
Setelah aza dan nando menyetujui untuk saling belajar untuk menerima satu sama lain, mereka sekarang melanjutkan pekerjaan mereka masing-masing,
“pak ini semua proposal yang di ajukan oleh beberapa perusahaan yang ingin bekerja sama dengan varmond company ” kata andi memberikan beberapa berkas pada nando.
“aza kemari sebentar” kata nando memanggil aza, “iya pak” kata aza menghampiri nando
“sortir semua berkas ini, sesuai dengan peraturan yang ada dan setelah itu hubungi mereka untuk mempresentasikan proposal mereka” kata nando memberikan semua berkasa pada aza, “baik pak, ada lagi?” tanya aza
“tidak kamu boleh pergi dan kerjakan semuanya” kata nando, aza mengangguk dan mulai mengerjakan tugas yang di berikan nando, “apa jadwalku hari ini?” tanya nando pada andi, “untuk hari ini hanya ada jajni temu dengan tuan wijaya di restoran X pada pukul 10 untuk membahas kerja sama yang dia ajukannya” kata andi
“baik, berikan semua berkas penting pada aza, biar nanti aza yang menemaniku kamu di sini hendel yang lain” kata nando, “baik pak, kalau begitu saya permisi dulu” kata andi keluar dari rauang nando.
Nando berjalan menuju meja aza, dapat di lihat aza sedang mengerjakan tugas yang di berikan nando tadi, aza sangat serius dengan pekerjaanya tanpa sadar nando sudah di belakang aza, “serius sekali” kata nando tepat di telinga aza,
“kapan kamu ke sini?” tanya aza yang terkejut melihat nando yang sudah ada di belakangnya, “tadi, kamu saja yang terlalu serius mengerjakan tugasmu” kata nando.
“jelas serius kalau nanti ada kesalahan bos aku akan marah, dia itu orangnya sangat galak dan dingin” kata aza yang mulai nyaman di dekat nando
“benarkah?” kata nando yang tahu aza sedang nyindirnya, “iya, dia itu orangnya sangat perfeksionis di tambah dingin lagi, kamu tahu julukan apa yang aku berikan pada dia, yaitu manusia kutub karena dia dingin kayak kutub utara” kata aza sekaligus menyindir nando dengan maksud hanya bercanda.
“benarkah kalau boleh tahu nama bos kamu siapa?” tanya nando mengikuti permainan aza
__ADS_1
“nama bos aku Fernando Aldrian Varmond” kata aza, “ow pemilik dari varmond componyi yang di katakan salah satu duda yang diincar setiap kaum hawa karena ketampanan dan kekayaannya” kata nando membanggakan diri, aza hanya bisa memutar mata atas kelakuan nando
“tampan sih iya tapi dia bukan tipe saya” kata aza, “benarkah tapi yang aku tahu dia sudah memiliki seorang istri yang cantik” kata nando,
“benarkah aku tidak tahu kalau boleh tahu siapa nama istrinya” tanya aza, “nama istrinya adalah Atalia Azahra gadis cantik yang menjadi mama baby elo” kata nando menggoda aza,
“memang Atalia Azahra salah satu wanita yang cantik, sayang harus menikah dengan bos nando” kata aza,
Nando yang sudah tidak tahan dengan tingkah aza langsung memutar kursi aza sehingga sekarang aza berhadapan langsung dengan nando, “nyonya varmond, sekarang lebih pintar menyindir dan kenapa kamu malah
menjelekkan suamimu yang seharusnya kamu beruntung menikah dengan suamimu” kata nando tepat di dapan aza.
Posisi mereka sekarang aza duduk di kursi kerjanya dan nando tepat di depan aza dan mengurungnya, “dengan tuan nando ini kantor dan seharusnya kita tidak sedekat ini dan bisakah anda menjauh agar saya dapat meneruskan pekerjaan saya” kata aza yang melihat nando tepat di depannya.
