Baby CEO

Baby CEO
Menikah (2)


__ADS_3

 


 


Nando dan aza sudah melaksanakan prosesi pernikahan sekarang mereka berdua sah menjadi sepasang suami dan istri, mama rinta dan bunda awan benar- benar hebat dalam waktu satu hari mereka bisa mengundang kerabat dekat dan mengadakan semuanya dengan cepat, sekarang aza dan nando sedang duduk di pelaminan di mana kedua sisi pelaminan mereka ada tempat duduk untuk orang tua sang mempelai, mama ranti terlihat sangat bahagia dengan pernikahan nando dan juga ayah nando yang bernama Jordan Varmod atau biasa di panggil papa jordan. Sedangkan untuk aza yang sudah tidak mempunyai orang tua maka yang duduk di sisi aza adalah bunda awan dan suaminya guruh mereka dengan senang hari duduk di sana sebagia perwakilan dari aza. “selamat son kamu sudah menikah lagi hahahaha, jangan lupa kasih papa cucu lagi” kata papa jordan memberi selamat pada nando, sebenarnya papa jordan juga tahu kalau semua ini ulah istrinya tapi dia tidak keberatan sama sekali yang penting istrinya bahagia, “makasih pa” kata nando pada papa jordan, “selamat datang di keluarga saya aza, semoga kamu betah di sini dan mohon jaga nando dan baby elo untuk kami” kata papa jordan pada aza, papa jordan melihat menantunya pertama kali langsung bisa menabak bahwa aza wanita yang baik dan polos sayang sekali harus menikah dengan anak kurang ajar seperti nando, “terima kasih tuan” kata aza canggung, aza masih canggung dengan papa jordan karena aza baru pertama bertemu sekarang dengan status yang sudah menjadi istri nando, “panggil saya papa seperti nando mulai sekarang kamu juga anakku jadi kalau nando menyakiti kamu, kamu bisa adukan pada papa nanti papa kasih pelajaran pada nando hahahahah” kata papa jordan pada aza.


Aza merasa beruntung memilki papa mertua seperti papa jordan meskipun baru pertama bertemu tapi papa jordan membuat aza nyaman dengan dia, “iya tu.. maksud saya papa aza akan melakukanya” kata aza pada papa jordan, “selamat ya za, atas  pernikahanmu dengan kakak iparku, tapi kita tetap berteman kan” kata vinsent pada aza, “makasih vin sudah datang, kita akan tetap berteman seperti biasa” kata aza dengan senyum di wajahnya, “ baiklah tapi mungkin aku tidak bisa lama-lama mengobrol dengan kamu soal dari tadi aku merasa dingin” kata vinsent yang dari pertama bicara dengan aza merasakan hawa dingin entah dari mana, “memang kamu sakit, kalau sakit seharusnya tidak usah datang istirahat di rumah saja” kata aza pada vinsent yang mengatakan bahwa di sini dingin padahal aza merasakan sesak dan panas, sedangkan nando sekarang menatap vinsent dengan tatapan yang tajam dengan mengelurkan hawa dingin. “hai kakak ipar, selamat kamu menikah dengan aza, tadi aku kedinginan sekarang aku tahu dari mana asalnya ternyata dari kakak ipar, hahahaha jangan cemburu kak aku tidak akan merebut aza, tapi kalau kakak melepasnya akan aku ambil aza dan aku jadikan istriku pasti bunda akan setuju” kata vinsent mengoda nando, vinsent tahu sebenarnya nando mempunyai rasa dengan aza tapi karena gensi jadi nando menahannya, “terimakasih telah datang lebih baik kamu tidak datang, untuk soal aza saya tidak akan pernah lepaskan” kata nando pada vinsent, nando sangat tidak suka vinsent berdekatan dengan aza dan mungkin nando akan melarang aza untuk bertemu vinsent lagi secara sekarang statusnya sudah suami istri jadi nando berhak untuk melarang aza.


Vinsent hanya tertawa senang membuat nando itu kesal, vinsent pergi untuk berbaur dengan tamu lain, sekarang hanya aza dan nando yang ada di pelaminan orang tua mereka menyambut tamu lain yang di undang.

