Baby CEO

Baby CEO
Bertemu


__ADS_3

Author POV


Aza kaget dengan suara maskulin yang berasal dari pintu, disana berdiri pria dengan jas dengan balutan jas kerja, “kyaaaaa. Ganteng banget cinpataanmu tuhan” guman aza dalam hati, nando mendekati aza yang masih bengong karena ketampanan nando.


“sudah selesai melihatku nona?” tanya nando karena pada aza yang masih terpesona dengan nando.


“be.. belum, masih belum di buka” jawab aza ngelantur membayangkan tubuh tegap dari balik balutan jas nando


“maksudmu!!!” dengan suara agak tinggi mengejutkan aza “eh tidak apa-apa tuan” jawab aza merasa malu karena ketahuan memandangai nando, “kamu siapa? Berani masuk keruang ini” tanya nando langsung pada aza


“sa.. saya karyawan disini, lha tuan siapa berani masuk juga keruang CEO saya, disini tidak sembarangan bisa masuk tuan harus ada ijin pak bos dulu,  jangan-jangan tuan mata-mata, atau pencuri, saya laporin saja ke pak bos soal orangnya galak,” jelas aza panjang lebar yang belum tahu bahwa nando adalah bosnya sendiri


“kamu juga masuk kesini tanpa ijin” jawab nando dengan suara yang dingin ditambah wajah datarnya. “eh buset it wajah apa papan triplek datar amat” batin aza memperharikan wajah nando yang datar


“saya kesini mau antar dokumen, tapi pak bos gak ada terus ada bayi nangis karena penasaran saya masuk deh, siapa tahu pak bos perilihara tuyul, eh malah ada bayi lucu ini, di tinggal sendiri di ruang besar ini, karena kasihan saya gendong secara aza kan cantik dan baik hati di tambah lagi sisi keibuan aza pasti calon ibu yang baik” jawab aza dengan pedenya


Nando agak heran dengan wanita di depannya masih saja mengoceh membanggakan diri sendiri, nando juga penasaran bagaimana wanita ini mendekati anaknya biasanya baby elo tidak mau di dekati orang lain.


“bisakah kau berhenti nona, ocehanmu membuat kepalaku sakit”, selak nando yang sudah jengah dengan ocehan aza yang tiada henti.


“dasar tidak sopan” ucap aza pada nando yang telah menghentikan ocehannya


“kenapa kamu ada di ruang saya? Dan di kamar pribadi saya?” tanya nando sekali lagi


“maksud tuan apa dengan ruangan saya?” tanya aza bingun soal kalau ini ruangnya berarti dia pak bos, CEO dari Varmond Compony, “maaf tuan boleh tahu nama anda?” tanya aza takut


“Fernando Aldrian Varmond” jawab nando dengan singkat


Aza kaget dengan nama itu, karena itu nama lengkap dari pemilik dari Varmond Compony dan juga bosnya sendiri. Dengan sedikit takut dan wajah konyol aza hanya bisa tersenyum canggung.

__ADS_1


“tuan pak nando, bos disini” tanya aza sedikit takut


“iya”


“eh pak bos, apa kabar?” dengan menampilkan senyum canggung


“hem, kenapa kamu disini?”


“emm tadi saya di suruh pak hendra untuk memberikan dokumen pak” jawab aza sambil menunduk


“taruh saja di meja saja tidak perlu masuk ke kamar saya”  tegas nando pada aza


“tapi pak...” sebelum aza menjawab terdengar suara tangis baby elo yang dari tadi tidur,


Ouwe ouwe ouwe


Dengan segera nando menghampiri baby elo dan mengendongnya untuk agar baby elo berhenti menangis. “cup cup anak papa ada apa hem?” nando coba menenangkan baby elo karena pertama kali ini baby elo memberontak dan tidak mau di gendong nando.


