
Sesuai jadwal nando hari ini ada pertemuan dengan perusahaan wijaya untuk membahas kembali perjanjian kerja sama.
Aza sebagai sekretaris nando yang ikut dalam rapat tersebut, karena andi masih banyak pekerjaan yang dia lakukan.
“nyonya bisa tolong jemput perwakilan dari perusahaan wijaya di loby” ucap andi
“baik di, pak nando kemana saya tidak melihatnya?” tanya aza
“oh pak nando tadi mengecek setiap devisi jadi sebentar lagi akan kembali, nanti saya yang akan memberi tahu pak nando segera” ucap andi, mereka berbagi tugas agar pekerjaan cepat selesai.
“ok aku pergi dulu”ucap aza pergi meninggalkan andi untuk menjemput perwakilan dari perusahaan wijaya
“kak kevin” ucap aza melihat kevin yang duduk di sofa tunggu di loby, “aza?” ucap kevin melihat aza berjalan ke arahnya.
“kakak ke sini lalu dimana ayah bukankah hari ini membahas perjanjian kerja sama” tanya aza, “ayah sudah tua, pekerjaannya sekarang kakak yang hendel cuma pertemuan penting saja ayah datang”ucap kevin
“ohh, ayo kak maksud saya tuan kevin pak nando sudah menunggu anda di ruang kantornya” ucap aza formal karena kevin termasuk tamuu perusahaan
“hahahaha kamu tidak usah formal panggil kevin saja jangan pakai tuan-tuan” ucap kevin tertawa melihat aza formal terhadapnya.
“baiklah kak aza akan turuni perintah kakak” ucap aza dengan senyum di wajah, “kamu ini” ucap kevin mengacak-acak rambut aza.
“aduh kak, nanti berantakan” ucap aza kembali merapikan ranbutnya
“hahahahahha” kevin hanya tertawa, “ayo kak, eh tunggu kakak tidak membawa asistem soal dari tadi aza hanya lihat kakak saja?” tanya aza
“tidak, kakak bisa sendiri asisten kakak juga banyak kerjaan” jawab kevin, “oh gitu, ya udah kak ayo aza antar ke ruang pak nando” ucap aza
“pak nando? kenapa kamu panggil dia formal sekali padahal kamu istr...”sebelum kevin menyelesaikan ucapanya aza keburu menutup mulut kevin dengan tangannya.
“suttt... kak jangan keras-keras nanti banyak karyawan lain yang tahu, kita masih belum mengumumkan pernikahan kita, jadi kakak jangan bahas pernikahanku dengan nando, mengerti” ucap aza yang di angguki oleh kevin, aza melepaskan tangannya setelah kevin mengerti.
__ADS_1
“ jadi kalian belum mengumumkan status kalian?” tanya kevin
“iya” jawan aza, “kenapa apa nando yang memaksamu untuk tidak mengumunkan status kalian” ucap kevin
“bukan pak nando tapi memang keinginan aza sendiri, aza masih ingin kerja dengan nyaman, kalau mereka tahu aza istri pak nando pasti akan timbul gosip” jelas aza
“oh.. baiklah kakak mengerti tapi nanti makan siang dengan kakak bagaimana, kakak kangen dengan kamu za sudah lama tidak jalan bareng jadi agar kakak tutup mulut hari ini makan siang bersama bagaimana?” ucap kevin
“baik nanti kita makan siang bersama, tapi kakak yang traktir ya” ucap aza, “baiklah, nanti kakak traktir” ucap kevin
“oh ayo kak kita ke atas, pasti nando sudah menunggu lama” ucap aza, “ayo” balas kevin. Mereka berdua berjalan bersama menuju ruang nando, selama perjalanan banyak hal yang kevin dan aza bicarakan.
Sedangkan nando yang baru saja kembali mengecek setiap devisi tidak menemukan aza di mejanya, “di aza di mana?” tanya nando.
“nyonya aza sedang turun ke lobi, saya menyuruhnya untuk menjempu perwakilan dari perusahaan wijaya yang hari ini akan datang” jawab andi
“kenapa kamu menyuruh aza, seharusnya kamu yang menjemput mereka” ucap nando marah, kalau dari perusahaan wijaya pasti yang akan datang kevin, karena nando tahu kevin sebenarnya memiliki perasaan dengan aza.
