
Setelah makan siang bunda awan memenuhi janjinya untuk mengajak baby elo ke pusat perbelanjaan bersama dengan aza, mereka bertiga menghabiskan waktu bersama dengan mengitari pusat perbelanjaan dan bunda awan membelikan beberapa barang untuk baby elo dan aza.
“bagaimana yang ini za, yang ini bagus pasti kamu cocok memakainya” kata bunda awan menyodorkan dress lengan panjang dengan rok selutut, sekarang aza dan bunda awan tidak lupa baby elo berada di sebuah toko pakaian wanita yang eksklusif dimana yang di jual barang-barang yang berkwalitas tinggi. aza melihat dress pilihan bunda awan dan menurut aza juga bagus simpel tapi terlihat elegan dan termasuk selera aza yang tidak terlalu menyukai baju yang terbuka, tapi setelah melihat label harga yang tertera harganya bikin pusing kelapa sama saja dengan gaji satu bulan aza, “bagus bun, tapi mending cari toko yang lain bun” saran aza pada bunda awan, “kenapa? Apa barang di sini tidak bagus?” tanya bunda awan pada aza, “bukan begitu bun, tapi uang aza tidak cukup membeli baju tersebut aza juga harus menabung untuk massa depan aza, lagi pula masih banyak baju yang bagus tapi harga miring” kata aza mengutarakan kenapa aza ingin pindah toko karena semua barang yang di jual di sini sangat mahal.
Bunda awan mengerti alasan aza, dia juga senang ternyata masih ada wanita yang tidak memandang harta saja, “tidak apa-apa nanti saya yang bayar hitung-hitung sebagai hadiah perkenalan dari saya” kata bunda awan pada aza, “tidak usah bunda, aza masih punya banyak baju” kata aza mencoba menolak pemberian dari bunda awan, ini baru pertemuan pertama aza merasa kurang sopan apabila menerima pemberian dari bunda awan, “pokoknya kamu harus menerimanya kalau tidak bunda akan sedih nanti, terima ya aza” kata bunda awan dengan memperlihatkan wajah sedihnya. Aza yang melihat bunda awan sedih dengan terpaksa menerima pemberian bunda awan dan akan merawatnya dengan baik.
Setelah mereka bertiga puas berbelanja bunda awan mengajak aza untuk pulang ke rumah bunda awan, rencanya bunda awan memperkenalkan aza pada keluarganya dengan begitu bunda awan akan mendapat dukungan dari keluarganya untuk menyatukan aza dan nando.
***
Sekarang sudah sore aza dan baby elo di ajak pulang ke rumah bunda awan, dalam rumah tersebut sangat sepi hanya beberapa maid yang bekerja di sana untuk suami dan anak bunda awan sedang bekerja biasanya mereka akan pulang tepat waktu makan malam. Aza yang hari ini di berikan hadiah oleh bunda awan menawarkan diri untuk memasak sebagai rasa terimakasih pada bunda awan, tentu itu di setujui oleh bunda awan.
Waktu makan malam telah tiba aza sudah menyelesaikan semua masakannya dan sekarang aza bersama bunda
__ADS_1
awan dan tidak lupa baby elo sedang menunggu suami dan anak bunda awan pulang, dan juga menunggu nando tadi yang di hubungi oleh bunda awan untuk makan malam bersama di rumah bunda.
Terdengar suara mobil yang datang, kata bunda itu suara mobil suami dan anaknya, tak lama kemudian datang dua orang pria yang beda usia yang satu seumuran dengan bunda awan dan satu seumuran dengan nando, “selamat datang ayah, bagaimana lancar semua” tanya bunda menyambut suami bunda awan yang baru pulang dari kantor, “lancar bun, kata bunda kita akan malam bersama nando tapi mana dia? Dan siapa dia bun” tanya suami bunda awan sambil menunjuk aza, dan anak dari bunda awan hanya melihat aza dari tadi tanpa mengeluarkan suara sekalipun. “ini aza temannya nando, dan aza ini suami saya namanya Guruh Adiminata dan ini anak laki-laki saya satu-satunya namanya Vinsent Adiminata” kata bunda awan memperkanalkan anak dan suaminya, “saya Atalia Azahra biasa di panggil aza saya sekretaris pak nando” kata aza memperkenalkan diri, “saya guruh kamu bisa panggil saya om guruh” kata suami bunda awan memperkenalkan diri, “saya Vinsent kitanya umur kita tidak beda jauh kamu bisa panggil nama saja” kata vinsent memperkenalkan diri, tapi vinsent bingung kenapa sekretaris nando ada di sini dan apa hubunganya, tapi kitanya bundanya punya rencana sendiri lebih baik vinsent mengikuti aja dulu setelah selesai baru bertanya pada sang bunda. Setelah perkanalan aza dengan keluarga bunda awan, nando baru datang.
Karena semua yang di tunggu sudah lengkap waktunya mereka semua pergi untuk makan malam bersama yang
telah di siapkan, seperti istri yang baik bunda awan melayani keluarganya dengan mengambilkan makanan untuk sang suami dan anaknya, tidak lupa nando dan aza juga yang sekarang aza masih sibuk untuk menyuapi baby elo bubur bayinya.
