
Aza sudah menyelesaikan semua masakannya sekarang tinggal mengemas di kotak makan untuk di antarkan ke nando, tapi sebelum aza selesai mengemasnya terdengar suara tangis baby elo, “nyonya tuan muda menangis” kata bibi yang membawa baby elo untuk bertemu aza, “baby sayang... mama di sini sayang” ucap aza mengambil baby elo ke gendongannya.
“tuan muda mulai menangis setelah bangun, mungkin mencari nyonya” ucap bibi, “iya bibi, memang baby elo akan menangis bila tidak ada di sampingnya” ucap aza masih menimang baby elo.
“bibi tolong kemas makanan ke dalam kotak makan biar supir yang mengantar ke kantor, saya mau memandikan
baby elo” ucap aza.
“bisa nyonya” jawab bibi, “hampir lupa, kemas untuk dua orang karena nando lembur pasti andi asisten nando juga ikut, kasihan dia harus memiliki bos seperti nando” ucap aza tersenyum, aza membayangkan wajah lelah andi karena harus membantu nando.
“baik nyonya, ada lagi?” tanya bibi, “tidak bibi, saya pergi dulu” ucap aza pergi dari dapur. Bibi segera mengemas makanan untuk nando agar bisa di antarkan ke kantor.
Aza membawa baby elo kembali ke kamar, “baby sekarang mandi, terus nanti maman sama mama ya sayang” ucap aza pada baby elo yang sudah berhenti menangis. Aza melepaskan semua baju baby elo dan mambawa badan mungil baby elo ke kamar mandi.
Di dapur bibi sudah mengemas semua makanan ke kotak makan untuk nando dia memanggil supir kepercayaan nando untuk mengantarkan ke kantor nando, “berikan ini pada tuan nando dan asisten tuan nando, katakan nyonya sendiri yang memasak” kata bibi pada supir nando,
“baik bibi, beruntung sekali tuan nando memiliki istri seperti nyonya aza, tidak hanya baik tapi perhatian dengan tuan nando” ucap sopir nando.
“iya tuan nando sangat beruntung, kita juga beruntung memilki majikan seperti nyonya aza dia memperlakukan kita dengan baik” ucap bibi
“iya bibi, dulu saya takut dengan tuan nando dan merasa rumah ini sangat suram, tapi setelah nyonya aza
seperti ada cahaya yang menyinari rumah ini kembali” ucap sopir
“benar, nyonya aza memberikan cahaya pada rumah ini, cepat sekarang kamu antarkan itu ke kantor tuan nando” ucap bibi menyuruh sopir nando mengantar kotak makan untuk nando
“baik bibi saya pergi dulu” ucap supir, “iya hati-hati” ucap bibi melihat kepergian supir nando, dia berharap ini menjadi awal bagi pasangan ini untuk lebih pedulu satu sama lain.
Aza sudah selesai memandikan baby elo, aza turun menuju ke dapur dengan baby elo yang sudah terlihat tampan”bibi, apa sudah di antarkan kotak makan untuk nando?” tanya aza sampai di dapur melihat bibi yang memasaka bubur untuk baby elo.
“sudah nyonya, kotak makan sudah di antarkan supir ke tuan nando” ucap bibi, aza hanya mengangguk paham, “bubur untuk baby elo sudah matang bi?” tanya aza.
__ADS_1
“belum nyonya sebentar lagi” ucap bibi, “baiklah bi, saya tunggu di ruang santai nanti kalau sudah matang panggil saja” ucap aza, “baik nyonya” ucap bibi.
Aza pergi ke ruang santai di sana dia menurunkan baby elo di karpet bulu dengan aza duduk di sampingnya juga, “kita main dulu baby, sambil menunggu bibi memasak bubur untuk baby” ucap aza memberikan maian untuk baby elo.
Baby elo sangat senang bisa turun dari gendongan aza dia mulai merangkak untuk mengambil mainan yang ada, aza hanya bisa tersenyum senang melihat perkembangan baby elo.
Varmod Compony...
Perusahaan tampak sepi dimana banyak karyawan yang sudah pulang karena memang sudah jam pulang kantor, meski masih beberapa karyawan yang masih bertahan di kantor karena lembur, sama seperti nando yang masih di kantor karena masih banyak dokumen yang harus dia periksa.
Huh.... nando menghela nafas panjang, sudah waktunya jam pulang kantor tapi pekerjaan masih banyak, “kapan akan selesai?” ucap anndo lirih, dia benar-benar sudah lelah.
“andi kapan semua akan selesai aku ingin pulang sekarang” ucap nando pada andi yang duduk di sofa untuk membantu nando memeriksa semua dokumen yang ada.
“kalau bapak terus mengeluh tidak akan selesai pak, mending bapak fokus dengan pekerjaan bapak dari pada mengeluh” ucap andi yang memang sudah jengah dengan nando yang dari tadi mengeluh karena pekerjaan yang banyak yang membuatnya harus lembur.
