Baby CEO

Baby CEO
Episode 54


__ADS_3

 


 


nando dengan cepat nangkap pinggang istrinya agar tidak di tarik oleh nyonya wijaya, “maaf nyonya bukanya saya tidak mengijinkan aza ikut dengan anda tapi aza sekarang bersama baby elo jadi dia harus bersama saya agar saya dapat membantu aza untuk menjaga baby elo” ucap nando tidak mengijinkan aza pergi.


“oh maaf tuan nando, saya terlalu bersemangat untuk mengenalkan aza pada teman-teman saya” ucap nyonya wijaya canggung, dia tidak percaya nando yang terkenal sebagai raja pembisnis ternyata sangat posesif terhadap aza.


“tidak apa-apa, tapi maaf aza memang tidak boleh jauh dariku” ucap nando yang masih memegang pinggang aza, dia tidak mau aza lepas dari pengawasannya,


“ya sudah, selamat menikmati hidangan yang kami sajikan masih banyak tamu yang kami temui jadi kami permisi tuan nando” ucap tuan wijaya membawa istrinya untuk menyapa tamu lain.


“bagaimana kita duduk sebentar za sambil mengobrol” ucap kevin


“tidak tuan kevin, kami akan berkeliling sebentar lalu kami akan segera pulang, kasihan anak kami yang masih bayi tidak baik terlalu lama di keramian” ucap nando.


“oh baiklah selamat menikmati pesta ini” balas kevin pergi meninggalkan mereka.


“kita berkeliling sebentar lalu pulang” ucap nando pada aza, “kita baru sampai dan acara belum selesai bahkan aku belum bertemu girlin kenapa kita pulang cepat” tanya aza.


“kalau lama-lama di sini aku bisa membunuh orang terutama orang-orang yang melihatmu seperti serigala lapar” ucap nando menahan marah.


“baik-baik kita akan pulang, tapi kita cari girlin dulu” kata aza menyetujui perkataan nando dia tidak mau nando membuat keributan.


Aza dan nando berkeliling mencari girlin, “itu girlin kita kesana” kata aza menunjuk ke kerumunan wanita yang salah satunya girlin.


“girlin” panggil aza berjalan menuju girlin, “aza kamu sudah sampai, hei baby apa kabar?” ucap girlin, “iya, aku mencarimu ternyata kamu di sini” ucap aza memberikan pelukan pada girlin


“benarkah? Sorry za aku bertemu dengan teman-teman lain, lihat itu teman kita semua” kata girlin menunjuk teman-teman mereka, “hei aza, masih mengingatku?” ucap salah satu laki-laki di sana.


“kamu fredy bukan si kutu buku?” ucap aza mengingat fredy, “iya yang dulu kutu buku, ini siapa za anakmu?” tanya fredy yang melihat baby elo.


“iya ini anakku, panggil saja baby elo” ucap aza memperkenalkan baby elo, “wah baru sebentar tidak bertemu kamu sudah memiliki anak, lalu suamimu juga ikut?” ucap fredy


“tentu saja ikut, Fernando Aldrian Varmod suami aza” ucap nando memperkenalkan dirinya pada fredy, “sayang kenapa aku di tinggal, aku tahu kamu senang bertemu dengan temanmu tapi jangan tinggalkan aku” ucap nando pada aza.

__ADS_1


“bukankah ando tuan nando pemilik dari varmond compony?” kata fredy setelah melihat nando.


“iya, saya pemilik varmond compony”ucap nando sombong, “oh.. selamat malam tuan saya fredy teman aza waktu kuliah, senang bisa berkenalan dengan tuan nando” ucap fredy senang.


“terimakasih” ucap nando singkat, “tuan nando sudah mengenal aza berapa lama?” tanya fredy


“kamu tidak perlu tahu” ucap nando, “maaf tuan tapi aneh saja, baru sebentar aza lulus kuliah tapi dia sudah menikah dengan anda, yang saya tahu aza jarang sekali berinteraksi dengan mahasiswa lain terutama laki-laki, aza fokus untuk menyelesaikan pendidikanya” ucap fredy.


“benarkah aza tidak memiliki kekasih waktu kuliah” tanya nando penasaran, kalau memang benar  nando orang pertama bagi aza.


“benar tuan, aza sangat cuek dengan semua laki-laki yang mendekatinya, bahkan dulu pernah menolak senior yang paling populer di kampus dengan alasan untuk fokus belajar” ucap fredy.


“memang banyak yang tertarik dengan aza?” tanya nando, “tentu saja banyak, secara aza cantik di tambah pintar jadi dia salah satu primadona di kampus” ucap fredy


Senyum di wajah nando langsung luntur ternyata benar aza banyak di lirik oleh laki-laki lain, meski sekarang belum memiliki perasaan dengan nando tapi setidaknya aza sudah menjadi istri sahnya.


