
malam semakin larut waktunya untuk istirahat begitu juga dengan keluarga kecil nando, sekarang aza tengah menidurkan baby elo di temani nando.
“baby sudah tidur, ayo kita tinggal kita juga butuh istirahat” ucap nando mengajak aza untuk kembali ke kamar mereka.
Dengan patuh aza mengikuti nando tidak lupa memberikan ciuman pada kening baby elo.
“teddy aku ingin bicara sebantar” ucap aza pada nando yang berbaring disampingnya
“ada apa? hem” ucap nando memeluk aza, mereka telah sepakat untuk mendiskuisikan sesuatu lebih baik dengan berbaring pada malam hari sebelum tidur.
“tapi sebelum itu aku minta maaf dulu karena aku selama ini salah pada teddy” ucap aza manja berusaha memberikan sikap lembut pada nando agar tidak marah nantinya
“kenapa kamu minta maaf memang kamu salah apa denganku? Jarang-jarang kamu manja seperti ini” ucap nando yang melihat aza bersikap manja
“tapi janji nanti jangan marah, aku tidak bermaksud melakukanya tapi itu demi kebaikan kita semua” ucap aza
“memang apa yang kamu lakukan marah atau tidaknya aku nanti dilihat dari kesalahanmu tapi aku janji tidak akan marah padamu” ucap nando
“janji ya tidak marah” ucap aza
“janji, sekarang beritahu aku apa kesalahanmu?” ucap nando
“begini selama kita behubungan aku memakai alat kontrasepsi untuk mencejah kehamilan, bukanya aku tidak mau mengandung anakmu tapi aku kasihan dengan baby elo kalau memiliki adik sekarang setidaknya kalau baby elo sudah 2 tahun, tapi aku tidak memberitahumu” ucap aza panjang lebar
Nando awalnya merasa marah dan kecewa dengan aza tapi setelah mendengar alasan aza nando bisa menerimanya memang kalau sekarang memiliki anak lagi pasti aza akan kerepotan mengurus keduanya meski nando sanggup membayar beberapa babysiter untuk membantu aza tapi aza pasti tidak mau.
“teddy kamu marah ya, maaf aku tidak bermaksud merasiakan ini tapi.... teddy maaf” ucap aza memeluk nando.
Nando menghembuskan nafas panjang memang dia kecewa tapi dia tidak tega melihat aza memohon seperti ini.
“tidak bunny, aku tidak marah memang awalnya aku kecewa karena kamu tidak memberitahuku tapi setelah berfikir sebentar memang ada benarnya kita menunda memiliki momongan lagi, tapi aku tidak suka kamu mengambil keputusan sendiri lain kali kamu harus berdiskusi denganku” ucap nando menenangkan aza
“benar kamu tidak marah” ucap aza
“iya aku tidak marah, tapi jangan diulangi lagi lain kali bicaralah dulu sebelum membuat keputusan sendiri” ucap nando
“iya, aku janji tidak akan mengulangi lagi” ucap aza dengan sungguh-sungguh
“pintar istriku ini” ucap nando memberikan ciuman di kening aza.
“makasih kamu tidak marah denganku, sekarang ayo tidur besok kamu harus berangkat bekerja” ucap aza
“siapa bilang kita akan tidur, meski aku tidak marah tapi kamu perlu dihukum bunny” ucap nando dengan nada menggoda
“kamu bilang tidak marah tapi kenapa menghukumku” ucap aza takut
“biar menjadi pelajaran untuk kamu agar tidak mengulangi lagi” ucap nando
__ADS_1
“baiklah aku akan terima hukumanya tapi jangan sakiti aku nando kamu bisa menyuruhku apa saja tapi jangan sakiti aku” ucap aza takut kalau nando menyakitinya
“tidak akan sakit sayang, kamu tinggal berbaring dan menerima semua sentuhanku tanpa bantahan” ucap nando yang membuat aza paham hukuman apa yang nando maksud
“besok kamu harus kerja jadi selamat malam” ucap aza membungkus dirinya dengan selimut tebal
Nando hanya tersenyum kecil melihat tingkah istrinya yang paham dengan hukuman yang dia berikan.
“aku sudah bilang kalau malam ini kita tidak akan tidurkan, jadi terima saja hukumanmu bunny” ucap nando menarik selimut aza dan langsung menciumnya.
Aza hanya diam menerima perlakukan nando dia tahu sia-sia melawan nando ujung-ujungnya dia kalah juga.
Malam ini hanya terdengar suara desahan dan erangan dari dalam kamar nando dimana hanya mereka dan tuhan yang tahu.
***
Pagi harinya.....
Hari ini seperti biasa aza bangun lebih awal meski badannya sakit semua karena ulah nando tapi dia tetap menjalankan kewajibanya sebagai istri nando.
