Baby CEO

Baby CEO
Episode 72


__ADS_3

 


 


Nando dengan cemberut pergi ke kamar baby elo di sana baby sudah bangun dan untung baby elo tidak menangis mencari aza dia tenang-tenang saja dalam gendongan bibi.


“lho tuan nando kenapa ke sini?” ucap bibi heran melihat nando ke kamar baby elo, karena semenjak menikah dengan aza, nando jarang ke kamar baby elo.


“aza mengusirku bi,  dia menyuruhku untuk menjaga baby” ucap nando lesu


Bibi hanya tersenyum kecil, akhirnya tuan nando yang dia jaga semenjak kecil dapat merasakan apa itu cinta dan sekarang dia sangat mencintai nyonya aza.


“bibi mengerti tuan, kalau begitu tuan muda akan bibi serahkan pada tuan dan bibi akan membantu nyonya di dapur” ucap bibi menyerahkan baby elo


Nando hanya bisa menerima baby elo dan membiarkan bibi untuk membantu aza.


“papa papapp..papa” ucap baby elo dalam pangkuan nando


“kenapa baby, kamu senang ya papa tidak bersama mama” ucap nando yang melihat baby elo senang.


Baby elo tidak mengerti perkataan dari sang papa dia tidak peduli dengan nando yang sedang cemberut, dan menurut baby elo papanya sangat lucu dengan tangan kecilnya baby elo menepuk pipi nando dengan keras.


“aduh...kenapa baby memukulku?” ucap nando di tanggapi dengan tawa baby elo


“kamu mulai nakal ya, awas saja nanti papa akan adukan sama mama kamu terus mama tidak mau bermain dengan baby karena nakal” ucap nando menggoda baby elo


Seakan mengerti dengan perkataan nando baby elo menangis keras dan dengan kedua tangan mungilnya dia


memukul-mukul nando.


“wa.........pap pa...papa” ucap baby elo memukul nando


“aduh ...... kenapa baby terus memukul papa” ucap nando berusaha menghalangi pukulan maut dari sang


anak.


Baby elo tidak berhenti malah semakin gencar memukul nando, meski masih kecil tapi karena tubuh montok baby elo jadi pukulan baby elo bisa di bilang cukup sakit.


“ok, ok papa mengalah, papa tidak akan memberi tahu mama tapi baby berhenti memukul papa ini sakit” ucap nando membujuk baby elo.


Baby elo berhenti memukul nando dan kembali bermain seakan tidak pernah terjadi apapun, nando melihat sifat anaknya hanya bisa menghembuskan nafas panjang, memang benar baby elo menuruni sifatnya dan dia juga menuruti sifat mama rinta yang barbar.


Sedangkan nando masih mengawasi baby elo aza tengah sibuk memasak untuk makan malam.


“sore nyonya, ada yang bisa bibi bantu” ucap bibi yang baru sampai di dapur

__ADS_1


“kenapa bibi di sini? kenapa tidak menjaga baby elo?” tanya aza


“ada tuan nando nyonya jadi bibi di sini untuk membantu nyonya memasak” ucap bibi


“oh ya sudah,  karena bibi sudah di sini tolong bantu saya untuk mencuci sayuran ini ya bi dan juga cuci cumi-cumi juga” ucap aza


“baik nyonya” ucap bibi mulai mengerjakan tugas yang di berikan aza padanya.


***


Aza sudah selesai memasak tinggal menatanya di meja, para maid akan menatanya dan aza pergi ke kamar baby elo untuk melihat nando dan baby elo.


Sesampai aza di depan kamar baby elo terdengar suara gaduh dari dalam, dengan penasaran aza mengintip sedikit apa yang mereka lakukan.


“bisakah kamu diam sebentar baby? Kamu harus memakai baju dulu” ucap nando yang terlihat sangat berantakan, dilihat dari  wajah nando yang kotor karena bedak di tambah baju nando yang sedikit basah karena memandikan baby elo tadi.


Terlihat nando yang kesulitan memakaikan baju untuk baby karena baby elo tidak mau diam dan terus merangkak.


Aza tertawa geli denga kelakuan nando, baru kali ini nando terlihat kelelahan hanya karena memandikan baby elo, padahal nando tidak akan masalah lembur berhari-hari.


Setelah mengamati suaminya yang  kelihatan kesulitan aza segera masuk, “apa yang kalian lakukan?” tanya aza


“bunny? Apa sudah selesai memasaknya” ucap nando melihat aza


Sedangkan baby elo yang melihat mama langsung merangkak menghampiri aza dengan tubuh bugil penuh dengan bedak, karena nando belum bisa memakaikan baju untuk baby.


