
“memang ibu baby elo tidak keberatan dengan setiap keputusan dari nando” tanya aza, “tidak nyonya, ibu baby elo adalah wanita yang baik dan lembut, dia akan menuruti semua keputusan tuan nando, bahkan saat tuan nando masih gila kerja ibu baby elo tidak protes sama sekali” ucap bibi mengenang ibu baby elo
Aza memang sudah mendengar kisah ibu baby elo dari nando, dan memang benar dia wanita yang baik beruntung sekali nando memiliki istri seperti dia.
“tapi berbeda dengan sekarang, tuan nando sepertinya sangat mencintai nyonya di lihat dari sikap tuan yang lembut terhadap nyonya” ucap bibi
“tidak mungkin secepat itu bi, saya dengan nando menikah karena kesalah pahaman yang membuat mama rinta menikahkan kami, dan tidak ada cinta antara kami berdua” ucap aza.
“cinta datang kapan saja nyonya, meski tuan nando baru bersama nyonya tapi dia sudah mencintai nyonya meski tuan nando tidak mengatakannya tapi bibi yakin tuan mencintai nyonya” ucap bibi yang yakin bahwa nando sudah mencintai aza.
“benarkah bi?” ucap aza, dia merenungkan perkataan nando tadi pagi, bahwa dia akan belajar mencintai aza, tapi mana mungkin secepat ini.
“tuan nando memiliki gensi yang tinggi jadi tuan mungkin sulit untuk mengatakan pada nyonya, saya harap nyonya juga mencintai tuan dan bersabar menunggu tuan menyatakan cintanya kepada nyonya” kata bibi memberi nasehat pada aza, bibi sangat antusias pada pasangan ini menurutnya aza sangat cocok dengan nando.
“entahlah bi, tapi saya akan mencobanya” ucap aza, bibi hanya tersenyum melihat aza yang mau mencoba menerima kehadiran nando.
Aza dan bibi berbincang mengenai semua hal mulai dari nando sampai baby elo, mereka berdua cepat untuk akrab terutama aza yang mudah beradaptasi dengan orang baru.
“terima kasih bibi atas semua saranya” kata aza, “sama-sama nyonya bibi juga senang nyonya mendengar cerita bibi” ucap bibi, aza sangat senang bisa berkenalan dengan bibi selain ramah bibi juga bisa diandalkan bila aza bertanya sesuatu.
“mama mama mama” ucap baby elo menarik perhatian aza, “iya sayang ada apa?” tanya aza pada baby elo, “sepertinya tuan muda mulai mengantuk nyonya” ucap bibi.
“baby ngantuk ya... baby capek main terus ya...” ucap aza melihat baby elo yang mulai lelah dan mengantuk, “bibi saya minta tolong bereskan ini semua ya.. saya mau bawa baby elo untuk tidur kasihan dia sudah lelah” ucap aza.
“baik nyonya” jawab bibi, “terimakaih bibi” ucap aza pada bibi, “ayo sayang kita masuk dan tidur”
kata aza menggendong baby elo untuk masuk ke rumah.
***
__ADS_1
Varmod Company
Nando masih berkutat dengan pekerjaannya, masih banyak berkas yang harus dia selesaikan.
Tok tok tok... “masuk”ucap nando
Andi masuk ke ruang nando, “maaf tuan ini ada beberapa berkas lagi yang anda selesaikan” ucap andi meletakkan beberapa berkas di meja nando.
“kenapa banyak sekali, kalau begini caranya aku akan lembur dan tidak bisa pulang tepat waktu” ucap nando, “maaf tuan tapi ini semua sangat penting dan harus anda periksa sendiri jadi mohon maaf kalau malam ini harus lembur lagi” ucap andi.
“memang tidak bisa besok, ini sangat banyak dan aku harus pulang tepat waktu” kata nando frustasi dengan pekerjaan yang menumpuk.
“tidak bisa tuan, beberapa berkas harus segera di selesaikan dan tidak bisa di tunda” jawab andi, dia tahu nando sekarang frustasi karena harus lembur lagi.
