Baby CEO

Baby CEO
Episode 88


__ADS_3

 


 


Setelah drama kejar-kejaran yang di perankan oleh nando dan mama rinta, mereka semua kembali ke kamar masing-masing untuk beristirahat. nando kembali ke kamarnya untuk membersihan diri, sedangkan aza menidurkan baby elo yang kamarnya tepat disebelah kamar nando. “selamat malam sayang, mimpi indah kesayangan mama” ucap aza mencium kening baby elo dengan sayang.


Baby elo sudah tidur aza kembali ke kamar untuk menemui nando, “sudah selesai bunny?” tanya nando begitu aza memasuki kamar mereka.


“iya, baby sudah tidur kamu sudah mandi?” tanya aza


“sudah, sekarang giliranku sini berbaring di sampingku” ucap nando mengisyaratkan aza untuk berbaring di sampingnya. Aza hanya tersenyum dia tahu maksud nando, “sepertinya aku masih punya bayi lagi yang harus aku urus” ucap aza membuat nando tersenyum.


“bukan bayi sayang, tapi suami yang dari tadi di tinggal terus” ucap nando cemberut.


“aduh kasihan sini-sini suami aza yang kesepian” ucap aza merentangkan tangan, nando menyambut retangan tangan aza dan masuk ke dalam pelukan sang istri.


“dari tadi aku menunggumu, mama dan baby elo selalu membuatmu sibuk” ucap nando merajuk


“maaf, tapi aku juga tidak bisa meninggalkan baby sendiri, bukanya dari siang kita selalu bersama jadi kamu jangan cemburu lagi”ucap aza menenangkan nando.


“aku tahu” ucap nando masih memeluk aza dengan erat.


“ini sudah malam ayokita tidur besok kamu juga akan ke kantor teddy” ucap aza mengajak nando tidur.


“ayo, tapi peluk” ucap nando manja, “iya-iya, sini bayi besar” ucap aza memeluk nando yang di sambut baik oleh nando, malam ini mereka semua tertidur dengan nyeyak tanpa ada yang mengganggu.


***


Pagi menjelang seperti biasa aza bangun lebih awal dia melihat nando yang masih tidur dengan pulang di samping tanpa rasa malu aza memberi kecupan kecil di kening nando, “selamat pagi teddy” ucap aza


Entah memang nando kelelahan dia hanya menggeliat enggan untuk bangun, aza membiarkannya karena ini juga masih sangat pagi jadi masih ada waktu untuk nando tidur.


Aza beranjak dari ranjang menuju kamar baby elo, dilihat baby elo sudah bangun dan bermain sendiri di boks bayinya. Saat mata polos baby elo melihat aza di mulai merengek untuk menarik perhatian aza untuk meminta di gendong


“anak mama sudah bangun, sini mama gendong jangan nangis ya” ucap aza menghentikan rengekan baby elo yang sekarang di gantikan tawa baby elo, karena masih pagi aza tidak langsung memandikan baby elo dia membawa baby elo ke kamarnya.


Sampai di kamar aza membaringkan baby elo di samping nando, dengan tubuh gembulnya baby elo berbalik merangkak ke arah nando.

__ADS_1


Baby elo mulai merangkak naik ke tubuh nando, dengan tangan mungilnya baby elo mencoba membangunkan sang papa dengan cara menarik rambut nando bahkan tidak segan-segan baby elo memasukkan jari kecilnya ke lubang hidung nando, tentu saja semua tindakan tersebut tidak luput dari penglihatan aza, dia tidak menghentikan tindakan baby elo malah aza tertawa akan ke usilan sang anak.


Nando yang merasakan tarikan di rambut dan rasa geli di hidungnya mulai membuka matanya, pertama kali yang dia lihat aza yang sedang tertawa dia menurunkan pandangannya mencari pelaku yang menarik rambutnya.


Dilihat baby elo dengan tawa yang menghiasi wajahnya terus mencoba membangunkannya, nando hanya bisa tersenyum inilah yang namanya kebahagiaan dimana saat nando bangun pagi ada anak dan istrinya yang menyambut.


“selamat pagi teddy” ucap aza yang melihat nando membuka matanya, “pagi sayang, sini anak nakal kamu


membuat papa terbangun” ucap nando meraih baby elo, nando menciumi wajah baby elo yang membuat baby elo geli.


“sudah berhenti teddy, kamu membuat baby kegelian” ucap aza menyuruh nando berhenti, “tidak ini hukuman untuk baby karena membangunkan papa” ucap nando melanjutkan menciumi seluruh wajah baby elo.


“baiklah kalau begitu, aku ingin ke bawah dulu untuk menyiapkan sarapan kamu jaga baby, jangan


menjahilinya” ucap aza


“beri aku ciuman selamat pagi dulu, aku tidak akan menjahili baby elo” ucap nando dengan senyum konyolnya, tentu hal tersebut di kabulkan oleh aza dia memberikan ciuman di pipi nando, “selamat pagi teddy” ucap aza, “selamat pagi juga bunny” ucap nando.


“ingat kamu jaga baby jangan menjahilinya” ucap aza yang di angguki nando, “baby sama papa dulu ya, jangan nakal” ucap aza pada baby elo yang di tanggapi dengan tawa.


Aza pergi meninggakan mereka berdua, dia berdoa nando dan baby elo tidak bertengkar seperti biasa.


