
Mobil nando melaju kencang membelah jalan kota yang ramai, “pak, nanti turunkan saya sebelum masuk ke kentor” kata aza meminta nando untuk menurunkannya sebelum masuk ke gedung varmond compony, aza tidak ingin menjadi bahan gosib dari karyawan lainnya karena dekat dengan nando, meskipun selama ini aza sering ke ruang nando tapi selalu dengan keadaan sepi dimana banyak karyawan lain sedang istirahat makan siang jadi tidak banyak karyawan yang tahu.
Nando hanya melirik aza saja tidak membalas ucapan saja, aza tentu tahu maksud nando yang artinya nando tidak akan mengabulkan permintaan aza, “pak nanti saya jadi bahan gosip karyawan lain dan saya tidak mau itu pak” kata aza menjelaskan kenapa aza ingin turun sebelum masuk gedung, “apa urusanya dengan saya, itu bukan masalah saya” kata nando pada aza.
“tentu ada pak, memang bapak mau di gosipkan dekat dengan karyawan bapak sendiri, nanti bisa terluka pak harga diri bapak sebagai CEO varmond compony”
“saya tidak peduli, saya menggaji mereka untuk kerja bukan menjadi tukang gosip dan kalau sampai mereka bergosip tentang saya tinggal saya pecat mudahkan” kata nando dengan nada sombong, tentu saja nando juga tidak menyukai gosip terutama tentang kehidupan pribadinya menurut nando kehidupan pribadi adalah privasi dan tentu semua orang tidak boleh mengetahuinya.
“yah kan bapak bos kalau saya apa atuh hanya karyawan kecil dari devisi keungan” kata aza membedakan aza dan nando.
“kamu sekarang tidak perlu bekerja di devisi keuangan” kata nando pada aza, “APA!!!! maksud bapak saya di pecat, padahal saya kan tidak salah pak dan saya juga tidak merugikan perusahaan bapak saya selalu bekerja dengan baik semua tugas saya selesaikan dengan benar dan baik tanpa kesalahan dan tepat waktu pak, kenapa saya di pecat dan.....” kata aza panjang lebar tanpa henti, “kamu bisa diam sebentar saya belum selasai bicara” kata nando pada aza menghentikan semua omelan aza yang aza pikir dia di pecat, “sekarang kamu menjadi sekretaris saya bukan saya pecat, makanya kalau orang ngomong di dengerin dulu sampai selesai” kata nando pada aza.
“maksud bapak saya tidak di pecat, tapi jadi sekretaris bapak” tanya aza pada nando, “iya, sekarang kamu jadi sekretaris saya” jelas nando.
“kok bisa pak, kan saya tidak tahu cara menjadi sekretaris pak, kalau saya melakukan kesalahan bagaimana?” tanya aza, tentu aza bingung dari karyawan devisi keuangan menjadi sekretaris nando tentu saja pekerjaan yang di berikan pasti berbeda, “kamu tidak perlu khawatir ada andi yang akan mengajarimu dan yang paling utama pekerjaanmu menjaga baby elo jadi tidak perlu khawatir” jelas nando tentang pekerjaan aza yang sebagian besar mengasih baby elo, “itu namanya saya bukan jadi sekretaris pak tapi jadi babysister” kata aza pada nando.
__ADS_1
“terserah kamu mau bilang apa tapi kamu tetap akan menjadi sekertaris saya dan menjaga baby elo” kata nando mempertegas semua ucapan nando pada aza.
“terserah deh pak saya menyerah dengan bapak mau protes bagaimanapun saya tetap kalah” aza pasrah dengan keputusan nando, bagaimanapun aza protes tetap tidak akan menang dengan nando.
“bagus, hari ke HRD urus kontrak kerja kamu dan langsung ke ruang saya, karena nanti ada rapat pemegang saham jadi kamu harus jaga baby elo” perintah nando pada aza, “baik pak” kata aza dengan lesu.
