
“memang apa yang kamu bicarakan dengan kevin” ucap nando masih memeluk aza bahkan nando sesekali mencium leher aza.
“tidak banyak, hanya meminta saran saja” ucap aza
“benarkah kalau boleh tahu saran apa itu” ucap nando
“teddy tahukan aku tidak memiliki orang tua lagi, biasanya seorang anak gadis yang akan menikah maka dia akan membawa calon suaminya ke orang tuanya agar mereka bisa menilai calon suami sang anak, tapi aku tidak bisa karena mereka sudah meninggal maka dari itu aku ingin mendengar saran dari kak kevin yang aku anggap seperti kakak sendiri” ucap aza
Nando diam dengan penjelasan aza, dia tahu aza sudah tidak memiliki orang tau dan kebiasaan umum kalau anak gadis akan memperkenalkan calon suaminya ke orang tua untuk meminta restu dan agar orang tua tahu siapa calon suami anaknya dan bagaimana sifat orang yang akan mempersunting anaknya.
Aza tidak bisa melakukan itu semua karena memang kedua orang tua aza sudah meninggal dan dia tidak memiliki saudara lagi jadi hanya keluaga wijaya yang selama ini membantu aza.
“jadi bagaimana tanggapan kevin” ucap nando sambil memeluk aza erat dan menyembunyikan kepalanya di leher aza, nando takut kevin menyarankan untuk berpisah denganya dan aza mengikuti saran tersebut
“tidak banyak, hanya dia menyuruhku untuk mengikuti kata hatiku saja dan selebihnya tidak terlalu penting” ucap aza
“benarkah? Kevin menyarankan itu” ucap nando tidak percaya, dia tahu kevin juga menyukai aza tapi dia tidak akan berfikir kevin akan memberi saran seperti itu.
“iya, bahkan dia menyarankan untuk mencoba memahamimu dan mengikuti takdir yang aza” ucap aza
“lalu apa kata hatimu bunny” ucap nando, dia ingin mengetahui apa yang di rasakan aza padanya.
“sebelum aku menjawab aku akan bertanya terlebih dahulu, apakah kamu mulai menyuakaiku?” ucap aza melihat nando dengan serius
“tentu aku menyukaimu, bahkan mungkin aku sudah mencintaimu bunny, entah kapan rasa ini muncul tapi setiap kamu berdekatan dengan laki-laki lain rasanya aku akan marah dan ingin sekali mengurungmu kamar dan tidak boleh ada laki-laki lain yang merebutmu dariku” ucap nando serius
aza diam tanpa bergerak sedikitpun, apa yang aza prediksi tidak sesuai harapan aza fikir nando tidak akan langsung mencintainya secepat ini, tapi semua dugaan aza salah nando sudah mencintainya
“katakan bunny apa yang harus aku lakukan agar kamu mencintaiku, aku akan melakukan apapun agar kamu tetap di sisiku” ucap nando memeluk aza erat
__ADS_1
“benarkah dengan apa yang kamu ucapkan teddy? Kamu benar-benar mencintaiku?” ucap aza
“iya bunny aku benar-benar mencintaimu, aku tulus menyayangimu” ucap nando mencium pipi aza
“sejujurnya aku tidak tahu dengan perasaanku sendiri, tapi aku merasa nyaman bersamamu, aku tidak memiliki pengalaman soal pria karena kamu pria pertama yang bisa membuatku nyaman teddy” ucap aza membalas pelukan nando
“benarkah? Apa kamu mulai mencintaiku bunny” ucap nando tidak percaya
“mungkin belum bisa di katakan cinta, tapi aku merasa nyaman bersamamu” ucap aza
Nando tersenyum mendengar aza mengungkapkan perasaannya dia senang akhirnya aza mulai menyukainya dalam hati nando bertekad akan membuat aza jatuh cinta padanya.
“itu sudah cukup bunny, aku janji akan membuatmu mencintaiku” ucap nando pada aza
“aku tunggu janjimu teddy, buat aku mencintaimu” ucap aza sambil menyandarkan tubuhnya pada nando.
