Baby CEO

Baby CEO
Episode 64


__ADS_3

 


 


Pagi menjelang aza dan nando masih tidur dengan saling berpelukan, aza membuka mata perlahan dia mencoba untuk bangun tapi ada sesuatu yang melingkar di perutnya menahannya untuk bangun.


Aza berbalik dan melihat nando yang masih tidur sambil memeluknya, tapi aza tidak menemukan baby elo sama sekali, bukankah mereka bertiga tidur bersama tadi malam.


“teddy bangun, ini sudah pagi matahari telah terbit, dan dimana baby elo kenapa aku tidak melihatnya bukankah tadi malam dia tidur dengan kita? Teddy ayo bangun dulu” ucap aza mencoba membangunkan nando


Nando hanya menggeliat, dia membuka mata sebentar dan memeluk aza kembali kali ini lebih erat, “nanti dulu bunny aku masih ngantuk, kita tidur lagi ya” ucap nando dengan mata


“tidak bisa teddy, aku harus mencari baby elo pasti dia sudah bangun sekarang, aku takut dia menangis” ucap aza berusaha melepaskan diri dari nando yang memeluknya erat seperti ular.


“baby di kamarnya, ada bibi yang akan menjaganya jadi kamu tidak perlu khawatir” ucap nando


“kenapa baby elo bisa di kamar, apa kamu yang memindahkan baby elo?” tanya aza,


“iya, aku yang memindahkan baby elo kalau tidak aku tidak akan bisa memelukmu seperti ini” ucap nando menyelusupkan kepalanya pada leher aza.


“ya tuhan teddy, kenapa kamu bisa cemburu dengan baby elo sih, padahal dia anak kandungmu” ucap aza yang tidak habis fikir dengan nando, hanya ingin memeluknya semalam dia bahkan memindahkan baby elo ke kamarnya.


“biarkan saja, dia sudah memonopolimu sekarang gantian bunny, aku juga butuh di sayang tidak hanya baby elo” ucap nando terus memeluk aza.


Aza hanya bisa menghembuskan nafas panjang dengan kelakuan nando, dia harus memiliki stock kesabaran yang ekstra dengan nando.


“baiklah, sekarang kamu lepaskan aku, aku ingin menyiapkan keperluanmu dan baby dan juga kamu harus bangun teddy nanti telat ke kantor” ucap aza membangunkan nando.


“nanti saja bunny aku masih ngantuk” ucap nando


“tidak bisa, cepat bangun tuan nando dan pergi ke kantor seorang pemimpin harus memberikan contoh yang baik untuk karyawannya” ucap aza memaksa nando untuk bangun


Dengan enggan nando bangun dari tidurnya, “huh kenapa kamu juga mulai cerewet bunny, cukup baby elo saja yang membuatku sebal jangan kamu juga” ucap nando masih setangah tidur.


“karena aku istrimu teddy, jadi sebagai istri dari tuan nando yang terhormat aku memastikan kamu berangkat tepat waktu, sekarang ayo bangun dan mandi” ucap aza menarik nando untuk bangun.


“iya iya aku bangun” ucap nando bangun dari tempat tidurnya dan menuju kamar mandi untuk membersihkan diri.


Aza hanya tertawa melihat nando yang masih setangah tidur pergi ke kamar mandi, menurut aza itu hal terlucu yang pernah nando lakukan.

__ADS_1


Setelah memastikan nando bangun segera aza menyiapkan pakaian untuk di kenakan nando nanti, aza memilih dan mencocokan kemeja dan jas yang tepat untuk nando, setelah semua selesai aza turun untuk membuat sarapan pagi untuk baby elo dan nando.


“pagi nyonya” ucap para maid yang melihat aza turun dari tangga, “pagi juga, apakah ada yang tahu bibi kemana?” tanya aza


“bibi bersama tuan muda ada di dapur nyonya, bibi sedang membuat bubur untuk tuan muda” ucap salah satu maid.


“oh... kalian bisa lanjutkan pekerjaan kalian” ucap aza pergi menuju dapur.


Sesampai di dapur aza melihat baby elo yang duduk manis di meja kecilnya tidak lupa dengan celemek kecil yang menggantung di lehernya.


