Baby CEO

Baby CEO
Genjatan Senjata


__ADS_3

 


 


Ruang kerja CEO Varmond Compony di liputi ketegangan karena sebuah perdebatan, bukan perdebatan untuk


masalah kerjasama atau tender antar perusahaan tapi perdebadan antara aza dan nando, aza marah karena kesalahan dan kesombongan nando, dan nando  marah karena sikap berani dari  aza.


“kamu berani dengan saya” kata nando dengan nada marah, sekarang posisi nando dengan aza saling berhadapan dimana nando berdiri di hadapan aza yang menjulang tinggi dan aza harus mendongak karena perbedaan tinggi badan mereka, tinggi aza hanya sebatas dada nando terpaksa aza harus mendongak untuk menatap mata nando “selain manusia kutub tapi di juga tiang listrik tinggi sekali padahal aku sudah pakai sepatu cukup tinggi” kata aza dalam hati. “ya saya berani dengan bapak saya tidak takut” kata aza tegas sambil menatap nando, karena jarak mereka sangat dekat di tambah nando sangat tinggi jadi nando dapat melihat wajah  aza dengan jelas, “sial ternyata dia sangat cantik, tapi sayang dia sangat galak” kata nando dalam hati. Sebelum nando membalas ucapan aza suara tangisan baby elo yang terbangun dari tidurnya, aza langsung berlari ke kamar nando dan langsung menggendong baby elo dan menimangnya agar baby elo tenang tidak menangis lagi, “cup cup tenang sayang mama di sini, mama tidak akan meninggalkan baby elo sendiri” bisik aza pada baby elo yang dapat di dengar nando, nando yang melihat kedekatan bbay elo dengan aza tidak bisa berkata-kata lagi kali ini nando mengalah lagi, mungkin benar yang dikatakan aza baby elo tidak butuh asisten maupun bodyguard tapi membutuhkan sosok orang tua yang baik, termasuk sosok ibu yang dapat melinduninya. “aku tunggu di luar” kata nando keluar dari kamar, nando duduk di sofa memikirkan usulan aza yang ingin merawat baby elo, mungkin bisa di pertimbangkan.


Aza keluar dari kamar membawa baby elo dalam gendonngannya, aza kembali duduk di sofa dan baby elo berada di pangkuan aza. “saya akan mengijinkan kamu merawat baby elo, dari waktu makan siang dan saat saya pergi saya pergi untuk rapat” kata nando pada aza, mengijinkan aza merawat baby elo. “benar pak, bapak mengijinkan saya merawat baby elo?” tanya aza pada nando karena masih tidak percaya yang aza dengar bahwa nando memberi ijin untuk merawat baby elo, “iya, untuk pekerjaan kamu saya akan bicara dengan pak heru, waktu kerjamu hanya pagi sampai siang saja selebihnya kamu harus rawat baby elo” kata nando dengan malas, “terima kasih pak, saya janji untuk merawat baby elo dengan baik” kata aza pada nando, “baby, sekarang mama akan selalu dengan baby” kata aza pada baby elo, nando yang mendengar aza menyebut mama kaget bukan main, kapan aza jadi mama baby elo, “kenapa kamu menyebut dirimu mama?” tanya nando pada aza, “maaf sebelumnya pak tapi ini juga permintaan baby elo, baby menyebut saya mama, saya sudah memcoba untuk mengganti panggilan kakak tapi baby tetap tidak mau malah menangis” jelas aza pada nando, aza tidak mau terjadi salah paham bisa-bisa nando menuduh aza memaksa baby elo berbicara mama.

__ADS_1


Nando yang mendenger penjelasan aza mulai bingung, memang dalam pertumbuhan baby elo mulai berceloteh dengan bahasa yang kurang jelas tapi lama-lama akan tersusun kata-kata sederhana yang akan menjadi kata pertama baby elo, nando tidak habis fikir kata pertama yang baby elo kuasai adalah mama, memang kata sederhana tapi itu sangat bermakna, tapi nando juga menyesal tidak bisa mendengar kata pertama baby elo padahal dia sudah menanti kata pertama dari baby elo dan rencanya nando akan merekamnya menjadi sebuah kenangan.