__ADS_1


“bagaimana capek?” tanya nando pada aza yang kelihatannya lelah, terutama saat melihat aza yang tidak nyaman dengan sepatu hak tingginya, “capek lah nan, katanya cuman kerabat dan teman bisnis tapi kenapa banyak” kata aza mengeluh dengan keadaan sekarang, nando enak hanya menggunakan tuxedo sedangkan aza harus menggukanan gaun yang berat di tambah dengan rok yang mengembang benar- benar menyusahkan.”tahan saja dulu sebentar lagi juga akan selesai, siapa suruh menggunakan gaun itu” jawan nando pada aza yang mengeluh masalah gaun,


“siapa juga yang mau memakai gaun ini nan, ini pilihan mama rinta ya jadi saya hanya memakainya tanpa membantah” kata aza ketus aza benar- benar sudah lelah memakai gaun tersebut.


“yayaya terserah kamu, kamu lepas saja sepatu kamu, aku heran dengan wanita kenapa mereka mau menyakiti diri mereka dengan memakai sepatu seperti itu” kata nando


“ya sudah jangan ngeluh dan kamu duduk saja jangan berdiri” kata nando final, atas saran nando aza duduk agar kakinya tidak sakit, “aduh pengantin baru mesra sekali bikin iri saja hahahaha” kata mama rinta sambil membawa baby elo, “kenapa mama ke sini, dan kenapa baby elo matanya sembab” tanya nando yang melihat mata baby elo memerah dan masih ada jejak air mata di pipi gembul anaknya tersebut, “baby elo menangis mencari aza jadi mama ajak kesini” kata mama rinta, “oh sayang maafkan mama ya, sini sama mama jangan nangis anak tampan” kata aza mengambil baby elo dari gendongan mama rinta, aza mendudukkan baby elo di pangkuannya dan mencoba mengihurnya agar tenang, mama rinta sangat terharu dengan ini semua baru kali ini mama rinta melihat aza menyayangi baby elo dengan tulus tidak seperti wanita lain yang cuman bersandiwara agar terlihat baik di matanya.


“mama tinggal dulu\, kalian jaga baby elo” kata mama rinta meninggalkan nando dan aza bersama baby elo. mama rinta menghampiri suaminya yang sedang berbincang dengan guruh dan bunda awan\, “bagaimana mantu baru mama baik kan?” tanya mama rinta pada papa jordan. “tentu pilihan mama memang yang terbaik\, dia wanita yang lembut” kata papa jordan yang merangkul istrinya dengan sayang\, “aku juga ikut milih bahkan aku yang pertama kasih tahu kamu rin” kata bunda awan yang tidak mau kalah dengan mama rinta\, “iya kamu juga ikut milih memang kita sehati hahahahah” tawa mama rinta karena satu paham dengan bunda awan\, “benar kamu rin\, aku yang pertama lihat aza langsung jatuh cinta dengannya dan bertekad untuk menjadikan mama baru untuk baby elo atau bisa jadi mantuku hahahaha” canda bunda awan \, “eits sudah keduluan dengan anakku” kata mama rinta dengan bangga bahwa nando sudah dulu mendapatkan aza\, “tapi aku masih penasaran memang nando orang seperti itu yang memaksa wanita baik seperti aza untuk memuaskan nafsunya?” kata papa jordan yang masih penasaran dengan alasan istri dan sahabat istrinya menikahkan mereka berdua\, mama rinta dan bunda awan saling melirik dan tertawa\, “tentu saja bukan pa\, mama tahu nando bukan laki-laki seperti itu\, ini hanya alasan mama agar mereka cepat menikah” kata mama rinta yang sebernarnya sudah tahu kesalah pahaman yang terjadi tapi mama rinta mengambil kesempatan ini untuk menekan nando agar cepat menikah dengan aza. “apa kamu juga tahu bun?” tanya guruh pada bunda awan\, “iya bunda juga tahu yah\, ini memang rencana kita berdua untuk menyatukan mereka bunda juga tahu nando tidak s****** itu memaksa aza untuk melayaninya” kata bunda awan sambil tersenyum karena rencanya sukses. Papa jordan dan guruh hanya bisa menggelengkan kepala\, mereka pikir nando memang memaksa aza untuk melayaninya tapi ternya tidak hanya akal- akalan dari istri mereka.

__ADS_1


 


***hello reader***


maaf author up telat karena hari ini author mendadak ada repeat tes jadi author seharian gak pegang leptop jadi author mohon maaf atas ketelatan author, untuk episode selanjutnya menyusul ya mungkin nanti malam,


mohon dukung author dengan comen, like dan vote


Terima kasih

__ADS_1


__ADS_2