
Author
Nando keluar kamar menuju tempat makan di sana sudah ada aza dan baby elo, dimana aza sedang menyuapi baby elo dengan bubur bayinya, “pagi tuan, sarapan dan kopi sudah kami siapkan” ucap salah satu pelayan nando, “kalian bisa pergi” perintah nando pada pelayan, sekarang dalam ruang makan hanya ada nando, aza dan baby elo,entah mengapa nando melihat baby elo lebih bahagia dari biasanya.
Tanpa memperdulikan nando yang datang ikut bergabung untuk sarapan, aza terus menyuapi bubur bayi pada baby elo, sesekali menanggapi celotehan dari baby elo. “baby elo pinter, maemnya habis” puji aza pada baby elo yang telah mengahabiskan sarapan paginya, “cepat besar ya sayang, tapi kalau besar nanti jangan seperti papamu ya.. jadi anak yang baik, penyayang dan jangan dingin sama orang, contohnya papamu dia dingin kayak manusia kutub” nasehat aza pada baby elo, nando yang mendengar itu langsung merasa jengkel “jangan ngomong sembarangan kamu, baby elo anak saya wajar kalau nanti persis seperti saya” bantah nando pada aza, baby elo adalah anaknya dan wajarkan kalau mirip dengan nando.
“memang dari segi fisik baby elo fotocopy dari bapak tapi pak, saya harap setidaknya dia mirip dengan ibunya, meskipun saya tidak pernah bertemu dan tidak tahu ibu baby elo tapi menurut saya, ibu baby elo adalah orang yang baik, sudah jelas dapat dilihat dari senyum baby elo, tidak sama kayak senyum bapak” jelas aza pada nando
“jangan sok ngerti kamu, semua yang ada dalam baby elo persis fotocopyan dari saya jadi baby elo pasti akan mirip saya, dan tentu senyum baby elo sama saya juga sama”
“beda pak, senyum bapak kayak raja setan kalau senyum baby elo kayak malaikat, kan beda jauh” jawab aza membandingkan senyum baby elo dengan nando
“tadi kamu bilang saya persis manusia kutub sekarang kamu mengatai saya raja setan, memang saya sama kayak mereka” jawab nando pada aza karena tidak terima dengan semua julukan dari aza, karena semua julukan yang di berikan aza tidak ada yangcbagus sama sekali.
“persis sih pak sebelas dua belas tidak beda jauh” jawab aza dengan polos, “terserah kamu saja” jawab nando malas dia benar-benar sudah lelah dengan semua ucapan aza, satu-satu untuk menghentika aza hanya nando diam mengalah.
Aza yang melihat nando kalah debat dengan aza, merasa senang, tanpa peduli aza langsung ikut duduk di depan nando dengan baby elo yang duduk di pangkuannya. Selama mereka berdua sarapan hanya keheningan dan celotehen baby elo yang di tanggapi aza dengan bahasa planet.
Setelah selesai sarapan sekarang aza berencana untuk pulang di tambah dia juga harus membereskan rumahnya mumpung hari minggu, kalau besok sudah masuk kerja lagi,tapi apalah daya baby elo tidak mau lepas darinya, bahkan dengan nando sekalipun baby elo juga tidak mau, baby elo akan menangis apabila tidak bersama aza. Nando juga heran dengan tingkah baby elo biasanya baby elo tidak akan mau bersama orang lain kecuali dengan nenek, kakek dan nando di tambah dengan bibi pelayan disini.
“baby sama papa ya kakak aza mau pulang dulu” kata aza pada baby elo, seakan baby elo mengerti akan di tinggal aza dia mengerat pelukannya pada aza.
“baby sama papa, tante aza mau pulang, main sama papa yuk” ucap nando mencoba mengulurkan tangan untuk mengendong baby elo, tapi tidak di tanggapi dengan baby elo, bahkan baby elo acuh dengan nando.
“pak bagaimana ini, saya mau pulang pak” tanya aza pada nando. Sedangkan nando juga bingung.
__ADS_1
“terpaksa kamu di sini sampai baby tidur” kata nando dengan nada terpaksa, dia juga kasihan dengan baby elo kalau di paksakan pasti akan menangis dan nando tidak mau anak satu-satunya menangis.
Dengan amat terpaksa aza menyetujui usulan dari nando, dia juga tidak tega dengan baby elo, aza juga sudah terlanjur sayang dengan baby elo, entah aza merasa sakit apabila terjadi sesuatu pada baby elo.
