Baby CEO

Baby CEO
Episode 59


__ADS_3

 


 


setelah aza pergi nando duduk kembali di kursi kebesarannya dengan menaham amarahnya, “teddy” terdengar sebuah suara dari arah pintu.


Nando melihat aza yang kembali dengan tas selempang bersiap untuk pergi, “ada apa? bukannya kamu pergi kak kevin itu” ucap nando.


Aza tersenyum kecil melihat nando yang sedang merajuk dia tahu nando tidak memperbolehkan untuk makan siang dengan kevin, tapi aza memiliki beberapa pertanyaan yang mungkin kevin dapat membantunya.


“aku ke sini mau minta izin, aku mau makan siang dengan kak kevin” ucap aza


“kenapa harus aku bukankah aku hanya atasanmu saja, jadi kamu bisa kemana saja yang kamu mau” ucap nando


“memang kamu atasanku tapi ini sudah jam makan siang jadi aku ke sini sebagai istri tuan nando untuk meminta ijin kalau aku ingin makan siang dengan kak kevin” ucap aza


“baru sadar kamu istriku, kenapa tadi tidak mendengarku” ucap nando dengan nada merajuk


“tadi masih jam kantor teddy, sekarang sudah selesai jadi sekarang aku menjadi istri tuan nando kembali” ucap aza yang berusaha membujuk nando yang sedang merajuk


“hem...” ucap nando acuh, dia kembali mengerjakan pekerjaanya.


aza menghampiri nando dengan berani aza memutar kursi nando agar mereka saling berhadapan, “dengar teddy, kak kevin hanya aku anggap seperti kakak sendiri, dulu sewaktu kuliah aku tidak memiliki teman maupun saudara yang bisa menjadi tempatku berteduh tapi keluarga wijaya dengan tangan terbuka mereka mau menerimaku dan menganggap aku seperti anak sendiri, jadi teddy bolehkan aku pergi dengan kak kevin” ucap aza


“huh” nando menghela nafas panjang, dia tidak tahu kalau kedekatan keluarga wijaya dengan aza sedekat itu, memang di waktu menikah aza menyebutkan bahwa kedua orang tuanya sudah meninggal dan dia tidak punya sanak saudara lain jadi aza bisa di bilang hidup sebatang kara.


“baiklah aku ijinkan, tapi setelah selesai makan kamu harus pulang dan tidak boleh kemana-mana” ucap nando mengijinkan aza untuk makan siang dengan kevin.


“benarkah terima kasih teddy” ucap aza mencium nando tepat di bibirnya,  nando terkejut dengan tindakan aza bahkan aza sendiri juga terkejut dengan tindakannya dengan cepat aza mendorong nando agar menjauh


“maaf hanya reflek, aku... pergi dulu” ucap aza beranjak dari tempatnya tapi sebelum aza berbalik nando terlebih dulu menarik aza dan menciumnya dalam.


Aza terkejut dengan tindakan nando dengan reflek aza mencoba mendorong nando tapi apalah daya nando jauh lebih kuat dari aza, jadi dorangan aza di anggap hanya sentuhan kecil bagi nando.


Bahkan nando memegang tengkuk aza agar lebih memperdalam ciuman mereka, sedangkan aza yang merasakan usahanya untuk melepaskan diri dari nando tidak ada pengaruhnya sama sekali jadi dia hanya bisa pasrah menerima serangan dari nando.

__ADS_1


Nando melepasakan ciumannya setelah melihat aza yang mulai kehabisan nafas, dia sangat puas melihat aza dengan bibir yang agak bengka karena ciuman darinya.


“itu kopensasi untukku, jadi sekarang kamu boleh pergi bunny” ucap nando melepaskan aza.


Aza yang masih mencoba menetralkan nafasnya hanya bisa diam, dia melihat nando dengan senyum puas tercetak jelas di wajahnya.


“aku pergi dulu” ucap aza pergi meninggalkan nando yang masih tersenyum


Aza keluar dari ruang nando dengan jantung yang berdetak cepat dan wajah merah karena kejadian yang baru dia alami.


“kamu kenapa aza?” tanya kevin yang melihat aza dengan wajah merah dan bibir bengkak entah kenapa.


