhadap kelakuan nando dia bersiap untuk membersihkan diri dan berangkat ke kantor. Setelah aza selesai dia berjabung dengan nando dan baby elo untuk sarapan pagi bersama.
***
Aza dan nando sekarang dalam perjalanan ke kantor setelah sarapan dan berpamitan dengan baby elo,
“jadwalku hari apa bunny” tanya nando, “hari ini pertemuan dengan tuan kevin untuk membahas kontrak kerja sama selebihnya tidak ada” ucap aza dengan profesional.
“maksudmu kevin wijaya?” tanya nando, “iya kevin wijaya kemarin bapak telah setuju untuk bekerja sama dengan perusahaan wijaya sekarang tinggal persejuan kontrak saja pak” ucap aza
“bunny kita belum di kantor bisakah memanggilku seperti biasa” ucap nando, padahal mereka belum sampai kantor tapi aza sudah memanggilnya dengan sebutan pak, itu membuat nando terasa lebih tua.
“memang belum di kantor pak, tapi kita sedang membahas pekerjaan jadi saya harus memanggil anda formal”ucap aza
“huh... aku benci ini” ucap nando cemberut.
“iya iya aku tahu” ucap nando memandang keluar jendela mobil, aza tahu nando keberatan dengan ini tapi mereka tetap atasan dan bawahan jadi harus ada etikat formal, di tambah karyawan kantor lain belum tahu kalau mereka menikah.
Mobil yang mereka kendarai sudah sampai dalam lobi kantor banyak karyawan lain yang baru datang, “ayo turun” ajak nando,
“tidak pak, saya turun di basement saja, kemarin saja banyak karyawan yang mulai curiga aku tidak mau jadi bahan gosip untuk mereka” ucap aza.
“ayo turun tidak ada bantahan” ucap nando menarik aza turun, dengan terpaksa aza mengikuti nando.
“pak bisa lepaskan banyak yang melihat kita” ucap aza pada nando yang masih menggenggam tangannya dari mereka mulai turun mobil.
Nando hanya tersenyum kecil dia terus berjalan tanpa menghiraukan permintaan aza biarkan karyawan lain tahu bahwa dia dan aza mempunyai hubungan.
“selamat pagi pak” ucap andi sesampai nando dan aza di depan ruang nando, “pagi juga di, hari ini pekerjaan untuk aku sudah ada?” tanya aza.
__ADS_1
“sudah saya letakkan di meja nyonya hanya beberapa berkas yang nyonya periksa setelah itu berikan pada pak nando untuk mendapat persetujuan” ucap andi
“terima kasih di aku pergi dulu” ucap aza melepaskan gemgaman nando yang melonggar.
“kenapa bapak melihat saya seperti itu ada yang aneh dengan penampilan saya” tanya andi pada nando yang melihatnya dengan tatapan membunuh.
“jangan terlalu dekat kalau kamu masih ingin bekerja dengan saya”ucap nando meninggalkan andi.
Andi hanya mengangguk di takut dengan nando kalau sudah mengeluarkan tatapan seperti itu, memang benar andi harus jaga jarak dengan nyonya aza kalau tidak mungkin dia bisa si pecat oleh nando.
aza pergi ke meja kerjanya di sana sudah ada beberapa berkas yang andi sebutkan tadi, “bunny kenapa kau tinggalkan aku” ucap nando menyusul aza.
“pak ini di kantor jadi berhenti memanggil saya bunny, ingat pak saya sekretaris bapak” ucap aza
“aku tahu maaf, tapi kamu melupakan ritual kita” ucap nando, “ritual? Memang kita melakukan pesugihan pak, pakai ritual segala” ucap aza
“bukan pesugihan bunny tapi ini” ucap nando mencium aza di bibirnya, “ini ritual pagi kita, bunny tidak boleh melupakannya’ ucap nando melepaskan ciumannya.
Aza diam karena serangan mendadak nando, “aku akan ingat” ucap aza malu untungnya tidak ada yang masuk ke ruang nando.
“bagus ingat itu, bunny aku kerja dulu” ucap nando pergi ke mejanya. “andi ke ruang saya sekarang” ucap nando melalui interkom.
aza memegang dadanya dimana jantung aza berdetak cukup kencang akhir-akhir ini selalu saja jantung aza berdetak kencang saat bersama nando, karena sifat nando yang lembut terhadap aza, tapi memang nando adalah sosok pria idaman meski kadang membuatnya jengkel tapi banyak juga hal romantis yang nando lakukan membuat aza tersipu.
Mohon dukung author dengan rate, like, comen dan vote
Terimakasih
__ADS_1