Baby CEO

Baby CEO
Episode 73


__ADS_3

 


 


Malam semakin larut sudah waktunya untuk beristirahat, begitu juga dengan keluar nando setelah mereka makan malam bersama, mereka bertiga menyempatkan waktu kumpul bersama menemani baby elo bermain.


“teddy ini sudah malam, waktunya tidur lihat baby elo juga sudah mengantuk” ucap aza pada nando yang masih bermian dengan baby padahal baby elo sudah mengantuk


“iya” ucap nando menggendong baby elo membawanya ke kamar diikuti aza.


Setelah sampai di kamar nando membaringkan baby elo di ranjang tidak lupa menepuk pantat montok baby elo dan aza juga menemani nando di samping baby elo menyenandungkan lagu tidur untuk baby elo.


Tepukan lembut dan nyanyian pengantar tidur membuat baby elo tidur dengan cepat, di tambah hari ini juga baby elo berkeliling pusat perbelanjaan menemani aza dan neneknya pasti baby elo masih lelah.


“baby sudah tidur, ayo kita tidur juga” ucap nando pada aza.


Aza mengangguk dia mencium kening baby elo, “selamat malam sayang mimpi yang indah” ucap aza


Nando juga mengikuti apa yang aza lakukan, “selamat malam anak papa, jangan ganggu papa malam ini ya sayang” ucap nando.


Nando dan aza meninggalkan baby elo sendiri mereka menuju kamar mereka yang berada di sebelah kamar baby elo.


***


“teddy aku ingin bicara sesuatu” ucap aza pada nando yang bersiap untuk tidur


“bicara apa ini sudah malam apa tidak bisa besok” ucap nando berbaring di samping aza


“tidak, aku maunya sekarang” ucap aza


“baiklah, apa yang ingin kamu bicarakan?” tanya nando sambil memeluk aza


“maaf, hari ini aku mengahabiskan banyak uangmu untuk membeli baju dan yang lain” ucap aza dengan nada menyesal


“kamu hanya ingin bicara itu saja” ucap nando


“iya” kata aza menyembunyikan diri di selimut


“ya tuhan bunny, aku tidak masalah tentang itu kamu bisa berbelanja sesuka hatimu, toh itu juga uang kamu


karena kamu sudah menjadi istriku” ucap nando


“tetap saja, aku menghabiskan terlalu banyak bayangkan saja hari ini berapa yang aku habiskan bahkan itu sudah bisa membeli rumah yang besar tapi aku menggunakannya untuk membeli baju dan barang tidak penting lainnya” ucap aza


“nominal itu bagiku itu sangat kecil tidak akan berpengaruh apa-apa untukku jadi kamu tidak perlu khawatir ya” ucap nando, dia tahu aza selama ini hidup sederhana dan tidak suka menghamburkan uang.


“baiklah, tapi aku janji akan menggunakan uangmu dengan sebaiknya dan tidak membeli barang-barang yang tidak bermutu” ucap aza


“pintar istriku, cium dulu sini” ucap nando


Dengan cepat aza mencium b**** nando singkat yang membuat nando membeku di tempat.


Nando mengatakan itu hanya untuk menggoda aza saja, tapi dia tidak tahu aza akan benar-benar menciumnya.


Aza yang melihat nando membeku di tempat merasa malu, dia spontan melakukanya karena di senang memiliki suami seperti nando.


“aku tidur dulu” ucap aza mengubur dirinya dalam selimut

__ADS_1


Nando yang tersadar dari keterjekutannya langsung melihat istrinya yang mengubur dirinya dalam selimut dengan cepat nando menyingkap selimu itu.


“kau ingin kabur sayang\, tapi maaf kamu sudah membangunkan seekor singa” ucap nando langsung membungkam b**** aza dengan b****nya.


Aza yang terkejut hanya bisa diam dia tidak memberontak atau protes pada nando dengan naluri yang aza miliki dia mengalungkan tangannya dan memperdalam ciuaman mereka.


