Baby CEO

Baby CEO
Episode 79


__ADS_3

 


 


Setelah lama menunggu akhirnya nama baby elo dipanggil untuk imuninasi, dengan sigap nando menggendong baby elo dan menggandeng aza untuk masuk ke ruang dokter.


“selamat siang dok” sapa aza ramah sedangkan nando hanya diam seperti biasa.


“siang juga mama aza, oh pak nando juga ikut?” ucap dokter kaget melihat sosok nando yang menjulang tinggi dibelakang aza.


“iya dok, katanya mau ikut mau lihat imunisasi baby elo” ucap aza


“baiklah kita timbang dulu ya” ucap dokter menangani baby elo secara profesional.


Baby elo diimunisasi sesuai dengan prosedur menurut dokter yang menangani baby elo bahwa pertumbuhan baby elo sangat baik bahkan bisa dikatakan sangat pesat.


Mendengar itu aza dan nando tentu senang karena baby elo tumbuh dengan baik dan sehat.


Setelah selesai imunisasi sekarang nando dan keluarga kecilnya ke dokter kandungan untuk konsultasi.


“selamat siang tuan nando, apakah anda baik-baik saja selama ini” ucap dokter wanita yang berusia 40 tahunan yang bernama Dera


“baik” ucap nando singkat, dokter dera sudah biasa dengan sikap nando karena dia sudah mengenal nando semenjak dia menangani almarun ibu baby elo.


“anda masih seperti dulu, bagaimana kabar jagoan kecil ini apa perkembangannya baik? Dan siapa wanita cantik yang ada disampingmu ini” ucap dokter dera melihat aza.


“dia istriku, baby elo baik-baik saja dan perkembannganya juga normal” ucap nando


“oh dia istrimu kenapa dia begitu cantik dan muda\, kamu memang b******* beruntung memiliki istri seperti dia” ucap dokter dera membuat aza sedikit malu.


“perkenalkan saya dokter dera, dokter kandungan yang dulu merawat ibu baby elo” ucap dokter dera memperkenalkan diri


“saya atalia azahra, biasa dipanggil aza salam kenal dok” ucap aza.


“salam kenal juga aza, kalau begitu ada apa kalian kemari apa ada kabar baik yang harus saya periksa?” tanya dokter dera


“tidak dok, kami hanya ingin konsultasi tentang alat kontrasepsi” ucap aza


“alat kontrasepsi? Apa kalian akan menunda memiliki anak?” tanya dokter dera

__ADS_1


“iya dok, untuk satu atau dua tahun kedepan” ucap aza sedangkan nando hanya diam mendengarkan mereka


berdua.


“kalau boleh saya tahu apa alasan kalian untuk menunda memiliki momongan?” ucap dokter dera.


“begini dok, baby elo masih kecil dia masih membutuhkan banyak perhatian saya kalau saya hamil takutnya akan mengurangi perhatian saya pada baby elo, jadi kami memutuskan akan menunda momongan menunggu baby elo sedikit lebih besar untuk punya adik” jelas aza pada dokter dera.


“memang baby elo masih terlalu kecil untuk punya adik, baiklah karena hanya untuk 1 atau 2 tahun saya menyarankan untuk menggunakan obat saja” ucap dokter dera.


“tapi dok apa obat aman, saya takut ada efek samping lain”  tanya aza


“saya akan merekomendasikan beberapa obat yang memiliki efek samping kecil, tapi kalau ingin lebih aman maka tuan nandolah yang harus memakai pengaman” ucap dokter dera.


Aza berfikir sejenak dia tahu sifat nando yang seperti binatang buas yang apabila kehilangan kendali dia akan memakannya tanpa pikir panjang.


“saya akan pakai obat saja dok” ucap aza final


Dari tadi nando hanya diam dia ingin melihat bagaimana aza mengatasinya yang penting tidak mengganggu jatah malamnya.


Setelah selesai dari rumah sakit nando dan keluarga kecilnya melanjutkan perjalanan ke salah satu pusat perbelanjaan hanya untuk sekedar melepas penat.


“kenapa kita kesini? Bukannya kamu akan ke kantor teddy” tanya aza pada nando setelah melihat mobil yang mereka tumpangai memasuki salah satu pusat perbelanjaan.


“baiklah” ucap aza turun dari mobil.


Sekarang aza dan nando berkeliling sebentar untuk melihat-lihat apakah ada barang yang menarik untuk dibeli.


Sepanjang perjalanan banyak mata yang melihat mereka dan merasa iri dengan keluarga kecil tersebut.