“pasti kamu bohong, seharusnya papa bukan mama, kamu juga bukan mama baby elo” kata nando tidak percaya dengan  perkataan aza.


“benar pak sumpah, baby elo memanggil saya mama, kalau tidak percaya bisa tanya baby elo langsung” kata aza pada nando bersumpah bahwa baby elo memanggilnya mama.


“memang saya orang bodoh baby elo belum bisa bicara, mana mungkin baby menjawab pertanyaan saya” kata nando masih tidak percaya dengan aza.


Karena desakan aza nando mencoba berbicara dengan baby elo, nando duduk di sebelah aza dan mulai berbicara dengan baby elo, “baby elo, coba panggil papa” kata nando pada baby elo, “bubu bubu” jawab baby elo masih menggunakan bahasa planetnya, “ayo pak coba terus, minta baby  elo meniru bapak” aza memberi dororngan untuk nando agar tidak menyerah, “baby sayang, coba panggil papa pa- pa” kata nando dengan sabar mengeja kata papa, aza kaget ternyata nando bisa bersikap lembut juga. “bun bun mama” kata baby elo malah menyebut mama, aza yang mendengar baby elo menyebut mama hanya bisa meringis melihat nando, “kenapa malah mama, seharusnya papa bukan mama” kata nando sebal, “mana saya tahu pak, yang penting saya tidak bohong sama bapak kalau baby elo menyebut saya mama” kata aza pada nando, “terserah kamu, sekarang kamu jaga baby elo, saya mau lanjut kerja” perintah nando pada aza yang di turuti oleh aza dengan bermain dengan baby elo di atas karpet karena baby elo mulai berlajar berdiri.


Aza dan baby elo sekarang menikmati waktu bersama, baby elo yang bermain dengan mainan yang ada bersama aza, seperti sekarang ini baby elo duduk di pangkuan aza dengan mainan di tangan kecilnya dan mulut kecil yang berceloteh bahasa planet, “bubu bubu mama mamama” kata baby elo, “tidak sayang, coba panggil papa, pa-pa” kata aza mencoba mengajari baby elo dengan kata papa, aza hanya ingin baby elo memiliki kosa kata lebih banyak dan biar baby elo mengerti selain punya mama, baby elo juga punya papa, “mama mama” kata baby elo masih menggunamkan kata mama.

__ADS_1


Dari tadi nando sudah mendengar semua percapakapan baby elo dan aza, entah mengapa hatinya menghangat melihat aza dan baby elo bermain bersama. Meskipun aza wanita yang sangat menyebalkan tapi aza menyayangi baby elo, itu usah cukup untuk nando. “nah baby ayo lagi sebut pa-pa” suara aza tanpa menyerah mengajari baby elo untuk menyebut papa, tapi masih saja baby elo menyebut mama, nando tentu sedih karena bayinya belum bisa menyebut papa tapi sudah bisa menyebut mama dan yang di sebut aza bukan mama kandung baby elo.


“papa” kata baby elo mengagetkan nando, “pintar anak mama, ayo sayang sebut papa lagi” kata aza pada baby elo dengan memberikan ciuman sayang pada pipi tembem baby elo, “papa” ucap baby elo lagi, “pak nando baby elo sudah bisa menyebut papa”. Nando yang dari tadi berada di meja kerja langsung berjalan menuju baby elo, “tadi baby bilang apa?” tanya nando memastikan nando tidak salah dengar, “papa” baby elo sekali lagi menyebut kata papa, nando yang mendengar itu langsung tersenyum akhirnya anaknya bisa memanggil papa.


 


***hello reader***


mulai hari ini author up 2 episode, dan juga up setiap hari, jadi mohon dukung author dengan meninggalkan jejak berupa vote, komen dan like


Terimakasih

__ADS_1


__ADS_2