“huh... terpaksa harus lembur, kamu juga ikut lembur denganku” perintah nando pada andi, “baik tuan” kata andi lesu dia harus lembur dengan sang bos lagi.
“kamu bisa keluar” ucap nando, “permisi tuan” ucap andi berjalan keluar dari ruang nando.
Nando hanya bisa terduduk lesu di kursi kebesarannya, rencana dia akan pulanh cepat menikmati waktu dengan aza dan baby elo tapi setelah melihat pekerjaannya mungkin itu tidak akan terjadi.
“tidak ada, hanya tidak bisa pulang cepat karena pekerjaanku cukup banyak” ucap nando dengan nada lesu
“aku sudah tahu itu” ucap aza, “kenapa bunny bisa tahu, pasti bunny juga memikirkan teddymu inikan” ucap nando dengan percaya diri
“tidak, aku tahu karena aku juga sekretarismu jadi aku tahu semua jadwal dan berapa banyak berkas yang harus kamu kerjakan” ucap aza
“aku lupa bunny masih menjadi sekretarisku” kata nando dengan konyol.
“iya, kalau tidak bisa pulang cepat tidak apa-apa tapi jangan lupa untuk makan, kamu sering lupa makan kalau sudah bekerja” ucap aza pada nando
“hehehe iya aku akan ingat” ucap nando sambill tertawa karena kebiasaanya yang akan lupa makan apabila sudah berkutat dengan pekerjaanya.
“hemm... sekarang tutup telfonnya dan kerjakan tugasmu agar cepat selesai” ucap aza
__ADS_1
“tapi aku masih ingin berbincang denganku dan aku juga sudah jengah dengam semua berkas-berkas ini” ucap nando merajuk
“kalau teddy tidak segera menyelesaikan pekerjaannya makan teddy akan pulang lebih malam lagi, jadi sekarang teddy selesaikan semua pekerjaan teddy agar bisa pulang lebih cepat” ucap aza.
“baiklah, tapi bisa kau berikan ciuman penyemangatku untuk aku” ucap nando berharap.
“tidak, aku tutup dan teddy kerjakan saja tugasmu” kata aza menutup telfonya.
“tunggu dulu bunny aku ma... hello hello” kata nando yang medengar sambung telfon terputus, nando hanya mengacak rambutnya dia benar-benar kesal dengan pekerjaan yang menumpuk di tambah aza tidak mau mengangkat telfo lagi.
“huh... aku harus menyelesaikan ini dengan cepat kalau tidak aku bisa gila disini” ucap nando melanjutkan pekerjaanya.
Sedangkan aza tertawa setelah menutup telfon dari nando, dia sengaja melakukanya agar nando kembali mengerjakan pekerjaannya.
Aza hanya bisa tersenyum setelah berbicara dengan nando melalui sambungan telfon, sepertinya hubungan dia dengan nando berjalan dengan lancar.
Aza keluar dari kamar baby elo untuk mencari bibi, “bibi, bisa bantu saya untuk menjaga baby elo, dia tertidur di kamar saya mau memasak” kata aza setelah melihat bibi.
“tidak perlu nyonya, biar maid saja yang mengerjakan nyonya sekarang jaga tuan muda saja dan menunggu tuan pulang” kata bibi
“tidak bibi, nando akan pulang malam dia masih lebur, rencananya saya akan memasakkan makan malam untuk dia biar sopir yang mengantar ke kantor” ucap aza
“baiklah nyonya saya akan menjaga tuan muda, tapi kalau nyonya butuh bantuan bisa memanggil maid lain” ucap bibi
“tenang saja bi, saya sudah terbiasa memasak sendiri jadi bibi tidak perlu khawatir” ucap aza, “baik nyonya” kata bibi
Aza pergi ke dapur untuk menyiapkan makan malam untuk nando yang tidak bisa pulang, “kalian bantu aku untuk cuci sayuran ini dan potong dadu, aku akan mebuat bumbu” kata aza pada para maid di sana.
Aza cekatan dalam memasak dia sangat cepat dan trampil mengolah bahan yang ada, rencana dia akan membuat tunis sayur dan daging panggang untuk nando.
Mohon dukung author dengan like, rate, comen dan vote
__ADS_1
Terimakasih