Badboy Insaf

Badboy Insaf
Bab 77 : Reddick


__ADS_3

Reygen meminta bi Ipah membuatkan susu hangat untuk Ayas, tak lupa ia juga meminta untuk disiapkan camilan untuk istrinya yang sedang menonton.


Di salah satu sudut rumah Reygen memang ada ruangan khusus untuk menonton, karena Reygen suka sekali menonton.


Karena di dalam ruangan tersebut kedap suara, Reygen dan Ayas sengaja menunggu bi Ipah di luar.


Segelas susu hangat dan camilan sehat pun siap dan Reygen segera membawanya masuk ke dalam ruangan yang seperti teater itu. Mereka menikmati malam ini dengan perasaan yang sangat bahagia.


Ayas bisa lebih tenang setelah putusan hakim menyatakan bahwa Reygen dinyatakan tidak bersalah dan bebas dari segala tuntutan, kecuali ia belum bisa bepergian ke luar kota karena masih menjadi tahanan kota selama beberapa bulan kedepan.


"Sayang, sebenarnya aku mau mengajakmu ke makam kakakku. Apa Kamu mau?" tanya Reygen di sela aktivitasnya menonton film.


Mendengar perkataan Reygen, Ayas mengernyitkan keningnya dan menatap Reygen dengan penuh tanya.


"Makam?" tanya Ayas.


"Iya, makam kakakku yang bernama Reddick. Itu yang menyebabkan Momy-ku sangat selektif memilih seorang menantu, karena Reddick bunuh diri setelah memergoki kekasihnya berselingkuh. Ya, lebih tepatnya bukan bunuh diri, tapi kecelakaan setelah ia mendapati kekasihnya bersama pria lain." Reygen menceritakan peristiwa beberapa tahun lalu yang menyebabkan Reddick meninggal.


Saat itu Reddick sedang mengunjungi sebuah villa untuk acara kumpul bersama teman-temannya, tetapi saat ia sedang berkeliling survey ke lokasi villa tersebut, Reddick melihat kekasihnya sedang berpelukan mesra dengan seorang pria.


Betapa kesal Reddick saat itu, padahal sebentar lagi mereka akan bertunangan. Reddick hilang kendali dan melesat dengan mobilnya dengan kecepatan sangat tinggi sehingga mobil Reddick jatuh ke dalam jurang.


Hal itu yang menyebabkan Evelyn sangat hati-hati ketika hendak menerima seorang calon menantu, apalagi pernikahan Reygen dan Ayas saat itu tidak memberitahunya terlebih dahulu yang menyebabkan Evelyn merasa tidak di anggap oleh putranya tersebut.


Padahal kala itu, Reddick sudah memberikan apapun untuk kekasihnya bahkan mobil mewah dengan harga yang fantastis juga rela Reddick berikan sebagai hadiah ulang tahun kekasihnya.

__ADS_1


Namun, ternyata semua kebaikan Reddick itu hanya di manfaatkan oleh kekasihnya untuk mendapatkan materi semata, ia meminta ini dan itu kepada Reddick bahkan villa yang dijadikan tempat berselingkuh oleh kekasihnya itu adalah sebuah villa milik Reddick yang di berikan kepada kekasihnya.


Kekasih Reddick memang dari kalangan biasa saja seperti Ayas, tetapi tentu saja karakter mereka sangat berbeda. Kekasih Reddick memanfaatkan Reddick hanya demi harta, sedangkan Ayas sangat tulus mencintai Reygen.


Setelah itu Evelyn sangat over protective kepada Reygen, siapapun yang dekat dengannya akan ia selidiki bibit, bebet dan bobotnya. Ia tidak ingin putra bungsunya mengalami hal yang sama seperti Reddick.


Evelyn menganggap semua wanita sederhana itu hanya akan memanfaatkan keadaan, termasuk Ayas. Awalnya Evelyn menganggap Ayas hanya akan memanfaatkan Reygen dan ternyata hal itu tidak terbukti dan mereka berhasil menunjukkan betapa tulusnya cinta mereka berdua.


Semenjak Reddick meninggal, saat itulah Reygen di daulat sebagai pemilik perusahaaan Scalf dimana Cakra bekerja. Pada saat itu karena Reygen belum siap terjun ke dunia bisnis, akhirnya Rouge meminta Cakra untuk mengurusi perusahaan cabang yang ada di kota sementara Reygen belum siap, sedangkan Rouge memimpin perusahaan yang ada di luar negeri dan menetap disana.


