
Pagi harinya....
Aza bangun sepertinya biasa, meskipun aza sangat terkejut dengan suasana asing saat pertama kali membuka mata dan merasakan ada orang lain yang berbaring di sampingnya, tapi aza langsung sadar bahwa dia sudah menikah dengan nando kemarin, aza berbalik dan melihat nando yang masih tidur, aza turun dari ranjang dan mulai mandi, aza bingung harus memakai apa dengan terpaksa aza memakai baju nando yang di badan aza terlihat kebesaran, kaus nando terlihat seperti terusan untuk aza bahkan celana pendek nando terlihat seperti rok ranjang yang menjuntai sapai sepertiga kakinya. aza melihat penampilanya hanya bisa tertawa dia benar-benar mungil di bandingkan nando.
__ADS_1
Aza turun ke dapur untuk membuat sarapan untuk semuanya, “nyonya muda kenapa ke dapur nyonya muda hanya perlu memanggil kami” kata salah satu maid yang bekerja di sana dia sangat terkejut melihat aza masuk ke dapur “aku ingin buat sarapan untuk yang lain dan jangan panggil aku nyonya muda panggil seperti biasa” kata aza menyuruh maid tersebut untuk tidak memanggilnya nyonya muda, “maaf nyonya muda kami tidak bisa memanggil nyonya muda dengan nama saja karena nyonya muda sudah menjadi istri tuan nando jadi otomatis anda nyonya rumah ini” jawab sang maid, “tapi aku kurang nyaman di panggil nyonya muda panggil seperti biasa” kata aza, “maaf nyonya muda kami tidak bisa mohon jangan mempersulit kami nyonya” kata maid agar aza tidak memaksa mereka untuk memanggil namanya, aza hanya bisa pasrah untuk terbiasa di panggil nyonya muda, “baiklah tapi pagi ini aku yang memasak tidak ada bantahan” kata aza yang sekarang menyiapkan bahan makanan untuk aza masak, para maid hanya bisa diam dan sesekali membantu aza untuk menyiapkan bahan makanan.
“lho aza kenapa kamu di dapur kamu bisa panggil maid untuk menyiapkan sarapan” tanya mama rinta yang baru turun bersama baby elo tapi melihat menantunya yang sudah sibuk menyiapkan sarapan, “selamat pagi ma... tidak apa ma aza sudah terbiasa bangun pagi dan menyiapkan sarapan sendiri, aza ingin menyiapkan sarapan untuk mama dan papa jordan, dan juga untuk baby elo aza juga sudah membuat bubur bayi untuknya” kata aza pada sang mama mertua, “kamu memang menantu idaman za, tapi nando di mana kok mama tidak lihat” tanya mama rinta yang dari tadi tidak melihat nando, “nando masih tidur ma, mungkin kemarin sangat lelah jadi aza membiarkannya” jawab aza yang masih sibuk dengan masakanya yang sebentar lagi selesai, “ow... tapi kamu tidak lelah za?” tanya mama rinta penasaran dia melihat aza masih segar tidak seperti pengantin baru kebanyakan yang bangun siang karena aktivitas mereka, “tidak ma soal aza habis mandi langsung tidur jadi aza sudah banyak istirahat” jawab aza pada sang mama, “ owww, baguslah” kata mama rinta tapi sebenarnya dia kecewa karena rencananya untuk mendapat cucu lagi gagal, “mama baby elo belum mandikan? ” tanya aza yang melihat baby elo yang masih berantakan, “belum sayang mama langsung kemari tadi” kata mama rinta, “biarkan aza yang mandikan baby elo saja ma” kata aza menawarkan diri untuk memandikan baby elo, “biar mama saja kamu bangunkan nando untuk sarapan dan mama juga akan membangunkan papa jordan” kata mama rinta, “baik ma” jawab aza singkat, mama rinta kembali ke atas untuk membangunkan suaminya dan memandikan cucunya, “nyonya biar kami yang menyusun makanan di meja, nyonya membangunkan tuan nando saja” kata salah satu maid yang dari tadi di dapur tapi tidak memiliki pekerjaan karena aza sudah terjun sendiri ke dapur, “baiklah letakkan semua di meja, saya akan ke atas dulu” kata aza pada maid, “baik nyonya muda” kata para maid.
