Baby CEO

Baby CEO
Episode 49


__ADS_3

 


 


Setelah berpamitan dengan tuan wijaya nando dan aza kembali ke kantor, “sudah berapa lama kamu kenal dengan tuan wijaya” tanya nando, “cukup lama, saat aku masuk kuliah” jawab aza.


Nando hanya diam kalau memang dari awal aza kuliah pasti sudah 4 tahun lebih jadi mereka memang cukup lama mengenal aza. nando mengepalkan tangan, pasta saja kevin sangat akrab dengan aza.


“putar balik, kita ke rumah sekarang” kata nando pada supir, “baik tuan” kata supir meski tidak tahu apa yang terjadi tapi dia merasakan nando sedang marah.


“kenapa kita ke rumah, bukan kita masih banyak pekerjaan” tanya aza, “sudah jam makan siang, kamu harus pulang” kata nando. aza melihat arloginya dimana jarum jam menunjuk angka 12, waktu makan siang.


Sesampai di rumah nando turun masuk ke rumah di ikuti aza, “baby mama datang” kata aza masuk ke rumah disana baby elo merangkak diikuti oleh bibi.


“ganti bajumu dulu baru bermain dengan baby elo” kata nando yang menghentikan aza untuk memeluk baby elo. “mama ganti baju dulu sayang, tunggu sebentar ya” kata aza berlari ke kamar.


“nanti dulu sayang mama ganti baju dulu” kata nando menggendong baby elo yang akan mengikuti aza.agar baby elo tidak menangis nando bermain sebentar dengan baby elo sambil menunggu aza.


Aza turun setelah mengganti baju, dia melihat nando dan baby elo sedang bermain bersama, “menunggu lama” kata aza menghampiri mereka, “tidak juga” kata nando singkat, sedangkan baby elo sudah merangkak ke arah aza, “maaf sayang mama lama ya” kata aza menggendong baby elo.


“bibi baby elo sudah makan?” tanya aza, “sudah nyonya” jawab bibi. Aza mengengguk menerti sekarang hanya perlu menemani baby elo bermain sentar dan menidurkanya nanti.


“kamu tidak ke kantor nan” tanya aza yang melihat nando masih berbaring duduk selonjor di karpet bulu, “nanti, kelihatannya my bunny sudah lupa perjanjian kita pagi tadi” ucap nando.


Aza mencoba mengingat perjanjian pagi tadi, “iya maaf teddy tapi aku belum terbiasa” ucap aza meminta maaf karena lupa tentang panggilan mereka masing-masing.


“bunny harus terbiasa tidak boleh lupa, kalau tidak bunny akan mendapat hukuman” ucap nando memberikan seringa pada aza.

__ADS_1


“kenapa harus ada hukumann, itu hanya panggilan saja tidak terlalu penting” ucap aza yang tidak setuju dengan perkataan nando.


“tentu saja penting, kalau tidak bunny akan lupa terus dan teddy tidak akan suka” ucap nando.


“baiklah memang hukuman apa yang di berikan kalau aku tidak memanggil teddy? ” tanya aza.


“hukuman seperti ini” ucap nando mencuim aza tepat di bibinya . Aza diam mendapat ciuman dari nando, meski ini bukan yang pertama kali tetap aza masih terkejut.


“kalau bunny tidak memanggil teddy dengan benar makan teddy akan menghukumu seperti tadi” ucap nando melepaskan ciumannya.


Aza hanya mengangguk dalam hati dia akan terus mengingat untuk menyebut nando teddy bila mereka berdua saja maupun di rumah.


“sekarang teddy kembali bekerja dulu” ucap nando pamit untuk kembali ke kantor lagi. “bunny jaga baby elo,  jangan sampai lelah istirahatlah” ucap nando memberikan kecupan di kening aza.


Aza hanya diam, tidak tahu harus berbuat apa, “aku akan mengatar sampai pintu” ucap aza berdiri dengan membawa baby elo.


“aku pergi sampai jumpa nanti sore” ucap nando masuk ke mobil, “sampai jumpa nanti sore” balas aza sebelum pintu mobil tertutup. Mobil yang di tumpangi nando telah pergi melewati gerbang rumah.


