Baby CEO

Baby CEO
Episode 53


__ADS_3

 


 


Waktu cepat berlalu sudah 7 hari aza dan nando memulai awal hubungan mereka, aza yang sebelumnya masih risih dengan nama panggilan masing-masing sekarang mulai terbiasa, terutama dengan tingkah nando yang semakin menjadi-jadi.


Seperti 2 hari yang dimana aza sedang berdiskusi dengan beberapa karyawan laki-laki dan nando melihat dengan mata kepala sendiri langsung saja nando menyuruh aza untuk pulang kerumah padahal belum jam makan siang.


Terlebih lagi nando juga pernah memberikan pekerjaan yang banyak kepada andi karena berbincang dengan aza cukup lama padahal mereka membahas tentang pekerjaan.


Dan masih banyak kegilaan nando lainya yang membuat aza menggelangkan kepalanya dan membuat andi harus bersabar dengan sifat bosnya.


“bunny sudah selesai apa belum, kita hampir terlambat” teriak nando pada aza yang masih berdandan di bantu oleh beberapa maid.


Nando yang sudah siap dengan setelan tuxedo hitam yang melekat pas di tubuh nando, dan juga baby elo memakai tuxedo mini yang membuat kadar keimutan baby elo tertambah.


mereka berdua sedang duduk di ruang tamu menunggu aza selesai berdandan untuk pergi ke pesta yang diadakan tuan wijaya ayah dari girlin


“aku sudah siap, ayo kita pergi” ucap aza menuruni tangga menuju nando dan baby elo.


Nando yang sudah bosan menunggu aza langsung berbalik melihat aza, bertapa terkejut nando karena malam ini aza sangat cantik dengan gaun hitam bertabur berlian yang membuatnya seperti seorang ratu.


Nando hanya bisa diam mematung, memang aza sangat cantik tapi nando juga marah dengan gaun yang dipakai aza karena tidak hanya membuatnya cantik tapi juga memperlihatkan pundak dan leher jenjang aza ditambah belahan gaun yang memperlihatkan kaki mulus aza.


“kenapa kamu memakai gaun seperti itu?” tanya nando, “ini pemberian dari girlin, dia membelikan khusus untuk di pakai pada pesta anniversary orang tuanya” jawab aza.


“ganti yang lain, aku tidak akan pernah mengijinkan kamu memakai pakain itu” kata nando dengan marah.


Nando tidak mau aza memperlihatkan pundak dan kaki jenjangnya pada orang lain, hanya nando saja yang boleh melihatnya.


“tidak bisa teddy, kita sudah telat dan kalau aku mengganti gaun yang lain akan membutuhkan waktu lama lagi” ucap aza


“tapi aku tidak suka gaun itu, membuatku marah” ucap nando yang tidak suka orang lain melirik aza.


“besok saja kalau mau protes sekarang kita berangkat, kita sudah telat” kata aza sambil mengambil baby elo ke gendonga aza.

__ADS_1


“baik, tapi kamu harus ada di sampingku terus tidak boleh kemana-mana” ucap nando.


“iya aku akan di sampingmu, sekarang kita berangkat ya” bujuk aza agar mereka cepat berangkat.


Dengan terpaksa nando mengikuti aza untuk pergi ke pesta tersebut, tapi nando bersumpah dia tidak akan meninggalkan aza sendiri dan tidak akan memberikan kesempatan pada laki-laki lain untuk mendekati aza.


***


Tempat pesta....


“jangan jauh-juah dariku dan baby elo tetap di sampingku” kata nando merangkul pinggang aza untuk masuk ke tempat pesta.


Dari mereka bertiga masuk banyak pasang mata yang melihat mereka terutama aza yang terlihat cantik dan sexy, dari awal nando juga menahan marah karena banyak pria yang melihat ke arah aza padahal aza sedang membawa baby elo dan nando juga di sampingnya, ingin rasanya nando mencongkel mati itu.


“kenapa teddy? Dari tadi terlihat emosi” tanya aza yang melihat wajah dingin nando dan merasakan cengkraman di pingganya semakin mengetat.


“kamu melihat itu banyak laki-laki yang memandangiku rasanya aku ingin mencongkel mata itu” ucap nando.


Aza hanya tersenyum kecut melihat nando dengan tingkah gilanya lagi, “tenang aku sudah menjadi istrimu jadi teddy tidak perlu khawatir” ucap aza menenangkan nando, dia tidak mau nando mengamuk di sini.


