
Author POV
Hari ini adalah wakeend waktunya semua orang berlibur melepaskan penat sejenak dari rutinitas pekerjaan untuk menikmasti hasil dari pekerjaan mereka, begitu pula dengan aza sekarang dia di mall berbelanja menikmati hasil kerjanya ditemani dengan sandra yang sama-sama berbelanja memenuhi kebutuhan mereka, “za kamu nanti kamu mau beli apa aja?” tanya sandra kepada aza yang ada di berjalan berdampingan, “pengen beli sepatu aja
kak soal sepatuku sudah mulai rusak” ucap aza, aza termasuk orang yang tidak mementingkan fashion yang terpenting dia nyaman dan sopan dalam berpakaian. “kita cari baju dulu bagaimana?” kata sandra menyarankan pada aza, “loh kak aza kan penngen sepatu, emang di toko baju ada sepatu?” ucap za polos, TUK sandra mengetuk kepala aza soal perkataan ngawur aza di tambah dengan wajah (sok) polos dari aza “kamu ini ya buat saya lah maksudnya kita ke toko baju dulu buat cari baju untuk aku aza yang mainis dan nyebelin” kata sandra pada aza. “hehehehe, jangan marahlah kan cuman bercanda” ucap aza menampilkan cengiran andalanya. Mereka berdua menikmati waktu belanja mereka untuk melepas stres selama bekerja.
Berbeda dengan aza dan sandra nando sedang kualahan dengan baby elo yang dari tadi menangis dan tidak mau diam, Ouwe ouwe ouwe
“kenapa sayang, jangan nangis lagi ya nanti kita jalan-jalan mau?” ucap nando berusaha menenangkan baby elo, dan ajaibnya baby elo mulai berhenti menangis. Memang baby elo perlu jalan-jalan selama ini nando juga tidak pernah meluangkan waktu untuk keluar jalan-jalan dengan anak satu-satu. Nando berfikir kemana dia akan jalan-jalan, apa sebaiknya ke kebun binatang, atau ke taman bermain, setelah beberapa opsi nando memutuskan untuk pergi ke mall di sana ada tempat bermain dan sekalian belanja untuk mainan baru baby elo.
“baby nanti kita ke mall mau beli mainan baru untuk baby” tawar nando pada baby elo, dan baby elo tertawa setelah mendengar akan pergi jalan-jalan, seakan dia mengerti akan mendapat mainan baru.
“manda tolong kamu siapin keperluan baby elo untuk keluar, saya dan baby elo mau jalan-jalan” ucap nando pada salah satu maid yang bernama manda, dia sudah cukup lama menjadi maid di sini dan salah satu maid yang aku percayai.
“baik tuan saya akan siapkan” ucap manda dan segera menyiapkan keperluan baby elo mulai dari susu, pokpok, tissu basah dan masih banyak lainnya yang di masukkan dalam tas baby yang bertulis baby elo.
__ADS_1
Nando sudah siap dan baby elo juga dalam gendongan kanguru, nando sengaja tidak memakai troli menurutnya lebih mudah menggunakan gendongan kanguru dari pada troli bayi. Nando menggendong baby elo di depan sedangkan tas baby elo dia selempangkan di samping. Nando pergi dengan menggunkan mobil dan sopir karena nando tidak mau repot menyetir.
Nando POV
Setelah memakan waktu cukup lama sampai juga aku di mall tersebsar di kota ini, di sini cukup lengkap dan barang yang di tawarkan berkualitas bagus. Aku turun dan baby elo masih dalam gendongan kanguruku banyak orang yang melihat ke arah kami, mungkin mereka merasa heran soal seorang pria sendiri dengan bayi yang ada di gendongannya, aku tidak peduli yang penting anakku bahagia.
Dari raut wajah baby elo memancarkan kebahagiaan, ya mungkin dia sudah terlalu lama terkurung di dalam rumah, tawa bayi menular padaku, sekarang aku juga tersenyum melihat kebahagiaan bayiku. “baby senang, diajak papa jalan-jalan” tanyaku pada baby elo yang ditanggapi dengan tawanya. “maafkan papa sayang, soal papa jarang mengajak baby bermain, papa janji akan sering mengajak baby bermain” janjiku pada baby elo.
