
Baby elo sudah duduk di kursi bayi, tapi dia belum mau makan karena bukan aza yang menyuapinya,baby elo akan menolak makanan yang di berikan maid atau bibi bahkan saat nando mencoba menyuapi baby elo tetap tidak mau, dengan terpaksa mereka menunggu aza turun.
Aza sudah selesai mandi dan berganti baju kantor dia akan bergabung dengan nando di meja makan, aza turun tanpa lupa membawa dasi yang dia pilih untuk di pakai nando, sesampai di sana dia melihat nando yang sedang membaca koran di temani secangkir kopi seperti biasa tapi dia melihat baby elo belum diberi makan terlihat dari bibir mungil baby elo masih bersih, “selamat pagi” kata aza menyapa semua orang yang disana, “akhirnya kamu datang, duduk dan suapi baby elo dia tidak mau makan kalau kamu yang tidak menyuapinya” kata nando melihat aza yang baru datang, aza langsung menuju baby elo untuk menyuapinya.
Baby elo sangat senang saat aza datang dia menggerakkan badan mungilnya dengan lincah, “iya baby mama datang tenang ya nanti kamu jatuh” kata aza yang melihat baby elo. nando hanya bisa menggelengkan kepala baby elo benar-benar sudah tergantung dengan aza dia bahkan tidak mau lepas dari aza sedetikpun.
Sarapan pagi seperti biasa, “za karena bibi sudah kembali kerumah jadi baby elo tidak akan ikut kekantor” kata nando memberitahu aza bahwa baby elo tidak akan di bawa ke kantor lagi, “baguslah, tidak baik juga kantor untuk baby elo” kata aza yang setuju dengan keputusan nando, “tapi kamu tetep akan pulang setelah jam makan
siang, meski ada bibi tapi baby elo sudah tergantung padamu kalau kamu tidak ada pasti baby akan rewel” kata nando tetap menyuruh aza untuk kembali ke rumah, “tapi nan, bukanya tidak adil dengan karyawan lain, karena aku kerja hanya setengah hari” kata aza yang cemas dengan pandangan karyawan lain, dulu waktu ada baby elo dia tidak ada masalah karena alasan yang digunakan tepat yaitu tidak baik untuk baby elo bila berlama-lama di kantor, kalau sekarang baby elo tidak akan ikut dan karyawan lain belum tahu hubungan nando dengan aza pasti akan menimbulkan gosip dan gunjingan dari karyawan lain.
“kamu tidak perlu khawatir, abaikan saja mereka kalau memang ada aku akan langsung memecat mereka” kata nando tegas, dia tidak mau aza merasa tidak nyaman di kantor. Aza yang mendengar perkataan nando jadi diam, memang salama ini aza terlalu khawatir dengan perkataan orang lain yang membuatnya menjadi penakut, tapi sekarang aza adalah seorang ibu dia harus ada di samping bayinya untuk menjaganya, syukur nando masih mengijinkan aza bekerja.“baiklah, aku akan pulang setelah makan siang” kata aza, nando tersenyum kecil karena aza menuruti perintahnya.
__ADS_1
"kamu sudah memilihkan dasi untukku?" tanya nando, "sudah nan, ini" jawab aza memberikan dasi yang di pilihnya pada nando, "pasangkan" kata nando menyuruh aza untuk memasangkannya, "bukanya kamu bisa memasangnya sediri dan lagian aku masih menyuapi baby elo" kata aza yang memang masih menyuapi baby elo, "bibi gantikan aza" perintah nando, bibi yang berada di samping aza langsung meminta aza untuk memberikan mangkuk bubur baby elo, "sekarang pasangkan ingat kamu istri aku" kata nando menyuruh aza memasangkan dasinya. aza dengan terpaksa memasangkan dasi pada nando, "nan bisa membungkuk sedikit kamu terlalu tinggi" kata aza yang sudah ada di depan nando tapi karena nando terlalu tinggi jadi aza kesulitan untuk memasangkan dasi pada nando. "kamu yang pendek" kata nando setelah melihat ketinggian aza yang hanya sebatas dadanya, "aku cukup tinggi dibanding wanita lain kamu saja yang seperti tiang listri" kata aza yang jengkel karena nando menjulukinya pendek. "yayaya terserah" kata nando sambil membungkuk sedikit mensejajarkan dengan tinggi aza.
