Baby CEO

Baby CEO
Episode 87


__ADS_3

 


 


“malam ini aza dan baby elo menginap di sini, dan kamu harus mengijinkan mereka titik” ucap mama rinta mengutarakan maksudnya lebih tepat memaksa nando.


“lho, kenapa harus menginap rencana nando langsung pulang setelah menjemput baby elo, tidak nando tidak ingin nginap nando akan pulang” ucap nando menolak gagasan mama rinta, dia tidak mau menginap dia tahu nantinya aza akan di monopilo sang mama jadi nando tidak bisa bermanja-manja dengan aza.


“kalau tidak mau ya sudah, kamu pulang saja sendiri aza dan baby elo akan tetap disini” ucap mama rinta tidak mau kalah.


“tidak bisa begitu ma, aza istri nando jadi aza harus ikut dengan nando kalau tidak ikut kasihan nando ma nanti nando tidur sendirian” ucap nando memelas


“lebih kasihan cucu mama dari pada kamu, gara-gara kalian terlambat baby elo jadi kelelahan menangis untung saja aza  sigap jadi baby elo sudah tenang, tidak seperti kamu papa tidak peka” ucap mama rinta ketus.


Nando hanya bisa menunduk, memang salah yang membuat perjalanan selambat mungkin tapi nando juga ingin menghabiskan waktu dengan aza tanpa gangguan baby elo.


“baiklah ma, malam ini kamu nginap disini” ucap nando lemah


“bagus itu baru anak mama, nurut sama orangtua” ucap mama rinta penuh dengan kemenangan, sedangkan nando hanya tertunduk lesu.


“baiklah, lanjutkan pekerjaan kalian setelah 30 menit turun untuk makan malam” ucap mama rinta meninggalkan papa jordan dan nando.


“kenapa kamu diam saja, lanjutkan pekerjaanmu” ucap papa jordan memerintah nando yang masih tertunduk lesu.


Nando menatap papa jordan frustasi, setelah di paksa menginap dan tidak bisa bermanja-manja dengan aza di tambah sekarang harus mengerjakan tugas papa jordan, melihat anaknya yang frustasi bukanya sedih papa jordan malah bahagia karena nando tidak lagi seperti manusia robot yang tidak punya perasaan tapi dia sekarang penuh dengan berbagai macam ekspresi dimana tidak pernah di perlihatkan sebelumnya.


***


Berbeda dengan nando yang frustasi karena harus membantu papa jordan aza malah asyik bermain air bersama baby elo.


Aza memutuskan mandi bersama baby karena untuk mempersingkat waktu agar bisa membantu mama rinta untuk menyiapkan makan malam.


“sekarang baby sudah wangi, ayo sayang kita keluar ganti baju” ucap aza membawa baby elo keluar dari kamar mandi, dengan aza masih memakai jubah mandinya.


“aza, kamu sudah selesai?” tanya mama rinta masuk ke kamar baby elo.


“sudah ma, aza sudah selesai memandikan baby juga sekalian aza ikut mandi  agar lebih cepat dan bisa membantu mama” ucap aza


“tidak perlu, ada pembantu yang membantu mama jadi kamu istirahat saja dan jaga baby elo” ucap mama rinta lembut, dia merasa tersentuh dengan perlakuan aza.


“baiklah ma” ucap aza


“ini mama bawakan baju ganti untuk kamu, malam ini pakai ini dulu ya” ucap mama rinta menyerahkan baju  ganti untuk aza.


“makasih ma, aza akan memakainya, tapi ma kalau boleh tahu nando kemana ya ma, kok dari tadi dia tidak menyusul aza” tanya aza penasaran pada nando

__ADS_1


“nando sama papa, sudahlah jangan hiraukan mereka kamu ganti baju dan segara turun ya ini hampir jam makan malam” ucap mama rinta


“baik ma” jawab aza.


***


Jam makan malam tiba aza dan baby elo sudah duduk manis di meja makan bersama mama rinta yang sesekali mengoda baby elo, mereka bertiga menunggu nando dan papa jordan untuk bergabung.


Tidak berselang lama nando dengan wajah kusut bersama papa jordan di belakang bergabung dengan


mereka bertiga, aza yang merasa kasihan dengan suaminya yang terlihat lelah menghampirinya.


“kamu tidak apa-apakan bunny?” ucap aza khawatir


“aku lelah sayang, ini gara-gara papa dia memaksaku untuk mengerjakan tugasnya, kamu tahu sendirikan


aku sudah sangat lelah di kantor tapi papa tetap memaksa” ucap nando mengadu pada aza, sedangkan papa jordan memutar matanya malas mendengar rengekan nando.


“ya sudah, sekarang kamu makan habis itu istirahat” ucap aza lembut membuat nando tersenyum lebar.


“ekhem, sudah mengadunya seperti anak kecil saja, kalau sudah mari kita makan papa sudah lapar” ucap papa jordan sedikit mengejek nando.


Nando hanya menatap sang papa sinis papa jordan sekali lagi mengganggu nando untuk bermanja-manja dengan aza, sedangkan papa jordan yang ditatap sinis oleh nando hanya bertindak acuh, dia tidak mempermasalahkan perilaku anaknya itu karena dia juga senang membuat nando cemburu atau kesal karena menurut papa jordan itu sangatlah lucu.


Setelah semua sampai pada tempatnya masing-masing acara makan malam dimulai, di meja makan banyak canda tawa yang mewarnai makan malam mereka dan celotehan baby elo yang membuat suasana lebih cair dan santai.


Setelah makan malam dilanjutkan dengan duduk santai di salah satu ruangan dimana terdapat TV besar dengan sofa dan karpet bulu tebal.


