Baby CEO

Baby CEO
Episode 60


__ADS_3

 


 


“iya kak, kami menikah bukan karena saling mencintai, tapi karena mama nando salah paham dengan kami” ucap aza


“kalau menurut kakak, nando adalah seorang  yang bertanggung jawab dia laki-laki yang hebat, entah apa kakak salah atau tidak tapi nando orang yang menyayangi keluargannya ya meski dia terlihat menyeramkan dari luar tapi penampilan bisa menipu” ucap kevin menilai nando.


“memang nando orang yang hebat kak, aza juga berpikir sama dengan kakak” ucap aza yang memang nando adalah orang yang hebat.


“tapi apakah kamu menyukai nando za?” ucap kevin


“aza tidak tahu kak, sebenarnya itu yang akan aza tanyakan pada kakak aza bingun dengan perasaan aza sendiri apa ini suka atau apa” ucap aza menunduk lesu


“begini saja kala kamu berdekatan dengan nando bagaimana perasaanmu?” tanya kevin, dia tahu aza tidak pernah jatuh cinta dengan orang lain, bahkan waktu aza masih remaja dia tidak pernah berpacaran datau dekat dengan laki-laki manapun kalaupun dekat pasti hanya sebatas teman tidak lebih, seperti dia hanya di anggap sebagai seorang kakak oleh aza.


“waktu dulu pertama aza ketemu nando rasanya pengen marah dan benci banget sama nando, tapi sekarang aza merasa nyaman dan aman apabila berdekatan dengan nando, bahkan kadang jantung aza berdetak cepat saat nando bersikap manis terhadap aza” ucap aza menjelaskan pada kevin.


“benarkah? Itu yang kamu rasakan saat di dekat nando” tanya kevin mengepalkan tanganya dia sudah tahu jawabanya bahwa aza sebenarnya mulai mencintai nando dan kevin tidak memiliki kesempatan lagi.


“iya kak, kalau menurut kakak bagaimana” ucap aza


“kalau menurut kakak kamu sudah mulai menyukai nando za, itu suatu yang baik kalian bisa seperti keluarga yang sesungguhnya, tapi apa nando juga menyukaimu” ucap kevin


“kalau itu aza tidak tahu kak apakah nando menyukai aza apa tidak, tapi nando mengatakan akan belajar untuk menyukai aza” ucap aza tersenyum kecut, dia tidak tahu perasaan nando padanya.


“memang sulit menebak perasaan seseorang za, kakak tanya sekali lagi bagaimana nando memperlakukanmu Kamu harus jawab dengan jujur” ucap kevin dia ingin tahu bagaimana nando memperlakukan aza, yang kevin tahu tadi nando sangat posesif dengan aza.


“nando memperlakukan aza dengan baik kak, dia tidak pernah berlaku kasar atau membentah aza, tapi  kalau dia marah seperti anak kecil merajuk susah untuk membujuknya” ucap aza membayangkan nando yang marah.


“jadi di memperlakukanmu dengan baik” tanya kevin, aza hanya mengangguk untuk mengiyakan pertanyaan kevin.


“menurut kakak kau harus mendengarkan suara hatimu karena jawaban atas pertanyaanmu ada di sana” ucap kevin

__ADS_1


Aza terdiam setelah pernyataan dari kevin aza memang masih bingung dengan perasaanya sendiri di satu sisi aza merasa nyaman dengan nando tapi di sisi lain aza masih ragu dengan perasaanya sendiri.


“aza tahu kak, tapi aza bingun harus berbuat apa” ucap aza frustasi dia belum pernah merasakan ini sebelumnya.


“kamu tidak perlu bingun ikuti arus yang ada, kalau nando bersungguh-sungguh ingin belajar mencintaimu maka kamu juga harus belajar mencintainya kembali, kakak tidak mau kamu memberikan harapan palsu untuk orang yang benar-benar tulis mencintaimu za” ucap kevin dengan bijak, dia ingin aza bahagia apabila nando menyakitinya nanti dia bisa mengambil aza kembali


“baiklah kak aza akan menuruti saran kakak” ucap aza final dia akan menuruti saran kevin sudah cukup lama dia menggantung perasaan nando dan dia juga harus bertanya dengan nando apa dia sungguh-sungguh dengan ucapannya


“gitu dong itu baru adik kakak” ucap kevin, yang sekarang kevin lakukan adalah mengetahui perasaan nando pada aza.