Bayangkan saja nando yang memiliki wajah tampan dan badan yang tagap menggendong baby elo pada satu tangan dan tangan lainnya meranggkul wanita yang cantik dan lembut, ditambah baby elo yang menggemaskan menarik untuk dilihat.


“lihat keluarga kecil itu, sungguh satu keluarga yang sempurna” ucap salah satu wanita yang kebetulan di sebelah aza untuk melihat beberapa barang yang dijual.


“benar, aku sungguh iri dengan mereka laki-laki itu sangat tampan ditambah dia menggendong bayi yang imut dan istrinya juga cantik sungguh keluarga idaman” balas temanya


“iya, lihatlah bagaimana dia meranggkul istrinya sungguh laki-laki yang hebat” ucap mereka yang melihat sikap nando pada aza.


Bisikan dari beberapa pengunjung lain tentu azaa dan nando mendengarnya tapi mereka tidak peduli dengan itu yang penting tidak mengganggu mereka.

__ADS_1


Nando dan aza tiba di salah satu butik dimana pernah dia kunjungi dengan mama rinta dan bunda awan rencana aza akan memilih beberapa baju untuk nando.


Aza berdiri di depan jejeran kemaja dia melihat dan meneliti mana yang cocok untuk nando, sedangkan nando sedang duduk manis bersama baby elo disalah satu sofa yang sengaja disediakan butik tersebut.


Nando tidak peduli apa yang dipilih aza untuknya dia akan menerima semuanya tanpa memprotes.


“bagaimana kalau ini teddy, kiranya ini cocok untuk kamu” ucap aza memperlihatkan kemaja berwarna merah dipadukan dengan jas berawrna hitam


“itu bagus, kita bisa membungkusnya” ucap nando


“baiklah, mbak tolong bungkus ini ya” ucap aza memberikan baju tersebut pada salah satu pegawai disana.


“baik nyonya, ada yang lain nyonya? Atau nyonya ingin melihat beberapa gaun dan baju untuk anak yang baru saja datang ditoko kami” ucap pelayang tersebut menawarkan dagangannya untuk aza.


“aku tidak perlu, tapi bisa tunjukkan baju untuk anak-anak” ucap aza


“baik nyonya silahkan tunggu sebentar bersama tuan, kami akan mengambilkan pesanan nyonya” ucap pegawai tersebut


“perlihatkan gaun baru kalian untuk istriku biar dia memilih beberapa” ucap nando sebelum pegawai tersebut pergi


“baik tuan” ucap pegawai tersebut


“aku tidak ingin membeli gaun lagi, kemarin saja masih banyak baju yang belum aku pakai saat berbelanja dengan mama rinta” ucap aza menghampiri nando


“waktu itu bersama mama rinta bukan denganku, lagi pula aku tidak pernah memberlikan baju untukmu jadi anggap saja ini sebagai hadiah” ucap nando


“memang kamu tidak pernah membelikan aku baju, tapi kamu memberi aku kartu kredit tanpa batas yang sering aku gunakan untuk berbelanja itu sama” ucap aza


“itu kewajiban aku, sudahlah bunny toh aku tidak keberatan jadi tidak perlu khawatir” ucap nando pada aza dia tahu istrinya bukan tipe wanita yang suka menghamburkan uang sesuka hati, dia lebih suka menyumbangkan ke orang lain dari pada membeli barang yang tidak perlu.


Aza hanya bisa menghela nafas panjang dia belum terbiasa dengan gaya hidup nando, tapi dia juga harus belajar bagaimana menjadi seorang nyonya rumah dari keluarga kaya agar tidak mempermalukan keluarga nando nantinya.


“bunny aku ingin memperkenalkanmu secara resmi menjadi istriku didepan semua karyawakan dan rekan bisnisku waktu ulang tahun perusahaan” ucap nando


Sebenarnya sudah lama nando untuk memperkanalkan di depan umum bahwa mereka berdua adalah suami istri tapi karena kesibunkan nando jadi rencananya tertunda.


“baiklah, memang kapan ulang tahun perusahaan?” tanya aza


“minggu depan, renacanya perusahaan akan mengadakan acara dengan mengundang rekan-rekan bisnis dan seluruh karyawan sebagai ucap syukur atas berdirinya perusahaan sampai sekarang jadi sekalian aku memperkenalkanmu pada semua pegawai dan rekan bisnisku bahwa nona atalia azahra sudah menjadi nyonya varmod istri dari nando Fernando Aldrian Varmond” ucap nando mencium pipi aza.

__ADS_1


 


 


__ADS_2