Kami hanya memutari mall untuk melihat mainan apa yang baby elo suka, untuk harga aku tidak masalah yanng terpenting aman bagi bayiku. Tidak terasa waktu sudah siang baby elo masih ingin bermain aku mencari tempat makan yang ada tempat bermain anak-anak agar baby elo tidak merasa bosan dan bisa mengajaknya main sebentar.
haus, baby elo minum susu dengan lahap aku melihatnya sangat senang anakku akan tumbuh dengan cepat.
“bub bubububu” celoteh baby elo setelah menghabiskan susunya sambil menunjuk ke arah lain, “ada apa sayang” aku bertanya pada baby elo hanya di mengocek dengan bahasa yang tidak aku mengerti ditambah di menunjuk-nunjuk kearah lain. Aku mengikuti arah yang di tunjuk baby elo di sana ada dua wanita yang sedang memesan makanan dan aku tidak melihat wajah mereka karena mereka membelakangiku. “ada hah, siapa yang baby tunjuk”, “bu bubu bubu bu” ucap baby elo sambil melompat-lompat (?) di pangkuan nando, nando heran dengan tingkah baby elo, “gak ada apa-apa sayang mendingan main sama papa ya” aku menawarkan untuk bermain denganbaby elo tapi dia malah menangis,
Ouwe ouwe ouwe
__ADS_1
Baby elo menangis keras, menarik perhatian dari pengunjung lain aku berusaha untuk menenangkan baby elo, tapi dia tidak mau tenang malah menangis semakin keras aku bingun apa yang harus aku lakukan sampai ada suara yang memanggilku , “ pak nando?” aku berbalik dan aku melihat wanita yang ditunjuk baby elo tadi.
Aza POV
Aku dan kak sandra mengelilingi mall cukup lama untuk membeli keperluan kami, tidak terasa sudah siang dan waktunya untuk makan siang. “kak sudah siang nih, makan dulu yuk perut aza sudah konser minta di isi” kataku pada kak sandra, “ya udah, mau makan apa za?” tanya kak sandra padaku, aku berfikir untuk makan apa tapi ujug-ujungnya bingun hehehehhe
“terserah deh kak yang penting kenyang”
“bagaiman kita kesana saja kitanya di sana rame pasti makanannya enak” kak sandra menunjuk salah satu restoran cepat saji, di sana memang ramai tapi dari yang aku lihat masih ada tempat duduk yang kosong, “ayuk kak kita ke sana aja, aza sudah gak tahan laper” ucapku menyetujui kak sandra.
Aku dan kak sandra langsung memasuki restoran tersebut di sini memang ramai pengunjung, banyak rombongan keluarga yang datang mungkin karena ada tempat bermain untuk anak-anak makanya banyak keluarga yang datang kesini selain makan siang tapi bisa juga untuk tempat bermain anak-anak.
Kami mengantri untuk memesan makanan yang akan menjadi makan siang kami, setelah memesan kami mencari tempat yang kosong untuk kami berdua sebelum kami sampai ke tempat duduk kami, aku mendengar suara bayi menangis, tapi suara tangisan bayi itu sepertinya aku kanal tapi siapa ya?. Aku melihat bahwa bayi itu menangis di gendongan seorang pria, tapi aku benar-benar merasa kenal dengan suara tangisan itu. setelah mengingat kembali aku teringat bahwa saura tangisan itu mirip tangisan baby elo, karena penasaran aku langsung menghampiri bayi tersebut, “lho za mau kemana?” tanya kak sandra padaku, “ aku mau kesana kak, kayaknya aku kenal deh” aku menujuk kearah seorang laki-laki yang berusaha menenangkan sang bayi.
“itu urusan dia za bukan kamu, nanti juga berhenti sendiri” kata ka sandra padaku, aku tidak peduli aku yakin pasti itu baby elo yang sedang menangis aku langsung pergi tanya mengiraukan panggilan kak sandra.
__ADS_1
sampai di sampingnya aku melihat dengan jelas bahwa itu pak nando dan baby elo, aku langsung memanggilnya “Pak nando”