“kamu mulai berani mengkritik saya” kata nando, “bukan mengkritik pak, tapi ini kenyataan sudah berapa kali bapak menanyakan hal yang sama dengan saya” ucap andi
“benarkah, aku pikir baru sekali aku bertanya padamu” ucap nando sambil mengerjakan tugas kembali.
Andi menepuk kening dengan frustasi, dia sudah biasa dengan nando yang gila kerja tidak pulang tidak akan menjadi masalah, tapi sekarang yang menghadapi nando yang selalu mengeluh karena banyak pekerjaan dan tidak bisa pulang bisa membuatnya gila.
“andi, bisa kita langjutkan besok saja, apa kamu tidak ingin pulang” ucap nando pada andi.
“tidak bisa pak, ada beberapa dokumen yang harus selesai malam ini karena akan di gunakan besok, bukan bapak sudah terbiasa dengan lembur setiap malam” ucap andi
“kali ini beda di, aku ingin menghabiskan waktu dengan aza dan baby elo, aku ingin membuat aza mencintaiku tidakkah kamu mengerti” ucap nando
“saya mengerti pak, tapi ini juga tanggup jawab pak nando kalau tidak akan terjadi masalah ingat pak banyak karyawan yang harus bapak pedulikan” ucap andi
“iya aku tahu ini tanggup jawabku sebagai pemimpin tapi aku ingin berdua dengan aza agar dia mencintaiku, apa kamu mengerti? Eh tunggu kamu tidak memiliki kekasih jadi kamu
pasti tidak mengerti” ucap nando
“saya mengerti pak, dan saya tidak memiliki kekasih juga karena bapak” ucap andi menyalahkan nando,
__ADS_1
“kenapa jadi saya, bukan kamu yang tidak bisa menarik perhatian wanita, tidak sepertiku banyak wanita yang ingin dekat dengan saya” ucap nando bangga
“karena saya tidak punya waktu untuk berkencan pak, dan karena bapak sering mengajak saya lembur dan memberikan banyak pekerjaan” ucap andi
“benarkah,tapi aku sering lembur banyak wanita yang ingin dekat denganku” ucap nando
“beda pak, bapak itu pemilik perusahaan di tambah kekayaan bapak yang melimpah jadi banyak wanita yang tertarik dengan bapak, kalau saya hanya seorang asisten” ucap andi
“memang aku kaya jangan lupa aku juga tampan, tapi itu tidak menjadi alasan kamu menuduhkan menyebabkan kamu jomblo” ucap nando dengan percaya diri
Ingin rasanya andi membenturkan kepalanya ke tempok karen ucapan nando, dia memang jomblo tapi juga banyak pekerjaan yang membuatnya tidak memiliki waktu untuk mencari kekasih.
“terserah bapak saja lah, saya akan melanjutkan pekerjaan saya” ucap andi dengan lesu. Nando tidak peduli dengan andi dia melanjutkan pekerjaanya agar dia bisa pulang cepat.
Tok.. tok .. tok ...”masuk” ucap nando
“permisi pak” ucap sopir nando masuk keruang nando membawakan kotak makan, “ada apa kemari?” tanya nando pada supirnya yang di tugaskan di rumah, “ini tuan, nyonya menyuruh saya untuk memberikan kotak makan malam untuk tuan dan asisten tuan” ucap supir nando meletakkan kotak makan di meja nando.
“benarkah aza yang menyuruhmu?” tanya nando antusias, “iya tuan, nyonya khawatir tuan tidak makan dengan baik jadi nyonya memasak makanan untuk tuan dan asistem tuan” ucap supir nando.
Nando tersenyum melihat kotak makan malam untuknya dengan semangat nando mengambil kotak makan dan membukanya bau harum makanan tercium keluar, nando tidak sabar untuk memakannya.
“kamu bisa kembali” ucap nando, “baik tuan saya permisi” ucap supir nando pergi.
Nando menata kotak makan malamnya bersiap untuk dia santap, “kenapa kamu di sini” ucap nando pada andi yang ikut bergabung dengan nando untuk makan malam yang di berikan aza.
“saya mau makan pak” ucap andi, “tidak boleh ini semua untukku, cari makan yang lain sana” ucap
nando
“tapi pak, nyonya aza juga memberikan untuk juga” ucap andi yang melihat nando tidak mengijinkan untuk makan pemberian aza.
Nando mengeluarkan bebepa lembar uang, “ini pergi cari makan sana, ini semua untukku” ucap nandi memberikan uang pada andi untuk membeli makan.
Andi hanya terduduk lesu padahal dia sudah membayangkan akan memakan makanan yang di masak aza, tapi semua sirna karena sang bos tidak mau membaginya dengan langkah gontai andi pergi untuk mencari makan di luar.
__ADS_1
Mohon dukung author dengan like, rate, comen dan vote
terimakasih