
Hari telah berganti setelah kemarin aza marah pada nando dan nando memberi aza ijin untuk merawat baby elo sekarang aza bekerja seperti biasa, tapi aza berusaha semua pekerjaanya selesai dengan cepat bahkan aza membawa pulang pekerjaannya ke rumah, agar pada siang hari aza bisa menemani baby elo bahkan hari ini aza
membuat bubur bayi untuk baby elo dan juga aza membawa bekal untuk dirinya agar tidak perlu repot-repot ke kantin.
“za tumben pekerjaanmu sudah beres semua, padahal dari kami semua tugasmu yang paling banyak” kata sandra pada aza, sandra merasa heran semua pekerjaan aza telah selesai dan hari ini aza juga membawa bekal, “iya
kak, mulai sekarang aza akan kerja sampai jam makan siang saja selebihnya aza akan menjaga baby elo” jelas aza pada sandra, aza memang tidak ingin merahasiakan pada sandra dan eva. “jadi kamu sekarang manjadi babysister baby elo” tanya sandra pada aza, “iya bisa di bilang begitu, soal baby elo hanya mau sama aza dan pak nando juga sibuk kak, nanti baby elo di tinggal lagi gimana kan kasihan” jelas aza pada sandra. “iya juga za, aku juga kasihan dengan baby elo, pak nando sibuk baby elo juga tidak punya babysister kalau di tinggal dengan asisten pak nando pasti dia bosan” kata sandra merasa kasihan pada baby elo, hanya memiliki seorang ayah yang super sibuk tidak mendapat kasih sayang yang lengkap dari orangtunya baby yang malang.
“iya kak, dan mulai hari ini aza akan jarang makan siang dengan kakak soal aza akan makan siang dengan baby elo” kata aza pada sandra, “iya gak papa kita masih bisa ketemu waktu di kantor dan kita juga bisa jalan-jalan bareng” kata sandra mengerti keadaan aza. “aza pergi dulu kak, pak nando jam 10 ada rapat soalnya aza di
__ADS_1
suruh menemani baby elo, kalau pak heru tanya di mana aza katakan di ruang pak nando pak heru pasti tahu” kata aza berpamitan dengan sandra, “iya hati-hati jangan bertengkar dengan pak nando terus” kata sandra menasehati aza.
Aza pergi keruang nando disana nando sudah siap akan pergi rapat, “akhirnya kamu datang, saya ada rapat
di luar kamu jaga baby elo, dan kamu juga bawa baby elo ke rumah sakit” kata nando pada aza. “ke rumah sakit? Memang baby elo sakit pak” tanya aza pada nando, kenapa harus membawa baby elo ke rumah sakit, “tidak sakit, tapi waktunya baby elo untuk imunisai, untuk tempat kamu bisa tanya sama sopir dan kamu dan baby elo juga harus bersama sopir, paham kamu” jelas nando pada aza, “baik pak saya akan bawa babby elo untuk imunisasi” kata aza pada nando.
“saya percayakan baby elo sama kamu, rawat dengan benar awas kalau baby elo sampai lecet, saya akan menjauhkan dari kamu” ancam nando pada aza, “jangan pak, saya sudah sayang sama baby elo, kok bapak bisa tega gitu” kata aza setelah mendengar ancaman nando. “baik, saya pergi dulu” kata nando berjalan keluar ruangan nando akan rapat dengan salah satu klien cukup penting, dan andi juga harus ikut, nando cukup bersyukur baby elo dengan aza. “hati-hati dijalan pak” kata aza pada nando.