“tapi pak pekerjaan saya cukup banyak, dan nyonya aza juga setuju” ucap andi takut, tapi aza juga salah satu sekretaris nando jadi tidak masalah berbagi tugas dengan aza.
“sekitar 5 menit pak, pasti sebentar lagi mereka sampai karena dari loby mengatakan perwakilan perusahaan kevin sudah menunggu” ucap andi
“huh... jangan pernah berikan aza pekerjaan yang bertemu denga orang lain terutama laki-laki, berikan pekerjaan yang riang saja” ucap nando
“baik pak” jawab andi, “lanjutkan pekerjaanmu” ucap nando berjalan menuju meja kerjanya, “saya permisi pak” ucap andi kembali mengerjakan tugasnya.
nando duduk di kursi kebesarnanya dengan gusar, pasti aza dan kevin sekarang sedang bersama dan mereka sangat akrab, dan aza belum memiliki persaan terhadapnya, “tidak, mereka tidak boleh bersama meski hanya pekerjaan” ucap nando pada dirinya.
Tok tok tok
“masuk” ucap nando, aza beserta kevin memasuki ruang nando, “permisi pak, tuan kevin perwakilan dari perusahaan wijaya sudah datang” ucap aza.
Nando bangkit kursinya untuk menyambut kevin, “selamat datang tuan kevin” ucap nando menjabat tangan kevin.
“terimakasih tuan nando senang bisa berjumpa kembali dengan anda” ucap kevin
__ADS_1
“senang juga berjumpa dengan anda tuan kevin, silahkan duduk tuan kevin” ucap nando
“terima kasih tuan nando, tapi bisa memanggil saya dengan nama saja saya tidak enak padahal kita seumuran” ucap kevin duduk si salah satu sofa di sana
“tentu kevin , anda juga memanggil saya nama saja tanpa embel-embel tuan” ucap nando yang duduk di depan kevin.
“baiklah kita sama-sama mengmanggil nama masing-masing” ucap kevin.
“bunny buatkan minum untuk kevin” perintah nando, dia sengaja memenggil bunny agar kevin tahu aza sudah menjadi miliknya dan tidak ada yang boleh mengambilnya.
“baik pak, tuan kevin ingin minum apa biar saya buatkan” tanya aza pada kevin
“kopi saja aza, tapi kamu yang buatkan kamu tahukan kopi favorit saya yang sering kamu buatkan untuk saya” ucap kevin dengan sengaja dia ingin menunjukkan bahwa dia dan aza sangat dekat meski sekarang status aza sudah berubah tapi kevin tahu aza masih belum ada rasa dengan nando.
“tentu saja saya tahu tuan” ucap aza, tentu dia tahu dulu waktu aza masih kuliah dia sering ke rumah wijaya dan sering membuatkan kevin kopi.
“buatkan saya kopi juga bunny yang setiap pagi kamu buatkan, soal tadi pagi kamu tidak membuatkan untukku karena kamu terlalu lelah” ucap nando tidak mau kalah dengan kevin
“baik pak saya akan buatkan, saya permisi dulu” ucap aza pergi meninggalkan mereka berdua untuk membuat kopi.
Aza keluar dari ruang nando dan bertemu dengan andi, “nyonya kenapa keluar?” tanya andi yang rencana untuk menyerahkan berkas ke nando.
“aku mau membuatkan minuman untuk mereka jadi aku keluar” ucap aza, “ohh...” ucap andi mengerti.
“apa itu berkas perjanjian yang akan di bahas?” tanya aza, “iya nyonya, ini berkas yang akan di bahas saya mau memberikan pada tuan nando” ucap andi
“kamu masuk saja, mereka sedenga berbincang” ucap aza, “baik nyonya” ucap andi berjalan masuk ke ruang kerja nando.
Sedangkan aza pergi ke pantry untuk membuat kopi untuk kevin dan nando, tapi yang aza tidak ketahui bahwa sedang ada perang dingin yang terjadi di ruang nando.
Mohon dukung author dengan rate, like, comen dan vote
__ADS_1
Terimakasih