Baby CEO

Baby CEO
Bersama


__ADS_3

 


 


Matahari telah terik menandakan hari sudah siang, hari ini aza tidak membuat makan siang tapi aza akan langsung pulang ke rumah dengan baby elo, sekarang aza sedang bersiap untuk pulang ke rumah, “kamu akan pulang?” tanya nando, “iya nan, ini hampir jam makan siang aku juga belum masak untuk baby elo jadi aku pulang lebih awal” kata aza, sekarang waktu menunjukkan pukul 11 siang sebentar lagi akan istirahat makan siang, “aku antar” kata nando,


“tapi nan pekerjaanmu masih banyak, kalau kamu mengantar kami pasti akan terhambat” kata aza yang keberatan nando yang mengantar


“aku bisa suruh andi untuk menghendel, dan aku juga mau makan siang jadi aku juga pulang, ayo aku antar tidak usah membantah” jawab nando. Aza hanya bisa menurut saja dia tidak mau berdebat dengan nando panjang lebar, mereka bertiga pulang dengan nando sendiri yang menyetir.


Sesampai di rumah mereka di sambut oleh para maid, aza yang belum terbiasa dengan ini semua merasa risih dia langsung ke kamar baby elo untuk mengganti baju baby elo di ikuti nando, “kamu masak saja untuk baby elo aku yang urus” kata nando menyuruh aza untuk memasak makan siang mereka, “baiklah, kamu jaga baby dengan baik ganti bajunya” perintah aza, nando hanya mengangguk paham.


Baby elo sudah di tangan nando sekarang aza mulai memasak untuk makan siang mereka, para maid yang sudah mulai terbiasa dengan aza yang terjun langsung untuk mengurus makan siang, mereka hanya akan membantu aza untuk menyiapkan bahan makanan dan mencuci peralatan yang kotor, setelah satu jam berkutat di dapur aza sudah menyelesaikan semua hidanganya, “siapkan di meja makan aku ke atas dulu” perintah aza pada salah satu maid, “baik nyonya muda” jawab maid tersebut.


Aza ke atas untuk memanggil nando dan baby elo untuk makan siang bersama, di lihat nando sedang menemani baby elo bermain di kamarnya, “makan siang sudah siap, sekarang turun dan makan” kata aza pada nando, nando menuruti perintah aza dia membawa baby turun untuk makan siang.


Aza sudah menyiapkan semua makanan di atas meja bahkan bubur untuk baby elo  juga sudah tersedia, nando mendudukkan baby elo di bangku kecilnya dan memakaikan celemek kecil di leher baby elo, “kamu makan saja biar maid yang menyuapi baby elo” kata nando menghentikan aza yang akan menyuapi baby elo, aza yang mendengar perintah nando hanya bisa pasrah aza memberikan mangkuk bubur baby elo pada salah satu maid yang akan menyuapi baby elo, nando duduk bersiap untuk makan siang, dengan sigap aza mengambilkan nasi beserta lauk pauk untuk nando, nando tersenyum kecil melihat aza mengambilkan makanan untuk dia, “ini cukup nan?” tanya aza memperlihatkan takaran makan yang di ambil untuk nando, “cukup” kata nando singkat. Nando langsung menyantap makan siang bersama anak dan istrinya. Mereka makan siang dengan tenang sesekali terdengar suara celotehan baby elo.


Setelah selesai makan siang kini mereka bersantai di ruang khusus untuk santai dimana nando tidak kembali ke kantor lagi, “kenapa kamu masih disini bukanya ke kantor?” kata aza heran nando masih di rumah padahal jam istirahat telah habis, “aku di rumah tidak ke kantor capek” kata nando singkat, “tapi kamu bos disana, banyak pekerjaan yang harus di selesaikan harusnya kamu menjadi contoh yang baik untuk karyawanmu bukan bermalas-malasan seperti ini” kata aza memarahi nando karena tidak kembali ke kantor, “kamu tahu aku bos, jadi aku bisa suruh andi dan karyawan lain untuk mengerjakan jadi tidak masalah aku libur setengah hari” jawab nando sambil menemani baby elo bermain, aza hanya menggelengkaan kepala dengan tingkah nando yang semakin hari semakain malas bekerja, di tambah nando juga mulai mengatur aza, dia tidak boleh bertemu dan berdekatan dengan laki-laki lain.

