
Weekend telah berakhir sekarang kembali ke hari yang sibuk seperti biasa, kembali bekerja untuk memenuhi tugas dan tanggung jawab, begitupun dengan aza dan nando mereka kembali ke aktivitas normal seperti biasa dan untuk baby elo nando kembali membawa ikut ke kantor karena masih tidak ada yang menjaga baby elo.
Sekarang aza sudah berkerja seperti biasa, mengecek laporan keuangan dari beberapa devisi sesuai dengan perencanaan dan penggunaan yang tepat tanpa ada kesalahan, meskipun aza kelihatan konyol tapi untuk pekerjaan aza tidak pernah main-main, “za, jam 11 kamu ke devisi pemasaran dan ambil laporan keuangan bulan lalu, jangan lupa kamu cek dan pastikan tidak ada kesalahan” perintah pak heru, “baik pak, ada yang lain lagi pak?” tanya aza pada pak heru, “selesaikan tugasmu, lusa harus ada di meja saya” jawab pak heru, “baik pak saya akan mengerjakannya” jawab aza mantap, “baik cepat selesaikan” perintah pak heru. Aza langsung melanjutkan pekerjaanya, masih banyak tugas yang harus dia selesaikan.
Waktu menunjukkan pukul 11 siang aza pergi ke devisi pemasaran, di sana aza langsung meminta dokumen yang di inginkan tidak lupa aza mengecek semua dokumen dengan teliti, “baik ini sudah lengkap, makasih kak” kata aza pada pegawai devisi pemasaran. Aza langsung kembali ke ruangannya, akan tetapi aza bertemu dengan andi asisten nando yang kelihatannya cemas, andi yang melihat aza langsung menghampiri aza “nona aza boleh minta tolong” kata andi pada aza, “boleh, memang ada apa pak andi?” tanya aza pada andi, aza menggunakan bahasa formasl karena andi adalah asisten nando yang merupakan perwakilan dari nando dan aza juga tidak terlalu akrab dengan andi.
“bisa minta tolong bantu saya untuk mengasuh baby elo” kata andi pada aza, “saya bisa, tapi saya masih ada pekerjaan dan pak nando kemana? Baby elo di bawa ke kantor seharusnya pak nando yang menjaga baby elo” kata aza pada andi, aza heran kemana sang boss, membawa dan meninggalkan baby elo di kantor, meskipun tidak di tinggalkan sendiri ada asisten yang membantunya tapi sang asisten pasti punya pekerjaan sendiri di tambah yang aza tahu andi juga masih sendiri belum menikah pasti tidak berpengalaman dengan bayi.
“pak nando pergi keluar untuk rapat sebentar, tapi baby elo bangun dan menangis, sekarang baby elo bersama bodyguard dan saya mencari nona aza, soal kemarin saya lihat nona aza cukup dekat dengan baby elo, untuk pekerjaan bisa dikerjaan lain waktu, nanti saya sendiri yang akan bicara dengan pak heru” kata andi menjelaskan situasi yang terjadi, aza mendengar baby elo mengis langsung berjalan ke ruangan nando, “bagaimana keadaan baby elo?” tanya aza pada andi, “baby elo masih menangis nona kami sudah berusaha menengkanya 30 menit yang lalu tapi baby elo tidak mau diam” jelas andi dengan keadaan baby elo, aza yang mendengar itu langsung berjalan dengan cepat agar bisa cepat sampai ke ruangan nando
***
Aza sampai di depan ruang nando dapat di dengar suara tangisan baby elo, aza langung masuk dan melihat baby elo yang wajahnya sudah memerah karena terlalu lama menangis. Aza langsung menghampiri baby elo dan menggendongnya, “baby ini kakak aza sayang, baby tenang ya jangan nangis nanti kak aza juga sedih” kata aza pada baby elo yang sudah ada dalam dekapannya, baby elo yang merasakan dekapan dan bisikan tenang dari aza perlahan mulai tenang diam tidak menangis lagi, hanya saja wajahnya masih merah dan pipinya juga basah dengan air mata.
Andi dan bodyguard yang melihat aza dalam sekejab menghentikan tangisan baby elo pun terbengong karena mereka selama 30 menit untuk menghentikan tangisan baby elo dengan segala cara tapi tidak ada satupun berhasil, tapi aza langsung diam.
“baby kenapa nangis, tenang sayang kakak di sini” bujuk aza pada baby elo, baby elo dengan tenang menyenderkan kepala kecilnya ke bahu aza, menikmati kehangatan dekapan aza,
__ADS_1
“kenapa baby elo bisa menangis seperti ini?” tanya aza pada andi dan badyguard
“tadi baby elo, sedang tidur dan terbangun langsung menangis nona” kata andi pada aza yang kelihatnnya marah karena melihat keadaan baby elo yang menangis.
