Baby CEO

Baby CEO
Rumah Aza


__ADS_3

 


 


Setelah sarapan rencananya aza akan mengambil barang-barangnya di rumah, sekarang aza telah siap untuk kembali ke rumah, “mau ke mana kamu?” tanya nando yang melihat aza memakai pakaian yang rapi, “mau ambil bajuku di rumah, mama rinta menyuruhku untuk tinggal disini sekarang” kata aza, “tentu kamu tinggal di sini kamu istriku, siapa yang akan mengantarmu?” tanya nando, “mau di antar papa katanya papa mau tahu tempat tinggalku dulu” kata aza yang akan di antarkan papa jordan untuk mengambil barang-barang yang ada di rumah, “saya yang akan antar kamu” kata nando langsung meninggalkan aza dan turun untuk menyiapkan mobil, aza hanya diam melihat nando keluar kamar.


Aza turun untuk pergi mengambil barangnya dibawah sudah ada papa jordan yang sudah siap mengantar aza, “sudah siap za?” tanya papa jordan, “sudah pa, tapi kata nando yang akan mengantar aza untuk mengambil barang aza” kata za menjelaskan bahwa nando yang akan mengantarnya untuk pulang ke rumah, “lho kok nando, kan papa yang duluan untuk mengantar kamu za” kata papa jordan, “nando yang akan mengantarnya pa, mending papa di rumah” kata nando yang baru masuk karena menyiapkan mobil, “tapi papa duluan yang menawarkan aza untuk papa antar, kamu ngalah aja papa juga ingin tahu rumah aza” kata papa jordan yang tidak terima rencananya untuk mengantar menantunya pulang gagal karena nando, “aza istriku pa jadi aza harus sama aku” kata nando, “aza juga menantuku jadi papa juga berhak untuk mengantarkanya” bantah papa jordan, “sudah lah nando malas debat dengan papa, ayo za kita harus cepat keburu siang” kata nando sambil menyeret aza untuk pergi meniggalkan papa jordan.

__ADS_1


Setelah nando dan aza pergi papa jordan tertawa keras karena sikap nando yang poseisf, “anak kamu pa, sudah suka sama aza tapi tidak peka dengan perasaanya sendiri” kata mama rinta yang dari tadi di atas tangga melihat anak dan suaminya berdebat kecil, “hahahahahaha itu juga anak kamu ma, memang nando tidak peka tapi tindakannya tidak bisa di sembunyikan dia nando kita yang sangat posesif kalau miliknya di ganggu” kata papa jordan yang menertawakan nando yang tidak peka dengan perasaanya, mama rinta hanya tersenyum melihat suaminya yang mengejek nando sebagai orang yang tidak peka dengan perasaanya.


Cukup lama untuk menempuh perjalanan ke rumah aza, sekarang mereka sampai di rumah aza baru pertama kali nando masuk ke rumah aza meski nando sering kali mengantar aza pulang ke rumanya, “silahkan masuk nan, maaf agak kecil” kata aza mempersilhkan nando masuk, di lihat rumah yang di tempati aza sederhana tapi rapi kitanya aza wanita yang sangat rapi bisa di lihat dari penataan barang dan tidak ada debu yang menempel berlebihan, “kamu sering membersihkan rumahmu” tanya nando, “iya meski kecil tapi ini peninggalan orang tuaku jadi aku harus merawatnya, dan aku tidak akan menjual rumah ini sampai kapanpun meski aku sudah punya suami” kata aza pada nando, “oww, cepat bereskan semua barangmu dan pindah ke rumahku, meskipun kita tidak saling mencintai tapi tetap kamu istriku jadi kamu tanggung jawabku dan harus tinggal di rumahku” kata nando, “iya aku tahu” kata aza pergi meninggalkan nando untuk membereskan pakaiannya untuk di bawa ke rumah nando.


Butuh waktu lama untuk aza mengepak pakaiannya sekarang sudah siang dan waktunya untuk makan siang, “nan di lemari es masih ada bahan makanan mau aku buatkan apa untuk makan siang, kalau kita pulang ke rumah pasti telat” kata aza menawarkan nando untuk makan siang, “apa saja yang penting bisa di makan” kata nando terserah aza mau masak apa yang penting bisa dimakan, aza langsung pergi ke dapur untuk memasak makan siang mereka.