***
__ADS_1
Sedangkan nando pergi menemui klien, sepanjang perjalanan nando melamun dengan keputusannya apakah tepat mempercayakan baby elo pada aza, andi yang melihat tuannya melamun akhirnya buka suara, “maaf pak, apa bapak kepikiran sesuatu soal dari tadi bapak melamun” tanya andi pada nando, “iya, aku memikirkan tentang jadian hari ini, apa keputusan saya tepat untuk menitipkan baby elo pada aza” kata nando mulai berbicara dengan apa yang nando pikirkan, andi yang mendengar itu jadi paham, sang bos ternyata masih belum rela baby elo di asuh sama orang lain, tapi mau bagaimana lagi nando juga punya tanggung jawab yang harus nando kerjakan untuk mengurus bisnis yang nando bangun, “apa boleh saya memberi komentar pak” tanya andi, nando hanya mengangguk tertanda menyetujui andi memberi komentarnya, “menurut saya keputusan bapak untuk menitipkan baby elo pada nona aza itu sudah sangat tepat, bukan karena pak nando bisa bebas tapi baby elo bisa merasakan kasih sayang seorang ibu, meski bapak menyayangi baby elo tetap pak pasti ada yang kurang, kasih sayang seorang ibu pada anaknya tidak pernah bisa di gantikan dengan orang lain, nona aza menyayangi baby elo seperti
anaknya sendiri, dan baby elo juga sangat tergantung dengan nona aza, jadi menurut saya bapak sudah tepat, bapak hanya perlu mengikuti arus yang ada” kata andi panjang lebar mencoba mengutarakan apa yang andi pkirkan.
Nando mendengar perkataan andi menjadi semakin paham, memang nando sangat sayang pada baby elo, tapi baby elo juga butuh kasih sayang seorang ibu, selama ini nando enggan untuk menikah kembali bukan hanya istrinya belum ada satu tahun meninggal tapi karena tidak ada wanita yang cocok untuk menjadi ibu baby elo, banyak wanita yang mencoba mendekati nando tapi nando tahu mereka hanya ingin harta nando dan tidak memperdulikan bbay elo, beda dengan aza meskipun nando benci dengan sikap bawel dan suka menentang aza tapi nando melihat bahwa aza dengan tulus menyayangi baby elo.
***
Jam makan siang sudah berlalu sekarang aza dan baby elo ada di rumah sakit untuk imunisasi baby elo, banyak para orang tua yang mengantri dengan bayi masing-masing menunggu untuk imunisasi bayi mereka, begitupun aza yang mengantri untuk imunisasi baby elo, selama mengantri aza banyak di tegur sapa dengan ibu-ibu lain karena paras aza yang cantik di tambah dengan wajah tampan baby elo, tidak hanya itu aza dan para ibu saling bertukar pengalaman sewaktu menjaga bayi mereka dan tips-tips untuk menjaga bayi. “Ferelo Andrew Varmond, silahkan masuk” kata suster memanggil nama baby elo, aza langsung masuk ke ruang dokter tersebut.
__ADS_1
Dokter yang mengimunisasi baby elo adalah dokter vera wanita berusia 40 tahunan yang sudah berpengalaman dan menjadi dokter tetap dari waktu baby elo masih bayi sampai sekarang. “siang dok, saya aza hari ini saya yang menemani baby elo imunisasi” kata aza menyapa dokter vera, “siang juga, saya dokter vera dokter spesialis anak, bagaimana perkembangan baby elo” tanya dokter vera tentang perkambangan baby elo, “baby elo sekarang sudah bisa berdiri sendiri dan merangkak dengan cepat, baby juga bisa berbicara meskipun kata-katanya kurang jelas” jelas aza tentang perkambangan baby elo, “memang bayi usia 8 bulan sudah mulai berdiri dan menggunamkan kata-kata meski kurang jelas, sebaiknya ibu aza selalu mengajak baby untuk berinteraksi tidak hanya bermain tapi mengajaknya berbicara saat makan atau saat baby elo akan tidur, itu akan mengembangkan kosa kata baby elo akan mempercepat dalam tumbuh kembang sang bayi” dokter menjelaskan kepada aza untuk sering berinteraksi dengan baby elo terutama sering mangajak baby elo bicara, tentu aza paham dengan itu semua bahwa banyak interaksi dengan baby elo akan mempercepat pertumbuhan baby elo, tapi aza hanya akan bersama baby elo waktu siang sampai jam kantor selesai selebihnya bersama nando tentu saja nando tidak akan mengerti akan itu, mungkin harus berbicara dengan nando lagi.
Baby elo sudah selesai imunisasi sekarang waktunya pulang dan aza menyuruh sopir untuk membawa baby elo pulang ke rumah nando, agar bisa istirahat dengan leluasa tidak lupa menyuruh sopir untuk mengabari nando bahwa baby elo pilang ke rumah.