
Nando dan aza sekarang berada dalam mobil, sedangkan baby elo sudah tertidur di pangkuan aza, mereka berdua hanya diam tanpa mengelurkan suara apapun. Sesampai di rumah nando aza segera membaringkan baby elo di kamarnya tidak lupa memberi ciuman selamat malam kepada baby elo.
Setelah selesai mengurus baby elo aza keluar pamit untuk pulang, “saya antar” kata nando, “kan ada sopir nando, biar sopir saja yang antar saya mending kamu istirahat” kata aza menolak di antar nando, “sopir capek butuh istirahat” kata nando, dengan terpaksa aza di antar pulang nando lagi.
Dalam perjalanan menuju rumah aza keduanya masih diam, “terimakasih nando sudah mau mengantar saya pulang, dan terimakasih hari ini karena saya bisa berkenalan dengan bunda awan dia wanita yang sangat baik” kata aza pada nando, “hem” jawab nando singkat, “kamu kelihatannya sangat akrab dengan vinsent?” tanya nando, “tidak juga nan, tapi vinsent orang yang baik dan ramah” kata aza memuji anak dari bunda awan. Nando yang mendengar aza memuji vinsent entah kenapa sangat tidak senang dengan itu. setelah aza menjawab tidak ada percakapan lain yang dari keduanya.
***
Waktu berlalu dengan sangat cepat sekarang sudah terhitung 2 minggu aza menjadi sekretaris sekaligus pengasuh baby elo, selama ini berjalan dengan lancar nando tambah sibuk dengan proyek barunya dan untuk aza masih sama hanya di berikan tugas-tugas yang mudah, waktu kerjanya termakan banyak untuk merawat baby elo. selama ini juga hubungan aza dan nando berjalan lancar dan sesuai dengan permintaan nando 2 minggu yang lalu untuk membawa bekal selalu dobel satu untuk aza dan satu untuk nando meskipun aza keberatan tapi tetap tidak bisa menantang bos besar nando di tambah lagi nando tanpa rasa malu menentukan menu yang harus aza masak.
Seperti hari ini nando menyuruh aza memasak ayam kecap dan sayur rawon dengan terpaksa aza menuruti perintah bosnya dengan memasak dua menu tersebut, “do itu makan siangnya jangan habiskan semuanya sisakan untuk aku, aku mau suapin baby dulu” kata aza pada nando, aza memperingatkan nando untuk tidak menghabiskan semua makanannya, semenjak memakan makanan aza entah lapar atau enak nando selalu menghabiskan makanan tersebut padahal porsi untuk dua orang.
__ADS_1
“hem” kata nando singkat, aza sudah terbiasa dengan sikap nando yang irit bicara aza sudah kebal dengan sifat manusia kutub nando. Nando mulai makan dan aza menyuapi baby elo tapi ada tamu yang tidak di undang datang ke kantor nando, “selamat siang semua” kata tamu tersebut, “kenapa kamu kesini?” tanya nando pada tamu tersebut, “ya elah kakak ipar jangan terlalu dingin kenapa, wanita nanti lari semua yang ada lalat mendekat” kata tamu tersebut, nando hanya memutar matanya jengah dengan sikap tamu tersebut, “hello aza apa kabar?” kata temu tersebut menyapa aza, “baik vinsent, kamu bagaimana?” tanya aza kembali. Ya tamu yang tidak di undang
tersebut adalah vinsent dia mampir untuk makan siang bersama. “baik, aza kamu sudah makan siang aku bawa makan siang ini” kata vinsent memperlihatkan paper bag yang berlogo restoran yang mewah pada aza. “belum vin tapi aku bawa bekal itu” kata aza sambil menunjuk makanan yang ada di depan nando, “ow ya.. boleh aku yang makan kamu yang ini saja” kata vinsent meminta ijin untuk makan jatah aza dan aza memakan makanan yang di bawa vinsent, “baik lah, kamu juga sudah membawa gantinya vin” kata aza menyetujui permintaan vinsent.
Vinsent yang mendapat ijin dari aza langsung duduk di depan nando dan mulai makan, nando yang melihat vinsent ikut makan dengan dia langsung sebal. “kamu memang pintar masak za, semuanya enak” kata vinsent dengan mulut penuh dengan makanan. “makasih vin, tapi kamu telan dulu makananmu sebelum bicara takut tersedat” kata aza yang memperingatkan vinsent, sedangkan vinsent langsung mengunyah dan menelan makanannya, “maaf, tapi benar za masakanmu sangat enak, pasti pasanganmu sangat beruntung yang memiliki pacar sepertimu” kata vinsent pada aza, “hahaha, pacar dari mana orang saya masih sendiri belum punya pacar”kata aza, “benarkah, kau pikir kamu sudah punya pacar ternyata belum” kata vinsent atusias karena aza belum memiliki pasangan.
