
“iya sayang ada apa?” ucap nando setelah mendengar ancaman aza.
“bukankah aku sudah bilang, untuk tidak memecat mereka” ucap aza mengingatkan nando atas permintaannya tadi.
Nando hanya diam memang aza melarangnya untuk memecat mereka tapi nando juga marah karena mereka menghina istrinya.
“tapi mereka menghinamu sayang, aku tidak mau mempunyai karyawan yang tidak hormat pada istriku” ucap nando membela diri
“karena mereka belum tahu pernikahan kita, toh mereka juga sudah minta maaf jadi biarkan mereka tetap bekerja disini, kejadian hari biar menjadi pelajaran untuk mereka agar selalu menghormati orang lain tanpa membedakan status sosial mereka, biarkan saja teddy mereka akan berubah aku yakin itu” ucap aza membujuk nando dengan lembut.
“benar pak, kami akan berubah dan akan menghormati nyonya aza seperti kami menghormati pak nando kami janji kejadian kali ini tidak akan terulang lagi” ucap anggun berjanji pada nando bahwa dia dan mulan akan berubah
“iya pak kami janji akan berubah” ucap mulan menimpali perkataan anggun
Melihat kesungguhan mereka berdua nando berfikir ulang untuk memecat mereka terlebih dia melihat aza juga memohon agar tidak memecat anggun dan mulan.
“baiklah aku tidak akan memecat kalian, itu karena permintaan istriku jadi kalian harus hormat pada istriku” ucap nando final.
Aza mendengar bahwa mereka tidak jadi di pecat menjadi senang, dia tidak ingin orang lain kehilangan pekerjaan mereka hanya masalah sepele seperti ini.
“terimakasih pak, kami akan menepati janji kami” ucap anggun dan mulan bersama dengan wajah lega karena tidak jadi di pecat oleh nando.
“berterimaksihlah pada istriku bukan aku, kalau dia tidak memohon agar tidak memecat kalian pasti kalian sudah kehilangan pekerjaan kalian” ucap nando malas
“terima kasih nyonya, kami akan menepati janji kami pada nyonya dan selalu hormat pada nyonya aza” ucap mereka berterimakasih pada aza.
“sama-sama, tapi janji jangan terulang lagi” ucap aza lembut
“kami janji nyonya” ucap mereka bersama
“baiklah kalian bisa kembali bekerja” ucap nando mengusir mereka
__ADS_1
“baik pak kami permisi” ucap mulan dan anggun keluar dari ruang nando dengan wajah lega.
Setelah anggun dan mulan pergi aza menghampiri nando, “makasih teddy kamu tidak jadi memecat mereka” ucap aza bergelayut manja pada nando.
“itu karena kamu kalau tidak aku akan benar-benar memecat mereka” ucap nando memangku aza, dia senang karena baru kali ini aza tanpa malu bertingkah manja pada dia.
“sudahlah teddy maafkan mereka, aku juga sudah tidak apa-apa” ucap aza mencoba merayu nando
“baiklah, tapi kenapa istriku jadi manja seperti ini” ucap nando pada aza yang ada di pangkuannya.
“kenapa tidak boleh, ya sudah turunkan aku turun saja” ucap aza ingin turun dari pangkuan nando tapi di tahan oleh tangan besar nando.
“jangan begitu sayang, jarang sekali kamu bersikap manja seperti ini terlebih lagi kita juga jarang berdua karena harus di ganggu dengan anak nakal itu” ucap nando cemberut
“anak nakal? Maksudmu baby elo?” tanya aza,
“kalau tidak dia siapa lagi, anak nakal itu akan memonopolimu saat kita bersama” ucap nando geram dengan tingkah baby elo yang tidak mau berbagi dengan dia, baby elo akan selalu menempel pada aza.
“hahaha, kenapa kalian tidak pernah akur, ingat kamu papa baby elo jadi jangan cemburu dengan baby elo” ucap aza gemas dengan melihat nando cemburu dengan anaknya sendiri.
“tapi aku juga ingin bersamamu” ucap nando merajuk.
“iya aku bayi besarmu, jadi tolong rawat aku” ucap nando manja, aza hanya tertawa melihat tingkah manja nando.
***
Sedangkan anggun dan mulan yang sudah kembali ke tempat kerja mereka hanya bisa terduduk dan bersyukur karena mereka tidak jadi di pecat.
“lan, dari yang aku dengar kamu dipanggil pak nando ya?” tanya salah satu teman mulan yang penasaran karena mulan dipanggil ke ruang nando setelah kejadian di loby tadi.