“sudah lah, sekarang kita temui ayah dan ibu untuk  memberikan ucapan selamat untuk mereka” kata aza mengajak nando untuk mencari tuan wijaya dan istrinya.


Nando mengikuti aza dia juga tidak akan berlama-lama pada pesta ini, nando ingin segera pulang ke rumah dan memberikan pelajaran pada istrinya.


“itu mereka, ayo aku kenalkan pada mereka semua” kata aza menarik nando.


“ayah, ibu” ucap aza memanggil tuan wijaya dan istrinya, “ya tuhan aza” kata nyonya wijaya yang melihat aza,


“kamu apa kabar sayang, sudah lama kita tidak bertemu” kata nyonya wijaya memberikan pelukan hangat untuk aza


“baik bu, lama tidak bertemu, bagaimana kabar ibu sendiri?” ucap aza membalas pelukan nyonya wijaya, “kabar ibu baik, oh ini siapa?” tanya nyonya wijaya yang nelihat baby elo di gendongan aza.


“ini anak saya bu” jawab aza, “anak? Kamu sudah menikah?” tanya nyonya wijaya yang belum tahu kalau aza sudah menikah,


“aza sudah menikah dan ini suami aza nando” ucap aza memperkenalkan nando pada nyonya wijaya, “nando, suami aza” kata nando meperkenalkan diri.

__ADS_1


“ekhem, sudah selesai berpelukanya” kata tuan wijaya yang dari tadi di samping mereka, “maaf ayah, aku sudah kangen dengan aza” kata nyonya wijaya.


“aku tahu itu, selamat datang aza, kamu cantik malam ini” kata tuan wijaya menyambut aza, “selamat datang tuan nando, terimakasih telah datang ke acara kecil ini, kami sangat tersanjung dengan kedatang anda”ucap tuan wijaya yang menyambut nando.


“terimakasih tuan wijaya, dan selamat atas aniversey pernikahan kalian semoga kalian di beri kebahagian selalu” ucap nando menjabat tangan tuan wijaya.


“hahahaha, terima kasih tuan nando” kata tuan wijaya,


“aza” panggil kevin berjalan menuju mereka, nando yang melihat kevin mendekat langsung saja menarik


pinggang aza untuk mendekat padanya.


“kevin, lihat siapa yang datang” kata nyonya wijaya yang melihat putranya, “ini aza, kalian sudah lama tidak bertemukan padahal dulu kalian sangat dekat” ucap nyonya wijaya.


“hello za kita bertemu lagi, malam ini kamu sangat cantik” kata kevin memandang aza, “terimakasih kak kevin, kakak juga tampan malam ini” ucap aza.


“hahahaha kamu masih seperti dulu za” tawa kevin melihat sifat aza yang masih seperti dulu, “tentu saja kak, aku tidak akan pernah berubah aza tetap aza” kata aza.


Nando yang dari tadi melihat interaksi aza dan kevin mulai menunjukkan raut wajah kesal, “kalian sudah bertemu sebelumnya?” tanya nyonya wijaya, “iya bu, kami bertemu satu minggu yang lalu, aza bekerja sebagai sekretaris nando” jelas kevin


“benarkah, tapi bukannya nando suamimu za dan nando juga bisa mencukupi kebutuhanmu , kenapa kamu masih bekerja” tanya nyonya wijaya.


“itu...bu.. begini” kata aza bingun menjalaskan pada nyonya wijaya, “aza ingin tetap bekerja karena dia masih muda  dan banyak pengalaman yang dia inginkan, meski saya sanggup mencukupi kebutuhannya tapi saya tidak ingin pendidika aza sia-sia jadi saya masih memperbolehkan aza bekerja agar aza memiliki pengalaman banyak” ucap nando membantu aza menjawab pertanyaan nyonya wijaya


“ohh begitu, memang aza sangat pintar dan tekun, jadi kalau berhenti sekarang sia-sia semua pendidikanya” ucap nyonya wijaya.


Aza tersenyum senang karena nando membantunya, ‘baiklah, ayo za kamu ikut ibu untuk berkenalan dengan teman- teman ibu ” kata nyonya wijaya menarik aza lepas dari nando.


 


 


 


Mohon dukung author dengan like, rate, comen dan vote

__ADS_1


Terimakasih


__ADS_2