Baby CEO

Baby CEO
Episode 78


__ADS_3

 


 


Aza kembali keruang nando dia melihat nando yang masih asyik bermain dengan baby elo tanpa menyentuh makanannya.


“kenapa kamu belum makan” ucap aza yang baru memasuki ruang nando.


“nunggu kamu” ucap nando dengan cengengesan


Aza hanya menghembuskan nafas lelah, dia lupa suaminya sekarang jadi bayi besar kalau berhadapan dengan dia.


‘baiklah kamu pangku baby elo aku akan menyuapi kamu dan baby elo sekalian” ucap aza pada nando yang diangguki oleh nando dengan senang ditambah senyum konyolnya.


Aza memakaikan celemek kecil pada baby elo agar tidak kena baju baby elo saat aza menyuapinya.


Dengan telaten aza menyuapi nando dan baby elo secara bersamaan dia tidak mengeluh akan sifat suaminya yang manja seperti baby elo malah dia menikmati momen setiap nando bersikap manja dengan dia.


“kamu juga makan bunny jangan menyuapi kami saja” ucap nando yang melihat aza belum makan sesuappun dari tadi.


Aza hanya mengangguk dia juga menyuapkan makanan ke mulutnya, nando tersenyum melihat aza juga makan siang bersama dengan dia, bahkan mereka juga memiliki sendok yang sama untuk makan.


Setelah makan siang mereka bersiap untuk pergi ke rumah sakit untuk imunisasi baby elo dan konsultasi ke dokter kandungan.


Tok tok tok


“masuk” ucap nando sambil menggendong baby elo menunggu aza yang berada dikamar mandi


Seorang laki-laki masuk keruang nando dengan beberapa berkas ditanganya, “permisi pak ini dokumen yang harus bapak periksa” ucap laki-laki tersebut.


“letakkan di meja saya” ucap nando


“baik pak” ucap laki-laki tersebut meletakkan dokumen di meja nando, tapi dia juga penasaran kenapa bosnya seakan bersiap untuk pergi.


“maaf pak memang bapak mau keluar?” ucap laki-laki tersebut


“iya, aku akan mengantar istri dan anakku untuk imunisasi jadi aku pulang lebih awal” ucap nando.


Laki-laki tersebut hanya mengangguk, dia sangat takjud dengan nando karena meskipun sibuk tapi nando menyempatkan waktu untuk anak dan istrinya.


“teddy aku sudah siap ayo kita pergi” ucap aza yang baru keluar dari kamar mandi


“aza?” ucap laki-laki tersebut.


“bang betran?” ucap aza kaget melihat laki-laki tersebut

__ADS_1


“kenapa kamu disini za?” ucap laki-laki tersebut yang bernama betran dimana menjabat sebagai sekretaris nando pengganti aza.


“ini kantor suami za, kenapa abang disini?” ucap aza menghampiri betran.


“abang kerja disini, maksud kamu suami kamu siapa? Pak nando?” ucap betran


“iya” ucap aza


Nando melihat interaksi mereka berdua hanya diam dia bertanya-tanya hubungan apa aza dengan sekretarisnya.


“abang jadi sekretaris pak nando za” ucap betran yang terkejut dengan status aza yang sudah menikah ditambah suami aza adalah bos dia sendiri


“jadi sekretaris baru kamu itu abang betran teddy” ucap aza bertanya pada nando


“iya, memang kamu kenal dengan dia?” tanya nando sedikit tidak suka dengan keakrapan merekaaa.


“tentu teddy, kita dulu tetangga tapi abang betran pindah waktu sekolah menengah” ucap aza menjelaskan pada nando.


“oh jadi kalian bertetangga, kenalkan saya nando suami aza” ucap nando mengulurkan pada bertran menegaskan bahwa aza sudah bersuami.


“saya betran pak teman kecil aza” ucap betran menjabat tangan nando


“oh ya bangaimana kabar tante apa baik-baik saja sudah lama aza tidak mendengar kabar tante”  tanya aza


“ibu baik-baik saja, nanti kapan-kapan bisa menjenguknya za, pasti ibu nanti akan senang” ucap betran pada aza.


“baiklah za, hati-hati dijalan” ucap betra


“iya bang, ayo teddy nanti kita telat” ucap aza menarik nando untuk jalan, dia tahu nando cemburu dengan kedekatannya dengan betran.


Betran melihat nando dan aza pergi bersama hanya bisa tersenyum dia senang akhirnya teman kecilnya dulu yang dianggap adik dari kecil sudah berkeluarga dan dia dapat melihat nando sangat mencintai aza.


sedangkan nando memasuki mobil dengan wajah tertekuk karena masih kesal dengan kedekatan aza dan betran.


