
Hari demi hari telah di lewati oleh ke dua pasangan suami istri tersebut, perasaan saling bahagia terpancar jelas dari raut wajah mereka yang selalu terlihat berseri sepanjang hari.
Pagi yang indah seindah suasana hati Reygen dan Ayas, sepasang suami istri tersebut sedang merasa bahagia yang teramat meskipun mereka belum melakukan penyatuan di antara ke duanya, tetapi kebersamaan mereka sudah bisa mengusir kesepian satu sama lain.
Seperti biasa Ayas dan bi Ipah selalu melakukan kegiatan rutinnya untuk membuat masakan sarapan pagi.
Ayas selalu menyiapkan pakaian kerja untuk Reygen mulai dari kaos kaki, sepatu sampai dasi yang akan di kenakan oleh Reygen.
"Aku berangkat kerja dulu, ya, baik-baik di rumah, cupp!"
Setelah selesai dengan sarapan bersama, Reygen segera berpamitan pada Ayas dan mengecup keningnya. Hal ini sudah di lakukan oleh pasangan suami istri tersebut dua hari yang lalu.
Sebelumnya Ayas merasa malu kalau keningnya di kecup oleh Reygen di ruangan tamu atau di manapun selain di dalam kamar tidur mereka.
Namun, semakin lama ia semakin terbiasa dengan kelembutan dan sentuhan-sentuhan kecil dari Reygen di dalam rumahnya.
Ia tidak menolak ketika Reygen mengecup keningnya di ruang meja makan dengan syarat tidak ada orang yang melihat, padahal bi Ipah dan bi Ida mengintip dari salah satu sudut ruangan rumah Reygen.
Reygen segera memacu kendaraannya menuju kantor, dan hari ini jadwalnya ia akan menemui klien yang akan bekerja sama dengan perusahaannya untuk menggarap sebuah proyek besar.
"Pak, klien sudah menunggu di lobby."
Salah satu sekretaris Reygen memberitahukan kepada bos nya bahwa klien yang akan membawa berkas mengenai kerja sama mereka telah menunggu di lobby kantor.
Setelah mengetuk pintu dan di persilahkan masuk oleh Reygen orang tersebut segera memasuki ruangan Reygen.
Betapa terkejutnya Reygen ketika melihat seorang wanita berbusana seksi memasuki ruangannya sambil membawa map yang berisi dokumen kerja sama mereka.
"Sayang ... akhirnya kita ketemu lagi."
Nada manja seorang wanita dengan rok mini plus kemeja yang ujung kancing atasnya sengaja ia buka ketika memasuki ruangan Reygen dan segera menduduki kursi di seberang meja kerja Reygen.
Naura meletakkan map nya di atas meja kerja Reygen.
"Naura?"
Reygen merasa kaget ketika ia mengenal sosok klien yang ia kira sebelumnya adalah seorang laki-laki bernama Hendrik.
"Sepertinya kau sangat terkejut melihat aku, kenapa, Sayang?"
Naura berjalan memutari meja kerja Reygen dan menghilangkan jarak antara keduanya. Ia melingkarkan ke dua tangannya ke leher Reygen dari belakang kursi kerjanya.
"Kamu apa-apaan, sih?"
Reygen merasa tidak nyaman dan melepaskan kungkungan tangan Naura.
__ADS_1
"Kamu kenapa, sih? baru satu tahun tidak bertemu sudah berubah seperti ini. Bagaimana kalau kita ke club buat seneng-seneng lagi?"
Naura tidak putus asa merayu Reygen dan tetap mendekati pria tampan itu dengan terus menggodanya.
Ia duduk di atas meja kerja Reygen dan menunjukkan paha mulusnya di depan Reygen. Tangannya mulai membuka satu kancing kemeja yang menutupi dadanya.
"Hei, kamu mau apa?"
Reygen bangkit dari duduknya dan berjalan menjauhi Naura.
Melihat penolakan yang halus dari Reygen, ia tidak terima dan menyusul Reygen yang kini duduk di atas sofa panjang di salah satu ruangan kerjanya.
Wanita seksi itu semakin liar dan duduk di pangkuan Reygen.
