Baby CEO

Baby CEO
Bekerja


__ADS_3

 


 


Hari telah berganti, ini hari kedua aza menyandang sebagai nyonya muda keluarga varmond tapi karena pernikahanya tidak di publikasikan jadi hanya para tamu undangan yang datang pada pernikahan nando saja yang tahu, pagi ini seperti biasa aza akan pergi ke kantor untuk bekerja dia sudah siap dengan baju kantor yang terpasang rapi di badan aza, tidak lupa sebelumnya aza sudah membuat sarapan untuk nando dan baby elo, sekarang aza tinggal membangunkan nando yang masih tidur dan aza juga membawa baby elo yang sudah rapi dan bersih karena tadi aza juga sudah memandikan baby elo, “ayo sayang bangunkan papamu yang tidur seperti kerbau itu” kata aza pada baby elo untuk membangunkan sang nando yang masih tidur, dengan berani aza

__ADS_1


meletakkan baby elo di punggu aza yang sedang tengkurap, baby elo yang sudah bisa duduk dan dengan tangan kecilnya dia menarik rambut nando agar cepat bangun, aza hanya tertawa melihat baby elo yang mencoba membangunkan sang papa dengan menarik ramput nando dan memukul kepala nando dengan tangan kecilnya, nando yang merasakan beban pada pundaknya dan tarikan rambutl di kepalanya dengan berat nando membuka matanya dan melihat baby elo yang ada di pundaknya langsung tersenyum, ternyata yang mengusik tidurnya adalah sang anak kesayangan, “pagi sayang” kata nando pada baby elo yang di tanggapi dengan tawa riang darinya di tambah tepukan kecil di kepala nando, aza yang sudah melihat nando bangun langsung mengambil baby elo dan menggendonya, “cepat bangun mandi dan sarapan, ini sudah siang dan hari ini kamu ada jadwal metting dengan dewan direksi” kata aza pada nando, aza pergi ke meja makan setelah melihat nando bangun, nando yang melihat aza pergi langsung mandi dan bersiap untuk ke kantor.


Aza sekarang menyuapi baby elo dengan bubur bayinya, baby elo dengan lahap memakan sarapan paginya, “pintar anak mama, ayo sayang tinggal sedikit lagi habis” kata aza membujuk baby elo untuk menghabiskan sarapanya, nando yang sudah siap dengan jas formal ikut bergabung dengan aza dan baby elo untuk sarapan, “nan bisa ambil sendiri aku masih repot dengan baby” kata aza yang masih kerepotan menyuapi baby elo, nando yang melihat aza yang kerepotan dengan enggan mengambil makanannya sendiri, “kamu belum makan?” tanya nnado yang melihat piring aza masih bersih, “belum nanti setelah aku selesai dengan baby elo” kata aza, “tidak sempat ini


juga sudah siang kamu makan saja biar baby elo di urus maid” kata nando agar baby elo di urus maid saja, “tidak bisa nan, aku tetap akan meneruskanya, kalau tidak sempat nanti sekalian makan siang” kata aza yang masih tetap menyuapi baby elo, nando geram dengan tingkah aza yang tidak peduli dengan kesehatanya, dengan kesal nando mengambil makanan sangat banyak dan duduk di samping aza, “makan sekarang tidak membantah” kata nando memaksa aza makan, aza dengan enggan memakan makanan yang sudah di suapkan nando, setelah aza menerima suapan dari nando, selanjutnya nando juga makan dengan satu piring dan satu sendok berdua, dimana aza masih menyuapi baby elo dan nando menyuapi aza.

__ADS_1


“iya aku tahu nan, dan kamu juga jangan terlalu memperhatikan saya saat di kantor bersikap seperti biasa saja seperti bos dan karyawan” kata aza pada nando, “siapa juga yang memperhatikan kamu, kamu terlalu percaya diri za” elak nando tapi sebenarnya waktu bekerja dan mengasuh baby elo nando banyak memperhatikan aza.


Aza hanya memutar matanya malas nando memang tidak akan mengakuinya dan akan mengelak bila di tanya, “terserah, aku keluar dulu pak” kata aza yang keluar dari mobil yang terparkir di depan gedung varmod compony dimana tidak banyak orang yang melihatnya, “baby mama barumu memang aneh” kata nando pada baby elo yang ada dipangkuanya setelah itu nando menyuruh sopir untuk pergi ke parkir khusus untuk para petinggi dimana akan langsung terhubung dengan lift yang akan mengantarnya ke ruangya.