Nando hanya ternyum kecil, “ nyonya varmond sangat tekun dengan pekerjaanya, ada syarat kalau kamu mau aku lepaskan” kata nando.
“tidak akan, sebelum kamu memenuhi syaratku kalau tidak kita akan di posisi ini sampai jam makan siang” kata nando, aza hanya bisa menghela nafas dia benar-benar ingin memukul nando sekarang.
“baik syarat apa yang harus aku lakukan?” tanya aza, “syaratnya mulai sekarang kalau kita berdua jangan panggil aku dengan namaku, dan kamu harus memberikan panggilan khusus untuk aku” kata nando, dia ingin memulai dari awal dengan aza maka dari itu dia ingin aza merubah panggilannya.
“baiklah, aku akan memberikan panggilan khusus untuk mu” kata aza sambil berfikir panggilan apa yang cocok untuk nando, nando tersenyum senang karena aza setuju untuk memberikan panggilan khusus untuk dia, “bagaimana kalau papa elo, artinya kamu papa baby elo” kata aza
Senyum di wajah nando sirna di gantikan wajah cemberut nando, “itu panggilan umum berikan panggilan yang khusus untuk aku, seperti hubby, my husband atau baby pokoknya yang romantis” kata nando.
“idih itu terlalu lebay, cukup papa elo saja” kata aza yang menurutnya apa yang diinginkan nando tertalu lebay, “bagaimana kamu panggil aku hubby, atau baby menurutku itu bagus juga” kata nando sambil membayangkan aza memanggilnya dengan panggilan tersebut.
__ADS_1
“tidak itu sangat menjijikan, aku akan tetap memanggil kamu papa elo” kata aza kekeh dengan panggilannya, “tidak bisa za, itu nanti sama dengan papa jordan dan aku tidak mau itu” kata nando dengan nada merajuk
“fix nando mulai jadi gila” kata aza dalam hari, “bagaiman kalau teddy saja itu terlihat manis” kata nando, “teddy? Maksud kamu teddy bear, tapi menurutku itu cocok dengan kamu nan soal sama-sama besar hahahahaha” tawa aza pecah, menurutnya panggilan teddy itu sangat pas dengan nando selain karena kesamaan fisik dengan beruang tapi sifat mereka juga sama.
“bukan teddy bear, hanya teddy saja, bagaimana kamu setujukan?” tanya nando, “emm baik aku setuju sekarang aku akan memanggil kamu teddy, dan lepaskan aku sekarang aku mau kerja” kata aza untuk melepaskanya.
“panggil dulu aku akan melepaskanmu” kata nando, “heh.. teddy” panggil aza,
“lagi”
“teddy, bisakah kamu melapaskanku aku ingin melanjutkan pekerjaanku” kata aza dengan nada lembut, “baik
my bunny” kata nando memberikan panggilan lain untuk aza, “apa itu, aku bukan kelinci jadi panggil namaku saja” kata aza pada nando.
“tidak, kamu memberikan khusus untukku dan sekarang aku akan memanggilmu bunny karena kamu seperti kelinci” kata nando, “terserah kamu nan, sekarang lepaskan aku” kata aza.
Nando melapaskan aza dan memutar kusrsi aza untuk menghadap ke meja kerja aza, “hari ini kamu ikut denganku menemui klien di luar, andi akan memberikan dokumen yang diperlukan jadi kamu atur semua, bunny” perintah nando.
“kalau boleh saya tahu klien kita siapa pak” kata aza yang kembali memanggil nando dengan sebutan pak karena mereka masih di kantor, “tuan Wijay dari Wijaya Corp” kata nando.
Aza tahu wijaya corp, itu adalah perusahaan dari ayah girlin yang sekarang dikelola oleh kakak girlin, mungkin dia akan bertemu dengan mereka hari ini.
Mohon dukung author denga like, comen, rate dan vote
__ADS_1
Terimakasih