Baby CEO

Baby CEO
Antar Jemput


__ADS_3

Aza dan baby elo bergabung dengan nando dimeja makan, aza langsung mendudukkan baby elo di kursi khusus bayinya, mereka bertiga makan dengan tenang di temani celotehan baby elo yang mengisi keterdiaman nando dan aza.


Setelah nando, aza, dan baby elo selesai makan malam sekarang mereka bersantai di ruang santai yang dimana terdapat TV layar lebar, sofa santai dan karpet bulu, tidak hanya itu ada juga mainan baby elo. aza dan baby elo terus bermian sedangkan nando memegang leptop dan mengecek semua email yang masuk dari andi. Aza yang melihat nando cuek dengan baby elo sudah tidak tahan untuk menegur nando, “pak nando, bisa hentikan perkerjaan pak nando sementara” kata aza pada nando untuk menghentikan pekerjaan sementara waktu, nando hanya melirik aza tanpa mau untuk membalasnya. “ayo baby kita ke kamar, kita tinggalin manusia kutub ini” kata


aza meninggalkan nando sendiri.  Nando yang melihat itu hanya heran apa salah nando lagi.


Aza dan baby elo kembali ke kamar baby elo, dan juga baby elo sudah mengantuk ini juga sudah jam 8 malam waktunya aza pulang juga. Aza menidurkan baby elo sambil membaca cerita sebelum tidur pada baby elo, setelah baby elo tertidur aza memberikan ciuman selamat malam untuk baby elo pada keningnya, aza keluar kamar baby elo dan akan berpamitandengan nando.


Aza mencari nando tapi tidak bertemu juga, akhirnya aza menanyakan pada salah satu maid yang ada di sana, “mbak, pak nando ada dimana? Soal saya cari tapi tidak ada” tanya aza pada salah satu maid “biasanya pak nando ada di ruang kerjanya nyonya” kata maid tersebut, “ow, saya mau pamit untuk pulang, mbak bisa untuk antar saya ke ruang nando” tanya aza meminta maid tersebut mengantarkan aza ke ruang nando, maid tersebut mengiyakan dan mengantar aza ke ruang kerja nando. “ini ruang kerja ruang tuan nando nyonya” kata maid pada aza, “terimakasih mbak” kata aza pada maid, maid itu pergi meninggalakan aza.


Tok tok tok


Aza mengetuk pintu ruang kerja nando, “masuk” terdengar suara nando dari dalam, aza masuk ke dalam ruang tersebut sama seperti ruang kerja nando di kantor ada meja kerja dan berkas yang menumpuk yang bedanya hanya rak buku yang penuh dengan buku dibelakang meja kerja nando, “ada apa kamu ke sini” tanya nando, “saya mau pamit pulang pak” kata aza pada nando. “saya antar” kata nando yang akan mengantar aza pulang ke rumah, “tidak perlu pak, saya akan panggil taksi atau bapak menyuruh sopir bapak” kata aza menolak tawaran nando, “saya antar atau jalan kaki, ingat ini kawasan elit” kata nando pada aza. Aza yang mendapat pilihan itu terpaksa pulang dengan di antar nando.


***


Nando sekarang mengatar aza pulang ke rumah aza, mereka sekarang dalam perjalanan pulang, selama perjalanan hanyakeheningan yang ada, aza maupun nando tidak mengeluarkan suara sama sekali. “terimaksih hari ini” kata nando memecah keheningan, aza yang pertama kali mendengar nando berterima ksih pun kaget, “iya pak sama-sama” kata aza.

__ADS_1


“pak nando boleh kasih saran, jangan bawa pekerjaan bapak ke rumah pak , kasihan baby elo waktu bersama bapak terpangkas karena termakan pekerjaan bapak, padahal sekarang baby elo lagi imut-imutnya belajar berdiri dan berjalan, mengoceh meski kurang jelas, bapak sudah melewatkan banyak tumbuh kembang baby elo” kata aza menyuruh nando untuk tidak bekerja saat di rumah.