Aza meletakkan semua hidangan di meja makan hanya ada sayur sup sama ayam goreng karena cuman itu bahan yang tersisa di lemari pendingin, nando masuk ke dapur dan melihat makanan sudah tersaji di meja makan menggugah selera nando untuk segera mencicipinya, “maaf nan hanya ini yang ada di lemari es jadi tidak terlalu banyak” kata aza pada nando, “tidak apa ini sudah cukup mari makan” kata nando mengajak aza makan, aza langsung mengambil piring dan mengambilkan nasi untuk nando besert lauk pauknya, “makasih” kata nando yang sudah di layani aza dengan baik. Mereka berdua makan dengan tenang.

__ADS_1


Setelah makan nando membantu aza membawakan semua barang aza untuk di letakkan di bagasi mobil, “cuman ini za tidak ada lagi?” tanya nando pada aza yang menurutnya barang aza sangat sedikit, “iya nan, memang kenapa? Ini bahkan semua bajuku aku bawa” kata aza, “tidak, kenapa sedikit sekali kamu tidak memiliki baju yang lain” kata nando pada aza, “sedikit? Ini banyak nan bahkan 3 koper besar di tambah kotak besar juga itu kamu bilang sedikit” kata aza heran, menurut aza barang bawaan sudah sangat banyak tapi nando mengatakan sedikit, “iya sedikit, besok-besok kamu harus beli lebih banyak lagi baju dan aksesoris lain aku tidak mau istri seorang nando hanya memiliki barang yang sedikit” kata nando menyuruh aza untuk membeli lebih banyak baju lagi, “tidak mau, aku tidak memiliki uang yang cukup di tambah aku juga harus menabung untuk kebutuhanku” jawab aza yang keberatan dengan perintah nando, “kenapa harus menabung dan siapa juga yang menyuruhmu untuk menggunakan uangmu, kamu bisa menggunakan uangku untuk membeli semua kebutuhanmu dan jangan membantah” kata nando yang melihat aza akan membantah ucapanya, “tapi nan kamu tidak perlu melakukanya aku masih bisa bekerja dan cari uang sendiri” bantah aza yang tidak mau menggunakan uang nando, “kamu istriku selama kamu masih menjadi istriku maka aku akan memberikan nafkah kepadamu dan itu sudah menjadi kewajibanku” kata nando telak, aza hanya diam dia tidak membantah lagi karena nando benar sekarang aza istri nando dan nando wajib memberi aza nafkah. “sekarang kamu sudah mengerti bukan, mari kita pulang” kata nando mengajak aza untuk pulang


Dalam perjalanan pulang ke rumah nando banyak yang di bicarakan oleh mereka berdua mulai dari kebiasaan sampai makanan yang mereka suka dan tidak mereka suda juga di bahas, hubungan nando dan aza berjalan dengan baik untuk saat ini dan aza mulai nyaman dengan nando, “makasih nan sudah membantuku untuk mengambil barangku” kata aza pada nando yang sekarang mereka telah sampai di rumah nando, ‘sama- sama ini juga tanggung jawabku” kata nando pada aza yang ada di sampingnya, “iya, meski kamu kadang nyebelin tapi kamu juga kadang baik juga sekali lagi terima kasih” kata aza dengan menampilkan senyum manisnya, nando yang melihat aza tersenyum juga ikut senang di tambah senyum aza sangat cantik dengan bibir merah muda yang alami membuat nando ingin menciumnya, “aza” panggil nando, “iya nan” jawab aza menoleh, nando langsung membusungkan badanya untuk mencium bibir aza tapi sebelum dapat di laksanakan terdengar suara ketukan dari kaca mobil nando, tok tok tok.... “kalian tidak turun” kata papa jordan yang mengetuk jendela kaca nando, aza langsung mendorong nando menjauh darinya dan langsung keluar dari mobil, sedangkan nando kesal karena rencananya untuk dapat ciuman dari aza di ganggu oleh sang papa, “kenapa wajahmu kusut” tanya papa jordan yang melihat wajah anaknya yang keluar dari mobil tampak kusut, “tidak pa” jawab nando berlalu meninggalkan papa jordan.


 


Mohon dukung author dengan cara like, comen dan vote

__ADS_1


Terima kasih


__ADS_2