__ADS_1


Nando mengajarkan baby elo untuk berdiri meski kadang terjatuh tapi nando dengan sigap menangkap baby elo, aza yang melihat itu menjadi bahagia akhirnya nnado mulai peduli dengan baby elo, drt drt... suara pesan masuk dari hendphone aza di sana ada pesan dari teman kuliah aza yang bernama Girlin Wijaya, dia teman satu angkatan aza atau bisa di katakann sahabat aza, yang dia tahu girlin melanjutkan S2 di luar negeri, girlin mengirim pesan setelah lama tidak berkomunikasi


Girlin : “aza baby, bagaimana kabarmu? Aku merindukanmu”


Aza : “baik gir, kamu sendiri bagaimana? Aku denger kamu melanjutkan study di luara negeri?”


Girlin : “iya baby, orang tuaku menyuruhku untuk melanjutkan study di luar negeri, eh kamu sudah kerja apa belum?”


Aza : “aku sudah kerja”


Girlin : “yah... rencananya aku mau kamu menjadi sekretaris kakakku”


Aza : “sorry girlin tapi aku sudah kerja di varmond compony, kamu bisa cari yang lain”


Aza : “iya aku serius”


Girlin : “itulah aza, dengan otak jeniusnya apa yang tidak bisa dilakukan”


Aza : “hahahaha, kamu bisa saja aku masih banyak kekurangan”

__ADS_1


Girlin : “jangan merendah baby kamu memang jenius, tapi kita bisa bertemu minggu ini, aku kangen sama kamu baby”


Aza : “iya bisa mumpung aku juga free”,


aza berbalas pesan dengan girlin cukup lama tanpa aza sadari nando sudah memperhatikan dari tadi, nando penasaran dengan aza yang melihat hendphone nya dengan terus tersenyum, nando berfikir pasti aza sedang berbalas pesan dengan seseorang, “ekhem, siapa aza?” tanya nando mengagetkan aza, “astaga nan, hampir copot jantungku” kata aza mengelus dadanya, “dari tadi kamu bermain dengan HP terus dan senyum- senyum sendiri aku pikir kamu gila” kata nando ketus, “enak saja aku di bilang gila, ini teman aku dia mengirim pesan, sudah lama aku tidak bertegur sapa dengannya” jawab aza, “laki-laki atau perempuan” tanya nando, “memang apa urusannya denganmu, mereka temanku jadi kamu tidak usah peduli” kata aza, “tentu aku peduli ingat aku suamimu dan kamu istriku” kata nando,


 “iya aku tahu kamu suamiku tapi ingat juga kita menikah karena di paksa, di tambah kamu juga tidak memperbolehkan aku untuk mencampuri urusanmu jadi kamu juga tidak boleh ikut campur dengan urusanku” kata aza,


“tapi tetap kamu istri aku, jangan membuat malu dengan kelakuanmu” kata nando, “iya aku tahu, tenang saja aku tidak akan mepermalukanmu dengan ulahku jadi kamu tidak perlu khawatir, dan juga temanku ini wanita jadi wajar kalau sesama wanita saling bertemu hitung-hitung menjalin silahturahmi” jelas aza,


“iya aku tahu, tapi jangan pernah bertemu dengan laki-laki manapun tanpa seijinku, meski publik tidak tahu pernikahan kita tapi masih ada beberapa kolegaku yang datang ke pernikahan kita kemarin dan otomatis mereka tahu kamu istriku jadi kamu harus menjaga nama baik keluatga varmond sebagai nyonya muda” kata nando memperingatkan aza.


“iya aku tahu, kemarin baby elo lihat dia sudah mengantuk waktunya tidur siang” kata aza melihat baby elo yang mulai mengantuk, nando yang melihat baby elo hanya tersenyum kecil ternyata jagoanya lelah bermain.


“tidurkan dia di kamar aku mau ke ruang kerja, memeriksa email yang andi kirim” kata nando menyerahkan baby elo ke aza, nando pergi ke ruang kerjanya dan aza pergi kekamar baby elo untuk menidurkanya besarta aza juga ikut tertidur.


 


 

__ADS_1


Mohon dukung author dengan cara like, comen dan vote


Terimakasih


__ADS_2