Baby CEO

Baby CEO
Masih Cemburu?


__ADS_3

Matahari telah terbit hari baru telah menanti, seperti biasa aza berangkat ke kantor untuk bekerja, tidak lupa dia juga membawa bekal untuk baby elo dan nando. Sesampai di meja kerjanya aza memeriksa tugas-tugasnya yang sepertinya bertambah, meski tidak banyak. Nando juga baru sampai di kantor dengan membawa baby elo di


gendongannya, “selamat pagi pak” kata aza menyapa nando, “hem” kata nando singkat, “pagi sayang mau sama mama” kata aza pada baby elo, baby elo senang dengan aza langsung meminta untuk menggendonganya, “mulai hari ini setelah jam makan siang kamu bawa baby elo pulang ke rumah dan tidak kemana-mana” perintah nando pada aza. “tapi pak bagaimana dengan pekerjaan saya” tanya aza pada nando, meski aza menyukai merawat baby elo tapi pekerjaan nya bukan hanya merawat baby elo masih banyak tugas yang aza kerjakan, kalau tidak sama saja aza memakan gaji buta. “kamu tidak perlu untuk mempermasalahkan itu, ingat pekerjaan utamamu hanya merawat baby elo dan untuk pekerjaan kantor biar andi yang mengurusnya” kata nando pada aza. “tapi di kontrak bapak saya kan jadi sekretaris bapak bukan baby sister, saya masih bisa menjaga baby elo di kantor pak” kata aza


pada nando, “tidak kamu tetap pulang kerumah tidak boleh keluar” kata nando tegas. Aza mau tidak mau harus menuruti perintah nando, “baik pak” jawab aza. Nando yang mendegar itu tersenyum kecil, akhirnya aza akan tetap di rumah dan tidak bertemu dengan vinsent yang sewaktu-waktu datang ke kantor.


Seperti perintah nando selepas jam makan siang aza langsung pulang kerumah nando dengan membawa baby elo, sedangkan nando masih di kantor untuk menyelesaikan perkerjaanya, sekarang nando bersama andi untuk membahas beberapa pekerjaan, “andi mulai besok berikan aza sedikit pekerjaan” perintah nando pada andi, “tapi pak kemarin bapak menyuruh saya untuk memberikan pekerjaan yang banyak pada nona aza, tapi kenapa sekarang sedikit lagi pak?” tanya andi pada nando, kemarin menyuruh untuk memberikan pekerjaan kepada aza yang banyak sekarang lebih sedikit, mana yang benar?, andi benar-benar bingun dengan sikap bosnya yang berubah-ubah, “kamu membatah saya? Pokoknya mulai hari ini aza akan ada di kantor hanya sampai jam makan siang selebihnya kamu yang kerjakan jangan membatah turuti saja” perintah nando tegas, “baik pak” kata andi mengiyakan perintah nando tapi andi juga masih bingung.


Nando hanya tersenyum kecil, mulai sekarang aza hanya akan bekerja sampai jam makan siang saja selebihnya akan berada di rumahnya, tidak ada lagi laki-laki yang akan menemui aza terutama vinsent, meski nando juga masih bingung dengan sikapnya sekarang yang penting nando menjauhkan aza dari kaum laki-laki.

__ADS_1


***


Berbeda dengan nando yang masih bekerja aza sekarang sedang bermain di taman dengan baby elo, sekarang baby elo tambah aktif dia juga sangat menyukai memegang semua benda yang dia lihat, pasti akan langsung memasukkan ke dalam mulut kecilnya sepertinya gigi baby elo udah banyak yang mulai tumbuh, seperti sekarang ini baby elo tidak mau diam baby elo asik merangkak di atas rumput dengan tawa riang karena tangannya geli memegang rumput. “jangan sayang itu kotor” kata aza mengambil ranting yang di pegang baby elo dan akan di masukkan dalam mulut mungilnya. Baby elo tentu saja protes karena mainannya di ambil oleh aza tapi baby elo akan langsung lupa dan mulai meranggkak kembali, memang aza sengaja membiarkan baby elo merangkak di rumput karena itu juga membantu syaraf motoriknya berkembang.


