Baby CEO

Baby CEO
Cemburu?


__ADS_3

 


 


Suasana mencekam di ruang rapat varmond compony, disini banyak kepala devisi yang mengikuti rapat seperti biasa tapi yang beda adalah suasana sang pemimpin, dimana sifat tegas dan berwibawa sudah biasa mereka rasakan tapi tidak dengan sekarang dimana nando mengeluarkan aura yang mencekam yang artinya nando sedang marah padahal presentasi tentang perkembangan perusahaan sangat lah bagus dan ada peningkatan dari bulan lalu.


“apa hanya itu?” tanya nando dengan suara yang rendah seperti menahan amarah, “iya pak, semua berjalan dengan baik dan penigkatan keuntungan juga baik” jawab salah satu karyawan yang sedang presentasi menyampaikan peningkatan varmond compony, “kalian bangga dengan itu, seharusnya bisa lebih lagi kan, aku menggaji kalian untuk bekerja dengan benar dan ini hasilnya?” kata nando, para kepala devisi bingun sekaligus takut hasil dari laporan bulan ini lebih dari bulan kemarin, nando pun memuji kerja mereka tapi sekarang kenapa nando marah. “Kerjakan kembali rapat di tunda” kata nando keluar dari ruang rapat, entah kenapa rasanya nando sangat marah dan yang menjadi pelampiasannya adalah karyawannya terutama andi, “di semua sudah kamu atur” tanya nando yang baru duduk di kursi kantornya,”sudah pak” jawab andi takut, karena bosnya dalam mode raja setan kalau aza bilang.


“besok tambahkan tugas aza, saya tidak mau dia jadi pemalas” kata nando pada andi yang menyuruh andi memberikan tugas yang lebih pada aza, “tapi pak, kemarin bapak bilang untuk memberikan tugas pada nona aza yang sedikit agar nona aza dapat fokus mengurus baby elo” kata andi heran soal kemarin sang bos menyuruh untuk memberikan tugas aza yang sedikit agar fakus pada baby elo, “kamu membatah saya, saya bilang tambahkan tugas aza, bukan membatah saya, sekarang KELUAR” kata nando marah, andi yang melihat nando marah langsung keluar dia tidak mau kena semprot sama sang bos.


“sial, sekarang dia pasti bersenang-senang dengan vinsent awas saja nanti akan aku berikan tugas yang banyak agar tidak bisa keluar” kata nando, nando bingung dengan dirinya kenapa dia marah melihat aza bersama pria lain padahal nando juga tidak suka aza, tapi saat melihat aza tertawa dengan pria lain rasanya ingin sekali memukul pria tersebut untuk menjauh dari aza. Nando menghela nafas panjang sekarang dia benar -benar bingung.


***


Sedangkan aza dan vinsent tidak lupa baby elo berada di sebuah pusat perbelanjaan dimana hanya untuk berjalan-jalan menghilangkan penat. Aza dan vinsent memutari toko-toko yang ada di sana untuk melihat-lihat, bahkan vinsent membelikan baby elo pakaian dan mainan. Sekarang mereka sedang beristirahat di salah satu kedai coffe dimana dalam kedai tersebut ada tempat bermain untuk anak-anak.

__ADS_1


“bagaimana hari ini za kamu senang?” tanya vinsent pada aza, “senang vin, terimakasih telah mengajak aku dan baby elo jalan-jalan” kata aza mengucapkan terimakasih, “sama-sama aku ingin bermain dengan keponakanku sudah lama juga tidak bermain dengannya, ow ya za besok minggu kamu ada acara apa tidak?” kata vinsent


“tidak vin, sabtu dan minggu libur saya juga tidak ada acara”


“baguslah, sebenarnya aku mau minta bantuanmu, teman saya akan menikah besok minggu dan dia mengundang saya dia menyuruh saya untuk membawa pasangan, padahal saya tidak memiliki pacar bagaimana saya bawa pasangan, jadi saya meminta kamu menjadi pasangan saya saat menghadiri pernikahan teman saya”


“emm.. kamu bisa membawa bunda kan atau temanmu yang lain” kata aza pada vinsent bukanya tidak mau menolong vinsent tapi aza belum terlalu kenal dan akrab dengan vinsent jadi agak canggung,


“kalau saya agak bunda pasti mereka akan meledak saya sebagai anak mami, dan saya tidak punya teman wanita memang banyak wanita yang mendekati saya tapi semua hanya palsu tidak ada yang tulus, jadi za aku mohon tolong ya.. kamu mau aku ajak, kalau tidak saya akan di ejek oleh teman-teman yang lain” kata vinsent memohon pada aza.


