Baby CEO

Baby CEO
Episode 39


__ADS_3

 


 


Malam harinya....


Nando sekarang masih mengerjakan dokumen yang andi kirimkan lewat email tadi, seperti kata aza nando banyak sekali pekerjaan yang harus di lakukan, untung nando mempunyai asisten yang kompeten seperti andi yang bisa menghendel beberapa pekerjaannya. Tok tok tok.... “masuk” kata nando mempersilahkan masuk, ternyata aza yang mengetuk pintu, “nan ini sudah sore hentikan pekerjaanmu sementara, sekarang bersihkan dirimu dan nanti bergabung makan dengan kami” kata aza menyuruh nando untuk berhenti bekerja, nando yang melihat waktu yang sekarang pukul 6 sore, memang nando selalu lupa waktu apabila bekerja, nando menghembuskan nafasnya lelah masih banyak pekerjaan yang dia lakukan mungkin nanti malam dia akan lembur lagi, aza yang melihat nando terlihat kelelahan menjadi kasihan, padahal nando cuman istirahat sebentar tapi pekerjaan sudah menumpuk.


“kamu mau apa?” kata nando yang melihat aza mendekat dan mulai memijat kepalanya dengan lembut,

__ADS_1


“diam saja, kamu tutup matamu dan coba tenangkan pikiranmu dari semua hal termasuk hilangkan sementara tentang pekerjaan” perintah aza pada nando, aza memijat kepala nando lembut aza ingin nando merasa rileks, dengan enggan nando menuruti perintah aza di tambah dengan pijatan lembut di kepalanya membuatnya rileks dan mulai memejamkan matanya, “terimakasih za, ini sangat membantuku” kata nando dengan mata tertutup, nando benar-benar menikmati pijatan aza dia merasa lebih rileks dan tenang.


“sama-sama, kamu juga jangan terlalu memaksakan diri kalau sudah lelah istirahlah” kata aza pada nando, “iya, baby elo bagaimana?” tanya nando yang tidak melihat baby elo yang biasanya baby akan selalu menempel pada aza, “baby masih tidur, aku menyuruh salah satu maid untuk menjaganya” jelas aza, “ow...” kata nando singkat dia benar-benar nyaman dengan ini semua, “jangan tidur, habis ini bersihkan dirimu dan kita akan makan malam, lagi pula baby elo pasti sudah bangun sekarang” kata aza melarang nando untuk tidur,  nando yang tadi matanya terpejam kembali terbuka karena aza berhenti meminjatnya, dengan enggan nando mulai beranjak dari kursi pergi untuk membersihkan diri.


Aza tersenyum kecil melihat nando yang cemberut, aza pergi ke kamar baby elo sesampai di sana baby elo sudah dalam gendongan sang maid dan tampaknya baby elo akan menangis, “nyonya tuan muda baru bangun dan mencari anda dia hampir menangis tadi” kata maid tersebut setelah melihat aza masuk, “iya aku tahu, kemarikan baby elo” kata aza minta baby elo, maid tersebut memberikan baby elo pada aza, “sayangnya mama kenapa cengeng ha... baby elo laki-laki jadi tidak boleh cengeng” nasehat aza pada baby elo yang sekarang berada di pelukan aza, “kamu siapkan keperluan mandi baby, sekarang waktu mandi” kata aza pada sang maid, “iya nyonya” jawab maid mempersiapkan keperluan mandi baby elo. “sudah sore sekarang baby mandi” kata aza pada baby elo yang mulai tersenyum kembali. Aza dengan telaten memandikan baby elo meski kadang baby elo memercikan air karena senang dan membuat baju aza basah, tapi aza tetap dengan sabar memandikan baby elo dengan lembut.


Nando sudah bersih dan terlihat segar setelah membersihkan dirinya sekarang dia akan menemui baby elo, sesampai di kamar nando tidak melihat baby elo dan aza yang terlihat maid yang menjaga baby elo tadi, “tuan nyonya sedang memandikan tuan muda di kamar mandi” kata maid setelah melihat nando masuk ke kamar. “kamu boleh pergi” perintah nando, “baik tuan, saya permisi” kata maid tersebut berlalu meninggalkan nando di kamar.


“hahahahaha baby sekarang sangat aktif bahkan aku juga kewalahan, kamu pegang baby biar aku yang memakaikan baju untuk baby” kata aza, nando langsung memegang baby elo dan aza memakaikan baju baby elo, meskipun baby elo protes karena dia tidak bisa bergerak dengan bebas, “sebentar sayang tinggal atasannya” kata aza yang memakaikan baju atasan untuk baby.

__ADS_1


Butuh waktu lama bagi mereka untuk memakaikan dan mendandani baby elo karena baby tidak mau diam dan ingin merangkak, “aku tidak tahu baby akan seaktif ini dan tenaganya juga mulai kuat” kata nando yang duduk di karpet bulu dia kelelahan  menahan baby elo yang sekarang sedang merangkak di antara kaki nando, “memang baby mulai aktif, pertumbuhan baby juga di bilang sangat cepat, kau tahu gigi baby elo sudah tumbuh banyak” kata aza “benarkah yang aku ingat gigi baby elo baru tumbuh dua pada bagian bawah” kata nando mengingat bahwa gigi baby elo baru tumbuh dan itu ada dua di bagian bawah. “itu dulu sekarang baby juga memiliki gigi atas juga” kata aza, “benarkah, baby tumbuh dengan cepat rasanya baru kemarin aku menggendongnya sekarang di mulai merangkak kemana-mana” kata nando bernostalgia waktu baby baru lahir kedunia.


“waktu memang berlalu sangat cepat, mungkin kamu akan merasakan bahwa baru kemarin melihat baby elo masih bayi merah yang rapuh, tapi sekarang dia sudah bisa bergerak sendiri bahkan sekarang dia mau pergi, lihat baby elo” kata aza melihat baby elo menuju pintu kamar, dengan sigap nando menangkap baby elo “mau kemana sayang, mau tinggalin papa sama mama, dasar anak papa yang satu ini mulai bandel ya” kata nando mengangkat baby elo dan menguselkan kepalanya pada bagian perut baby elo yang membuat baby kegelian dan tawa pecah dari baby elo.


Aza tersenyum melihat kedekatan ayah dan anak ini, baby elo terus tertawa karena sang ayah terus menggelitikinya, “sudah cukup, sekarang kita turun dan makan” kata aza pada keduanya terutama nando, “ayo makan” kata nando menggendong baby elo untuk turun. Aza mengikuti mereka berdua dari belakang. Malam ini keluarga kecil ini menikmati kebersamaan mereka dengan suasan yang hangat.


 


 

__ADS_1


Mohon dukung author dengan cara like, comen dan vote


Terimakasih


__ADS_2