“kenapa tidak di tenangkan\, lihat wajah baby elo memerah” protes aza pada andi\, “kami sudah mencoba nona tapi baby elo tetapi tidak kunjung diam” jawab salah satu bodyguard yang mencoba menengkan baby elo. “lain kali jangan biarkan baby elo terlalu lama menangis\, kalian bisa panggil pak nando atau saya” kata aza pada andi dan bodyguard. “apa pak nando sudah kalian hubungi?” tanya aza\, “sudah nona tapi nomor pak nando tidak aktif” jawab andi. “dasar b***** \, se enaknya meninggalkan anak di kantor\, manusia kutub b******” kata aza mengutuk nando.
Andi dan bodyguard nando sangat terkejut dengan sumpah serapah dari aza, mereka benar-benar tidak habis fikir di balik wajah cantik dan sikap cerianya tapi aza juga bisa mengutuk orang, dan sekarang orang yang sedang aza kutuk adalah nando bos mereka sendiri sungguh wanita yang hebat.
“kalian bisa pergi, untuk baby elo biar saya yang akan merawat sementara, sampai pak nando datang, bubur bayi dan susu untuk baby elo sudah ada?” tanya aza pada andi, karena hampir waktu makan siang dan waktunya juga baby elo untuk mengisi perut kecil makanan.
Andi langsung membuatkan susu untuk baby elo dan salah satu bodyguard menyerahkan dokumen ke pak heru. Sedangkan aza masih bersama baby elo yang sekarang sudah kembali ceria setelah menangis tadi.
***
Sekarang sudah waktu makan siang aza membawa baby elo ke kantin kantor untuk makan siang tidak lupa membawa bubur dan susu untuk baby elo, di tambah dengan kursi bayi yang di bayakan salah satu bodyguard nando untuk menjaga baby elo.
Sampai di kantin aza mencuri perhatian banyak karyawan lain karena membawa bayi di tambah bodyguard yang di belakang yang membawa meja bayi, mata aza menjelajah seluruh kantin untuk menenukan kak eva dan kak sandra karena tadi sudah berjanji untuk makan siang bersama. Setelah aza melihat kak eva dan kak sandra langsung menghampirinya, saat itulah banyak karyawan yang berbisik siapa yang berani membawa anak ke tempat kerja di tambah bodyguard yang di belakang aza.
__ADS_1
“bukankah itu aza dari devisi keuangan, kenapa dia membawa bayi” kata salah karyawan berbaju ungu yang kebetulan kenal dengan aza
“iya, itu aza salah satu karyawan dari devisi keuangan tapi setahuku dia masih single, tapi anak siapa yang dia bawa” jawab temanya berbaju merah
“manaku tahu, dan di kantor kan tidak boleh membawa anak terutama bayi, berani sekali dia” jawab temannya yang berbaju coklat dan masih banyak lagi orang-orang yang berbisik tentang keadaan aza.
Aza yang sampai di meja tempat kak eva dan kak sandra berkumpul, aza langsung duduk di kursi yang kosong, “kamu taruh di sini” kata aza pada bodyguard yang membawa meja bayi untuk baby elo untuk meletakkannya di samping ada. “baik nona” kata bodyguard yang menata kursi bayi untuk baby elo.
“za kenapa anak pak nando ada di kamu” tanya sandra pada aza, “ceritanya panjang kak mending sekarang kita makan dulu” kata aza pada sandra dan eva, “baiklah tapi kamu harus cerita sama kami OK” kata eva kepada aza. “iya kak, nanti aza cerita, kak bisa pesenin aza makan ribet soalnya” kata aza pada eva karena aza kerepotan harus menjaga baby elo di tambah harus memesan makanan. “baiklah, mau kakak pesenin apa?” tanya eva pada aza yang kasihan melihat aza kerepotan untuk mengurus baby elo yang sekarang juga makan siang bersama. “seperti biasa ya kak, Terimakasih” kata aza pada eva, sambil memakaikan celemek makan pada baby elo agar baju baby elo tidak kotor. “sama-sama kayak siapa aja za, lagian kamu juga sedang sibuk sama anak pak nando, kamu tunggu di sini” kata eva tidak keberatan dengan permintaan aza. “iya kak” kata aza pada eva.
Bersambung
***hello reader***
Maaf kemarin gak bisa up date soal author simulasi untuk ujian proposal author, mohon dukungan untuk author berupa vote, comen, dan like.
Terima Kasih
__ADS_1