“siapa juga yang mau dengan wanita cerewet macam aza” kata nando dengan nada menyindir, “eh pak mending saya, kalau bapak sebelum berkenalan pasti kabur duluan soal kedinginan berdekatan dengan bapak yang seperti manusia kutub” kata aza yang tidak terima dengan sindirin dari nando, “fitnah kamu buktinya banyak yang mau dekat-dekat dengan saya bahkan mereka berusaha untuk mendekati saya dengan cara apapun untuk menjadi pasangan saya, kamu saja yang tidak laku” kata nando pada aza
“benar kamu aza, banyak wanita yang dekat dengan kakak ipar pasti hanya ingin harta kakak ipar selebihnya tidak ada yang baik sama sekali” kata vinsent membenarkan perkataan aza, ya memang selama ini banyak wanita yang mencoba menarik perhatian nando pasti wanita-wanita itu hanya ingin harta nando tapi berbeda dengan aza yang tidak tertarik dengan harta nando bahkan nando saya yang bisa dibilang pria tampanpun aza acuhkan sungguh wanita yang hebat. Sedangkan aza mendengar pembelaan dari vinsent langsung mengacungkan jempolnya tanda setuju pada vinsent.
Nando yang mendengar vinsent membela aza menjadi marah, “yang penting ada” bela nando yang kalah jumlah dengan aza dan vinsent, sedang kan vinsent dan aza hanya tertawa. “kenapa kamu kesini?, pasti tidak untuk makan siang saja aku tahu kamu punya tujuan lain” tanya nando pada vinsent, nando sudah hafal betul dengan sifat adik iparnya, “kakak ipar tahu saja, rencana aku mengajak baby elo jalan-jalan kasihan baby elo terkurung di kantor terus” kata vinsent tentang rencana sesungguhnya.
__ADS_1
“boleh tapi sebelum malam harus kembali” kata nando yang memberi ijin pada vinsent. “baik kakak ipar, dan juga aza akan ikut dengan saya juga kak, kan tidak mungkin saya dengan baby elo berdua nanti saya kerepotan kak” kata vinsent juga akan mengajak aza.
“tidak boleh, aza ada sibuk” kata nando tidak memperbolehkan aza untuk ikut dengan vinsent, “ya udah, mana za tugasmu saya bantu kamu kalau sudah selesai kita akan jalan-jalan” kata vinsent yang akan membantu aza untuk menyelesaikan semua tugas aza agar cepat selesai. “eh tidak usah vin, semua tugasku sudah selesai kok, jadi tidak ada yang perlu di kerjakan lagi” kata aza pada vinsent, aza memang sudah menyelesaikan semua tugasnya bahkan tugas untuk 2 hari kedapan juga sudah, sekarang aza hanya fokus untuk menjaga baby elo di tambah baby elo tambah aktif setiap hari.
“kamu sibuk, coba tanya andi pasti ada banyak dokumen yang harus kamu kerjakan” kata nando membatah bahwa aza masih ada pekerjaan, “baik pak saya tanya andi dulu” kata aza sambil mengelurkan hendphone untuk menghubungi andi, “siang pak, maaf mengganggu makan siang bapak, saya mau tanya apa ada pekerjaan untuk saya lagi? Tugas yang di berikan bapak sudah saya selesaikan semua”, tanya aza pada andi melalui via telfon, “ow tidak ada ya, tapi kata pak nando ada banyak berkas”, “baiklah pak andi, terima kasih” kata aza menutup telfon.
“kata pak andi tidak ada pak yang ada dokumen yang bapak harus periksa sendiri” kata aza sukses membuat nando tambah marah, “jadi tidak ada za, yaudah kita keluar lagian tugasmu jugakan untuk menjaga baby elo” kata vinsent mengajak aza pergi. “baik vin, saya siap-siap dulu, kamu jaga baby elo” kata aza yang akan mempersiapkan tas baby elo untuk keluar, “baiklah tapi cepat” kata vinsent pada aza.
Sedangkan nando hanya diam menahan marah, dia seakan tidak rela aza pergi dengan pria lain, meskipun baby elo ikut tapi baby elo masih baby belum mengerti apapun. “kakak ipar aza masih sendiri, dan aza juga baik, bagaimana pendapat kakak kalau aku jadian dengan aza” tanya vinsent pada nando, nando yang mendengar rencana vinsent langsung menatap vinsent dengan garang, “sudah vin, ayo pergi’ kata aza yang datang dengan tas bayi dan gendongan bayi untuk baby elo, “ayo za, biar aku saja yang membawa tas kamu dan tas baby elo” kata vinsent menawarkan untuk membawa tas aza dan baby elo tentu saja di setujui aza.
“pak nando kami pergi dulu pak, nanti kamu pulang sebelum malam” kata aza berpamitan dengan nando, nando hanya diam dengan sorot mata yang tajam melihat mereka pergi.
__ADS_1