Aza melihat mobil nando tidak terlihat lagi segera masuk ke rumah, aza pergi kekamar baby elo dan menurunkan baby elo di karpet bulu yang ada, jangtung aza berdetak kencang setipa nando bersikap lembut terhadapnya, aza mencoba menenangkan diri meski aza baru mengenal nando tapi nando sudah menjadi suaminya dan mencoba untuk saling mencintai.


Nando yang ada di mobil tersenyum sendiri, hari ini dia satu langkah untuk mendapat cinta aza, nando optimis aza akan menyukainya dengan perlakuan lembut dan selalu memperdulikan aza, tapi setelah mengingat kejadian dengan tuan wijaya tadi, nando berfikir untuk lebih ekstra merebut hati aza.


“hari ini tuan senang sekali, ada terjadi sesuatu yang menyenangkan tuan?” tanya supir nando, baru pertama kali dia melihat tuannya tersenyum senang. “apa terlihat jelas?” ucap nando, “tidak juga tuan, tapi tuan sering tersenyum dan suasana hati tuan kelihatan senang jadi saya menyimpulkan tuan sedang bahagia” ucap sopir tersebut, “kau benar aku sedang bahagia” ucap nando sambil membayangkan aza


“kalau boleh saya tahu apa yang membuat tuan senang?” tanya supir nando dengan penasaran dia ingin tahu apa yang membuat tuann yang biasa dingin tanpa ekspresi jadi penuh senyum sperti ini.


“kamu tidak perlu tahu, menyetirlah dengan benar” ucap nando, “baik tuan” kata supir  nando dengan sedikit kecewa.

__ADS_1


Sesampai nando di kantor andi sudah menunggu untuk membantu nando melanjutkan pekerjaan nando yang tertunda, “setelah ini apa jadwalku?” ucap nando, “tidak ada pak hanya beberapa berkas yang harus bapak periksa sendiri” ucap andi.


 “taruh di mejaku, selain itu tidak ada lagi” tanya nando, “tidak pak hanya itu untuk hari ini” jawab andi. “kamu boleh keluar” ucap nando, “baik pak permisi” ucap andi. Nando melihat berkas yang ada di mejanya cukup banyak dia harus menyelesaikannya sebelum jam pulang kantor, hari ini nando tidak akan lebur dia akan menghabiskan waktu dengan aza dan baby elo.


Rumah nando...


aza bermain dengan baby elo di taman di temani dengan bibi, “bibi sudah lama bekerja dengan nando?” tanya aza, “sudah nyonya dari waktu tuan nando masih bayi bibi sudah bekerja sebagai pembantu beliau” ucap bibi,


“jadi bibi tahu semua tentang nando?” tanya aza, “bisa di katakan bibi tahu semua apa yang tuan nando suka dan tidak suku” jawab bibi


“bibi apa nando pernah memiliki kekasih sebelum dia menikah” tanya aza, “setahu bibi tidak nyonya, tuan nando waktu muda sangat ambisius dengan pekerjaannya, bahkan tuan sangat jarang pulang ke rumah” ucap bibi.


“jadi benar nando tidak pernah berhubungan dengan wanita manapun” ucap aza, “benar nyonya, bahkan dulu nyonya rinta mengira tuan nando gay jadi nyonya rinta menjodohkan tuan nando dengan anak sahabatnya” ucap bibi.


“memang bi, kalau nando tidak punya anak saya juga mengira nando itu gay, secara dia seorang CEO dari perusahaan ternama tapi tidak pernah ada kabar dia berkencan dengan seorang wanita” ucap aza


Selama ini dia hanya tahu gosip yang beredar di kalangan karyawan kalau nando tidak pernah memiliki kekasih, dan waktu itu aza juga tidak terlalu peduli dengan gosip.


“apa nando juga bersikap lembut dengan ibu baby elo sama sepertiku?” tanya aza penasaran apakah ibu baby elo juga di perlakukan sama dengannya.


“tidak nyonya memang mereka pasangan suami istri tapi karena perjodohan jadi tidak ada cinta diantara mereka, ibu baby elo menghormati setiap keputusan nando tanpa bertanya lebih dulu” ucap bibi


 


 


Mohon dukung author dengan like, rate, comen dan vote

__ADS_1


Terimakasih


__ADS_2