“tidak apa-apa kak, ayo kita cari tempat makan” ucap aza yang berusaja menyembunyikan wajah merahnya.


“baiklah, tapi kamu benar tidak apa-apakan aza” tanya kevin sekali lagi.


“iya kak, ayo pergi sebelum waktu makan siang habis” ucap aza mengajak kevin pergi. Kevin menuruti aza mereka pergi meninggalkan varmond compony untuk mencari tempat untuk makan siang.


Sedangkan nando masih terseyum lebar setelah mendapat ciuman dari aza, “pak nando, pak nando” ucap andi memanggil nando tapi sang bos hanya tersenyum sendiri seperti orang gila


Nando kaget dengan teriakan yang memanggil namanya, dia melihat andi yang sudah ada di depannya.


“kenapa kamu berteriak kamu pikir aku tuli” ucap nando marah.


“maaf pak, tapi saya sudah beberapa kali memanggil bapak tapi bapak hanya tersenyum saja” ucap andi.


“tapi tidak perlu berteriak juga, kenapa kamu ke sini bukanya ini jam makan siang?” ucap nando


“apa bapak lupa hari ini ada makan siang dengan investor dari dubai, saya sudah reservasi atas nama bapak pada salah satu restoran untuk menyambut mereka” ucap andi,


“benar juga, ayo berangkat” ucap nando berjalan keluar di ikuti andi.


***


Aza dan kevin makan siang di salah satu restoran yang mereka sering kunjungi, “apa kamu masih ingat dengan tempat ini za” tanya kevin

__ADS_1


“tentu saja kak dulu girlin, aza dan kakak sering ke sini setelah pulang dari kampus dan waktu liburan” ucap aza melihat sekeliling restoran yang masih sama seperti terakhir dia ke sini.


“benar dulu sewaktu kakak menjemput girlin dari kampus kalian sering menyuruh kakak untuk makan siang di sini dan ujung-ujungnya kakak yang membayar semua” ucap kevin mengingat masa lalu.


“hahahaha benar juga kak, dulu aza dan girlin sering memaksa untuk membelikan makan siang dan kami akan mencari tempat yang mahal hahahaha” ucap aza mengingat dulu mengerjai kevin dengan menyuruh kevin untuk membayar makanannya dan girlin dengan memesan makanan yang paling mahal.


“hahahaha iya dulu kakak harus bekerja keras untuk menghasilkan uang agar kakak bisa membelikan makanan sesuka hati kalian” ucap kevin


“iya benar, kakak harus bekerja keras dengan papa agar kakak bisa membelikan makanan untuk kami” ucap aza


Mereka berdua melanjutkan obrolan mereka mengenang semua kebersaam mereka, sampai makanan yang di pesan tiba.


“za ini makanan kesukaanmu, kakak pesan khusus untukmu” ucap kevin


“kakak masih ingat saja, memang ini makanan yang aza suka” ucap aza memakan makannya dengan lahap, kevin yang melihat aza makan dengan lahap hanya tersenyum.


“oh ya kak, sebenarnya aza mau tanya sesuatu” ucap aza


“memang mau tanya apa za” tanya kevin


“begini kak, kakak sudah aza anggap seperti kakak aza sendiri jadi tahu semua tentang aza, kalau menurut kakak nando bagaimana?” tanya aza,


“maksud kamu za?” tanya kevin bingung


“biasanya sebelum menikah pasti seorang anak akan meminta restu dan pertimbangan dari orang tua tentang calon suami anaknya tapi aza tidak bisa melakukanya, aza ingin kakak seperti orang tua aza, jadi menurut kakak bagaimana tentang nando” tanya aza lagi.


Kevin mengerti maksud aza, dia hanya di anggap sebagai keluarga saja tidak lebih dari itu, “kalau begitu kakak ingin tanya bagaimana kalian bisa menikah, yang kakak tahu nando bukan orang sembarangan menikahi seseorang yang baru dia kenal” ucap kevin


“jadi begini kak kami menikah karena....” aza menceritakan semua dari awal pertemuan dengan nando hingga mereka menikah


“jadi begitu, kalian menikah karena sebuah kesalah pahaman” ucap kevin


 Mohon dukung author dengan like, rate, comen dan vote


Terimakasih

__ADS_1


__ADS_2