nando sudah membungkuk dan aza segera memasangkan dasi nando, aza sangat hati-hati dalam memasangnya karena ini pertama aza memasangkan dasi untuk seorang pria di tambah jarak dengan nando sangat dekat dia bisa merasakan hembusan nafas nando. "sudah" kata aza yang sudah memasang dasi nando, "terimakasih istriku" kata nando tepat di samping telinga aza. wajah aza lengsung memerah karena perlakuan nando, "lanjut sarapanya kita akan telat nanto" kata aza kembali ke tempat duduknya untuk melanjutkan sarapanya meski wajah aza masih semerah tomat. berbeda dengan aza nando justru tersenyum senang karena berhasil menggoda aza dia kembali ke tempay duduknya untuk melanjutkan sarapannya
Aza dan nando sudah selesai sarapan sekarang mereka akan pergi ke kantor bersama, “baby mama pergi dulu ya, kamu jangan nakal dengan bibi” kata aza pada baby elo yang sekarang ada di gendongan bibi. “bibi jaga baby elo dan kalau bibi capek bisa minta bantuan sama maid lain, karena baby elo sangat lincah dia akan bergerak terus” kata aza pada bibi, baby elo sudah bisa merangkak dengan cepat, dia akan merengkak kemanapun yang dia suka tanpa memperdulikan sekitar takutnya bibi yang sudah tua kewalahan dengan baby elo.
“baik nyonya, saya akan menjaga baby elo dengan baik dan akan meminta maid yang lain membantu saya” kata bibi, dia sangat terharu dengan perhatian aza yang menyuruhnya membagi tugas dengan maid lain apabila lelah. “kami pergi dulu bi, dada sayang” kata aza tersenyum pada bibi dan mencium pipi baby elo, “mama mama papa papa” kata baby elo melihat orangtuanya yang sudah pergi untuk bekerja, “tuan muda sama bibi ya, nyonya akan pulang nanti siang” kata bibi pada baby elo yang terus melihat ke arah mobil nando yang baru keluar dari gerbang rumah.
Selama perjalanan mereka berdua hanya diam tanpa ada pembicaraan lagi, “lho nan, bukanya aku turun disini seperti biasa” kata aza yang melihat tempat yang biasa dia turun dari mobil nando terlewat sekarang mobil terus melaju menuju lobi gedung varmond compony, nando hanya diam tidak menjawab pertanyaan aza, “tunggu nan,kamu gila ya.. kenapa kita turun di sini, kalau ada yang lihat bagaimana” kata aza yang berusaha menyembunyikan diri karena mobil nando berhenti di loby varmond compony dan banyak karyawan lain baru datang untuk bekerja, “turun” perintah nando, aza tidak mau turun di terus menunduk agar tidak kelihatan karyawan lain, nando yang melihat aza hanya tersenyum, aza tetap aza meskipun akhir-akhir ini dia menurut tapi keras kepalanya tidak menghilang. “tidak aku tidak mau turun, kamu saja yang turun” kata aza pada nando.
Nando mulai jengah dengan sikap aza dengan tanpa persetujun aza dia langsung menarik tangan aza untuk mengikutinya turun, aza sangat terkejut dengan tarikan nando dia tidak sempat memberontak dan akhirnya dia turun dari mobil nando, dapat di lihat karyawan lain mulai melihat mereka berdua terutama nando masih memegang tangan aza, aza hanya menunduk dia malu karena menjadi pusat perhatian.
__ADS_1
Nando mulai menarik aza untuk mengikutinya tapi aza tidak mau berjalan, “nan, lepasin aku bisa jalan sendiri” kata aza yang berusaha melepaskan tangannya yang di pegang nando, “tidak, ayo jalan sekarang” kata nando yang masih memegang tangan aza yang masih tidak mau berjalan dan mencoba melepaskan diri.
Karena nando mulai jengkel dia melepaskan tangan aza dan mulai menggendong aza ala bridal style, tentunya membuat aza dan karyawan lain melihatnya terkejut, mereka berfikir apa hubungan aza dengan nando, kenapa bos dingin seperti nando bisa dekat rela menggendong aza, “kamu gila nan, turunkan aku sekarang” kata aza setelah dia berada dalam gendongan nando, dia benar-benar malu.
Nando tidak mengindahkan dengan permintaan aza dia tetap menggendong aza dan mulai berjalan untuk menuju ke ruangnya. Aza sudah mencoba memberontak dan memohon pada nando agar menurunkannya tapi percuma nando seakan tuli dia tetap berjalan dengan aza di gendongannya. Aza yang malu karena nando di mengalungkan tanganya di leher nando dan menyembunyikan wajahnya. Sedangkan nando terus berjalan tanpa peduli dengan karyawan lain yang terkejut dengan perbuatan bos mereka, nando hanya ingin memberi tahu bahwa aza adalah miliknya dan tidak boleh ada yang merebutnya dari dia.
Mohon dukung author dengan rate, like, comen dan vote
__ADS_1
Terima kasih