“tuan nando beruntung menikah dengan aza, dia wanita yang mandiri dimana wanita lain mengejar kemewahan tapi aza berbeda dia tidak ingin harta tapi hanya kasih sayang yang tulus” ucap fredy


Aza terlihat malu dengan semua ucapan fredy, memang fredy salah satu teman aza yang tahu keadaan aza waktu kuliah dan dia juga menjadi teman laki-laki satu-satunya.


“apa yang kamu lakukan, ini di depan umum banyak yang melihatnya” kata aza malu, “tidak perlu malu bunny kita sudah menikah jadi wajar aku mencium pipimu” ucap nando.


“ekhem, aduh pengantin baru romantis sekali” ucap girlin dia senang nando bisa bersikap manis pada aza, sebelumnya dia khawatir nasib aza yang harus menikah dengan nando.


“maaf nona girlin, tapi aku benar-benar menyayangi istriku ini” kata nando menarik aza semakin dekat.


“tidak apa-apa tuan nando itu lebih bagus, mungkin ada kabar baik waktu dekat ya.. bisa jadi baby elo mempunyai adik” ucap girlin menggoda aza.


“diam” ucap aza agar girlin tidak menggodanya lagi, “tunggu saja nona girlin kabar tersebut pasti akan datang, iyakan bunny” ucap nando membuat aza tambah malu.


“girl aku pulang dulu ya, baby elo sudah mulai lelah” ucap aza yang sebenarnya dia ingin cepat meninggalkan tempat ini karena malu.


“kenapa cepat sekali, pesta belum selesai apa kamu sudah menemui ayah dan ibu?” ucap girlin. “sudah tadi, tapi sekarang kami pulang dulu lihat baby sudah mengantuk” ucap aza memperlihatkan baby elo yang mulai mengantuk.


“baiklah tidak apa-apa, kasihan juga baby nanti aku sampaikan sama ayah dan ibu”ucap girlin mengelus pipi baby elo.

__ADS_1


“kami pamit dulu sampaikan permintaan maaf pada orangtuamu karena pulang lebih dulu” ucap nando,


“tidak apa-apa tuan nando kami mengerti” ucap girlin, “hati-hati di jalan za, nanti aku hubungi lagi” ucap girlin, “iya, aku pergi dulu” ucap aza memeluk girlin. “oke bye za” ucap girlin.


“ayo pulang, biar baby elo aku yang gendong” ucap nando mengambil baby elo dari gendongan aza, baby elo memang sudah mengantuk menyandarkan kepala mungilnya pada nando.


Satu tangan memegang baby elo dan satu tangan memegang aza dia tidak mau aza berjalan sendiri, mereka bertiga meninggalkan acara tersebut dengan menyisakan perasaan iri dari tamu undangan lain.


Nando dan aza sudah sampai rumah dimana nando langsung membawa baby elo kekamarnya, “kamu ganti baju dulu biar aku yang membawa baby elo” ucap nando, aza mengangguk di pergi ke kamar untuk mengganti gaunnya.


Sesudah mengganti baju aza ke kamar baby elo disana nando berusaha mengganti baju baby elo dengan baju tidur tapi karena baby elo sudah tidur dan nando tidak ingin baby elo bangun dengan sangat hati-hati.


“biar aku saja, kamu ganti bajumu” ucap aza, nando menghentikan kegitanya dan pergi untuk mengganti bajunya.


“mimpi indah sayang, mama menyayangimu” ucap aza mencium kening baby elo. aza kembali ke kamar dan melihat nando sudah berganti dengan baju tidur.


“sudah?” tanya nando, “sudah” balas aza. “sekarang kita yang tidur” ucap nando mengajak aza tidur,


Aza membaringkan tubuhnya di susul nando yang juga berbaring di samping aza, “teddy?” ucap aza, “hem” balas nando, “terimakasih untuk hari ini, aku benar-benar senang, dan aku juga memberikan untuk teddy mencintaiku mari kita belajar bersama teddy” ucap aza.


Nando yang tadinya setengah tertidur langsung membuka matanya, “apa katamu?” tanya nando, “mari kita saling belajar, ayo membangun sebuah keluarga dimana ada kamu, aku dan baby elo” ucap aza, dia sudah melihat perubahan sikap nando selama seminggu ini meskipan kadang masih menjengkelkan tapi banyak berubah dari nando.


“benarkah? Aku tidak salah dengarkan?” tanya nando membalik tubuh aza agar bisa berhadapan dengan nando, aza mengangguk mengiyakan nando.


“makasih bunny aku akan belajar mencintaimu mari kita belajar bersama”ucap nando sambil memeluk aza, “iya


mari belajar bersama” ucap aza.


Tatapan mereka saling bertemu siapa yang memulai duluan tapi sekarang bibir mereka saling bersatu, bahkan nando dengan berani ******* bibir aza.


 


 


Mohon dukung author denga rate, like, comen dan vote

__ADS_1


Terimakasih


__ADS_2