Aza masuk ke gedung dan berpapasan dengan sandra dan eva, “eh pengantin baru kenapa masuk, tidak bulan madu dengan pak nando za?” kata sandra menggoda aza, “bulan madu apaan sih kak, kita masih perkenalan jadi belum sampai itu dan tentu saja saya masuk kerja kalau tidak saya akan makan apa nanti” kata aza pada kak sandra, “hahahaha, tapikan kamu istrinya pak nando yang hartanya gak habis sampai tujuh turun buat apa kamu bekerja mending kamu di rumah urus baby elo dan nunggu pak nando pulang” kata eva, “kak aku kerja di sini belum aza setahun dan untuk mendapatkan pekerjaan di sini sangat susah jadi sayang kalau harus berhenti sekarang, dan juga pak nando juga tidak keberatan aku bekerja” jawab aza, “terserah kamu za yang penting pak nando sudah memberi ijin ke kamu” kata sandra , “iya kak makasih nasehatnya” kata aza, “kami pergi dulu ya aza, kamu makan siang di kantin atau bawa bekal” tanya eva, “aku makan siang di rumah kak soal aku masih kerja sampai jam makan siang saja setelahnya aku sama baby elo pulang” jelas aza, “baiklah kami pergi dulu, kapan-kapan makan siang bareng” kata sandra meninggalkan aza dan pergi dengan eva untuk memulai pekerjaan mereka.

__ADS_1


Setelah bertegur sapa dengan sandra dan eva, aza langsung pergi ke ruangannya, aza masuk ke lift dan melihat andi juga baru masuk ke kantor, “selamat pagi nyonya” sapa andi, “pagi juga pak andi, dan jangan panggil saya nyonya di kantor panggil saja seperti biasa” kata aza yang melarang andi memanggilnyan nyonya, sungguh aza sangat benci dengan panggilan tersebut meskipun harus terbiasa karena para maid di rumah akan kerepotan kalau tidak memanggil aza dengan sebutan nyonya. “baik za..kamu ke sini dengan pak nando?” tanya andi, “iya aku berangkat dengan nando tapi nando dia masih di bawah” jawab aza. selama dalam perjalanan ke ruang kerja  mereka yang berdekatan mereka mengobrol tentang berbagai masalah tentang pekerjaan, sesampai di lantai tempat kerja mereka dapat di lihat pintu ruang nando yang sedikit terbuka yang artinya nando sudah sampai di ruangnya, “lho za katanya pak nando masih di bawah kenapa sekarang sudah datang” tanya andi, “mana aku tahu, tadi memang masih di bawah” jawab aza, mereka hanya bisa saling pandang nando hari ini bekerja lebih awal dari biasanya, mereka berdua langsung masuk ke ruang nando untuk memastikan memang nando yang ada didalam, mereka berdua membuka sedikit untuk mengintip keadaan di dalam, saat itu mereka melihat nando yang sudah berkutat dengan berkas-berkas yang ada, “masuk saja tidak usah mengintip” kata nando membuat andi dan aza keget, nando memang sudah tahu bahwa andi dan aza yang mengintip, aza dan andi masuk dengan salah tingkah mereka berdua seperti anak yang ketahuan berbuat sesuatu, “pagi pak...bapak lebih awal dari biasanya” sapa andi, “hem, za kamu ke kamar sekarang baby elo butuh kamu dan andi aku mau bicara dengan kamu” perintah nando, “iya pak” jawab aza dan andi bebarengan, aza langsung pergi kekamar untuk melihat baby elo dan andi masih di depan nando, “mulai sekarang kamu jangan terlalu dekat dengan aza jaga jarak 1 meter”perintah nando pada andi, nando tidak suka andi dan aza terlalu dekat. “baik pak saya akan jaga jarak dengan aza” kata andi takut dengan sorot mata nando yang taja, “bagus, dan mulai sekarang panggil dia nyonya bukan namanya paham kamu” perintah nando untuk memanggil aza nyonya, “iya pak saya paham” jawab andi pada nando, tapi sebenarnya dia juga bingung aza menyuruhnya memanggil namanya tapi nando menyuruhnya memanggil aza dengan sebutan nyonya, mungkin karena andi masih sayang dengan pekerjaanya dan takut dengan nando andi hanya akan menuruti perintah nando.


__ADS_2