Tindakan aza membuat nando lepas kendali, awalnya nando hanya akan menciumnya tapi setelah aza mengikuti nando dia benar-benar lepas kendali dan dia ingin memiliki aza malam ini juga.


Mereka berdua masih bergulat dalam ciuman mereka\, tangan nando tidak diam begitu saja dengan berani nando memasukan tangannya dalam baju yang aza pakai meremas p******* aza dengan lembut membuat aza melengkuh.


Meskipun aza tidak tahu apa yang harus dia lakukan tapi dia hanya tahu untuk mengikuti nando yang menerima setiap sentuhan dari nando.


Dengan berani aza juga meraba dada bidang nando yang membuat nando bertambah bergairah untuk menyentuh aza.


“kau yang memancing duluan bunny, maaf tapi malam ini aku ingin memilikimu seutuhnya” ucap nando pada aza


Sebenarnya nando takut aza menolak ajakanya tapi dia benar-benar tidak bisa mengontol nafsunya malam ini di tambah nando cukup lama menunggu aza untuk siap.


“la..lakukan apa yang kamu inginkan itu hak kamu” ucap aza tersipu malu


“benarkah kamu mengijinkan aku menyentuhmu, apa kamu sudah siap za? Aku tidak ingin memaksamu” ucap nando senang, meskipun aza sudah mengijinkannya tapi nando memastikan aza siap menyerahkan tubuhnya pada nando


Pertanyaan nando mendapat anggukan dari aza, aza tidak bisa lagi sekarang dia hanya diam mengiyakan perkataan nando


“setelah ini kamu akan menjadi milikku seutuhnya dan kamu tidak bisa mundur” ucap nando kembali mencium aza.


Nando bahkan lebih agresif dengan cepat nando melapaskan semua pakaian aza yang kini tinggal menyisakan


pakaian dalam yang melekat pada tubuh aza.


Nando juga melepaskan atasannya yang memperlihat dada bidang nando dan perut kotak-kotak hasil dari olahraga setiap hari.


“kenapa sayang, kamu tidak perlu malu ini semua juga milikmu dan tubuhmu juga akan menjadi milikku” ucap nando kebali menyerang aza.


Nando mencium dan memberikan tanda merah keunguan sebagai tanda bahwa aza miliknya dan tidak boleh ada yang merebutnya.


Aza hanya bisa melengkuh mengeluarkan desahan atas perlakuaan nando, memang benar nando seperti binatang buas yang haus akan mangsa dan aza yakin tubuhnya sekarang penuh dengan tanda merah yang di buat nando.


“teddy pelan-pelan” ucap aza


“ini hanya akan sakit sebentar bunny, kamu bisa mencakarku atau menggigitku, aku janji akan melakukanya dengan lembut” ucap nando, dia tahu ini pertama bagi aza makanya dia akan berusaha selembut mungkin agar tidak menyakiti aza.


Aza hanya bisa mengangguk percaya pada nando, malam ini dia akan menjadi istri yang sempurna bagi nando dan nando juga berhak atas mahkota yang dia jaga selama ini.


Malam ini mereka berdua menyatu menyempurnakan pernikahan mereka dan menjadi awal baru dalam hubungan mereka berdua.


***


Pagi telah tiba semua maid dan pekerja yang ada di rumah nando telah memulai pekerjaan mereka mulai dari membersihkan rumah, sampai memasak untuk sarapan majikan mereka telah mereka lakukan, tapi berbeda dengan majikan mereka masih nyaman terlelap di kamar.


Nando dan aza masih tidur nyenyak setelah pertempuran mereka kemarin malam yang membuat mereka kelelahan, terutama aza karena nando menggempurnya sampai subuh.


Sinar matahari masuk memalui celah jendela membuat nando terusik dan bangun dari tidurnya, dia melihat aza di samping dengan tubuh telanjang yang tertutup selimut dan banyak tanda kemerehan pada leher dan bahu aza yang di buat nando.