Setelah panjang lebar menceritakan masa lalu Reddick dan trauma Evelyn, akhirnya Ayas dapat mengerti betapa berat menerima kenyataan bahwa Evelyn telah kehilangan putra sulungnya.


Ia bisa mengerti kalau Evelyn sangat membenci Ayas sebelumnya dan tidak merestui pernikahan mereka. Namun, sekarang telah berubah, kekuatan cinta yang tulus dari Reygen dan Ayas telah membuat Evelyn sadar bahwa tidak semua wanita sederhana selalu mengincar pria kaya yang banyak harta untuk dimanfaatkan.


Ayas bersedia nyekar ke makam Reddick besok pagi.


Pagi yang cerah dengan suara burung berkicauan dari halaman belakang rumah Reygen yang luas dengan hamparan rumput hijau dan tanaman bunga juga pohon begitu memanjakan mata.


Pagi ini Ayas ingin sarapan di gazebo halaman belakang dengan view kolam renang di depan gazebo tersebut.


Setelah membantu bi Ipah menyiapkan sarapan, Ayas segera membawa makannya ke gazebo belakang rumah. Ia bersantap dengan Reygen di sebuah gazebo dimana banyak sekali kenangan disana bersama Ayas saat mereka baru saling mengenal.


"Bii, kamu inget gak waktu aku kesini pertama kali?" tanya Ayas kepada Reygen sambil mulutnya masih mengunyah roti bakar dengan selai coklat kesukaan Ayas.


"Tentu saja, aku gak akan pernah lupa kejadian itu." ucap Reygen sambil tersenyum menatap Ayas yang terlihat sangat lapar.

__ADS_1


"Kenapa gak akan lupa?" tanya Ayas masih sibuk dengan roti bakarnya, dan sesekali menyeruput susu hangat.


"Bagaimana aku bisa lupa setiap detik pertemuan dengan bidadariku yang cantik ini!" Reygen mencubit hidung bangir Ayas, membuatnya menghentikan kunyahan di mulutnya dan menatap Reygen.


"Benarkah?" tanya Ayas seperti ia ragu dengan perkataan Reygen, karena menurutnya pertemuan kala itu sangat memalukan karena Ayas jatuh ke dalam kolam dan tidak bisa berenang sampai hijabnya terlepas.


"Iya, bagaimana aku bisa lupa dengan penampilanmu yang baru pertama kali tanpa hijab dan pakaian yang basah kuyup membuat hasratku meronta-ronta saat itu." ucap Reygen jujur membuat Ayas memukul lengannya pelan.


"Nakal, kamu, ya!" ucap Ayas.


Saat itu Reygen melihat tubuh Ayas yang berbalut pakaian basah dan membentuk body sintalnya dengan sempurna, pria mana yang tidak tergoda melihat pemandangan menggiurkan seperti itu?


"Apa kamu tahu? saat aku melihatmu dengan busana basah dan tanpa hijab, aku begitu sulit bahkan hanya untuk menelan salivaku. Saat itu aku bertekad kalau aku akan berusaha untuk memilikimu seutuhnya." ucap Reygen mengenang saat-saat tersebut.


"Jadi kamu hanya terobsesi untuk memilikku?" tanya Ayas dengan wajah cemberut.


"Tentu saja tidak, jika aku hanya terobsesi untuk memilikimu, tentu aku akan melepaskanmu saat momy-ku tidak merestui pernikahan kita. Pada saat itu aku bertekad bahwa aku akan memilikimu dan menjadikanmu teman hidup sepanjang hayatku." jawab Reygen sambil menatap Ayas lekat-lekat.


Ayas menghentikan kunyahannya dan mendekatkan wajahnya kepada Reygen.


"Bii, terima kasih, kau mau memperjuangkan aku sampai di titik ini." ucap Ayas sambil menatap Reygen tanpa berkedip.


Tanpa menjawab atau menanggapi ucapan Ayas, Reygen langsung melahap bibir Ayas yang sedikit terasa manis karena selai coklat yang menempel di bibirnya.


Dinginnya pagi membuat Reygen enggan melepas pagutannya sampai Ayas kehabisan napas. Tak perlu berlama-lama setelah Ayas menarik napas kembali Reygen membungkam mulut Ayas dengan bibir seksinya.

__ADS_1


Seperti tidak pernah ada bosannya, Reygen selalu ingin berdekatan dan bermesraan dengan Ayas dimanapun ada kesempatan tak pernah ia lewatkan.


__ADS_2