Mereka melanjutkan makan siang mereka dengan diam, aza diam memikirkan perasanya dan kevin diam memikirkan bagaimana cara mengetahui perasaan nando ke aza.


“terima kasih ya kak, untuk makan siangnya aza senang bisa mengobrol kembali dengan kakak” ucap aza setelah selesai makan siang dan mereka bersiap untuk pulang.


“sama-sama, kakak juga senang bisa makan siang dengamu aza, sekarang kita pulang kakak antar ya” ucap kevin menawarkan untuk mengantar aza


“tidak kak, sebentar lagi supirku akan datang menjemput”ucap aza memang selama makan siang tadi dia menghubungi supir rumah untuk menjemputnya karena aza tidak mau nando merajuk lagi.


“kak supir aza sudah datang jadi aza pamit dulu, terima kasih ya kak” ucap aza


“hati-hati dijalan za, hubungi kakak kalau kamu butuh sesuati kakak siap membantumu” ucap kevin


“baik kak, aza pergi dulu” ucap aza masuk ke dalam mobil


“memang sudah tidak aza kesempatan lagi za aku memang terlambat, tapi kalau nando melepasmu maka aku akan mengambilmu kembali, sekarang aku hanya harus tahu perasaan nando pada aza” ucap kevin pada dirinya sendiri setelah melihat mobil yang di tumpangi aza berjalan pergi


“pak kita langsung pulang ya” ucap aza menyuruh supir. “baik nyonya” ucap sang sopir


Aza mengambil ponselnya dan mengetik pesan untuk nando bahwa dia sudah pulang ke rumah


Aza : Teddy aku sudah pulang ke rumah, aku harap teddy pulang tepat waktu ada yang ingin aku bicarakan


Setelah selesai mengirim pesan pada nando dia kembali diam memandanga pemandangan di luar kaca. Hingga suara pesan masuk membuyarkan lamunan aza

__ADS_1


Nando             : bagus, dengan siapa kamu pulang? Apa di antar oleh kevin?


Aza : tidak teddy, aku menyuruh supir untuk menjemputku, jadi kamu tidak perlu khawatir


Nando : bagus aku akan pulang sekarang


Aza : bukan masih banyak perkerjaan kenapa pulang sekarang


Nando : tidak semua sudah selesai, aku juga ingin tahu apa yang kamu akan bicarakan


Aza : baiklah, aku tunggu di rumah


Aza menghembuskan nafas panjang setelah mengirim pesan ke nando, dia memang harus berbicara dengan nando.


Sedangkan nando yang sekarang sudah selesai dari pertemuanya dan sekarang sedang menuju kembali ke, kantor, dia tersenyum senang karena aza tidak di antarkan  oleh kevin


“putar balik sekarang kita kembali ke rumah” ucap nando, “baik pak” ucap supir nando


“kenapa kita kembali ke rumah pak, masih banyak berkas yang harus bapak periksa” ucap andi keberatan.


“kenapa? Tidak ada pertemuan lagi, dan untuk berkas kamu bisa mengirimnya nanti jadi tidak usah khawatir aku hanya lelah saja” ucap nando


“iya pak , tapi..” sebelum andi menyelesaikan perkataanya nando lebih dulu memotong ucappanya


“tidak ada tapi- tapian kita kembali ke rumah dan kamu ambil berkas ke kantor dan kirimkan ke rumah titik” ucap nando final


Nando ingin cepat pulang kerumah setelah melihat pesan aza yang ingin berbicara dengannya. dia penasaran apa yang akan aza bicarakan setelah bertemu kevin apa sesuatu yang buruk atau baik nando tidak tahu, tapi yang pasti nando tidak akan melepaskan aza sampai kapanpun


“baik pak saya akan laksanakan” ucap andi lesu, dia harus mengatur ulang semuanya, mobil melaju menuju ke rumah nando.


Mohon dukung author dengan rate, like, comen dan vote


Terima kasih

__ADS_1


__ADS_2