CEKLEK
Pintu ruangan kerja Reygen terbuka, seorang wanita berhijab memasuki ruangan kerja Reygen.
Ketika ia mendapati kursi Reygen kosong membuatnya mengalihkan pandangan ke sudut ruangan dimana terdapat satu sofa panjang dan dua sofa single yang tengah di huni oleh dua orang pria dan wanita dewasa.
Ayas melebarkan ke dua bola matanya untuk mengintai pria dan wanita yang sedang sangat dekat bahkan tanpa jarak.
"Naura, kamu apa-apan, sih?"
Ketika matanya melihat ke arah meja kerja, Reygen sangat terkejut melihat istrinya sedang berdiri menatap mereka.
Ayas menenteng satu set rantang berisi makan siang untuk Reygen.
Entah kenapa hari ini Ayas sangat ingin mengantarkan makanan untuk suaminya ke kantor.
"Ayas!"
Reygen segera berjalan untuk menghampiri Ayas, tetapi sepertinya Ayas salah paham dan meletakkan rantang nya ke atas meja kerja Reygen dengan kasar.
PRANKK
Ayas membalikkan tubuhnya dan hendak keluar dari ruangan Reygen tanpa sepatah katapun, tapi Reygen mencegahnya.
"Sayang, tunggu!"
Reygen berlari mengejar Ayas dan segera memeluk dan mengecup bibir Ayas di hadapan Naura yang sedang memperhatikan ke duanya.
"Ini tidak seperti yang kau pikirkan."
Reygen memperdalam ciumannya pada bibir Ayas dan membuat Naura seperti kebakaran rambutnya.
__ADS_1
"Hei, siapa kau?"
Naura menunjuk Ayas yang kini tengah di peluk dan di cumbu oleh Reygen sontak membuat Ayas melepas pelukan dan ******* bibir suaminya.
Ayas mengerti perkataan suaminya dan langsung memerankan perannya sebagai pemilik yang sah dari seorang Reygen.
"Seharusnya aku yang nanya sama kamu, siapa kamu sampai berani menggoda suamiku?"
Ayas kembali menunjuk Naura yang wajahnya merah padam melihat kemesraan mereka di hadapannya.
"Hei, wanita kampung! dia itu pernah tidur denganku, jadi ... menurutku kau hanya wanita pajangan di dalam hidup Reygen."
Naura berjalan memutari Ayas dan Reygen yang sedang berdiri.
"Naura, jaga ucapanmu!"
Reygen membentak Naura, membuat wanita seksi itu semakin marah.
"Hei, Rey ... sejak kapan kau mengalami penurunan selera yang begitu tajam?"
Naura menatap Reygen dan menoleh dengan senyum sinis penuh ejekan pada Ayas.
Baru saja Reygen akan menampar Naura, tapi Ayas menahannya dan mengisyaratkan dengan mengedipkan ke dua matanya pada Reygen untuk diam saja dengan meletakkan jari telunjuknya di bibir Reygen.
"Hei, wanita kota! betapa rendah pendidikan anda sampai tidak mengerti harus bersikap seperti apa pada seorang lelaki yang sudah beristri. Apa anda tidak belajar etika atau otak anda terlalu dangkal untuk menyerap pelajaran norma-norma kesopanan?"
Perkataan Ayas menambah emosi Naura semakin meledak-ledak.
Naura sudah tidak tahan lagi menahan tangan kanannya yang sudah sangat gatal untuk menampar Ayas.
Tangan Naura yang sudah melayang di tahan oleh Reygen sebelum ia menyentuh wajah cantik milik Ayas.
"Hey, kenapa kau main kasar? bukankah apa yang di katakan istriku itu memang yang sebenarnya?"
Reygen tersenyum pada Ayas dan tangan kanannya melingkar pada pinggang Ayas.
"Sialan kalian berdua!"
Tidak tahan di permalukan oleh sepasang suami istri tersebut akhirnya Naura berjingkat pergi keluar dari ruangan Reygen.
Sementara Ayas melepaskan tangan Reygen yang masih melingkar pada pinggang biolanya, ia mengerucutkan bibir manisnya dan melipat ke dua tangan di depan dada.
Sepertinya pertengkaran sengit akan terjadi.
Bersambung....
__ADS_1