Setelah baby elo puas bermain di taman aza mambawa baby elo kembali ke dalam rumah baby elo juga mulai mengantuk, aza membersihkan tangan dan kaki baby elo dan juga aza mengganti pakaian yang kotor selepas bermain di taman, baby elo mulai mengantuk aza segera membaringkan baby elo di kasur dan mulai menepuknya secara perlahan untuk menidurkannya, karena aza juga lelah akhirnya aza tertidur bersama di samping baby elo.


***


Tidak berselang lama setelah nando tidur seseorang masuk ke kamar baby elo dan melihat aza dan nando tidur bersama dalam satu ranjang dengan baby elo di tengah, orang tersebut tersenyum melihat kebersamaan mereka bertiga dengan cepat dia mengambil hendphonya dan memotret mereka bertiga, setelah puas mengambil foto aza dan nando orang tersebut keluar dari kamar dan pergi dari rumah nando.

__ADS_1


Waktu berlalu cepat sekarang sudah sore tapi nando dan aza masih tertidur dengan lelap, sedangkan baby elo sudah bangun dia dengan pintar tidak menangis baby elo bermain dengan kaki dan tangan mungilnya dia tertawa apa bila bisa mengangkat kaki kecilnya dan memegangnya. Aza yang mendengar tawa bayi langsung terbangun tapi betapa kagetnya karena nando juga tidur di sampingnya, “kenapa pak nando disini memang ini sudah jam berapa?” kata aza dalam hati, aza masih kaget dia dan nando satu ranjang bersama meski ada baby elo di tengah tetap saja satu ranjang. Aza segera menyingkirkan semua pikiran aneh dalam otaknnya sekarang di melihat baby elo yang sedang bermain dengan tangan dan kaki mungilnya, “kamu sudah bangun sayang, mandi yuk sama mama” kata aza membawa baby elo ke kamar mandi tanpa memperdulikan nando yang masih tidur.


Tak lama setelah aza membawa baby elo mandi nando juga bangun dari tidurnya, nando merasa segar kembali setelah tidur sebentar padahal nando tidak pernah tidur sore seperti ini, nando yang tidak melihat aza dan baby elo langsung bisa menebak pasti aza sudah bangun dan mambawa baby elo mandi, karena ini juga sudah sore bahkan hampir malam. Nando pergi ke kamarnya untuk mandi dan mengganti pakaiannya.  Setelah semua selesai mereka makan malam bersama seperti biasa dan nando juga mengantarkan aza setelah baby elo tidur.


***


Sedangkan di tempat lain terdapat seorang wanita yang mengirim foto yang di ambilnya pada sahabatnya yang sekarang sedang bulan madu, tak lama setelah mengirimnya dia mendapat telfon dari sahabatnya yang tadi di kirimi foto tersebut, wanita itu langsung tersenyum kecil dia sudah tahu sahabatnya akan langsung menelfonya, “hello, bagaimana bagus bukan hahahaha” dia tertawa setelah mendengarkan sahabatnya tentang foto tersebut, “tentu saja aku tahu dia wanita yang baik aku sudah bertemu denganya” kata wanita tersebut menjelaskan bahwa aza wanita yang baik, “tentu, dia sangat menyayanginya, dia juga dengan tulus dan tidak memandang harta nando, bahkan kitanya dia tidak menyukai nando” kata wanita tersebut, “tentu kita harus menyatukan mereka, aku sudah suka sama dia dan aku ingin menjadikan dia ibu baby elo, tapi sayang anakmu yang bodoh itu tidak dapat melihat bahwa dia wanita yang baik” ucapnya pada sang sahabat melalui sambungan telfon, “kamu harus membantuku menyatukan mereka, aku tidak mau dia di ambil orang lain karena anak bodohmu itu telat mengambil kesempatan, baiklah aku tunggu, kamu harus cepat pulang dan kita susun rencana untuk membuat mereka bersatu” kata


wanita tersebut. “baiklah sampai jumpa” wanita tersebut menutup telfon dan tersenyum satu pendukung telah di dapatkan tinggal menyusun rencana agar aza dan nando bersatu.

__ADS_1


__ADS_2