***
Setelah pemindahan mendadak aza, sekarang aza membereskan barang-barangnya di meja sebelumnya aza juga berpamitan dengan sandra dan eva, “za jadi kamu sekarang menjadi sekertaris pak nando?” tanya sandra pada aza, “iya kak” jawab aza dengan lesu, aza sudah menyelesaikan kontrak dengan HRD dan gaji yang di terima ternyata lebih besar tapi rasanya aza tidak rela meninggalkan perkerjaannya di devisi keuangan, tidak akan lagi sandra dan eva yang akan menemani aza dan tidak akan ada lagi orang-orang yang akan membatu aza, “kenapa sedih za, padahal baguskan kamu naik jabatan menjadi sekretaris pak nando, gaji yang ditawarkan pun lebih besar” kata eva pada aza, “bukan masalah itu kak, tapi nanti aza tidak bisa bersama kak sandra dan kak eva, aza sudah nyaman bekerja di sini” jelas aza pada keduanya, tentu mereka juga tidak rela aza pindah meskipun masih satu kantor tapi pasti akan jarang bertemu di tambah aza juga menjaga baby elo, “kitakan masih bisa bertukar pesan dan makan siang bersama di kantin jadi kamu tidak perlu sedih za, kita masih satu kantor” hibur eva pada aza.
Aza langsung pergi ke ruang kerja barunya dimana aza harus satu ruangan dengan nando, nando sengaja meletakkan meja aza satu ruang denganya agar nando lebih mudah untuk mengawasi aza dan aza lebih mudah untuk menjaga baby elo.
Aza sekarang membereskan meja kerjanya, untuk hari pertama sebagai sekretaris nando hanya di beri tugas merawat baby elo selebihnya andi yang mengerjakannya, aza merasa menjadi seorang babysister ketimbang sekertaris.
***
__ADS_1
Hari sudah siang dan nando juga sudah selesai dengan rapatnya tinggal menunggu waktu jam makan siang yang sebentar lagi. “kamu sudah membawa bubur untuk baby elo” tanya nando pada aza, karena nando tahu dari andi bahwa dari kemarin membawa kotak bekal untuk dirinya dan bubur bayi untuk baby elo.
“sudah pak, tenang saja pak meskipun saya tidak sekaya bapak tapi untuk makanan baby elo di jamin saya menggunakan bahan yang berkualitas dan baik untuk tumbuh kembang baby elo” kata aza pada nando, “hem” jawab nando sekenanya. Aza hanya bisa menghela nafas dengan sifat nando yang cuek.
Sekarang jam makan siang aza yang membawa bekal membukanya dan memanaskan bubur bayi untuk baby elo, baby elo sudah siap makan di kursi bayi yang tersedia dengan celemek sudah terpasang agar pada saat makan tidak kena baju baby elo. nando juga sudah mengerjakan tugasnya bersiap untuk makan, nando biasanya memesan makanan dari luar tapi karena nando melihat kotak makan dan sepertinya punya aza langsung nando makan tanpa bertanya pada aza yang sekarang masih sibuk menyuapi baby elo.
Nando telah menghabiskan makan siang aza dan tadi nando juga menyuruh andi untuk membeli makan siang sebagai ganti untuk makan siang aza yang telah nando makan, “lho pak itu kotak makan siang saya, kenapa bapak makan” tanya aza yang melihat kotak makan siangnya sudah kosong di depan nando dan pasti nando yang memakannya, “saya lapar dan andi lama saat saya suruh beli makan siang jadi saya makan” kata nando tapa rasa bersalah pada aza, bahkan nando sebenarnya menikmasti makanan aza meskipun sederhana tapi rasanya sangat pas dengan selera nando. Aza yang mendengar perkataan nando hanya bisa bersabar harus menunggu andi membawa makan siang untuk aza. “lain kali kamu membawa bekal dobel, nanti saya tambahin gaji kamu tenang saja” kata nando menyuruh aza membawa bekal dobel. “bapakkan punya maid banyak dan bapak juga punya koki khusus sendiri kenapa menyuruh saya membawa bekal dobel” kata aza pada nando yang keberatan membawa
makan siang untuk nando meski gaji di tambah, “pokoknya mulai sekarang kamu harus siapkan makan siang untuk saya titik” kata nando tegas, “huh” aza hanya menghela nafas lelah berdebat dengan nando.
Sambil menunggu andi yang membawakan makan siang, aza duduk di karpet bulu menemani baby elo dan menggapi semua ocehan baby elo meski aza sendiri tidak mengerti, nando yang melihat aza bermain dengan baby elo juga ingin bergabung tapi naas nando tersandung ujung karpet dan jatuh tepat di atas aza, sekarang posisi aza di bawah nando, nando dan aza saling bertatapan tanpa ada celah antara mereka berdua, “FERNANDO ALDRIAN VARMOND” sebuah suara yang mengagetkan mereka berdua dan melihat seorang yang nando kenal sedang berdiri di depan pintu.
Bersambung....
__ADS_1