Sinar matahari masuk ke kamar nando membuatnya bangun dari tidurnya, dia meraba sisi ranjang yang ternyata sudah kosong dimana orang yang tidur di sebelah sudah bangun lebih awal dari dia.
nando tahu dimana istrinya, dengan cepat nando memakai pakainnya yang di berhamburan dilantai setelah malam yang panjang
Dengan muka bantalnya nando menuruni tangga menuju dapur tempat istrinya berada.
Sesampai di dapur nando melihat punggung istrinya yang sedang sibuk menyiapkan sarapan untuk mereka tanpa bantuan para maid.
“teddy kamu mengejutkanku” ucap aza yang terjekut menerima pelukan dari suaminya.
“maaf tapi aku kangen” ucap nando
“baru ditinggal sebantar sudah kangen, manja sekali suamiku ini” ucap aza melihat nando membenamkan kepalanya di lehernya.
“kamu istriku jadi tidak masalah kalau aku manja-manja dengan kamu tidak ada yang melarang” ucap nando
“memang tidak ada yang melarang tapi tidak sesuai dengan imagemu dimana CEO dari varmond campony yang terkenal dengan sifat dingin tapi dengan istrinya manjanya melebihi baby elo” ucap aza
“aku tidak peduli yang penting aku mencintaimu” ucap nando
Aza hanya tertawa kecil karena gombalan nando, “sekarang teddyku ini pintar sekali menggombal, belajar dari mana hem?” ucap aza
“dari papa jordan” ucap nando
“itu tidak mungkin papa jordan orang yang kelem, tidak seperti kamu yang suka menggombal” ucap aza
“kalem dari mana, papa itu juga suka gombalim mama dan juga papa salah satu suami takut istri” ucap nando
“benarkah, sama seperti kamu suami takut istri” ucap aza
“aku tidak seperti papa, mana ada seorang nando takut dengan istrinya tidak ada dalam kamusku” ucap nando dengan sombong
__ADS_1
“benarkah kalau begitu satu minggu tidur diluar bagaimana?” ucap aza
“tidak sayang aku hanya bercanda memang aku sama seperti papa suami yang nurut dengan istri terutama istrinya seperti kamu” ucap nando mencoba merayu aza
Aza hanya menggelengkan kepalanya memang nando sama papa jordan itu sama yaitu sama-sama takut dengan istri masing-masing
“yayayaya sekarang kamu naik dan mandi kamu harus berangkat ke kantor” ucap aza
“tidak mau aku ingin libur saja hari ini” ucap nando dengan nada merajuk
“tidak bisa, sekarang mandi dan berangkat kerja kalau tidak, tidak ada jatah selama sebulan” ucap aza sedikit mengancam
Nando yang mendengar ancaman aza langsung berlari kekamar untuk bersiap berangkat kerja dia tidak mau puasa selama sebulan.
Aza hanya tertawa melihat nando dengan tergesa-gesa berlari ke kamar mereka, memang nando paling takut dengan ancaman satu ini dan itu menjadi senjata aza untuk menakuti nando.
Aza sudah menyelesaikan masakannya sekarang tinggal mengurus baby elo dan bayi besarnya kalau tidak pasti mereka berdua akan rewel.
Terutama baby besar satu itu yang akan selalu mengikuti aza kalau tidak membantunya dan pasti sebentar lagi akan berteriak memanggilnya.
“bunny dasiku mana” teriak nando memanggil aza
Aza hanya bisa menghembuskan nafas panjang, dulu pagi hari serasa sepi karena hanya dia sendiri tapi sekarang waktu pagi merupakan waktu yang sibuk untuk aza.
“sebentar” ucap aza berlari ke kamar
Dimana nando yang sedang bersiap untuk ke kantor, “bunny dasiku mana” ucap nando
“sebentar aku ambilkan kamu lihat baby elo apa sudah bangun apa belum” ucap aza di angguki nando
aza berjalan memasuki ruang ganti untuk memilih dasi yang sesuai dengan warna kemeja nando.
sedangkan nando pergi ke kamar baby elo untuk melihat apakah anaknya sudah bangun apa belum.
“anak papa sudah bangun, pinter gak nangis” ucap nando yang melihat baby elo yang sudah berdiri pada boks bayinya
Baby elo yang melihat papanya langsung menjulurkan tanganny tanda minta untuk digendong.
Dengan senang hati nando menggendong baby elo dan untuk pergi menemui mamanya.
Aza tersenyum melihat nando menggendong baby elo dari kamarnya, “anak mama sudah bangun ternyata, tadi anak mama nangis apa tidak ya?” ucap aza yang ditanggapi ocehan baby elo.
“tentu saja tidak mama soal baby elo sudah besar” ucap nando menirukan suara anak kecil.
“pinter anak mama sini mama cium” ucap aza memberika ciuman di pipi tembem baby elo yang membuatnya tertawa geli.
Mohon dukung author dengan cara rate, comen, like dan vote
__ADS_1
Terimakasih