Aza masuk ke kamar nando dan melihat nando masih tertidur, “nando bangun, sudah siang sarapan juga sudah jadi, nan bangun” kata aza sambil menggoncang tubuh nando agar nando bangun, nando yang terusik dengan gundangan di tubuhnya langsung terbangun dan melihat aza, “egh ini jam berapa?” tanya nando masih setengah tidur, tadi malam nando memang tidak bisa tidur karena sang mama entah memberikan minuman apa yang membuat adik kecilnya berdiri semalam dan terpaksa harus di kamar mandi lebih lama, “jam 8 nan, sarapan sudah siap sekarang kamu mandi dan turun untuk makan” kata aza, nando yang terbangun melihat aza yang menggunakan baju nando yang kebesaran dam memperlihat kan leher jenjang aza, nando neguk ludah kering sekarang adik kecilnya kembali berdiri lagi, “aku mau mandi” kata nando berlari ke kamar mandi, aza yang melihat nando yang buru-buru ke kamar mandi hanya mengangtkat bahu acuh, aza pergi ke kamar baby elo untuk melihatnya, sedangkan nando harus menidurkan adik kecilnya lagi sendiri.
Nando turun melihat orang tua, istri dan anaknya sudah berkumpul di meja makan, “cepat do kami sudah menunggu semua, mama sudah lapar” kata mama rinta agar anaknya cepat untuk bergabung untuk sarapan, setelah nando bergabung mereka mulai untuk menyantap makan pagi mereka, “bagaimana pa enak?” tanya mama rinta pada papa jordan, “enak ma, tidak seperti biasanya memang siapa yang masak” tanya papa jordan, “tentu saja enak pa, yang masakkan menantu mama yaitu aza siapa lagi coba” kata mama rinta yang bangga akan masakan menantunya, “kamu bisa masak za?” tanya papa jordan pada aza, “iya pa tapi hanya makanan sederhana saja kalau yang lain mungkin nanti aza bisa belajar lagi” jawab aza, papa jordan hanya tersenyum senang, menantunya memang wanita yang hebat selain cantik dia juga bisa masak yang kebanyakan sekarang gadis muda tidak bisa melakukanya. “nando bagaimana masakan istri kamu enak?” tanya mama rinta, nando hanya mengangguk mengiyakan ucapan sang mama, “kok cuman mengangguk sih ngomong kek dasar anak kurang ajar” kata mama rinta yang tidak puas dengan reaksi nando, nando tidak peduli dan terus makan makanannya yang memang enak. “bagaimana malam pertama kalian seru kan?” tanya mama rinta pada nando dan aza, aza langsung tersedak karena pertanyaan mama rinta dengan sigap nando memberikan air pada aza, “mama apaan sih, gak ada yang terjadi ma semuanya lelah jadi mama jangan harap lebih dan mama jangan menggunakan hal-hal konyol seperti tadi malam nando benar-benar tersiksa” kata nando yang protes dengan cara sang mama yang di bilang gila. “hahahahaha kasihan anak mama, jadi tadi malam kamu main solo dong” kata mama rinta menjahili putranya, nando hanya mendengus sebal dengan sang mama, mama rinta yang melihat wajah kusut nando langsung tertawa keras jadi tadi malam anaknya benar-benar tersiksa karena ulahnya, sedangkan aza bingung dengan kelakukan suami dan mama mertuanya, “sudah biarkan saja za jangan ikut mereka, nanti juga reda sendiri” kata papa jordan yang menyuruh aza membiarkan anak dan istrinya, dia sudah kebal dengan kelakuan sang istri yang senang membuat nando kesal.
__ADS_1
Mohon dukung author dengan cara like, comen dan vote
terimakasih
__ADS_1