Nando tersenyum senang tidak sia-sia dia menanti aza, kemari malam adalah malam yang indah buatnya selain  aza menjaga mahkotanya, dia juga puas mendengar aza mendesahkan namanya saat mereka dalam puncak kenikmatan.


Nando terus memandang aza dia tidak ingin membangunkan aza karena dia tahu aza pasti kelelahan karena ulahnya jadi nando menunggu aza bangun dengan sendirinya.

__ADS_1


Aza membuka matanya dan merasakan semua badanya sakit semua terutama daerah kewanitaanya, kemarin malam nando benar-benar ganas nando tidak berhenti meski sudah memohon untuk berhenti karena lelah.


“selamat pagi bunny” ucap nando


aza membuka matanya seluruhnya dan melihat nando sudah bangun yang sekarang terus menatapnya.


“selamat pagi” ucap aza


“maaf aku kehilangan kendali malam itu, dan terimakasih telah menjaganya untukku” ucap nando memberikan ciuman pada kening aza


“apa masih sakit?” tanya nando


“sedikit, nanti akan hilang setelah istirahat sebentar” ucap aza malu


“baiklah hari ini kamu istirahat saja, dan kalau butuh sesuatu panggil saja bibi atau maid” ucap nando


“aku akan lakukan” ucap aza bangun dari tempat tidurnya.


Sebelum aza turun dari ranjang dia merasakan lemas pada kakinya jadi dia langsung jatuh terduduk di tepi ranjang.


“kamu kenap bunny” ucap nando menghampiri aza


“tidak hanya kaki rasanya lemas dan aku ingin ke kamar mandi” ucap aza


Nando mengerti bahwa aza masih merasakan sakit dan kelelahan dengan sigap nando menggendong aza dan membawanya ke kamar mandi


“akkkk... apa yang kamu lakukan, turunkan aku teddy” ucap aza yang terkejut karena nando menggendongnya


“kakimu masih lemas dan aku tahu pasti selakanganmu juga sakit jadi aku akan membawamu ke kamar mandi” ucap nando membawa aza ke kamar mandi


Aza menurut dengan nando, memang benar yang dikatakan nando kakinya masih lemas dan kewanitaannya juga sakit jadi aza tidak bisa melakukan apapun tanpa bantuan nando


Sesampai di kamar mandi nando mendudukkan aza di pinggiran bathtub, lalu nando mengisi bathtub dengan air hangat untuk mandi aza.


“kamu tidak perlu melakukanya teddy aku bisa sendiri” ucap aza yang melihat nando mempersiapkan air untuk dia.


“diam saja di situ, kamu sakit juga karena aku hitung-hitung sebagai balasan karena menyakitimu” ucap nando


Aza hanya bisa menghembuskan nafas panjang, dia tidak tahu lagi harus berbuat apa jadi dia membiarkan nando sesuka mengurusnya pagi ini.


dengan lembut nando membuka selimut yang membungkas aza dan meletakkan aza dalam bathtub yang berisi air panas.


Aza memalingkan wajahnya karena malu, dia telanjang di depan nando, “kamu tidak perlu malu bunny aku sudah melihat semuanya” ucap nando terkekeh.


“kamu bisa keluar sekarang, aku bisa sendiri” ucap aza


“benarkah, tapi kitanya aku aku tidak akan keluar karena ada yang bangun sayang dan aku membutuhkanmu untuk menidurnya kembali” ucap nando melepas celananya dan masuk ke bathtub bersama aza.


Aza tahu yang di maksud nando dan pagi ini kitanya dia akan kembali kelelahan karena nando.


 


 


Hello reader


ini part malam pertama nando dan aza, maaf apa bila ada yang kurang karena author juga bingun membuta part ini soal author harus membaca banyak sekali referensi untuk membuatnya, jadi maaf apabila ada yang kurang puas.

__ADS_1


mohon dukung author dengan rate, like, comen dan vote sebanyak-banyaknya


__ADS_2