Baby CEO

Baby CEO
Pagi Yang Berisik


__ADS_3

Author POV


Di rumah besar keluarga varmond, lebih tepatnya di rumah nando dimana para pelayan sudah beraktivitas


dengan tugas mereka masing-masing, berbeda dengan aza yang masih tertidur di salah satu kamar tamu di rumah nando.


Aza membuka matanya untuk bangun dari tidur nya, aza sangat terkejut saat dia bangun bukan kamar yang di biasa di tempati, “dimana ini, jangan-jangan aku di culik, terus di jual terus di jadikan budak, mama aza gak mau hwaaa” guman aza melantur, “TOLONGGGG” dengan suara yang keras aza berteriak meminta tolong dan teriakan aza sukses mengejutkan semua penghuni rumah termasuk dengan nando, dengan tergesa-gesa nando langsung bergegas ke kamar yang di tempati aza, “ ada apa?” nando masuk ke kamar  aza, nando melihat aza yang sudah menangis, nando tidak paham kenapa aza menangis, “kenapa kamu nangis?” tanya nando pada aza, aza yang mendengar suara nando langsung diam, “kenapa pak nando disini?”  tanya aza pada nando, “ini rumah saya” jawab nando, “kenapa saya di rumah bapak?, saya pikir tadi saya di culik pak, terus dijual, atau bapak punya bisnis jual


beli orang ya ” tanya aza ngawur dengan  masih sesenggukan karena habis menangis, “APA !!! kalau ngomong jangan ngawur, memang tampang saya seperti mucikari” kata nando dengan perkatan aza yang selalu ngawur, “memang tampang bapak tidak seperti mucikari, tapi kayak mafia, jadi serem”, kata aza polos. “terserah kamu lah, bersihkan dirimu dan turun” kata nando sambil membanting pintu kamar aza, BRAKKK


Nando yang pagi-pagi sudah kesal karena tingkah aza, nando langsung pergi ke baby elo, hanya baby elo yang


bisa meredam semua kekesalannya, nando melihat baby elo sudah bangun langsung menghampirinya, “anak papa sudah bangun, pinter gak nangis, mandi sama papa ya” kata nando pada baby elo yang di tanggapi dengan tawa riang.


Aza yang sudah bangun dan mandi langsung keluar dari kamar, dia masih memakai pakaian yang kemarin


karena tidak ada baju ganti untuk aza. Aza bingun sekarang dia harus kemana karena rumah nando sangat besar dan aza tidak tahu harus kemana, “mbak pak nando kemana?” tanya aza pada salah satu pelayan, “tuan sekarang bersama tuan muda, dia di kamarnya” jawab pelayan tersebut, “terus kamarnya dimana? Saya mau pulang” kata aza pada pelayan, “mau saya antar nyonya” tawar sang pelayan pada aza, “ antar saya ke pak nando”, kata aza, “mari silahkan” pelayan berjalan menunjukkan kamar nando, aza menikuti pelayan dari belakang sampai pada sebuah pintu bercat hitam yang di bilang cukup besar, “ini kamar tuan nyonya, nyonya bisa menemui tuan di dalam” jelas pelayan pada aza, “makasih” kata aza mengucapkan terimakasih, “saya permisi dulu nyonya” kata pelayan sambil meninggalkan aza sendiri.


TOK TOK TOK


Aza mengetuk pintu dan memanggil nando yang ada di dalam “pak nando” kata aza memanggil nando, tok tok tok..... aza terus mengetok pintu nando, karena tidak ada jawaban dari dalam aza berinisiatif masuk ke dalam, “pak nando, saya aza pak, saya masuk ya pak ya” ucap aza sambil masuk ke dalam kamar nando, di dalam kamar bernuansa abu-abu dimana cat dinding dan furnitur dominan abu-abu dan hitam memperlihatkan nuansa maskulin di tambah ada box bayi di samping tempat tidur  karpet bulu dan beberapa mainan yang pasti itu milik baby elo. aza kagum dengan dekorasi yang kamar nando, tetapi aza tidak melihat nando maupun baby elo di dalam, “dimana pak nando” guman aza, clek... suara pintu kamar mandi terbuka aza menoleh dan  “AAAAAAAAA” aza berterik kencang karena nando dan baby elo yang baru selesai mandi, tapi nando cuman memakai handuk untuk menutupi bagian bawahnya, dilihat dada bidang dan perut sixpack dengan rambut basah dan kulit lembab karena habis mandi. Aza langsung menutup mata dengan malu, “kenapa kamu di sini?” tanya nando dengan aza yang masih menutup matanya dengan kedua tangannya, nando juga terkejut ada aza di kamarnya, “saya mencari pak nando, mau ijin pulang pak” jawab aza dengan mata tertutup, nando akan menjawab ada keburu baby elo tahu aza di sana dan ingin menghampirinya, “bubu bubub bubuub” ucap baby elo sambil menunjuk aza, nando tidak mengijin baby elo ke aza di tambah aza masih menutup matanya, tetapi baby elo langsung menangis dan berontak ingin turun dari gendongan sang ayah meski masih menggunakan handuk yang membungkus tubuh gempal baby elo. Aza yang mendengar baby elo menangis langsung membuka matanya dan menghampiri baby elo.


