Baby CEO

Baby CEO
Mall 2


__ADS_3

Part 11


Author POV


“pak nando” nando yang merasa ada yang memanggilnya dia menoleh dan meliahat aza ada di sampingnya,“sejak kapan dia di sini” pikir nando melihat aza, “kenapa kamu di sini?” tanya nando pada aza, tapi tidak di tanggapi sama sekali aza langsung mengambil baby elo dari gendongan nando, ajaibnya baby elo langsung berhenti menangis setelah berada dalam gendongan aza.


Nando yang melihat itu mulai kesal tapi dia tahan karena ini di depan umum di tambah baby elo juga langsung tenang, “pak nando” suara lain memanggil nando dia adalah sandra yang dari tadi heran dengan interaksi aza dan bosnya tersebut.


Nando yang merasa di panggil namanya juga melihat sandra, tapi nando tidak mengenal sandra sama sekali, “kamu siapa?” tanya nando pada sandra, “saya sandra pak karyawan bapak satu defisi dengan aza” jawab sandra pada nando, yang hanya di tanggapi dengan anggukan kecil. Sedangkan aza sekarang sedang bermain dengan baby elo tanpa memperdulikan nando maupun sandra, seakan dunia milik aza dan baby elo.


Kini nando beralih ke aza dan baby elo, “kenapa kamu di sini?” tanya nando dengan ketus, “kalau ke mall belanja lah pak, gak mungkin berenang kan” jawab aza sekenanya. Nando yang mendengar jawaban aza bertambah kesal, “aku tahu kamu belanja, siapa bilang kamu berenang” jawab nando ketus, “tuh bapak tahu kenapa nanya pak” kata aza polos.

__ADS_1


“ZA” sandra berusaha memperingatkan aza kan tidak ke sopanannya pada bos mereka, tapi hanya angin lalu bagi aza, “maaf ya pak aza memang dari lahir seperti itu, otaknya agak geser sedikit” kata sandra berusaha menjelaskan tentang teman kantornya yang suka seenaknya sendiri. “hem” gunam nando malas, nando sudah tahu aza akan seperti itu.


“baby kenapa tadi nangis hemm, kangen sama kakak ya, kangen ya, pastilah kakak kan cantik dan baik banyak yang ngangenin” ucap aza pada baby elo, nando dan sandra hanya bisa memutar mata mereka dengan malas, “pak kenapa baby elo tadi nangis pak, pasti bapak apa-apain kan kasihan pak baby elo masih bayi dia juga anak bapak, tolong lah  berperi kebapakaan sekali saja, jangan jadi manusia kutub terus pak nanti baby elo bisa masuk angin kan kasihan” kata aza panjang lebar.


“kamu bilang apa? Saya manusia kutub” kata nando pada aza, dia tidak terima dengan perkataan aza yang di bilang manusia kutub tidak hanya itu aza juga mengkritik nando tentang cara menurus bayinya. “iya pak, bapak kan memang manusia kutub buktinya sekarang hawa di sekitar bapak dingin, kayak mau ke datangan setan gitu pak, atau bapak pelihara setan ya?, yah pak mau apa lagi juga bapak dah kaya, dah punya segalanya jangan pelihara setan pak nanti masuk neraka lho ” jelas aza panjang lebar, dan itu membuat nando tambah marah pertama dia seperti manusia kutub sekarang nando di tuduh pelihara setan. Sebenarnya arah pikiran aza kemana sih, semua omongannya ngelantur terus gak ada yang bener.


“tadi kamu bilang saya manusia kutub sekarang kamu nuduh saya  perlihara setan, mau saya pecat kamu!!!!” jawab nando marah.


“sekali lagi kamu bicara saya potong gaji kamu, MAU!!!” ancam nando sekali lagi pada aza, tapi karena memang aza tipe wanita tidak mau mengalah dia terus membantah semua ucapan nando.


“jangan dong pak, nanti aza yang cantik ini mau makan apa? Kasihilah wanita cantik ini” ucap aza pada nando, “terserah kamu lah saya pusing bicara dengan kamu” kata nando pada aza yang telah pusing dengan semua ocehan dari aza.

__ADS_1


“kalau pusing tidur pak pulang ke rumah remabahan kan enak, ya gak baby” jawab aza minta persetujuan dengan baby elo, baby elo yang tidak mengerti hanya bisa tertawa.


Sedangkan sandra berusaha menenangkan dirinya agar tidak menghampiri aza dan menggetok kepala aza, sandra tidak habis fikir apa yang di otak aza dengan berani membantah semua perkataan dari nando, apa tidak takut di pecat bahkan nando sudah mengancamnya tapi aza benar-benar berani.


Setelah berdebat yang membuat nando kalah, mereka berempat melanjutkan makan siang bersama, dengan sangat terpaksa nando harus makan siang di tambah sandra dan aza, karena baby elo hanya mau di gendong aza pada saat akan meminta kembali baby elo langsung menangis, rasanya dia dikhianati oleh anaknya sendiri.


Makan siang sudah selesai rencananya aza dan sandra akan langsung pulang karena sudah membeli semua keperluannya, untuk nando masih akan mencari mainan untuk baby elo, tetapi katanya semua rencana itu akan tinggal rencana, karena baby elo tidak mau di tinggal aza dia mendekap aza dengan erat di tambah dengan air mata siap akan mengalir kapan saja apabila aza pergi. Dengan terpaksa sandra harus pulang sendiri dan aza menemani baby elo untuk bermainan.


“kak sandra hati-hati di jalan, kalau udah sampai kabari ya kak” ucap aza pada sandra karena sandra harus pulang terlebih dahulu, “kamu juga hati-hati, jangan selalu membantah semua perintah pak nando, kamu tahukan aza dia bos kita, kakak gak mau kamu sampai di pecat” nasehat sandra pada aza, karena dia khawatir aza akan bikin pak nando marah besar.


“kalau itu gak usah khawatir kak, aza bisa menghadapi manusia kutub itu, nanti aza taruh bawah matahari biar mencair” canda aza pada sandra, “aku serius za” kata sandra padaaza tentang lelucun aza tadi. “ iya kak, aza tidak akan membatah lagi deh janji kelingking” kata aza polos ditambah dengan janju jari kelingking, “baiklah kakak pegang kata-katamu, yaudah kakak pulang dulu, bye... bye baby elo” kata sandra sambil meninggalkan aza dan baby elo yang dari tadi di gendongan aza.

__ADS_1


Sandra sudah pergi tinggal nando dan aza di tambah satu bayi mungil yaitu baby elo, karena nando ingin membelikan mainan baru untuk baby elo jadi mereka pergi ke tempat mainan khusus untuk anak dan baby. Tapi sebelum itu mereka berdebat lagi, “pak bawa semua barang saya ya... soal ribet karena gendong baby” perintah aza pada nando, “kamu berani perintah saya, bawa sendiri” jawab nando ketus, “ya gak bisa dong pak kan saya gendong baby elo, kalau nanti nangis lagi gimana” kata aza pada nando, nando yang mendengar semua itu hanya bisa pasrah baru kali ini ada wanita yang berani menyuruh nando untuk membawakan belanjaannya sedangkan aza sudah berjalan meninggalkan nando.


__ADS_2