
Nando POV
Ouwe ouwe ouwe
Suara tangis membangunkanku padahal ini masih pagi buta, aku bangun dari tempat tidurku menghampiri bayiku yang baru berusia 8 bulan, “pagi anak papa yang ganteng, kenapa nangis?” tanyaku pada bayiku.
Aku Fernando Aldrian Varmond berusia 28 tahun CEO dari Varmond Compony, aku sudah memiliki bayi laki-laki berusia 8 bulan yang bernama Ferelo Andrew Varmond atau bisa di panggil baby elo.
Baby elo hasil dari perhikahanku dengan wanita yang dijodohkan oleh orangtuaku, meskipun aku tidak mencintainya tapi aku menghargainya sebagai istriku kami membangun rumah tangga kami seperti keluarga lainnya. Perhikahanku dengan wanita tersebut sengaja disembunyikan dari publik hanya keluarga besar yang tahu dan rencanya akan diumumkan setelah kami memiliki anak. Dia wanita yang baik dan cantik, menghargai semua keputusanku dan memahami perasaanku tidak menuntut cinta dariku. Menurutku cinta hanya omong kosong belaka, hanya sebuah perasaan palsu yang tidak ada artinya, yang terpenting hanya saling percaya.
Saat dia mengandung baby elo itulah hal yang paling membahagiakan dalam hidupku karena sebentar lagi aku menjadi seorang ayah, dia sangat menyayangi bayiku yang dia kandung dan memberikan kasih sayang pada calon anak kami. Tapi hal yang paling memilukan terjadi saat melahirkan beby elo, dia istriku mengalami pendarahan
dan tidak bisa diselamatkan tepat saat anak yang kami impikan lahir didunia, tapi sebelum menghembuskan nafas terakhirnya dia berpesan untuk menjaga baby elo dan menyayanginya dengan tulus. Aku menyanggupi apa yang dia amanatkan untukku karena bagaimanapun dia juga darah dagingku.
Inilah aktivitas rutinku setiap pagi semenjak baby elo hadir di kehidupanku, setiap pagi dia akan membangunkanku dari tidurku dengan tangisannya tapi aku tidak masalah tentang itu toh semua bayi juga pagi hari pasti nangis.
Sekarang aku sedang bermain dengan baby elo yang sudah bisa duduk dan mulai merangkak meski masih sering jatuh. Menunggu matahati terbit baby elo sekarang duduk di atas perutku sambil mengoceh dengan bahasa yang tidak aku mengerti, inilah keseruan setiap pagi melihat pertumbuhan bayiku sangatlah berharga.
Waktu menunjukkan pukul 7 pagi saatnya aku bersiap untuk pergi ke kantor karena ada pertemuan yang harus aku tangani. “baby elo sekarang kamu sama bibi dulu ya, papa mau mandi” sambil mencium pipi gembil dari baby elo.
“bibi” teriakku memanggil pembantuku yang sudah mengabdi kepada keluargaku sejak aku masih kecil, dia sudah aku anggap orangtuaku sendiri, bibi sendiri sudah berusia setangah abad dia orang yang aku percayai untuk mengurus baby elo meskipun aku mampu membayar pengasuh tapi aku kurang percaya dengan mereka, lebih baik aku percayakan pada bibi dan menambah pembantu baru untuk menggantikan tugas bibi.
“iya den” jawab bibi dari pintu
“bi tolong bawa baby elo saya mau siap-siap ke kantor, dan tolong mandikan baby elo juga bi”
“baik den, ayo aden kecil main sama bibi ya” sambil mengambil baby elo dari gendonganku
__ADS_1
“bibi permisi dulu deng”
“ow ya bi tolong juga sarapan saya seperti biasa ya bi”
“baik den udah bibi buatin adeng tinggal turun saja”
Bibi pergi untuk memandikan baby elo, aku segera bersiap-siap untuk pergi ke kantor.
Author POV
Nando sudah siap dengan setelan jas hitam untuk berangkat kekantor, nando menuruni tangga menuju
keruang makan di sana sudah ada baby elo yang memakan sarapannya di bantu oleh bibi.
“pinter anak papa, sarapannya di habiskan ya sayang” ucap nando pada baby elo yang ditanggapi
dengan ocehannya.
“silahkan tuan sarapannya sudah bibi siapkan” ucapkan bibi sambil menyuapi bubur baby elo
‘makasih bi” nando duduk di kursi untuk menyantap sarapannya yang telah disiapkan oleh bibi.
“den bibi mau minta ijin” ucap bibi pada nando
“ada apa bi?” tanya nando pada bibi, yang kelihatan gelisah untuk meminta ijin pada nando
“begini den anak bibi di kampung tadi pagi ngabarin bahwa menantu bibi mau lahiran hari ini, bibi mau ijin pulang kampunng den” kata bibi dengan takut soal dia meminta ijin sangat mendadak.
__ADS_1
“lho bibi kok mendadak banget?” kata nando kaget ini sangat mendadak, bibi satu-satunya yang dipercaya untuk mengurus baby elo kalau bibi pulang kampung tidak ada yang mengurus baby elo, padahal nanto harus ke kantor untuk mengurus perusahaan.
Biasanya mama nando yang akan merawat cucunya tapi sekarang sedang bulan madu sama papa nando keluar negeri. Setelah itu tidak ada yang nando percayai utuk mengurus baby elo sedangkan mertuanya juga berada di luar negeri.
“maaf den bibi juga tidak tahu kalau akan seperti ini, katanya menantu bibi harus operasi untuk melahirkan, jadi bibi harus ada untuk menjaga menantu bibi”
“baiklah bibi saya ijinin pulang” kata nando pada bibi, meskipun dia tidak rela bibi ijin pulang kampung tapi dia tidak tega pada bibi yang sudah di anggap sebagai orangtuanya sendiri.
“makasih den, tapi yang nanti siapa yang mengurus aden kecil?” sebenarnya bibi juga tidak enak untuk ijin ke nando, bibi tahu bahwa nando tidak terlalu percaya pada orang lain untuk menjaga anaknya
“nanti baby elo sama aku bi, ikut ke kantor”
“baik lah den nanti bibi siapin semua keperluan aden kecil, sebelum bibi pergi”
“siapin semua bi” perintah vano, terpaksa hari ini baby elo harus ikut nando ke kantor, nando mengambil smartphone untuk menghubungi asistennya untuk mengatur ruang agar nyaman untuk baby elo.
“andi, segera kamu siapkan untuk keperluan baby elo, siapkan box bayi di rauang saya juga beberapa mainan untuk baby elo” perintah nando pada adni asisten pribadinya yang sudah cukup lama bekerja bersama nando.
“baik pak, ada lagi yang diperlukan”tanya andi pada sang bos,
“kamu undur rapat pagi ini, saya ke kantor agak siang, baby elo akan ikut siang ini jadi saya masih
mengurus baby elo”
“baik pak saya akan segera laksanakan perintah bapak” ucap andi “ itu saja” nando langsung menutup telfonnya, memang nando terkenal denga sikap dinginnya pada orang lain hanya sikap hangat di berikan padan keluargnya.
salam kenal
__ADS_1
mungkin awal cerita agak membosankan tapi ini perkenalan pemeran dulu jadi akan membosankan, author janji setelah ini akan ada keseruan dari aza dan nando.
**Terimakasih telah membaca **