Sekarang aza sedang memakaikan baju untuk baby elo, sedangkan nando yang sudah berganti hanya memakai celana panjang dan telanjang dada, nando sudah terbiasa apabila ada di kamar nando tidak memakai atasan, aza yang melihat itu tentu saja protes, “manusia kutub itu bener-bener tidak tahu malu ada wanita di sini malah gak pakai baju dasar buaya, kalau nanti aza khilaf gimana kan bisa berape, tapi tadi ada berapa kotak ya kalau gak salah enam kotak deh kayak roti sobek susu maknyussss hihihi, tapi mungkin rejeki jaga kapan bisa lihat secara live, sungguh indah ciptaanmu tuhan” batin aza membayangkan perut kotak nando. “pak nando bisa pakai baju dengan bener gak” ucap aza pada nando yang duduk di sofa sambil melihat aza menggantikan baju baby elo, “kenapa masalah, ini kamar saya suka-suka saya mau memakai apapun” jawab nando pada aza,

__ADS_1


“memang ini kamar bapak tapi saya disini saya manusia, bukan pajangan di tambah pak saya wanita nanti


kalau pak nando khilaf, bapak mau tanggung jawab”


“khilaf? Percaya dirimu terlalu tinggi nona, ya kalau wanita itu seksi, tapi kau datar semua”


“eh pak gini-gini saya juga punya body, meski tidak segeda melon tapi masih punya pak, enak aja di panggil datar, mending bapak pakai baju sana, baby elo saja pakai baju kok bapak kalah sama baby elo, ya gak baby”aza meminta dukungan dari baby elo.


“siapa kamu yang perintah-perintah saya, istri saya bukan” kata nando


“memang saya bukan istri bapak, saya juga tidak mau pak punya suami manusia kutub seperti bapak nanti saya masuk angin, tapi setidaknya hargai saya sebagai wanita, bapak tahu tubuh bapak sudah mengotori mata saya, sekarang mata saya tidak suci lagi pak” kata aza masih tetap kekeh untuk menyuruh nando memakai baju.


“saya juga tidak mau punya istri macam kamu, bisa-bisa mati duluan karena darah tinggi” kata nando ketus, membayangkan sudah pusing apabali sampai kenyataan kiamat.


“APA!!! Sekali lagi kamu mengatai saya lagi saya akan...”


“TOK TOK TOK”


perkataan nando terputusmendengar suara ketukan dari luar, “APA” kata nando, “sarapan pagi sudah siap pak, silahkan ke bawah untuk sarapan” kata pelayan yang tadi mengetuk pintu. “kamu bisa pergi” perintah nando pada pelayan tersebut.


Nando bangkit ingin mengambil baby elo yang berada pada gendongan aza, tapi baby elo menolak baby elo ingin tetap di gendongan aza, nando yang melihat itu hanya bisa pasrah soal di paksa percuma adanya nanti menangis. “kamu bawa baby untuk sarapan di bawah, saya akan menyusul” kata nando pada aza, “ayo baby kita sarapan, inget pak pakai baju kalau tidak saya akan bawa baby pergi” kata aza sambil keluar dari kamar nando takut nanti kalau nando mengamuk. Nando yang melihat aza segera keluar dari kamar setelah mengancamnya tentu hanya bisa terdiam, nando benar-benar heran dengan aza, dengan malas nando memakai kaus yang ada dalam lemari pakaian, nando turun untuk bergabung dengan aza dan baby elo.


 

__ADS_1


 


 


 


 


 


 


**Hello Reader**


ada yang nunggu aza dan nando ?


sabar ya... Author usahakan untuk setiap hari update soal author juga punya kesibukan dalam dunia nyata sendiri, author cuman mau bilang jaga kesehatan kalian, jaga jarak dan hindari keramaian, mari bersama untuk melawan Covid-19 dengan mengikuti anjuran pemerintah, kita pasti menang apabila kita semua bersatu.


Itu saja dari author


Mohon dukungan author dengan like, comen dan vote.


Terimakasih telah membaca

__ADS_1


Salam sehat Author


__ADS_2