
Sekarang nando dan aza di ruang tamu duduk dengan kepala tertunduk sedangkan dua wanita paruh baya di depan mereka menatap mereka berdua dengan tajam, ya tadi aza dan nando ketahuan sedang berciuman oleh bunda awan dan mama nando, lebih tepatnya nando ketahuan mencium aza sembarang, “mama kapan datang?” kata nando pada mamanya, “baru tiba, kenapa? Apa mama di larang ke sini biar kamu leluasa modus sama anak orang” kata mama nando dengan nada ketus, “bukan gitu ma, memang nando pria seperti itu nando masih tahan nafsu” jawab nando, mama nando yang mendengar anaknya tidak merasa bersalah sama sekali langsung melempar bantal pada nando, “dasar anak kurang agar, katanya bisa tahan nafsu tapi nyatanya main sosor anak orang sembarangan” kata mama nando sambil menarik kuping nando, “aduh mama, bisa lepasin sakit ini ma, nando bukan anak kecil lagi ma malu sama aza, sudah punya anak masih di hukum kayak gini” kata nando pada mamanya, “makanya mama hukum kamu biar sadar kamu sudah bisa buat anak, jangan main sosor anak orang” kata mama nando masih menarik kuping anaknya dan juga memukul nando dengan batal yang ada di dekatnya, nando hanya bisa pasrah dan menahan sakit karena di pukuli sang mama. Aza sangat terkejut dengan pemandangan ini dimana nando yang biasanya memasang tampang garang dan berwibawa tapi sekarang seperti anak kecil yang sedang di marahi mamanya karena ketahuan berbuat nakal.
“sudah lah rin, kasihan nando kupingnya juga sudah merah” kata bunda awan melerai mama nando untuk tidak memukul nando lagi, mama nando langsung melepas anaknya dan duduk di dekat bunda awan, “wan kalau anak kurang ajar ini tidak di beri pelajaran dia akan melunjak untung kita tadi datang kalau tidak bisa jadi apa nanti anak gadis orang” kata mama nando masih marah dengan kelakuan nando, sedangkan nando memagang kupingnya yang sakit karena di tarik mamanya tadi, satu-satunya yang nando tidak bisa lawan hanya mamanya, meskipun terlihat lembut tapi kalau marah bisa sakit semua badan nando karena di pukuli mamanya.
__ADS_1
“iya nando salah tapikan kasihan rin, lihat nando kupingnya jadi merah begitu dan kelihatannya badannya akan sakit semua karena kamu pukul” kata bunda awan, “huh” mama nando menghela nafas berat, mama nando masih marah dengan kelakuan anak satu- satunya.
“za, kamu tidak apa kan? Ini sahabat bunda namanya mama rinta dia juga mamanya nando dan nenek baby elo” kata bunda awan memperkenalkan mama nando yang bernama rinta pada aza, “hello nyonya saya aza sekretaris pak nando” kata aza memperkenalkan diri pada mama rinta, “jadi kamu yang namanya aza, kenapa kamu mau jadi sekretaris anak kurang ajar ini mendingan kamu jadi menantu saya aja, bagaimana?” kata mama rinta, aza hanya diam karena aza tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi di sini, mama rinta tanpa malu menawarkan pada aza untuk menjadi menantunya, “mama apa sih, aza hanya sekretarisku tidak lebih mama jangan aneh- aneh” kata nando yang terkejut dengan perkataan sang mama. Memang mama rinta orang yang langsung berterus terang dengan niatnya dan tidak akan mundur apabila apa yang dia inginkan belum tercapai nando takut mama rinta melakukan hal nekad yang membuat nando pusing, bugg... bantal melayang mengenai nando “diam anak durhaka mama ini mau cari calon mantu buat duda jablay kayak kamu” kata mama rinta sambil melempar bantal pada nando, “maaf nyonya tapi apa yang di katakan pak nando benar saya hanya sekretarisnya dan hanya membantu untuk menjaga baby elo tidak lebih” kata aza mencoba menjelaskan kesalah pahaman ini, tapi kitanya tidak akan di dengar oleh mama rinta dan bunda awan karena nando terpegok sedang mencium aza,
“jangan panggil nyonya dong, panggil mama saja dan kamu jangan merendahkan diri kamu yang seharusnya yang minta maaf itu mama tidak bisa mendidik nando dengan benar” kata mama rinta meminta maaf dengan aza,
“tapi ma... nando tidak pernah memaksa aza untuk melayani nando, aza kapan saya memaksamu untuk melayani saya ?” tanya nando pada aza, “ 2 minggu yang lalu pak” kata aza yang masih belum paham dengan kata melayani, sedangkan nando hanya diam mematung dengan perkataan aza, sebelum nando memprotes perkataan aza nando lebih dulu di pukuli lagi oleh mama rinta kali ini dengan tas yang di bawa mama rinta, “dasar anak durhaka, kurang ajar kamu membuat mama malu nando” kata mama rinta terus memukul nando dengan tasnya, nando hanya bisa mengaduh sakit entah apa isi tas mamanya tapi itu sangat sakit.
__ADS_1
Bunda awan hanya diam melihat kelakuan sahabatnya yang memang terkenal barbar, setelah itu bunda awan menghampiri aza mencoba meminta maaf atas nama nando, “aza bunda tidak tahu kalau nando sebejat itu, tapi mama janji nando akan tertanggung jawab dengan penuh dan menikahimu” kata bunda awan sambil mengelus punggung aza, sedangkan aza hanya diam karena ucapan bunda awan tentang nando yang akan bertanggung jawab, “maksud bunda apa? memang pak nando salah apa dengan saya, pak nando tidak salah apa- apa dan tidak perlu tanggung jawab” kata aza polos, sebenarnya aza berterima kasih telah menjadikanya sekretaris meskipun dengan cara memaksa tapi aza bersyukur karena gaji yang lenih tinggi dan dapat menjaga baby elo.
Bunda awan yang mendengar perkataan aza merasa sangat kasihan aza wanita yang baik tapi harus rusak oleh nando, dengan penuh kasih sayang bunda awan memeluk aza. Aza yang di peluk bunda awan hanya diam membisu aza tidak paham dengan kejadian ini semua. Sedangkan nando masih di pukuli oleh mamanya entah sampai kapan akan selesai
***Hello Reader***
__ADS_1
author balik lagi hehehe, kali ini ceritanya akan tambah seru jadi mohon tunggu author untuk up dan mohon dukungan dari reader dengan cara vote, comen dan like. untuk comen mohon dengan menggunakan bahasa yang sopan. Terimakasih