Nando yang mendengar itu sangat keberatan soal banyak pekerjaan yang harus dilakukan, “saya tidak bisa, sudah ada maid dan bibi” jawab nando


“beda pak, mereka itu pembantu bapak bukan orang tua baby elo, meskipun mereka sayang baby elo tapi


kasih sayang orang tua tidak bisa di gantikan, memang bapak mau baby elo benci sama bapak karena bapak cuman kerja saja tidak memperhatikan baby elo”


“kamu mengatur saya lagi” kata nando dengan nada kesal, karena az mencoba mengatur nando lagi.


“bukan mengatur pak tapi saya memberi saran, bapak aja yang sensitif” jawab aza pada nando


“bapak kan bos saya,


jadi wajar saya memanggil bapak yang tak wajar saya memanggil bapak sayang”


kata aza ngelantur

__ADS_1


“tapi ini di luar jam kantor dan saya tidak mau orang salah paham, mulai sekarang kamu panggil saya dengan nama kalau di luar kantor”


“tapi pak itu tidak sopan” kata aza pada nando, aza merasa tidak enak manggil nando dengan nama saja padahal dia bosnya.


“tidak ada tapi-tapian, atau saya larang kamu bertemu dengan baby elo” ancam nando pada aza, sekarang tahu apa ancaman yang cocok buat aza diam yaitu menjauhkan dari baby elo.


“baik pa.... eh nando” jawab aza dengan lesu karena kalah debat denngan nando, “bagus, kalau sampai saya denger kamu memanggil saya bapak lagi di luar jam kantor saya akan kasih hukuman untukmu” kata nando pada aza, “yaelah nando kayak anak kecil saja di kasih hukuman” kata aza, “memang kalau tidak kamu akan melonjak terus” jawab nando pada aza, “karena kamu nyebelin” jawab aza ketus. Aza sudah jengkel


dengan nando yang dari tadi mulai bawel, “sejak kapan nando jadi bawel kayak cewek gini” ucap aza dalam hati. Perjalanan aza dan nando hanya diam tanpa bersuara sama sekali.


Cukup lama menempuh perjalan ke rumah aza, dimana nando dapat melihat lingkunga kompleks yang cukup tertata rapi dan rumah minimalis yang cukup untuk sebuah keluarga kecil. “makasih nando sudah mengantar saya” kata aza sambil keluar dari mobil, “ya sama-sama, besok kamu harus ke kantor jadi jangan klayapan” kata nando menyuruh aza untuk tidak keluar rumah. “iya nando, saya tahu besok saya juga ada pekerjaan, sekali lagi terimakasih” kata aza pergi meninggalkan nando dan masuk ke rumah. Nando yang sudah melihat aza masuk dalam rumah segera nando untuk pulang ke rumahnya.


***


Malam telah berlalu sekarang matahari mulai naik menjadi pagi hari ini aza seperti biasa akan berangkat ke kantor tidak lupa mambawa bekal dan bubur bayi untuk baby elo, meskipun baby elo sudah punya koki sendiri tapi aza tetap ingin membuat makanan untk baby elo. aza keluar rumah untuk berangkat kerja dengan mengendarai


montor, tapi sebelum aza keluar dari gerbang sudah melihat mobil yang parkir depan rumah aza dan melihat supir yang aza kenal yaitu supir nando, “selamat pagi nona aza, tuan dan tuan muda sudah menunggu di dalam mobil” kata sang sopir pada aza.

__ADS_1


Aza yang masih bingung terpaksa masuk kedalam mobil di sana sudah aza baby elo yang duduk di pangkuan nando dan nando juga sudah rapi dengan jas kantor yang melekat sempurna pada tubuh nando. “masuk cepat” perintah nando pada aza, “iy..iya pak” aza yang kaget bahwa nando menjemputnya langsung menuruti perintah nando untuk masuk ke mobil. Baby elo yang sudah melihat aza langsung mengulurkan tanganya meminta aza untuk menggendongnya. Mereka berangkat bersama menuju kantor nando di sertai celotehan dari baby elo.


__ADS_2