“selamat pagi juga” ucap aza dengan senyum terpatri di wajahnya, “ada yang bisa di bantu nyonya muda?” ucap salah satu  pelayang senior di sana. “tidak, aku hanya ingin membuat sarapan tapi kitanya sudah jadi semua” ucap aza melihat makanan untuk sarapan yang sudah siap untuk di sajikan.


“iya nyonya muda, ini sudah menjadi tugas kami sebaiknya nyonya bersiap untuk makan pagi bersama” ucap salah satu pelayan.


“baiklah, aku akan siap-siap” ucap aza kembali ke kamar. Setelah melihat aza kembali ke kamar para pelayan kembali melanjutkan tugas mereka.


Karena aza tidak bisa membuat sarapan seperti biasa jadi aza kembali ke kamarnya, saat di depan kamarnya dia heran kenapa kamar terlihat sepi padahal kalau baby elo dan nando bersama pasti akan rame karena pertengkaran mereka.


Senyum terukir saat masuk ke kamar, karena dia melihat anak bersarta suaminya sedang tertidur pulas dimana baby elo berada di atas ayahnya, dan lebih lucu lagi baby elo hanya menggunakan popok yang memperlihatkan tumbuh gembulnya.


Sama seperti baby elo nando hanya menggunakan celana tanpa atasan yang sudah menjadi kebiasaan nando waktu tidur.


Aza mengambil ponselnya untuk memotret kejadian unik ini jarang-jarang mereka akur, setelah mendapat foto yang bagus aza menyimpannya akan di gunakan nanti sebagai wallpaper ponselnya.


Aza memberikan sebuah kecupan di kening nando dan baby elo sebagai tanda sayang, aza melangkahkan kaki menuju kamar mandi dia mengambil kesempatan untuk membersihkan diri sebelum nando dan baby elo bangun.

__ADS_1


Matahari mulai naik saatnya kembali ke aktivitas masing-masing, aza telah selesai membersihkan diri tapi nando dan baby elo masih tertidur pulas karena hari mulai siang dan nando juga harus ke kantor jadi dengan terpaksa harus membangunkan mereka.


“teddy, ayo bangun ini sudah siang nanti telat ke kantor” ucap aza membangunkan nando dengan lembut.


Mata nando sedikit terbuka setelah mendengar suara istrinya, nando melihat aza yang sudah rapi dan segar, tanpa malu nando menarik aza ke pelukannya, “sebentar bunny, 5 menit lagi” ucap nando dengan mata terpejam.


“tidak bisa teddy, ini sudah siang nanti telat ke kantor, tidak baik bagi contoh karyawan melihat pemimpin mereka telat terlambat ke kantor” ucap aza melepaskan pelukan nando.


Dengan malas nando menuruti kemauan istrinya, “hati-hati baby masih di atasmu” ucap aza mengingatkan nando bahwa baby elo masih di atas tubuhnya.


perlahan nando memindahkan baby elo ke kasur agar baby elo tidak terbangun, tapi saat tubuh gembul baby elo menyentuh seprai kedua mata baby elo perlahan terbuka.


“eh anak mama sudah bangun” ucap aza melihat baby elo membuka matanya, saat baby elo menangkap sosok aza baby elo mengangkat tanganya pertanda meminta gendong pada aza.


Aza paham maksud baby elo yang ingin minta gendong tapi sebelum aza mencapai baby elo, nando terlebih dahulu mengambil baby elo, “tidak baby, sekarang kamu mandi sama papa jangan minta mandi sama mama terus, pasti dia capek papa aja tidak pernah di mandiin mama” ucap nando vulgar.


“teddy, jangan berbicara vulgar di depan baby elo dia masih kecil” ucap aza setelah mendengar perkataan nando.


“bukan vulgar bunny tapi kenyataan, emang benarkan kamu belum pernah memandikan aku adanya baby elo


terus, aku juga pengen kamu mandiin” ucap nando tanpa rasa bersalah.


Bugh..... dengan kesal aza memukul bahu nando, “sakit bunny, jangan KDRT di depan baby” ucap nando berpura-pura sakit.


“salah kamu sendiri sudah di bilang jangan berbicara vulgar di depan baby elo tapi karena mulutmu gak bisa di rem ya aku pukul” ucap aza kesal.


“emang mulut ada remnya ya? Kok aku baru tahu, emang rem mulut beli dimana za” ucap nando mengerjai istrinya.


“nando” teriak aza kesal, “hahahahahahaha, lihat baby wajah mama lucu” ucap nando tertawa, dia senang menggoda istrinya menurutnya aza bertambah lucu saat marah karena ke usilannya.


Berbeda dengan nando yang tertawa keras melihat aza, baby elo seakan tidak terimana mamanya di usilin dengan tangan kecilnya dia memukul wajah nando, Bugh...


“baby kenapa kamu memukul papa” ucap nando setelah mendapat pukulan di wajahnya, baby elo seakan memarahi sang papa dengan bahasa bayinya dia berceloteh panjang kali lebah kali tinggi pada nando.


“hahahahahaha, kamu memang anak kesayangan mama, sini sayang sama mama” ucap aza mengambil baby elo dari gendongan nando.


“sekarang kamu bersihkan diri dan turun ke bawah untuk sarapan aku akan memandikan baby” ucap aza meninggalkan nando

__ADS_1


“bunny jatah pagiku mana?” teriak nando melihat aza keluar dari kamar tersebut, “tidak ada jatah pagi, itu hukuman untuk kamu karena mengusiliku” balas aza.


“yah tidak dapat jatah deh” ucap nando lesu.


__ADS_2