Baby CEO

Baby CEO
Episode 43


__ADS_3

Malam hari...


Aza menidurkan baby elo sedangkan nando di ruang kerjanya karena orang suruhan  yang mengawasi aza dan baby elo datang untuk melapor, “nyonya aza menenui teman wanita di sebuah restoran X di salah satu pusat perbelanjaan, nyonya dan temannya pergi membeli pakaian untuk tuan muda, dan saya lihat teman nyonya aza banyak membelikan pakaian untuk tuan muda” kata pengawal nando, “apakah ada laki-laki yang bersama mereka?” tanya nando, “tidak tuan, dari nyonya pertama kali nyonya hanya bertemu dengan teman wanita nyonya tidak ada laki-laki di antara mereka hanya tuan muda saja” kata pengawal tersebut, “selain membeli pakaian untuk baby elo ada lagi yang mereka lakukan?” tanya nando, dia ingin mengetahui semua aktivitas aza, terutama saat aza keluar nando takut aza akan bertemu dengan laki-laki lain terutama vinsent nando benar tidak rela aza bersama laki-laki lain dan mungkin nando mulai menyukai aza.


“ada tuan, nyonya pergi ke salah satu butik di sana, yang saya lihat teman nyonya aza membelikan gaun untuk nyonya tapi saya tidak tahu seperti apa gaun tersebut dan ini semua gambar yang saya dapatkan selama mengikuti nyonya” kata pengawal tersebut dengan memberikan semua foto yang di ambil waktu mengikuti aza.


Nando melihat foto tersebut, memang aza hanya bertemu dengan teman wanita tanpa ada laki-laki lain yang ikut, nando tersenyum kecil melihatnya. “bagus, mulai sekarang tugasmu mengikuti istriku dan laporkan semua kegiatannya dan apabila ada yang ingin mencelakainya kamu harus membantunya dan ajak beberapa pengawal lain untuk membantumu” kata nando memberi perintah pada pengawalnya. “baik tuan saya akan melaksakan tugas dari tuan” kata pengawal tersebut, “bagus, kamu boleh kembali tapi ingat jangan sampai ketahuan sama istriku” kata nando. “baik tuan saya permisi” kata pengawal tersebut pergi meninggalkan ruang nando, sedangkan nando melihat foto-foto dari pengawalnya merasa puas.


Baby elo sudah tertidur, aza ingin bertemu dengan nando untuk memberi tahu tentang undangan dari girlin, aza tahu nando masih di ruang kerja dan mungkin masih berkutat dengan berkas- berkas yang ada. Aza menunggu nando di kamar mereka, sewaktu aza menunggu ada pesan masuk di ponsel aza


Girlin : “aza baby, kamu sudah memberitahu suamimu tentang undangan dariku”


Aza : “belum, nando masih sibuk jadi aku akan menunggu sebentar”


Girlin : “ow... ok nanti kabari aku lagi”


Aza : “ iya, tunggu nando dulu nanti aku kasih kabar lagi”

__ADS_1


Girlin : “nunggu nando mau lanjut buat adik untuk baby elo, hahahahaha”


Aza : “Girlin Wijaya, mulutnya di jaga, aku masih ting ting tahu”


Girlin : “WHAT!!!! Kamu belum melakukanya dengan nando?”


Aza : “iya kami belum melakukannya, memangnya kenapa itu bukan masalah besar”


Girlin : “terus nando minta sama kamu atau memaksa kamu apa tidak?”


Girlin : “aduh baby kenapa kamu tidak melayani suamimu”


Aza : “aku belum siap girl dan aku tidak mau di paksa”


Girlin : “aku tahu kamu belum siap, tapi baby apa kamu tidak pernah memikirkan perasaan nando, dia laki-laki yang sudah menikah pasti memiliki kebutuhan biologis yang harus di penuhi dan itu kewajibanmu sebagai istri nando”


Aza melihat teks panjang dari girlin, meski baru beberapa hari aza menikah dengan nando tapi sekarang aza sudah menjadi istri sah nando, sudah kewajiban untuk memenuhi kebutuhan biologis nando. aza mulai memikirkan perkataan girlin dia harus melayani nando seperti seorang istri tapi aza belum siap untuk melakukannya, aza terus memikirkannya tanpa sadar bahwa nando masuk ke kamar.