“selamat pagi sayang” ucap aza menghampiri baby elo,


Baby elo sangat antusias melihat aza dia menggerakkan badan kecilnya dengan semangat.


“hati-hati sayang nanti kamu jatuh” ucap aza melihat baby elo yang bersemangat.


“selamat pagi nyonya” ucap bibi dengan membawa semangkuk bubur bayi


“pagi juga bibi, apakah itu bubur untuk baby” tanya aza


“iya nyonya ini bubur untuk tuan muda” balas bibi


“sudah nyonya, semuanya sudah siap tinggal menyiapkan di meja saja” ucap bibi


“ya sudah tata saja di meja mungkin sebantar lagi nando akan turun” ucap aza


“baik nyonya, tapi apa nyonya tidak berangkat bekerja? Karena saya lihat nyonya tidak bersiap-siap seperti biasa” tanya bibi pada aza, dia heran kenapa nyonyanya yang biasanya sudah rapi dengan setelan baju kantor tapi sekarang dia masih menggunakan baju rumahan biasa.


“tidak bi, mulai hari ini saya tidak akan bekerja lagi, saya akan fokus untuk merawat baby elo dengan baik” ucap aza mengelus kepala baby elo.


“baguslah nyonya jadi tuan muda akan terus bersama nyonya dan tuan muda tidak kesepian lagi” ucap bibi senang, akhirnya nyonya muda mereka berhenti bekerja dan fokus dengan tuan muda, jadi tuan muda tidak kesepian lagi.


“iya bi, saya akan merawat baby elo dengan baik” ucap aza tersenyum pada bibi.


“apa yang kalian bicarakan seru sekali” ucap nando yang berjalan menuju mereka.


“kamu sudah selesai?” tanya aza


“iya, tinggal dasiku saja nanti kamu yang pasangkan” ucap nando

__ADS_1


“baik, kamu ingin makan apa biar aku ambilkan” tanya aza bersiap melayani nando,


“seperti biasa” ucap nando


Dengan sigap aza mengambilkan makanan untuk nando, mereka semua makan dengan tenang di selingi ocehan baby elo.


“bunny pasangkan dasiku” ucap nando, setelah selesai dengan sarapan pagi mereka sekarang mereka akan melanjutkan aktivitas masing-masing.


Seperti nando yang harus berangkat kerja, “kemari” ucap aza mengambil dasi dari nando, dengan telaten aza memasangkannya.


“sudah, teddy hati-hati di jalan dan jangan lupa makan, teddy kebiasaan kalau sudah bekerja maka akan lupa waktu dan meninggalkan makan siang” ucap aza menasehati nando


“iya aku akan makan, tapi harus masakan kamu jadi nanti kirimkan makan siang ke kantor yang kamu buat” ucap nando


“iya akan aku buatkan, sekarang berangkat nanti telat” ucap aza


“ritualnya mana?” ucap nando,


Aza menghela nafas panjang entah sejak kapan nando terus menagih perihal ritual pagi mereka.


Aza berjinjit dan mencium pipi nando singkat, “sudah sekarang berangkat” ucap aza


“bukan seperti itu bunny tapi seperti ini” ucap nando mencium aza tepat di bibirnya, dan itu membuat beberapa maid yang melihat mereka terpekik kaget, mereka tidak menyangka tuan mereka yang terkanal dingin bisa mencium istrinya dan parahnya di depan para maid dan sopir.


“kamu butuh banyak belajar bunny kalau tidak aku akan menghukummu” ucap nando tepat di telinga aza yang membuat wajah aza memerah.


“baik,...aku akan belajar” ucap aza tergagap dia masih malu pada nando.


“baiklah aku berangkat dulu, jaga rumah dan tunggu aku pulang” ucap nando masuk ke dalam mobil.


Aza melihat mobil nando melaju meninggalkan gerbang rumah mereka, dia berbalik dan melihat para maid di sana dan pasti mereka menyaksikan ritual pagi mereka.


“apa yang kalian lihat, kembali ke pekerjaan kalian” ucap aza berjalan cepat masuk ke rumah dia benar-benar malu.


 


 


Mohon dukung author dengan rate, like, comen dan vote

__ADS_1


Terimakasih


__ADS_2