“bubu bububu buu” bibir kecil terus mengoceh seakan memanggil aza untuk menggendongnya, karena tidak tega dengan tangisan baby elo dan tatapan seakan memohon untuk menggendong aza, langsung aza menghampiri baby elo meminta nando untuk memberikan baby elo pada aza.


“sini pak babynya” minta aza pada nando


“apa yang kamu lakukan?” tanya nando tidak mau memberikan baby elo pada aza


“apa bapak tidak lihat anak bapak ingin aku menggendongnya kasihan dia nangis terus” jawab aza merasa jengkel dengan nando


“dia anakku, aku bisa menenangkan anakku sendiri”


“terserah bapak pokoknya kemarikan babynya” dengan sedikit paksaan aza mengambil baby elo dari gendongan nando. Nando awalnya kaget dengan tingkah karyawannya kurang agar, yang berani merebut baby elo darinya.

__ADS_1


Setelah baby elo ada di gendongan aza dengan ajaibnya dia lengsunng tenang dan tidak menangis lagi. “tuh kan anak bapak mau sama saya” kata aza sinis karena dia tahu baby elo ingin bersamanya.


Nando melihat baby elo tenang di gendongan aza juga heran, sejak kapan anakknya akrab dengan wanita itu.


Baby elo merasa tenang di gendongan aza sekarang dia bermain dan tertawa dengan aza seakan baby elo tidak pernah menangis. Aza yang melihat baby elo sudah tidak menangis lagi merasa lega, sekarang mereka berdua di atas ranjang dan baby elo terus bermain dengan aza.


Dengan penasaran aza memberanikan diri bertanya pada nando tentang baby elo “nama anak bapak siapa?”


“apa urusannya dengan kamu” jawab nando dengan ketus


“ya elah pak tanya aja apa gak boleh, pelit amat jadi orang” kata aza sebal pada nando padahal dia cuman tanya nama saja, jawabannya ketus banget


Aza POV


Aku pikir pak bos berwibawa, ganteng, sopan dan pinter, tapi tidak sama sekali ganteng dan pinter iya, tapi untuk sopan tidak sama sekali kata-katanya ketus banget apalagi wajahnya datar kayak papan triplek di tambah sifat dinginya kayak kutub selatan, amit-amit jangan sampai suamiku nanti kayak pak nando bisa mati beku aku nanti.


“ya terus pak nanti saya panggingnya gimana, masak di panggil baby terus kan juga gak etis, setiap manusia juga punya nama kali pak” jawabku ngotot ingin mengetahui nama bayi mungil ini soal dari tadi aku hanya memanggilnya baby.


“namanya Ferelo Andrew Varmond”  jawab pak nondo singkat, tuh kan dia juga irit bicara dasar kutup selatan. Dia duduk di kersi dekat dekat ranjang, mungkin kersi santai.


“Ferelo Andrew Varmond nama yang bagus, panggilnya pasti baby elo kan?”  tebakku soalnya dia masil bayi dan elo panggilan yang simpel


“bagaimana kamu tahu”


“tentu saya tahu aza gituloh, dengan insting bagus” dengan banggaku meyebutkan kelebihanku.


“kenapa kamu disini?” tanya pak nando sekali lagi, padahal aku tadi sudah jelaskan,


“kan sudah saya bilang pak saya mau menyerahkan dokumen titipan dari pak hendra buat bapak , itu tadi aku di  meja bapak karena bapak gak ada, tadi saya dengar baby elo nangis jadi langsung ke sini deh” jelasku panjang lebar

__ADS_1


“hem”  jawab pak nando singkat


“kenapa bapak ninggalin baby elo sendiri, gak baik tahu kalau di curi kuntilanak gimana, kan repot carinya, harus kedukun dulu, dan juga tadi baby elo juga nangis sendiri lagi, kasihan sayang kamu di campakkan ayahmu” tanya aza sambil membelai rambut baby elo yang di tanggapidengan tawa cerianya.


__ADS_2