“ benar aza kamu setuju ikut” tanya vinsent memastikan aza menerima ajakanya, “iya vin aku akan ikut denganmu” kata aza mengiyakan ajakan vinsent, “terimakasih aza, aku akan selalu ingat ini dan akan membalasnya suatu hari nanti” kata vinsent dengan gembira karena aza setuju untuk ikut ke acara pernikahan temannya.


Hari sudah sore sesuai janji vinsent membawa aza dan baby elo pulang ke rumah nando, sampai di rumah nando aza langsung turun dan mengucapkan selamat tinggal dengan vinsent “terimakasih vin untuk hari ini, baby elo juga bahagia” kata aza, “sama-sama, besok minggu nanti aku jemput nanti kasih tahu alamat rumahmu lewat chat saja, sudah kamu simpankan nomerku?” kata vinsent, tadi waktu di pusat perbelanjaan memang aza dan vinsent saling bertukar nomer telfon. “iya nanti aku kirim alamat rumahku, kamu hati-hati di jalan” kata aza pada vinsent, “iya, bye za” kata vinsent pergi melajukan mobilnya untuk kembali ke rumah.


Aza tersenyum melihat vinsent yang sudah pergi meninggalkan rumah nando, “sudah pulang” terdengar suara dari belakang, aza berbalik dan melihat nando berdiri dibelakang dengan tangan masuk ke kantong celana karena nando masih mengenakan pakaian kerja, sepertinya nando juga baru pulang, “nando kamu sudah pulang?” tanya aza pada nando yang sudah ada di rumah padahal biasa nando akan pulang pukul 7 malam. “masuk dan mandikan baby elo” kata nando lalu masuk ke rumah.

__ADS_1


Aza sekarang sudah memandikan baby elo sekarang mereka bersiap untuk makan malam, selama ini juga aza makan malam di rumah nando karena aza akan pulang setelah baby elo tidur. saat sampai di meja makan aza melihat nando sudah menggu di sana, aza langsung membawa baby ello ke kursinya dan mulai menyuapinya.


“kemana kalian hari ini?” tanya nando pada aza, “kami ke pusat perbelanjaan, dan membeli baju serta mainan baby elo dan juga tadi vinsent juga mengajak kami bermain disana” kata aza menceritakan kemana dia pergi.


“senang kamu bisa berdekatan denga vinsent?” kata nando dengan suara rendah, dia masih marah aza pergi dengan vinsent, “senang sekali nan, ternyata vinsent sangat baik orangnya ramah, perhatian dan lembut jadi menyanangkan jalan dengan dia” kata aza dengan gembira, aza benar-benar senang bisa berkenalan dengan vinsent.


Nando yang mendengar aza sangat senang jalan dengan vinsent menjadi marah dan langsung pergi meninggalkan meja makan padahal nando hanya baru makan beberapa suap, “lho nando sudah selesai? Padahal belum habis nan, memang sudah kenyang?” tanya aza pada nando, aza heran dengan tingkah nando hari ini, nando seperti wanita yang sedang haid sangat sensitif dan mudah marah tapi aza tidak tahu kenapa nando marah. “saya sudah tidak selera makan, nanti kamu pulang di antar supir” kata nando meninggalkan aza dan baby elo yang masih makan. Aza hanya mengangkat bahunya acuh, dia tidak memperdulikan sikap nando nanti juga reda sendiri, aza melanjutkan menyuapi baby elo.


Malam tambah larut baby elo sudah tidur dan aza juga mau pulang seperti biasa aza akan berpamitan dengan nando, “nan, aku pulang dulu kalau ada apa-apa dengan baby elo bisa telfon aku” kata aza pada nando, “saya antar” kata nando pada aza, “lho bukanya kamu bilang saya di antar sopir” kata aza pada nando, “batal, saya yang akan mengantar kamu pulang” kata nando berjalan keluar untuk mengantar aza pulang, sedangkan aza masih bingung dengan sikap nando hari ini, memang ada yang salah dengan nando.


 


 


mohon dukung author denga like, vote dan comen, semua dukungan dari reader membuat author lebih semangat lagi untuk menulis.

__ADS_1


Terima Kasih


__ADS_2