“iya” ucap mulan singkat, “kenapa kamu dipanggil pak nando? lalu apa benar aza sekarang menjadi istri pak nando?” ucap teman mulan penasaran.
Mulan menghembuskan nafas lelah, hari ini sudah cukup berang untuknya karena hampir saja dipecat sekarang dia harus menjawab pertanyaan dari teman-temannya.
“iya, untuk aza dia memang istri pak nando sah secara hukum dan agama dan sekarang kita harus memanggilnya nyonya aza dan menghormati dia seperti kita menghormati tuan nando” ucap mulan
__ADS_1
“jadi benar aza istri tuan nando, memang kamu tahu dari mana?” tanya teman mulan yang masih kurang percaya.
“aku tahu dari pak nando sendiri, dan kamu tahu alasanku dipanggil pak nando tadi?” ucap mulan
Teman wanita mulan hanya menggelengkan kepalanya tanda dia tidak tahu alasan mulan di panggil ke ruang nando.
“aku hampir saja di pecat karena menghina nyonya aza, untung saja nyonya aza memaafkanku dan membujuk pak nando agar tidak memecatku kalau tidak aku sudah menjadi pengangguran” jelas mulan
"jadi kamu hampir dipecat pak nando? dan karena aza maksudku nyonya aza memohon pada pak nando agar kamu tidak dipecat jadi kamu tidak jadi dipecat” tanya teman mulan memastikan.
“iya, jadi sekarang kita harus menghormati nyonya aza kalau tidak mungkin kalian akan kehilangan pekerjaan dari sini” ucap mulan memperingatkan teman-temanya yang lain.
Teman-teman mulan yang mendengar peringatan dari mulan mulai takut, dalam hati mereka berjanji tidak akan menghina atau merendahkan aza lagi kalau tidak mereka akan kehilangan pekerjaan.
***
Waktu pulang kerja telah tiba, banyak karyawan yang telah bersiap untuk pulang beristirahat di rumah, sama juga seperti nando yang akan pulang ke rumah untuk beristirahat melepas penat setelah bekerja.
“bunny, aku sudah selesai waktunya pulang” ucap nando manja pada aza yang duduk di sofa menunggu nando.
Aza hanya tersenyum melihat nando yang antusias akan segera pulang ke rumah, “kita jemput baby elo dulu di rumah mama” ucap azaa
“iya, ayo sayang” ucap nando menggandeng aza.
Sepanjang jalan banyak karyawan yang menyapa mereka, aza tentu membalasnya dengan senyum ramahnya berbeda dengan nando yang memasang wajah datar seperti biasa.
“pak nando sangat beruntung menikahi nyonya aza, tidak hanya cantik tapi ramah dan baik” ucap salah satu karyawan laki-laki.
“iya aku dulu juga naksir dengan aza, tidak hanya cantik tapi dia juga baik tapi sayang dia sudah diambil oleh pak nando” ucap teman karyawan laki-laki tersebut.
“aku sempat berfikir kenapa pak nando mau dengan nyonya aza yang notabenanya anak yatim piatu dan tidak memiliki latar belakang yang baik tapi sekarang aku mengerti kenapa pak nando memilih aza” ucap karyawan wanita menimpali teman laki-lakinya.
“iya benar, bahkan aku sekarang berfikir kenapa aza mau bersama pak nando yang orangnya dingin seperti itu, bayangin saja saat kita menyapanya kita dapat melihat perbedaan yang sangat mencolok” ucap karyawan lain.
“iya, ibarat nyonya aza seperti bunga yang indah dengan kupu-kupu terbang disampingnya sedangkan pak nando seperti raja setan yang ingin menghancurkan segalanya” ucap karyawan lain.
__ADS_1
“benar itu, bukan aza yang beruntung mendapat pak nando tapi pak nando yang beruntung bisa mendapatkan aza sebagai istrinya” ucap karyawan lain yang diangguki mereka semua.
sekarang banyak yang paham kenapa nando yang seorang konglomerat mau mempersunting aza yang anak yatim piatu bukan karena status sosial aza tapi karena aza yang baik dan ramah dengan orang lain, ditambah saat aza bersama dengan anak pak nando aura keibuan sangat kental dan terlihat aza sangat menyangi anak pak nando, tidak heran nando jatuh cinta dengan aza. Sedangkan pasangan yang mereka bicarakan sudah sampai di mobil mereka bersiap untuk menjemput baby elo.