__ADS_1


Nando  masuk ke kamar untuk istirahat, dia melihat aza yang melamun sambil melihat ponselnya, “aza” panggil nando tapi tidak di respon oleh aza, karena tidak ada respon dari aza nando mendekatinya untuk menyadarkan aza kembali, “aza” panggil nando sekali lagi dimana nando sudah ada di samping aza, “ya” aza terkejut dengan panggilan dari samping terlihat nando sudah duduk di sampingnya, “kapan kamu masuk?” tanya aza heran pasalnya aza tidak mendengar nando memasuki kamar, “baru masuk, tapi kamu melamun, memang  ada apa?” tanya nando lembut, nando ingin aza nyaman di dekatnya, “Oh maaf, tidak ada apa-apa mungkin hanya lelah” bohong aza, mana mungkin aza mengatakan bahwa dia sedang memikirkan perkataan girlin tentang aza yang harus memenuhi kebutuhan biologis nando.


Nando tahu aza berbohong tapi nando tidak ingin memaksa aza untuk mengatakan sekarang mungkin lain waktu, “ya sudah kamu istirahat aku ke kamar mandi dulu” kata nando pergi ke kamar mandi, aza hanya mengangguk setuju dia berbaring di ranjang mulai menenangkan pikirannya.


Nando keluar dari kamar mandi dan melihat aza yang sudah berbaring di ranjang mereka, meski aza belum tidur, dia seperti menunggu sesuatu, nando menghampiri aza dan mulai berbaring di samping aza, “nan, ada yang ingin aku bicarakan” kata aza, “apa yang ingin kamu bicarakan katakan saja” kata nando berbalik melihat aza, “tadi siang temanku memberi undangan untuk anniversary pernikahan orang tuanya dia ingin kamu dan baby elo juga datang, apa kamu punya waktu?” kata aza.


“ aku punya, kita akan datang bersama” kata nando bahwa dia akan datang ke acara tersebut, “benarkan kamu akan datang? Kamu tidak bohongkan?” tanya aza memastikan nando tidak berbohong, “tidak, kita akan datang bersama sekalian aku berkenalan dengan teman-temanmu yang lain” kata nando, dia juga senang aza mengajaknya pergi ke acara yang di selenggarakan temannya, di tambah itu acara umun jadi nando berfikir aza mulai mengakuinya sebagai seorang suami.“terimakasih nan, kamu memang yang terbaik” kata aza sambil menghambur ke pelukan nando, dia bahkan memberi nando kecupan riang di pipi. Nando yang mendapat pelukan dari aza hanya diam mematung baru kali ini dengan inisiatif sendiri aza memeluk nando, bibir nando  tertarik membuat sebuah busur senyum dengan erat dia membalas pelukan dari aza bahkan nando.


Cukup lama mereka berpelukan, aza sadar telah melakukan hal yang memalukan dia segara melepas pelukan nando, “maaf aku hanya tertalu senang” kata aza dengan kepala tertunduk dia sangat malu dengan kejadian ini, “tidak apa aku tahu, apa kamu mau melanjutkan lagi” kata nando menggoda aza agar dia melanjutkan pelukannya, aza bertambah malu karena godaan dari nando, wajah aza semakin tertunduk dan warna kemerahan mulai terlihat di kedua pipi aza. “sekarang sudah malam dan besok kita akan kembali bekerja jadi kita harus cepat tidur, selamat malam” kata aza sambil mengubur dirinya di selimut untuk menutupi wajahnya yang memerah.


Nando hanya tersenyum saat melihat aza membungkus dirinya dengan selimut karena malu, nando berbaring dan mulai memejamkan mata dia berharap ada kemajuan dalam hubungan mereka. Aza mencoba menenangkan debaran jantungnya yang berdetak cepat entah mengapa kalau bersama nando jantung aza akan berdetak cepat. Aza tidak tahu apa ada masalah dengan tubuhnya tapi yang aza tahu sikap nando yang mulai berubah membuat aza tersipu dan membuat jangtung aza berdetak cukup cepat. Entah ke depan akan seperti apa aza sekarang hanya akan mengikuti takdir.


 


Mohon dukung author dengan cara rate, like, comen dan vote


Terima kasih

__ADS_1


__ADS_2