Sekarang aza berada kamar baby elo yang bersebelahan dengan kamar nando, kamar baby elo lengkap dengan box bayi dan mainan baby elo di tambah ada pintu penghubung dengan kamar nando. Aza fikir meski nando sosok bos yang menyebalkan tapi nando masih punya kasih sayang terhadap baby elo.
****
Sekarang sudah siang dan baby elo juga sudah tidur, aza meminta izin dengan nando untuk pulang, “pak, baby elo sudah tidur sekarang saya mau pulang pak” kata aza pada nando yang baru masuk ke kamar baby elo melewati pintu penghubung. “sopir saya yang antar” jawab nando pada aza, “tidak perlu pak saya bisa pesan taksi” kata aza menolak penawaran nando,
“ini kawasan elit tidak sembarang yang bisa masuk, sopir saya yang akan mengantar kamu hitung-hitung balas budi saya karena membantu saya dalam merawat baby elo” jawab nando
“dasar orang kaya ribet” gunam aza yang merasa heran dengan gaya hidup orang kaya, tidak hanya dari barang-barang yang mereka pakai tapi sampai rumah aja letaknya harus jauh dan eksklusif, kalau mau tenang kan bisa di hutan saja sekalian jadi manusia rimba hehehe.
“apa kamu bilang” tanya nando pada aza, karena nando tidak mendengar dengan jelas apa yang dikatakan aza
“saya dengar kamu ngomong sesuatu, jangan-jangan kamu jelekin saya lagi” tanya nando pada aza
“tidak pak nando, tadi saya cuman ngomong ternyata pak nando baik juga” kata aza sambil memamerkan senyum manis agar nando percaya dengan aza.
“baik saya percaya sama kamu, tapi kalau sampai saya dengar kamu jelekan saya awas kamu, saya akan pecat kamu” ancam nando pada aza
“terserah bapak aja deh, saya mau pulang capek ngomong sama bapak” kata aza pergi meninggalkan nando sendirian.
***
__ADS_1
Aza yang sudah sampai di rumah langsung menjatuhkan tubuhnya di atas kasur, “HUH” aza merasa lelah dengan semua yang terjadi, terutama berhadapan dengan nando,seakan menguji kesabaran aza agar tidak meledak saat bersama dengan nando,
Drt drt drt
Bunyi hp aza membuyarkan lamuyan aza, di lihat ada id kak sandra yang memanggil, “hallo kak” kata aza pada sambungan telfon.
“kamu dimana za?” tanya kak sandra
“aku di rumah kak, memang ada apa kak” tanya aza pada sandra
“dari kemarin kakak hubungi kenapa tidak bisa, kamu tidak apa-apakan” tanya sandra dengan nada
khawatir.
Aza kaget, setelah pulang dari pusat perbelanjaan aza tidak mengecek HP sama sekali, dia hanya berfokus pada nando dan baby elo.
“maaf kak kemarin aza lelah langsung tidur lupa untuk menghubungi kakak, aza baru bangun ini” kata aza berbohong dengan keadan yang sebenarnya, tentu aza tidak mau semua orang kantor tahu bahwa tadi malam aza menginap di rumah pak nando bisa jadi bahan gosip nanti.
“ya udah, lain kali jangan di ulangi lagi, O iya kemarin kamu tidak membuat masalah dengan pak nando kan?” tanya sandra pada aza memastikan aza tidak membuat masalah dengan pak nando, sandra takut kalau sampai aza di pecat, dia tidak rela teman satu kantor yang baik dan selalu membantunya keluar dari perusahaan.
“tentu saja tidak kak, aza kemarin hanya menemani baby elo bermain lepas itu langsung pulang deh, kakak tenang saja, aza bisa menjaga diri dengan baik” bohong aza sekali lagi kalau sandra tahu bahwa aza selalu berdebat dengan nando bisa jantuang nanti.
“baiklah, tapi inget jangan bikin pak nando marah, kakak gak mau kamu di pecat za” kata sandra pada aza
“siap kak, aza akan selalu ingat itu” jawab aza pada sandra, dan tentu saja pada kenyataannya aza selalu membuat nando kesal dan marah.
__ADS_1
“ya udah kakak tutup dulu telfonya besok ketemu di kantor” kata sandra pada aza
“baik kak, bye” jawab aza menutup telfon dari sandra. Setelah telfon dari sandra aza pergi untuk membersihkan diri dan merapikan belanjaanya.