“teddy kamu tidak apa-apa” ucap aza yang melihat wajah suram nando


“tidak” ucap nando singkat tanpa melihat aza


Aza hanya bisa tersenyum melihat suaminya cemburu, “teddy aku tahu kamu kesal karena aku dekat dengan bang betran, tapi kamu tidak seharusnya cemburu karena kita bisa dikatakan saudara” ucap aza


“banyak sekali saudaramu dulu vinsent sekarang betran memang berapa saudaramu” ucap nando tanpa menoleh pada aza.


Aza tertawa kecil melihat nando yang merajuk, “teddy mau aku ceritakan sesuatu ini berhubugan dengan bang betra” ucap aza pada nando yang hanya diam mendengarkan aza tanpa menoleh pada aza.


“aku dan bang betran hanya berbeda beberapa bulan saja, kami bertetangga dari kecil waktu ibu bang betran sakit parah dia harus dirawat di rumah sakit untuk waktu yang lama, karena bang betran masih kecil dan masih menyusui jadi bang betran di titipkan pada ibu aza agar ibu aza merawat dan menyusuinya jadi bisa di katakan bang betran dan aku saudara susuan’ ucap aza menjelaskan pada nando.

__ADS_1


“jadi teddy kamu tidak perlu cemburu dengan bang betran dia adalah abang susuan kami menganggap saudara satu sama lain” ucap aza pada nando


Nando menghembuskan nafas lega karena aza dan betran hanya sebatas saudara ditambah mereka saudara


susuan jadi tidak mungkin mereka saling menyukai.


“maaf bunny aku terlali cemburuan tapi memang aku tidak suka kamu berdekatan dengan laki-laki manapun


jadi maaf ya” ucap nando pada aza


“aku tahu kamu tipe laki-laki yang posestif tapi percayalah aku tidak akan meninggalkan kamu apapun yang terjadi” ucap aza


“janji?” ucap nando


“janji, sekarang aku tidak ingin melihat suamiku cemberut lagi” ucap aza pada nando


Nando kembali tersenyum pada aza bahkan dia menyenderkan kepalanya di bahu aza dan bersikap manja pada aza.


Baby elo yang dari tadi di abaikan oleh kedua orang tuanya mulai meresa kesal, dengan penuh tenaga baby elo mengangkat tangan mungilnya memukul nando.


“aduh kenapa baby suka memukulku” ucap nando yang merasa sakit setelah merima pukulan dari baby elo.


Seakan mengerti baby elo dengan bahasa bayinya berceloteh memprotes pada orang tuanya agar tidak mengabaikannya.


Aza dan nando tentu saja tidak mengerti apa yang dimaksud baby elo, mereka hanya memperhatikan baby elo berceloteh panjang lebar.


Cukup lama mereka menempuh perjalanan dari kantor nando sekarang mereka sampai dirumah sakit, mereka turun bersama menuju ke dokter ibu dan anak untuk imunisasi baby elo terlebih dahulu.


Sesampai disana masih ada beberapa orang yang mengantri untuk imunisasi anak mereka juga dengan terpaksa nando dan aza harus menunggu giliran mereka.


“masih antri teddy, bagaimana?” tanya aza dia takut nando ada pekerjaan penting


“tidak apa, aku tidak ada pekerjaan yang terlalu penting jadi hari ini aku bebas” ucap nando seakan mengerti tentang pikiran sang istri.


Aza merasa lega, mereka duduk mengantri menunggu nama baby elo di panggil.


Selama menunggu banyak ibu-ibu melihat ke arah nando, tentu saja karena penampilan nando yang tampan ditambah baby elo juga tampan dan lucu jadi banyak yang iri dengan pasangan ayah dan anak itu.


“lihatlah jeng, keluarga yang sempurna ibunya cantik, suaminya juga tampan di tambah bayi mereka yang lucunya pasti besar nanti dia juga tampan seperti ayahnya” ucap salah satu ibu-ibu disana


“iya, mereka seperti pasangan dari surga andai saja punya suami seperti itu pasti aku akan senang” ucap salah satu ibu-ibu disana.


Percakapan ibu-ibu disana bisa didengar nando dengan jelas meskipun mereka berbisik, dia merasa puas karena pendapat orang lain tentang keluarganya dia tidak sabar mengenalkan aza kepada seluruh dunia bahwa aza sudah menjadi istrinya.


 

__ADS_1


 


__ADS_2