“bunda beli dimana makanan ini, ini tidak seperti buatan bunda” tanya vinsent pada sang bunda, vinsent sudah hafal betul masakan sang bunda jadi dia tahu bahwa ini bukan bundanya yang masak, “bunda tidak beli, semua ini aza yang masak, bagaimana enak?” tanya bunda awan, “makanannya enak bun, aku kira tadi bunda beli di restoran” kata vinsent memuji masakan aza, “iya makanannya enak, makasih za telah memasak untuk kami” kata guruh berterima kasih pada aza, “sama-sama om, ini hanya makanan sederhana jadi tidak perlu berterima kasih tadi bunda juga membelikan saya baju bagus hitung-hitung sebagai ucapan terimakasih kembali” kata aza
Makan malam telah selesai sekarang mereka semua bersantai di ruang tamu, dan baby elo bermain di karpet bulu yang telah disiapkan bunda apabila cucunya datang kerumah, “bagaimana do dengan perusahaan” tanya guruh pada nando, “semau berjalan lancar yah, sekarang akan membuka cabang baru” jawab nando. “baguslah, kalau perkembangan baby elo bagaimana? Kamu merawatnya dengan baikkan?” tanya guruh mengenai baby elo,
“untuk baby elo sendiri sekarang sudah bisa berbicara meskipun dengan kurang jelas dan sudah mulai belajar berdiri” kata nando menjelaskan perkambangan baby elo, “aza, sudah berapa lama bekerja dengan nando?” tanya vinsent pada aza, entah mengapa nando tidak suka aza berdekatan dengan vinsent, “saya bekerja dengan pak nando sudah 3 bulan” jawab aza pada vinsent, "masih baru ya, kalau usiamu berapa za” tanya vinsent lagi, “saya berumur 23 tahun” jawab aza singkat, “kamu sekarang tinggal sendiri atau bersama orangtuamu” tanya vinsent, sepertinya vinsent sangat penasaran dengan aza, dia penasaran dengan wanita yang bunda bawa kerumah soalnya sangat jarang sekali bunda bawa orang untuk berkunjung kerumah di tambah statusnya hanya karyawan nando, pasti ada hal lain. “saya tinggal sendiri, karena orang tua saya sudah meninggal 5 tahun lalu karena kecelakaan” jawab aza, vinsent yang mendengar itu mulai tidak enak dengan aza karena harus menceritakan orangtuanya yang sudah meninggal, “maaf” kata vinsent meminta maaf.
__ADS_1
Nando juga kaget ternyata aza sudah sebatang kara pantas aza sangat mandiri, tapi nando juga sebal karena aza dan vinsent dari tadi mengobrol terus dan kelihatannya mereka cukup akrab. Obrolan terus berlanjut hingga malam, nando yang sudah melihat baby elo mulai lelah meminta ijin untuk pulang, “bunda ini sudah malam waktunya pulang dan baby elo juga sudah mengantuk” kata nando, “baiklah kasihan juga cucu bunda, za besok-besok kamu nanti ke rumah bunda ya, temenin bunda sekalian bunda juga mau ketemu cucu bunda” kata bunda awan meminta aza untuk sering mampir ke rumah bersama baby elo. “baik bun, kalau aza tidak banyak pekerjaan nanti aza mampir ke rumah bersama baby elo” kata aza pada bunda awan.
Nando, aza dan baby elo pamit pulang bunda awan dan guruh mengantarkan sampai depan pintu, setelah mobil yang nando beserta aza dan baby elo keluar bunda awan dan guruh kembali ke dalam rumah, “bagaiman dengan aza cocokan untuk jadi ibu bagi cucu kita” tanya bunda awan pada guruh, guruh yang mendengar pertanyaan dari sang istri sekarang paham kenapa aza di ajak makan makan malam bersama, dia ingin melihat aza dan mendukungnya untuk menikah dengan nando, “aza wanita yang baik dan sopan cocok jadi ibu baby elo, sekarang apa yang akan istri tercintaku lakukan ha?” tanya guruh dia sudah hafal betul sifat sang istri, pasti dia akan
berusaha untuk menjodohkan aza dengan nando di tambah dengan bantuan sahabatnya yang tak lain adalah mama nando yang pasti akan setuju setelah melihat aza untuk menjadi menantunya. “lihat saja nanti aku pastikan mereka akan naik ke pelaminan dan sahabatku harus membantuku” kata bunda awan dengan percaya diri. Sekarang dia menyusun rencana agar nando dan aza bisa bersama.
***hello reader***
ada mau gabung dengan bunda awan hehehehehe
__ADS_1
maaf kalau author terlambat update, karena proses review tapi itu memang harus di patuhi setiap author jadi mohon bersabar di tunggu aja untuk muncul. dan terimakasih pada semua reader atas vote, coment dan like, author tidak pernah akan marah apabila reader mengkritik author tapi mohon dengan bahasa yang sopan.
mohon dukung author dengan cara coment, like dan vote