Dimana pemimpin keluarga varmond yaitu papa jordan duduk disalah satu sofa dengan mama rinta berada dipelukannya sedangkan nando duduk sendiri menunggu aza kembali kamar untuk mengganti popok baby elo.


“ma pa bisakah kalian tidak bermesraan didepanku itu membuatku mau muntah” ucap nando ketus melihat orang tuanya yang sudah tidak muda lagi seperti ABG yang bermesraan didepan umum.


“kenapa ?! tidak suka! Kalau tidak suka pergi sana jangan ganggu kami” ucap papa jordan ketus.


“bukan tidak suka pa, tapi malu kalau di lihat orang lain kalian berdua sudah tua tapi tingkah kalian seperti ABG padahal udah kakek-nenek” ucap nando


BUGH.... bantal melayang tepat mengenai kepala nando yang membuatnya kesal, dia tahu siapa yang melemparkan bantal ini ke arah dia, tentu saja mama rinta yang sekarang menatap tajam nando.


“dasar anak durhaka, bukan senang orang tua rukun malah mengatai kami seperti ABG, seharusnya kamu mencontoh kami bukanya mengatai kami, meskipun kami kakek-nenek tapi jiwa kami masih muda” ucap mama rinta sambil berdecak pinggang, dia tidak terima dipanggil nenek-nenek oleh nando.


Sedangkan nando hanya bisa diam, nando tidak berani melawan mama rinta, kalau tidak dia akan kena amukan yang lebih parah lagi dari pada ini.


Aza turun dengan baby elo dalam gendongan, dia melihat nando murung dengan mama rinta berdecak pinggang, aza tahu pasti nando kena marah lagi dengan mama rinta.


Senyum kembali terbit di bibir nando setelah melihat aza datang bersama baby elo, tanpa malu nando menghampiri aza, “kamu sudah datang sayang, ayo duduk denganku” ucap nando menarik aza untuk duduk disampingnya.

__ADS_1


Mama rinta yang melihat nando patuh dengan menantunya merasa senang, dia tahu sekarang kelemahan nando adalah aza jadi mama rinta bisa memanfaatkan aza untuk mengancam nando nantinya.


“bunny, tadi mama memarahi teddy mama jahat bunny” adu nando pada aza dengan ekspresi memelas.


Aza hanya melihat nando dengan tatapan bingun sejak kapan nando seperti anak kecil seperti ini, dimana nando yang berwibawa dan tegas dalam memimpin perusahaan, kenapa sekarang seperti anak kecil yang mengadu pada orang tuanya karena diganggu temannya.


Tidak hanya aza yang terkejut mama rinta dan papa jordan juga, mereka tidak habis fikir anak mereka yang dingin seperti kutub, bisa merengek seperti anak kecil seperti ini.


“kenapa kamu seperti anak kecil malu di lihat mama sama papa” ucap aza mencoba menghentikan rengekan nando.


“aku bukan anak kecil, tapi tadi mama rinta jahat sama aku, jadi bunny tolong marahi mama rinta untukku” ucap nando sekali lagi dengan tampang konyolnya yang membuat aza pusing.


Sama halnya dengan aza baby elo yang tidak tahan dengan tingkah sang papa, dengan kesal dia mengulurkan tangan kecilnya untuk memukul sang papa tepat mengenai wajah nando.


“aduh,.... bunny baby nakal, dia memukulku” ucap nando dengan berpura-pura menangis.


“papa cepat panggil dokter sepertinya nando sakit pa” ucap mama rinta bahagia karena nandonya telah kembali, nando kecil yang dulu telah kembali.


“benar ma, sebaiknya papa memanggil dokter segera mungkin nando mulai gila karena papa mengurungnya tadi” ucap papa jordan.


“nando tidak sakit pa, kenapa harus memanggil dokter segala” ucap nando menghentikan rengekannya


setelah mendengar perkataan mama rinta dan papa jordan.


“kamu sakit do, sakit jiwa maka dari itu papa akan panggilkan dokter untuk memeriksa kamu” ucap papa jordan bercanda.


“dasar papa jahat, mengatai anaknya sendiri sakit jiwa, aku masih waras pa” ucap nando kesal


“kalau masih waras dan tidak gila kenapa tingkah kamu seperti anak kecil seperti itu, sangat memalukan” ucap papa jordan


“terserah akulah, orang aku mengadu pada aza, bukan sama papa jadi kenapa papa yang sewot, pasti papa


iri ya tidak bisa seperti nando karena mama galak” ucap nando mengejak sang papa.


Sebelum papa jordan membalas perkataan nando, mama rinta lebih dulu berbicara pada nando, “apa kamu bilang


mama galak, baik mama akan perlihatkan bagaimana galaknya mama” ucap mama rinta menghampiri nando.


Nando yang merasa akan terjadi hal buruk buru-buru dia berlari menghindari mama rinta, “mau kemana kamu, tadi kamu bilang mama galakkan sini mama akan tunjukkan betapa galaknya mama nandoooo” ucap mama rinta mengejar nando, jadilah sekarang mereka berdua kerjar-kejaran seperti anak kecil.


“bunny tolong aku, mama mengamuk” ucap nando mencoba menghindari mama rinta


Aza yang dimintai tolong oleh nando hanya diam menonton mereka berdua, menurutnya tidak perlu membantu nando karena nando juga salah menyebut mama rinta galak jadi dia harus menanggung kosekuensi sendiri.


Sambil menunggu nando dan mama rinta yang masih saling kejar, aza mengobrol dengan papa jordan dan sesekali menanggapi ocehan baby elo yang seakan ingin ikut obrolan mama dan kakeknya.

__ADS_1


__ADS_2