“anak mama sudah wangai, dimandian papa ya” ucap aza mencium pipi tembem baby elo yang cemong bedak


“iya, tadi di bantu bibi makanya cepat selesai” ucap aza


“oh... tapi kenapa baby kalau bersamamu anteng dan dia bersamaku tidak mau diam” ucap nando jengkel karena baby elo sekarang dalam gendongan aza dengan anteng


“mungkin tahu papanya galak makanya mau kabur” ucap aza bercanda


“oh jadi aku galak?” ucap nando mendekati mereka berdua


“jadi menurut baby papa galak, sini papa tunjukin bagaimana galaknya papa” ucap nando mengambil baby elo dari gendongan aza.


Baby elo protes karena lepas dari gendongan aza, tapi nando tidak mendengarkan baby elo dia terus menggendong baby elo dan memaksanya untuk memakai baju.


Meskipun sedikit memaksa baby elo dan tidak boleh turun dari gendongan nando tapi nando tetap melakukannya secara lembut agar tidak menyakiti baby elo.


aza tersenyum melihat interaksi ayah dan anak ini, mereka berdua akan terus bertengkar dengan cara mereka nantinya mereka akan lelah dengan sendirinya.


Nando tersenyum puas karena berhasil memakaikan baju baby elo meski sedikit paksaan yang membuat baby elo cemberut tapi nandi tidak peduli yang penting berhasil.

__ADS_1


“sudah selesai, sekarang kamu sama mama papa mau ganti baju dulu” ucap nando memberikan baby elo pada aza yang dari tadi menunggu nando selesai.


“bunny kamu jaga anak nakal ini jangan sampai kabur, dan jangan terlalu memanjakannya kalau tidak dia akan melunjak” ucap nando pada aza yang mendapat pukulan dari tangan kecil baby elo


“aduh” ucap nando


“hahahahhahah” tawa aza melihat baby elo memukul nando karen nando menjelakan baby elo


“kenapa baby selalu memukulku, ingat aku papamu yang seharusnya kamu menghormatiku bukan memukulku” ucap nando protes


baby elo hanya mengoceh tidak jelas seakan ikut membalas ucapan nando dan gilanya nando juga membalas ocehan baby elo dengan bahasa sama persis dengan baby elo jadilah mereka berdua saling beradu dengan bahasa alien yang membuat aza tertawa keras.


“kalian berdua berhenti” ucap aza menghentikan baby elo dan nando bedebat


“teddy sudah berapa kali aku bilang untuk mengalah dengan baby elo, tahu sendirikan baby masih bayi jadi belum terlalu mengerti ingat kamu ayah baby elo yang harus memberikan contoh yang baik untuk baby bukan mengajaknya berdebat” ucap aza menasihati nando


“dan juga baby sayang, papa nando itu ayah kamu jadi jangan selalu kamu pukul ya, seharusnya baby bersikap hormat dan tidak membatah papa” ucap aza memberi nasihat baby elo, meskipun masih bayi tapi baby elo juga harus di beritahu mana yang boleh dan mana yang tidak boleh dia lakukan


“sekarang teddy ganti baju, kita akan turun bersama untuk makan malam” ucap aza


Nando mengangguk dia masih menggendong baby elo berjalan menuju kamarnya dengan aza mengikuti dari belakang.


“baby kita jangan buat mama marah lagi, lihat mama seperti singa kalau marah” ucap nando berbisik pada baby elo, tapi bisikan nando masih bisa di dengar aza.


“aku mendengarnya teddy, sekarang cepat ganti baju” ucap aza


Nando tersenyum kikuk melihat aza, “tidak bunny, kamu salah dengar aku mengatakan pada baby kamu mama yang baik, iyakan baby” ucap nando meminta persetujuan baby elo.


Nando segera memberikan baby elo pada aza dan dia dengan cepat pergi keruang ganti untuk mengganti


bajunya.


Aza hanya bisa menggelengkan kepala melihat kelakuan nando, “baby kalau sudah besar jangan tiru papa kamu ya, nanti mama pusing jadinya” ucap aza.


Tidak berselang lama nando keluar dengan baju sudah ganti dan tidak ada bekas bedak lagi di muka nando mungkin nando juga menghapusnya.


“ayo sayang kita turun” ucap nando mengajak aza dan baby elo turun untuk makan malam bersama.


Mohon dukung author dengan like, rate, comen dan vote


Terimakasih..


Untuk para plagiat menjauh dari cerita saya,


meski banyak kesalahan tapi ini murni karya saya,

__ADS_1


tolong hargai saya sebagai pemilik karya ini.


__ADS_2