Nando dengan senang memberikan tubuhnya untuk sandaran aza, bahkan nando memeluk aza dengan erat, mereka berdua menikmati waktu bersama dalam kehangatan
“waaa” suara baby elo membuyarkan semua momen romantis aza dan nando, baby elo menangis karena dia harus bermain sendiri sedangkan orang tuanya saling berpelukan tidak memperdulikan baby elo.
“cup cup sayang, maaf mama melupakanmu sebentar” ucap aza pada baby elo yang berada dalam gendongan nando.
baby elo masih menangis dia tidak mau bersama nando, baby elo terus memberontak dan mengulurkan tangan
mungilnya ke arah aza, “sini sama mama” ucap aza mengambil baby elo dari gendongan nando
Baby elo langsung diam setelah aza yang menggendonganya, “dasar bayi nakal, sudah mengganggu momen romantis papa sekarang malah memonopoli mama, seharusnya baby itu main sendiri gantuan papa yang di sayang-sayang mama” ucap nando jengkel.
Nando benar-benar iri dengan baby elo, jarang sekali dia bisa bersama aza dan jarang juga aza mau di ajak romantis seperti tadi, tapi langsung hancur karena baby elo menangis.
“huus jangan gitu teddy, seharusnya kita mengawasi baby elo bukan membiarkan bermain sendiri, kalau terjadi apa-apa dengan baby elo bagaimana itukan bahaya” ucap aza
Nando hanya bisa tertunduk lesu, inginnya nando terus bermesraan dengan aza tapi semua itu hilang karena baby.
__ADS_1
“aku tahu za, tapi aku juga ingin di perhatikan bukan baby elo saja” rengek nando yang di balas dengan pukulan dari tangan kecil baby elo di wajah nando,
“papapap wawaaw” ucap baby elo seakan di memarahi nando
“kenapa kamu memukulku baby dan kenapa kamu yang marah, seharusnya yang marah itu papa karena kamu mengganggu papa” ucap aza dengan nada merajuk tidak mungkin di membentak baby elo karena pukulan kecil saja
Tapi baby elo seakan tidak terima dengan perbuatan nando dia terus mengoceh pada nando dan dengan gilanya nando juga membalaskanya, jadilah perdebatan anak dan ayah ini yang membuat aza tertawa.
“sudahlah, teddy seharusnya kamu mengalah dengan baby elo, apa tidak malu kalau kamu ayah baby elo tapi masih tidak mau mengalah dengan anaknya” ucap aza melerai mereka.
“baiklah tapi malam ini kamu harus tidur dengaku dan baby akan tidur dengan bibi tidak ada bantahan” ucap nando pergi meninggalkan aza dan baby elo
Aza hanya bisa menggelengkan kepalanya, nando benar-benar tidak mau mengalah dengan baby elo di tambah sifat nando yang manja bukan semakin berkurang tapi semakin betambah.
Aza tidak membayangkan kalau nando bersikap seperti itu di depan umum pasti reputasi nando sebagai seorang ceo yang terhormat akan jatuh.
“ayo baby kita susul papamu yang seperti anak kecil itu” ucap aza membawa baby elo pergi ke dalam rumah.
Sedangkan baby elo hanya bisa tertawa entah mengapa dia seakan senang kalau ayahnya menderita seperti sekarang ini.
Sesampai di dalam rumah nando berteriak memanggil bibi, “BIBI, BIBI” teriak nando dengan keras,
‘iya tuan” jawab bibi berlari menemui nando
“malam ini bibi temani baby elo tidur dan tidak boleh mengganggu saya dan aza kalau dia menangis bibi aja yang tanganin, pokoknya jangan ganggu saya sama aza” ucap nando
“tapi tuan, tuan muda masih kecil kalau di tinggal begitu pasti akan rewel”balas bibi
“bibikan merawat baby elo dari bayi pasti dia mau dengan bibi” ucap nando enteng dia tidak mau malam ini di ganggu oleh rengekan anaknya.
“tapi tuan..” ucap bibi belum selesai tapi sudah terpotong dengan perkataan nando, “pokoknya malam ini baby elo tidak boleh mengganggu saya dengan aza titik” ucap nando final dia pergi menuju kamarnya meninggalkan bibi yang masih bingung.
__ADS_1
Mohon dukung author dengan rate, like, comen dan vote
Terimakasih